Rimond B. Sukandi Ketua Koapgi: “Koperasi Mampu Beri Kontribusi Signifikan”

Pengurus Koapgi terus tingkatkan kinerja untuk sejahterakan anggotanya
Cengkareng (IndonesiaMandiri) - Hari Koperasi Nasional/Harkopnas yang diperingati setiap tahunnya pada 12 Juli, dalam perjalanan sejarahnya memiliki dinamika yang penting di Tanah Air. Koperasi tetap miliki peran strategis di usianya ke-72 tahun. Bahkan saat krisis moneter menerpa dalam negeri, terbukti koperasi, usaha mikro kecil dan menengah/UMKM tetap bisa eksis dan menuoi untung.


Seperti halnya Koperasi Awal Pesawat Garuda Indonesia/Koapgi yang hadir diantara karyawan maskapai nasional penerbangan ini sejak 2000. Cikal bakal berdirinya memang dipelopori karyawan udara yang tergabung dalam profesi awak kabin Garuda Indonesia atau umum mengenalnya Pramugara/i. Ketika itu namanya Koperasi Awal Kabi Garuda Indonesia/Kokagi. Lalu setahun kemudian meluas keanggotaannya dan namanya menjadi Koapgi. Karyawan darat pun kini banyak menjadi anggota Koapgi. IM baru-baru ini berkesempatan bincang singkat dengan Ketua Koapgi Rimond B. Sukandi, yang juga mantan Awak Kabin Garuda Indonesia. Berikut wawancaranya:


Rimond B. Sukandi Ketua Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia/Koapgi

IndonesiaMandiri/IM. Apa makna peringatan Hari Koperasi tahun ini?

Rimond B. Sukandi/RBS. Harkopnas menjadi momentum bagi para pelaku Koperasi untuk membuktikan Koperasi mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan ekonomi di Indonesia, meskipun kehadiran nya saat ini belum di kembalikan pada kedudukan yang setara dengan badan hukum lainnya dalam kontestasi perekonomian Indonesia.

IM. Sebagai Ketua Koapgi, apa yang ingin dikedepankan sambut era koperasi di era digital 4.0?

RBS. Tentunya dalam era saat ini Koapgi mesti mengikuti jaman digital 4.0 yang telah mampu mempermudah pergerakan kegiatan khususnya Koperasi. Semua lini kita tingkatkan, utamanya sumber daya manusia di pengurus Koapgi.

IM. Kendala dan tantangan koperasi di indonesia saat ini serta kedepan apa?

RBS. Kendala yang dihadapi Koperasi saat ini adalah kurangnya regulasi yg mengatur bahwa Koperasi memiliki Indepedensi atau perlakuan khusus terhadap kewajiban dalam kegiatannya, khususnya di sektor pajak yang harusnya berbeda dengan usaha-usaha badan hukum lainnya. Tantangan Koapgi adalah bagaimana meyakinkan karyawan di lingkungan PT. Garuda Indonesia bahwa Koperasi yang merupakan Wadah Usaha Gotong Royong ini mampu sejahterakan anggotanya sehingga Koperasi setara dengan PT yang selama ini tidak memberikan kesejahteraan bagi anggota Koperasi yang notabene adalah karyawan (ma).

Foto: Istimewa
Share:

Arsip