Menteri Pariwisata Keluarkan Strategi Khusus Guna Datangkan Wisman

Kementerian Pariwisata buat strategi jaring wisman ke Indonesia
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Menteri Pariwisata/Menpar Arief Yahya terus optimalkan capaian target wisatawan mancanegara/wisman pada sisa delapan bulan di 2019 bersama pelaku bisnis pariwisata dengqn 4 strategi utama yakni; border tourism, hot deals, tourism hub, dan low cost carrier terminal (LCCT). Untuk border tourism, kata Arief Yahya, andalkan kekuatan proximity (kedekatan jarak maupun emosional) dan strategi ini banyak dilakukan negara-negara di Eropa maupun Asia Tenggara seperti Malaysia. “Kita fokus pada border tourism untuk menarik wisman dari Singapura dan Malaysia,” jelas Arief Yahya disela acara Halal Bihalal dengan segenap karyawan Kemempar di Jakarta (10/6).

Sementara untuk program hot deals atau memberikan diskon besar-besaran untuk menjaring kunjungan wisman di saat low seasons, target intern Kemenpar diharap menghasilkan 2 juta hingga 2,5 juta wisman. Pada tahun lalu hot deals mampu menjual 700.000 pax terbesar dari Kepri mencapai 20 persen.


Sedangkan pogram tourism hub dilakukan melalui Singapura dan Kuala Lumpur (Malaysia). “Program ini sebagai solusi terhadap direct flight yang sulit dilakukan dan membutuhkan waktu relatif lama,” ungkqp Arief Yahya. “Ada jutaan turis India dan Tiongkok yang singgah di Singapura maupun Kuala Lumpur. Melalui travel agent di sana kita mempengaruhi mereka untuk melanjutkan liburan ke Indonesia,” beber Menpar Arief Yahya.


Program berikutnya yang juga menentukan adalah keberadaan low cost carrier terminal (LCCT). “Untuk mendorong kunjungan wisman LCC kita harus memiliki terminal LCC dan program mulai terwujud. Per 1 Mei 2019, Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta resmi menjadi LCCT kita harapkan akan terjadi lonjakan 1 juta wisman,” kata Arief Yahya. Dan pertumbuhan LCC membawa wisman ke Indonesia capai 21% di 2018 (pn/ma).


Foto: Istimewa
Share:

Arsip