Wisatawan Timor Leste Banjiri Even Crossborder Music Festival Atambua

Festival Musik Perbatasan Negara NTT-Timor Leste disemarakkan Band Kotak
Atambua/NTT (IndonesiaMandiri) – Strategi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) jaring wisatawan Timor Leste ke Indonesia lewat ajang Crossborder Music Festival Atambua 2019 di Lapangan Simpang Lima, Nusa Tenggata Timur, menuai hasil memuskan. Menurut Kepala Bidang Pemasaran Area II Regional III di Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Hendry Noviardi, berdasarkan data panitia, setidaknya ada 1.852 penonton asal Timor Leste yang hadir di even musik ini.

Bupati Belu Willybrodus Lay, saat membuka acara yang diselenggarakan Kemenpar itu, mengaku puas dengan gelaran festival musik perbatasan kali ini.
Ia memuji kinerja Tim Kemenpar yang sangat profesional menangani kegiatan tersebut. Komposisi penyanyi atau artis yang didatangkan juga sangat pas, sesuai selera penonton.


“Ini even luar biasa. Warga Indonesia dan Timor Leste berbaur dalam kegembiraan yang sama. Masyarakat perbatasan benar-benar terhibur dengan penampilan semua bintang tamu. Terutama Kotak mampu membakar semangat pengunjung lewat lagu-lagu hitsnya,” puji Willybrodus.
Willybrodus juga tak sungkan ucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas perhatiannya terhadap wilayah perbatasan.


"Ini adalah kepedulian seorang Presiden melalui Kementerian Pariwisata. Perhatian pemerintah kepada perbatasan membuat kita bisa tersenyum dan gembira malam ini," ucapnya. Even ini juga gairahkan roda perekonomian lokal, seperti usaha suvenir dan kuliner selama gelaran musik berjalan dua hari, 28-29 Juni. Penyayi asal Timor Leste, Gerson juga ikut semarakkan acara (pn/ma).
Share:

Taman Nasional Tanjung Puting Banyak Diminati Wisatawan Mancanegara

Usaha sewa perahu klotok terus meningkat fi Taman Nasional Tanjung Puting
Pangkalan Bun/Kalteng (IndonesiaMandiri) - Pesona Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, memang telah mendunia. Banyak wisatawan mancanegara/wisman kunjungi “rumah orang utan” ini baik melalui jalur udara maupun laut. Wisman ke TNTP berasal dari berbagai negara di Benua Eropa dan Amerika, seperti dominan dari Amerika Serikat, Belanda, Inggris, Italia, Kanada, New Zeland, Polandia, dan Spanyol. Untuk kunjungan tertinggi dari Spanyol.

"Mempertahankan kealamian ditengah laju pembangunan, itu yang sedang kita lakukan dengan TNTP dimana saat ini juga sedang ada wacana pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia ke Kalimantan Tengah. Kami juga sedang berusaha menjadikan keberadaan TNTP sebagai salah satu motor pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Barat," ujar Helmi, Kepala Balai TNTP saat beri paparan dalam Kunjungan Jurnalistik dan Tematik Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) oleh KLHK di Swiss-Belhotel, Pangkalanbun, Kalteng (25/6).

Wisatawan mancanegara lebih dominan yang datang ke TNTP
Angka wisman ke TNTP di 2018 mencapai angka 18.834 orang, lebih tinggi dari wisatawan domestik yang hanya 10.449. Dari kunjungan ini TNTP dapat menyumbangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada negara sebesar 7,77 milyar pada 2018. Wisata alam yang ada di TNTP terbukti menjadi salah satu pendorong pembangunan wilayah dan lokasi sangat baik untuk melihat habitat alami Orang utan, dimana di area seluas 415.040 ha dihuni sekitar 917 (berdasarkan data inventarisasi satwa Balai TNTP 2016).

Wisata alam TNTP ini telah membangun bisnis wisata cukup besar, tumbuhnya para pelaku pariwisata, seperti adanya 22 Agen Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA)/Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia, 127 Guide yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), 96 Unit pengusaha kapal klotok wisata, 20 unit pemilik speedboat, dan 80 orang tenaga pemasak terlatih yang tergabung dalam Tourist Cook Association (TCA) Kota Waringin Barat (dh).

Foto: abri
Share:

Festival Jailolo Buktikan Maluku Sebagai Pulau Rempah Dunia

Pesona rempah Maluku telah dikenal dunia sejak dahulu
Jailolo/Maluku Utara – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupaya dongkrak destinasi Maluku dan Maluku Utara/Malut sebagai pulau rempah-rempah dunia dalam rangka mendukung Festival Jailolo 2019. “Festival Teluk Jailolo 2019 merupakan salah satu strategi ampuh untuk memperkenalkan keindahan destinasi wisata sekaligus kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Semakin besar peluang festival ini dikenal dunia, maka semakin baik pula jumlah wisatawan yang diharapkan berkunjung ke Indonesia untuk mengeksplorasi keindahan Maluku Utara,” jelas Menpar Arief Yahya.

Festival Jailolo kembali diselenggarakan pada 24-29 Juni 2019 di Halmahera Barat, Malut. Festival digelar ke-11 kalinya itu mengusung tema Pesona Budaya Kepulauan Rempah, guna menengok sejarah sejak zaman dahulu dimana sebagi salah satu surga rempah-rempah dunia. Selain itu, kawasan Teluk Jailolo dipilih lokasi penyelenggaraan festival yang digelar enam hari.


Festival Jailolo juga buat even lomba foto dengan peserta dari luar negeri
Untuk menegaskan kembali keistimewaan Malut sebagai surga rempah dunia, Pemerintah Daerah Maluku Utara telah menyiapkan beberapa agenda utama guna memeriahkan penyelenggaraan Festival Teluk Jailolo., seperti ritual pembersihan laut Sigofi Ngolo, Ekspedisi Talaga Rano, Gelar Seni Budaya Halmahera Barat, Ekspedisi Burung Bidadari (Semioptera Wallacii), Teater Kuliner 7 Suku Asli, Ritual Orom Sasadu, Aneka Perlombaan, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, penyanyi Glenn Fredly, juga akan hadir sebagai salah satu pengisi acara.

Selain itu, guna memastikan gaung promosi Festival Teluk Jailolo ini dikenal luas oleh masyarakat, Kementerian Pariwisata turut menggelar Pekan Foto Internasional Jailolo 2019 (Jailolo International Photo Week 2019) dengan menghadirkan 15 fotografer berpengalaman perwakilan dari 11 negara, seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Myanmar, Filipina, Vietnam, Tiongkok, Australia, Selandia Baru, dan Bahrain (pn/ma).
Share:

Taman Nusa Gianyar Jadi Mitra Co-Branding Wonderful Indonesia

Kemenpar bantu promosi pesona Taman Nusa Gianyar
Gianyar/Bali (indonesiaMandiri) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak salah satu destinasi budaya favorit di Bali, Taman Nusa Gianyar jadi mitra Co-Branding Wonderful Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kunjungan kerjanya ke Bali menyempatkan berkunjung ke Taman Nusa Gianyar, setelah sebelumnya meninjau pameran Bali Beyond & Travel Fair (BBTF) 2019.

“Taman Nusa ini destinasi menarik. Wisatawan bisa mendapatkan pengalaman budaya secara utuh. Spot ini sangat potensial untuk terus berkembang. Bergabungnya Taman Nusa dengan Wonderful Indonesia melalui co-branding tentu sangat bagus serta menjadi kolaborasi yang paten,” ungkap Menpar (27/6).

Taman Nusa Gianyar cermin wajah Indonesia

Ada beberapa kerja sama akan dilakukan Kemenpar dengan Taman Nusa. Pertama, branding pariwisata Indonesia semakin kuat terlebih sepanjang 2018, arus wisatawan Tiongkok ke Bali capai 1,36 juta orang. “Untuk menarik lebih banyak wisatawan Tiongkok, Menpar meminta kami membuka restoran Chinese food di Taman Nusa Gianyar dengan koki dari Tiongkok. Karena wisatawan Tiongkok yang menghabiskan waktu cukup lama di Bali pasti akan mencari makanan daerah asalnya," ujar Santoso.

Kerja sama lainnya, peningkatan atraksi bersifat digital serta kolaborasi dengan komunitas pecinta dan pemerhati pariwisata Indonesia, khususnya wilayah Gianyar, Bali. Taman Nusa diharapkan bisa menyelenggarakan Pasar Digital bekerja sama dengan Generasi Pesona Indonesia (Genpi).


Taman Nusa semacam taman mini nusantara dalam satu lokasi, di Banjarangkan Banjar Blahpane Kelod, Sidan, Gianyar, Bali. Kita dapat mengelilingi lahan seluas 15 hektare ini menyaksikan berbagai hal, mulai dari Kampung Budaya (terdiri dari rumah tradisional yg berjumlah lebih dari 60 bangunan), museum etnografi, wayang, dan kain, serta hal lain yg berkaitan dengan budaya Indonesia (fm).
Share:

Lantamal lll Jakarta, Gelar Tanam Mangrove&Budidaya Ikan Di Desa Tanjung Pasir

Lantamal III ajak masyarakat pesisir pelihara lingkungan
Tangerang/Banten (IndonesiaMandiri) - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut/Lantamal III Jakarta lakukan serbuan teritorial penanaman pohon mangrove dan budidaya ikan bandeng tahun di Desa Tanjung Pasir, Tanggerang (28/06). 

Danlantamal III Laksma TNI Denih Hendrata mengatakan, ini adalah bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), dimana TNI berperan membantu tugas pemerintah di daerah untuk siapkan segala potensi nasional dan membantu kesejahteraan rakyat. Jadi, melalui kegiatan ini, mengajak masyrakat pererat kebersamaan, menciptakan jiwa persatuan, dan gotong royong, persatuan serta memantapkan kemanunggalan TNI, TNI AL dengan rakyat yang khususnya berada di pesisir pantai.

Dengan tanam pohon mangrove 16.250 batang dan budidaya ikan bandeng sebanyak 70.000 ekor juga dibarengi memberi pengetahuan tentang tatacara, mengetahui cara mencegah erosi dan abrasi pantai juga melestarikan budaya kearifan lokal serta meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

Danlantamal III kepada prajurit Posal Tanjung Pasir juga enekankan untuk menjalankan kewajiban tugas pokoknya, menjaga kebersihan, kesehatan dan hubungan baik dengan masyarakat pesisir serta tetap disiplin. Pada kesempatan tersebut Danlantamal III, melaksanakan videoconference dengan Pangkoarmada I Laksda TNI Yudo Margono (lw).
Share:

Indonesia Akan Hadiri Konferensi Keanekaragaman Hayati Di Norwegia

Festival Indonesia Di Norwegia tunjukkan peran aktif Indonesia dalam memelihara biodiversity
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK akan hadir dalam The 9th Trondheim Conference on Biodiversity di Norwegia, 2-5 Juli 2019. Sederet agenda penting terkait kerjasama bilateral Indonesia-Norwegia terkait Pengendalian Perubahan Iklim dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati (biodiversity) akan dibahas.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK Djati Witjaksono Hadi saag jumpa pers menyebut, “Menteri Siti akan mengawali kunjungan kerjanya dengan melakukan bilateral meeting Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Kerajaan Norwegia untuk meningkatkan kerjasama kedua negara di bidang lingkungan hidup dan kehutanan yang telah terjalin dengan baik serta akan bertemu dengan Menteri Lingkungan dan Perubahan Iklim Norwegia, H.E. Ola Elvestuen.”

Sedangkan menurut Indra Exploitasia, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK yang juga hadir dalam jumpa pers, “kehadiran Ibu Menteri LHK tujuannya menampilkan upaya yang telah Indonesia lakukan sehingga kita bisa mencoba menjadi lead untuk bagaimana biodiversity itu bisa tetap lestari dengan lesson learn yang telah dilakukan dan bisa dijadikan sebagai pembelajaran bagi semua negara. Kedua kita bisa membuktikan mampu juga untuk meningkatkan populasi beberapa spesies prioritas, sehingga nanti beberapa upaya Indonesia dapat dijadikan dasar/baseline dalam menentukan target-target baru pelestarian biodiversity.”

Karena strategisnya acara ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kerajaan Norwegia - Duta Besarnya Todung Mulya Lubis - selaku penyelenggara menggelar Festival Indonesia guna perkenalkan keanekaragaman hayati di Tanah Air sekaligus meninjolkan produk-produk pangan nusantara dari hasil sumberdaya alam maupun produksi masyarakat lokal dan adat yang tinggal di sekitar kawasan hutan serta gambut. Ini pertama kali diadakan di Norwegia dan diharapkan jadi salah satu festival Indonesia terbesar di kawasan Nordik. Terlebih lagi pada 2020, Indonesia-Norwegia memperingati hubungan diplomatik yang ke-70 tahun (dh).
Share:

Ma’aruf Amin Puji Kementerian Pariwisata Kembangkan Wisata Halal&Religi

KH Ma’aruf Amin didampingi Menpar Arief Yahya di Serang
Serang/Banten (IndonesiaMandiri) - Wakil Presiden RI terpilih, KH. Ma'aruf Amin apresiasi langkah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam mengembangkan wisata halal Indonesia. “Semoga pedomannya segara ada dan dapat mempercepat pertumbuhan wisata Indonesia. Kita harap wisata halal Indonesia dapat menjadi yang terbaik di dunia," ujar Ma'ruf Amin didampingi Menpar Arief Yahya saat hadiri saresehan di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten (28/6)

“Kita jangan hanya mengandalkan halal dan status mayoritas muslim saja. Tapi kalau tidak bisa memberikan pelayanan terbaik, wisatawan tidak mau datang," pesan Ma’ruf Amin. Sedangkan Menpar Arief Yahya meminta Kabupaten Serang, Banten, terapkan tiga hal kembangkan wisata religi sebagai potensi pariwisata.

“Pertama, harus memiliki masterplan pengembangan wisata religi di Serang, kedua implementasi kebijakan pengembangan SDM pariwisata, dan pengembangan wisata tirta di Kalimati,” ucap Arief yang juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Serang, Banten, agar siap menyambut daerahnya sebagai wilayah pariwisata, khususnya wisata religi dan sejarah.

Acara Sarasehan dibuka oleh Bupati Serang Ibu Ratu Tatu Chasanah yang diikuti oleh 150 santri, guru pondok pesantren, dan warga di sekitar Tanara. Acara sarasehan tersebut diadakan bersamaan dengan Haul Al Maghfurlah Syaikh Nawawi Al Bantani ke-126 (rm).
Share:

Lagu Indonesia Raya Berkumandang Di Hari Nasional Rusia

Negara Federasi Rusia peringati Hari Nasional Ke-27
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Hari Nasional Federasi Rusia ke-27 yang diperingati di Hotel Raffles Jakarta, dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Mantan Menlu Alwi Shihab, dan sejumlah pejabat penting nasional lainnya.

Yang menarik, disamping umumnya setiap negara saaf peringati Hari Nasional mengumandangkan lagu kebangsaannya, maka saat acara Hari Nasional Rusia, lagu Indonesia Raya juga dinyanyikan. Tampak banyak para diplomat negara sahabat yang hadir turut serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.


Presiden Soekarno kunjungi Rusia (1959)
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobyeva sebagai tuan rumah dengan ramah menyambut semua tamu yang hadir. Rusia memang negara sahabat yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia sejak 1950.


Dalam peringatan ini, juga dipasang sejumlah foto keindahan Rusia terkini. Bahkan terpasang foto Presiden I RI, Soekarno, saat mengunjungi Moskow pada 1959. Karena bantuan Rusia pula (dahulu Uni Soviet), kekuatan militer Indonesia dahulu sangat disegani dunia (ma).


Foto: abri/istimewa
Share:

Pariwisata Indonesia Bakal Jadi Solusi Hadapi Perang Dagang AS-China

Kemenpar terus berupaya kedepankan sektor pariwisata di pentas dunia
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Sektor pariwisata di Indonesia dianggap sangat potensial menjadi kunci dan solusi dalam menghadapi dampak ekonomi akibat perang dagang memanas antara Amerika Serikat dan China. Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Amalia Adininggar Widya dalam Focus Group Discussion (FGD) oleh Kementerian Pariwisata di Morissey, Jakarta Pusat, mengatakan di tengah kondisi ekonomi global tak menentu, sektor pariwisata dapat menjadi kunci pertumbuhan ekonomi suatu negara (27/6).

Sejak ditetapkan sebagai leading sector, pariwisata diharapkan dapat menjadi salah satu sektor unggulan penghasil devisa negara. Apalagi ketika perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina mulai memberi dampak bagi perekonomian global termasuk Indonesia. “Analisis sementara menunjukkan industri pariwisata tidak terpengaruh oleh perang dagang. Meski sedang terjadi perang dagang, orang-orang tetap berwisata,” papar Amalia. Namun yang mesti mendapat perhatian pemerintah dan para stakeholder adalah, bukan tentang seberapa banyak jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, tapi seberapa besar uang yang mengalir dari sektor ini.

Sektor Pariwisata kini jadi unggulan nasional
Acara yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, pelaku bisnis, dan pejabat lingkungan Kemenpar ini bertujuan membahas dan menganalisis berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi sektor pariwisata dengan pendekatan Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Lingkungan, dan Hukum (PESTEL).

Frans Teguh, Asdep Manajemen Strategis Kemenpar menjelaskan bahwa hasil FGD ini nantinya akan diformulasikan lagi bersama tim Litbang Kompas agar bisa menjadi rekomendasi analisis masalah terkait sektor pariwisata dengan PESTEL. Sedangkan Plt. Sekretaris Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri A. menjelaskan, “Kemenpar tidak dapat melakukan semuanya sendiri, perlu sinergi berbagai pihak” (ma/pn).
Share:

Peta Perairan Wisata Bahari Painan Diperbarui Pushidrosal

Tim Surveu Pushidrosal di Kabupaten Pesisir Selatan

Painan/Sumatera Barat (IndonesiaMandiri) - Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) lakukan operasi survei dan pemetaan/Opssurta hidro-oseanografi di perairan Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumbar. Kegiatan ini bertujuan pengumpulan data hidro-oseanografi guna perbarui data alur strategis dan publikasi nautika.


Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro, menyampaikan, “diharapkan dengan data yang diperoleh dengan lengkap dan akurat Kabupaten Pesisir Selatan dapat mengembangkan dan mengenalkan Objek Wisata Bahari di Painan, melalui perairan dan pantai yang sudah dipetakan. Jadi kapal-kapal yang masuk ke Painan lebih yakin dan tidak ragu terhadap kedalaman di Perairan tersebut karena sudah diupdate oleh Tim survei Pushidrosal.”



Selain itu, dari hasil survei bisa memberi masukan ke Pemda Kabupaten Pesisir Selatan mengenai pantai yang cocok untuk alternatif beaching berdasarkan kriteria pantai pendaratan, sehingga apabila ada bencana yang terjadi di dukungan logistik melalui laut ke pantai dapat dilakukan dengan rekomendasi Pushidrosal yaitu Pantai Batang Muara Painan, di Wali Nagari Painan Selatan Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan.



Selama 50 hari, tim Pushidrosal yang berjumlah 15 personil dibawah pimpinan Komandan Unit Mayor Laut (P) Albertus Mario ini melaksanakan Opssurta Hidros dengan kegiatan meliputi: pengambilan data kedalaman (pemeruman), pencitraan dasar laut, verifikasi Sarana Bantu Navigasi Pelayaran(SBNP), pemasangan stasion pasang surut, pengukuran arus, pengukuran ketebalan sedimentasi, pengambilan contoh dasar laut, pengamatan meteorologi, verifikasi toponimi serta pengumpulan data geografi maritim (bp).
Share:

Macadamia, Tanaman Rehabilitasi Hutan dan Lahan Bakal Lestarikan Danau Toba

Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat menanam Macadamia di Tapanuli Utara

Tapanuli Utara/Sumut (IndonesiaMandiri) - Upaya untuk melestarikan kawasan wisata Danau Toba terus dilakukan. Diantaranya memelihara Daerah Tangkapan Air (DTA), dengan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL).
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK menemukan suatu strategi RHL dengan jenis tanaman bernilai ekologis sekaligus ekonomi yang tinggi. Diantara tanaman yang memenuhi kategori tersebut yaitu macadamia.

Pencanangan pengembangan Macadamia untuk RHL ini, dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, di persemaian permanen Huta Ginjang, Kabupaten Tapanuli Utara (27/6). Menko Darmin, menyebut, “selain menjadi camilan, Macadamia bisa sebagai olahan campuran untuk cokelat, sehingga harganya lebih mahal. Ibarat peribahasa, 'sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui', dengan menanam Macadamia terjadi penghutanan, buahnya bisa dimakan, dan harganya pun tinggi.”

Menko Darmin menjelaskan pemerintah melalui KLHK mempunyai sejumlah program yang bersangkutan dengan masyarakat dan menyiapkan langkah membantu masyarakat untuk menanami lahan sebanyak mungkin. “Saya mengingatkan satu hal, masyarakat juga perlu didampingi dalam mengatur waktu panen, untuk mencegah harga turun di pasaran," pesan Menko Darmin.

Menurut Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK, Hudoyo, tanaman Macadamia diharapkan dapat menjadi titik temu persoalan tenure, degradasi lahan, dan kebutuhan ekonomi rumah tangga masyarakat sekitar danau Toba.
“Jenis ini dapat mengatasi kebutuhan hidup para penggarap lahan, dan dapat digarap bersama sama dengan institusi kehutanan di tingkat tapak yaitu KPH, dengan menggunakan agroforestry, sehingga kebutuhan jangka pendek dapat terpenuhi dan kebutuhan jangka panjang bisa dicapai," ungkap Hudoyo.

Tanaman macadamia yang akan dikembangkan adalah jenis Macadamia integrifolia, sebagai penghasil kacang yang mempunyai nilai ekonomi sangat tinggi yaitu sekitar Rp. 100 - 500 juta per hektar (dh).
Share:

Garuda Indonesia Akan Latih Personil Polri Yang Bertugas Sebagai Awak Kabin

Garuda Indonesia-Polri kerjasama untuk pelatihan awak kabin
Cengkareng (IndonesiaMandiri) - Maskapai nasional Garuda Indonesia bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia/Polri jalin kerjasama pelatihan awak kabin. Ini untuk personal Polri yang bertugas di pesawat udara milik Polri.

Kerjasama ditandai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Direktur Human Capital Garuda Indonesia Heri Akhyar bersama Direktur Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. Anang Syarif Hidayat disaksikan Asisten SDM Polri Irjen Pol. Eko Indra H di Garuda Indonesia Training Center, Jakarta (26/6).

"Dengan adanya kerjasama ini, ke depannya para awak Kabin Polri akan mendapatkan pelatihan dari Garuda Indonesia Training Center sesuai dengan standar kualiatas layanan bintang lima, serta dengan standar keselamatan dan keamanan internasional,” ucap Heri.

"Sebagai Lembaga yang memiliki nilai dan konsentrasi yang sama dengan Garuda Indonesia dalam aspek safety, kami sangat optimistis adanya kerjasama ini mampu menampilkan keseragaman kualitas aspek keamanan dalam penerbangan Indonesia di kancah global", jelas Heri (ma).
Share:

Trisakti Soekarno Masih Relevan Bangkitkan Sektor Pariwisata

Destinasi Indonesia Expo usung Konsep Trisakti Soekarno
Jakarta (IndonesiaMandiri) - “Berdaulat dalam politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan,” adalah sebuah pesan kuat Presiden Soekarno yang dikenal dengan Trisakti. Pesan ini tetap relevan dalam konteks kekinian. Pesan ini pula yang dipakai acara “Destinasi Indonesia Expo”, sebuah gelaran bernuansa pariwisata dan pembangunan, selama tiga hari (27-29/6) di Jakarta Convention Centre.

Yanti Sukamdani, penggagas acara ini dari Yayasan Kusuma Pertiwi bekerjasama dengan Majalah Destinasi dan mendapat dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif/Bekraf, mengemas expo dengan kombinasi tampilan produk ekonomi kreatif dari sejumlah daerah, dan juga tetap bernuansa kekinian dengan menghadirkan program digital.

Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri yang menjadi pembicara utama sekaligus membuka pameran, menyebut kekayaan alam dan budaya Indonesia harus terus dikembangkan. Sehingga relevan sekali pesan Trisaksi Soekarno dikedepankan terus agar aset pariwisata nasional terpelihara dengan baik.

Pameran dan konferensi ini juga akan memilih sejumlah destinasi pariwisata daerah yang memiliki keunggulan tertentu dalam ajang Trisakti Tourism Award, yang rencananya akan diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri (ma).

Foto: abri
Share:

KPK Ajak Pramuka Ikut Aktif Perangi Korupsi

KPK gandeng Gerakan Pramuka untuk ikut perangi korupsi
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Komisi Pemberantasan Korupsi/KPK ajak Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka bekerjasama terkait pendidikan anti korupsi. Nota kesepahaman diteken Wakil Ketua KPK Laode Syarif dan Ketua Kwarnas Budi Waseso di sela-sela agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kwarnas Gerakan Pramuka di Cibubur, Jakarta Timur (27/6).

Laode Syarif menyebut MoU ini utamanya, KPK selama ini tak hanya melakukan fungsinya dalam hal penindakan terhadap para koruptor, tapi juga fungsinya dalam hal pengawasan dan pencegahan. Kerja sama antara KPK-Kwarnas lebih kepada bentuk pengawasan dan pencegahan. "Kita ingin Pramuka ikut terlibat dalam upaya pencegahan korupsi serta pengawasan," ujar Laode Syarif.


Laode yakin pendidikan integritas dan anti korupsi melekat dalam diri seorang Pramuka. Menurutnya, pendidikan anti korupsi memang harus diterapkan sejak usia dini atau di bangku sekolah. “Dalam MoU ini kita ingin pelajaran anti korupsi itu bisa kita sebarkan ke seluruh Indonesia melalui Gerakan Pramuka dari Gudep sampai Kwarnas," ujarnya.


Kerja sama ini juga dinilai tepat karena Gerakan Pramuka adalah satu-satunya organisisi lintas etnis, lintas agama seluruh indonesia. Ketua Kwarnaw Budi Waseso menambahkan, salah satu alasan dibentuknya Gerakan Pramuka untuk menciptakan generasi anak bangsa yang berintegritas. Sebab problem bangsa saat ini lebih banyak berkaitan dengan moralitas masyarakatnya. "Banyak pihak atau instansi yang melakukan kerjasama dengan Gerakan Pramuka berkaitan dengan peningkatan integritas, seperti upaya penyelematan lingkungan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, pengawasan obat-obatan dan makanan, dan sekarang dengan KPK terkait pendidikan anti korupsi," papar Budi (ab/ma).


Foto: Dok.KwarnasPramuka
Share:

AP2 Beri Kemudahan Angkutan Travel& Damri Gratis Menuju Bandara Kertajati

Sebagian penerbangan dari Bandung dialihkan ke Bandara baru Kertajati mulai 1 Juli
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Seluruh penerbangan rute domestik dengan pesawat jet akan dialihkan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara ke Bandara Internasional Kertajati paling lambat 1 Juli 2019. Berbagai persiapan tengah dilakukan termasuk perihal transportasi publik dari dan ke Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka.

Saat ini sudah tersedia 11 perusahaan yang mengoperasikan transportasi publik dari dan ke Kertajati. Berbagai insentif juga disiapkan mulai dari diskon tarif angkutan travel hingga gratis naik Damri. Damri memberikan pelayanan dari dan ke kertajati selama masa transisi dari 1 Juli 2019 hingga akhir Juli 2019. VP of Corporate Communications PT Angkasa Pura II (Persero) Yado Yarismano mengatakan, “saaf ini sudah ada 11 perusahaan, terdiri dari 10 operator travel, Damri yang siap digunakan untuk mobilitas dari dan ke Kertajati. Operator travel juga ada yang beri tarif khusus. Bagi travel yang memasang tarif Rp125.000 per penumpang dari dan ke sejumlah tujuan, didiskon menjadi Rp105.000. Selain itu, tersedia juga Damri gratis yang diberangkatkan dari Bandung menuju Kertajati dan sebaliknya.”

Secara lengkap, berikut operator transportasi darat melayani rute dari dan ke Kertajati:

1. Damri: rute Bandung – Kertajati, Cirebon – Kertajati, Cikarang-Kertajati, Kuningan – Kertajati

2. CTU Shuttle: Bandung – Kertajati, Tasikmalaya-Kertajati.

3. Lintas Shuttle: Bandung – Kertajati, Tasikmalaya – Kertajati

4. ECA Shuttle: Cirebon – Kertajati, Kuningan – Kertajati, Indramayu – Kertajati

5. P. Trans: Purwakarta – Kertajati

6. Baraya: Bandung – Kertajati

7. Mekarsari: Majalengka – Kertajati

8. Ames: Sumedang – Kertajati, Majalengka – Kertajati

9. Budiman: Tasikmalaya – Kertajati

10. Bhinneka Shuttle: Bandung – Kertajati, Cirebon – Kertajati

11. BJT: Cirebon – Kertajati

President Director AP II Muhammad Awaluddin menyebut selain travel dan bus ke depannya di Kertajati tersedia inovasi layanan baru transportasi online, karena menjadi alternatif melihat demand dan
traffic cukup tinggi untuk moda transportasi ini. Pergerakan perharinya diperkirakan sekitar 5.000-6000 penumpang perharinya dari rencana 11 rute dan 40 penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Kertajati.


Transportasi berbasis taksi online ini akan tampil dengan model biaya yang berbeda dengan yang sudah berlaku saat ini. “Karena itu AP II mengusulkan dan tengah membahas hal ini dengan pihak terkait agar ada inovasi layanan transportasi online dengan konsep economy sharing yang dapat juga diistilahkan sebagai patungan oleh sesama penumpang," papar Muhammad Awaluddin (fm).
Share:

Ancaman Radikalisme Terindikasi Di Tubuh BUMN

Infiltrasi radikalisme berkedok agama jadi ancaman serius di BUMN
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Sebuah kelompok yang menamakan Forum Komunikasi Studi Wahana Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia/UI, menelaah ancaman radikalisme di tubuh BUMN dalam sebuah diskusi di Gedung Juang, Jakarta (26/6). Diskusi bertema “”Menakar Infiltrasi Radikalisme&Aparatur Sipil Negara/ASN Ekskkusif di BUMN,” berpijak salah satunya dari pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang canangkan gerakan “pembersihan” di jajarannya tentang hal itu.

Forum ini juga menggambarkan adanya keresahan atas infiltrasi faham radikalisme anti Pancasila dari Gerakan Tarbiyah/ISIS HTI, dan lain-lain ke dalam BUMN. Salah satu pembicara dalam
diskusi, Haidar Alwi, mengutip pernyataan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor bahwa di era Presiden Jokowi terdapat banyak ASN hingga pejabat teras BUMN mendukung berdirinya negara khilafah.


Dalam menindak ancaman ini, menurut Haidar, Pemerintak tak dapat memecat secara langsung karena adanya regulasi UU 5/2004 tentang ASN. Karena pengangkatan, rotasi seorang ASN kewenangannya berada dibawah otoritas Kepala Daerah. Disinilah perlu tindakan tegas dalam menanganinya, seperti, apakah perlu ditinjau ulang UU tersebut.

Pembicara lainnya, Teddy Wibisana, menilai bahasan soal ancaman ini jadi sangat relevan, apalagi BUMN adalah aset negara, disamping sebuah entitas bisnis. “Negara (yang diwakili Kementerian BUMN selain harus memastikan kontribusi BUMN dalam APBN (pajak dan dividen), harus memastikan pula bahwa karakter kebangsaan di BUMN tetap ada,” jelas Teddy yang juga Komisaris BUMN Indofarma).

Singkatnya, forum diskusi ini menghimbau agar infiltrasi radikalisme segera dihentikan demi keselamatan BUMN karena peran strategisnya sebagai aset bangsa (ma).

Foto: Istimewa
Share:

Sirkuit Janitraloka eksis sebagai "Agro Circuit" Pertama di Indonesia

Subang (IndonesiaMandiri) - Sirkuit Janitraloka terus berbenah, selepas trial error oleh beberapa komunitas waktu lalu,kini sirkuit ini menatap acara launching yang akan di langsungkan pada minggu 30/06/2019. Sementara seluruh persiapan mulai dilakukan oleh para pengurus yang merupakan voulenteer, dan penghobi olah raga yang cukup ekstrem namun menjamur pelakunya ini.

Di temui di lokasi, Duet Inisiator yang merupakan owner sirkuit (Iimam Khoerul & Rohmat) terlihat cukup sibuk "kami coba persiapkan kondisi sirkuit ini, meski sederhana prinsipnya, layak pakai dan semoga ke depan kami bisa terus berbenah" ujar duo yang merupakan kakak-adik ini.

Di tempat terpisah,pembina sekaligus kepala Desa pringkasap (Siti Hotimah) juga mengamini kegiatan sirkuit yang di gagas oleh pemuda dusun Jaringao ini,"kami dari unsur Pemerintahan sangat mendukung kegiatan ini, sejatinya kegiatan ini juga dapat membantu perekonomian warga, serta menjadi wahana edukasi pada segmen anak muda" ujarnya melalui saluran telephone nya.
Ki-ka (Rohmat, Eko, Imam, Iyan, Rina, Asep, Yoga, Aksho, Kubil, Samsi, Aajay
Di lokasi juga terlihat kegiatan yang dilakukan oleh team panitia,selain mempersiapkan beberapa pembatas yang akan dijadikan separator penonton,juga panitia hari ini bekerjasama dengan komunitas untuk mempersiapkan track serta jumping area.

panitia juga mengakui bahwa sirkuit ini sangat jauh dari kata sempurna, namun demikian dengan semangat kebersamaan, dan kerja keras bukan tidak mungkin Sirkuit Janitraloka ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warga Jaringao khususnya dan Desa Pringkasap pada umumnya, selain komunitas Trail, pengelola sirkuit juga telah melakukan langkah stragtegis, dengan melakukan approach ke instansi pendidikan, untuk mengajak bersama menjadikan sirkuit ini sebagai wahana  pendidikan berbasis alam, tentunya dengan tidak mengesampingkan kurikulum yang sedang berjalan.

"Kami telah melakukan pendekatan ke beberapa sekolah untuk mengajak kerjasama, hal ini kami lakukan agar rasa jenuh di kelas dapat sedikit teratasi, atau dengan kata lain refreshsiswa didik" ujar Asep Saefudin, Aksho, Iyan, Kubil & Eko saat ditemui di lokasi.

Selain persiapan lokasi, panitia bekerjasama dengan karang taruna setempat, dengan diawali pembuatan zonasi tenant. Sementara untuk acara nanti, tidak lupa mereka mulai membenahi akses masuk agar pada saatnya nanti traffic dapat teratasi. (Janitraloka) |  Jaringan Informasi Tanah Impian
Share:

Drone Killer, Senjata Pamungkas Modern Disegani Lawan (4-Habis)

Kendaraan tempur SHORADs akan dikembangkan jadi anti-drone

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Pertahanan terbaik menghadapi UAS adalah dengan UAS juga.  Dengan pemikiran ini pihak Raytheon menciptakan system yang disebut Coyote, UAS berukuran kecil dengan kemampuan operasi terbang selama 60 menit, diluncurkan dari tabung/Pod beroperasi dengan frekuensi radi Ku-band, dilengkapi radar yang mampu mendeteksi dan menjejaki target.

Bila target telah diverifikasi, Coyote dengan system pencari yang canggih dan segera meluncurkan hulu ledaknya untuk mengeliminasi UAV yang menjadi target.
Industri Jerman yang bernama Delft Dynamics merancang system UAS versus UAS dengan arah yang berbeda.  Mereka membuat Drone Catcher berupa UAS berbentuk quad-copter diintegtrasikan dengan kamera dengan hasil gambar pengenalan dan penjejakan serta dipersenjatai senjata yang melontarkan jaring pneumatic khusus. 

UAS ini cukup terbang mendekati target hingga jarak 20 meter, menguncinya dan melontarkan jaringnya untuk menangkap target tersebut.  UAS yang terjaring kemudian dapat di diamankan dengan Drone Catcher dengan mengulurkan kabel atau menjatuhkannya dengan parasut khusus.

UAS dapat tampil dari berbagai arah dan ini memerlukan area jangkauan yang luas serta integrasi pendeteksian, identifikasi, pengkajian dan asset-aset penetralan. Kemampuan kontra terhadap UAS merupakan suatu yang sangat diperlukan untuk melindungi sebuah areal yang tetap permanen seperti pangkalan udara, pangkalan acu dan instalasi yang bernilai tinggi. UAS sekarang sudah banyak yang dilengkapi dengan bahan peledak berdaya ledak tinggi yang dapat menjadi ancaman bagi instalasi seperti tersebut diatas.

Sensofusion, industri dari Finlandia memperkenalkan system yang disebut AIRFENCE untuk memberikan perlindungan areal dari serangan UAS.  Sistem ini memanfaatkan sensor deteksi sinyal radio RF dengan jarak cakupan 10 km atau lebih, direction finding dan demodulasi lokasi UAS, dan, baik secara otomatis atau manual dapat memberikan notifikasi peringatan dini atau peringatak kritis.  AIRFENCE sudah digunakan pada beberapa lapangan terbang komersial maupun kalangan militer.  Kini system ini juga menarik perhatian USMC untuk dapat mereka operasikan dalam upaya melindungi asset-aset mereka di pangkalan acu. Agaknya industri pesawat udara nir-awak maupun anti-nya masih terus dikembangkan, kini kita tunggu saja berita terkini dari pameran kedirgantaraan Paris yang sedang berlangsung (mah/ma).

Foto: Istimewa
Share:

Generasi Mileneal Ancaman Terbesar Bahaya Narkoba

Wapres Jusuf Kalla ingatkan bahaya narkoba di lingkungan generasi mileneal

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Melalui peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 ini, Badan Narkotika Nasional/BNN beri pesan meningkatkan kesadaran masyarakat, terlebih khusus generasi Milenial, untuk selalu waspada terhadap penyalahgunaan narkoba. Melalui Dialog Nasional, BNN mengajak beberapa perwakilan generasi milenial yang memiliki pengaruh kuat (influencer), tokoh publik, pakar hukum dan pengambil kebijakan dibidang P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) untuk dialog bersama.

Peringatan HANI dihadiri langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Heru Winarko di The Opus Grand Ballroom at Tribata, Jalan Darmawangsa, Jakarta Selatan (26/6). Wapres juga ingatkan sedang menuju negara tangguh kedepan, “tapi dengan syarat bahwa kita mempunyai generasi muda yang kuat, terpelajar dan inovatif. Tentu bebas daripada narkoba,” tegasnya.

Oleh karenanya, BNN dalam peringatan HANI sangat menekankan pada potensi sekaligus ancaman bagi generasi milenial. Karena dalam data BNN, salah satu kelompok masyarakat rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah generasi mileneal, berada rentang usia 15-35 tahun. Generasi Milenial atau juga dikenal Generasi Y (Gen Y) kerap diidentikkan kaum muda berkarakteristik energik dan cenderung tidak suka dengan aturan

Nah, dengan mengusung tema “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia emas”, BNN mengajak seluruh kaum milenial untuk bersama-sama menjadikan budaya anti penyalahgunan narkoba sebagai bagian dari gaya hidup sehat kaum milenial. Dengan harapan, Bangsa Indonesia akan berkembang menjadi lebih besar dan didukung dengan generasi mudanya yang berkualitas, sehat tanpa penyalahgunaan narkoba (ma).

Foto: Istimewa
Share:

Asperindo Bentuk Kepengurusan Periode 2019-2023


Surabaya (IndonesiaMandiri) - Dalam Musyawarah Wilayah/Muswil ke-6 baru-baru ini, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia atau Asperindo, telah membentuk pengurus wilayah untuk Jawa Timur periode 2019-2023.

Muswil juga sedang mempersiapkan untuk pererat hubungan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta instansi lain yang terkait dengan sepak terjang Asperindo.

Pada Muswil I di 1986, Asperindo berkepanjangan Asosiasi Perusahaan Nasional Pengiriman dan Pengantaran Barang Indonesia, yang fokus pada bidang jasa pengiriman barang dan dokumen. Sebelumnya asosiasi ini bernama HIPPARi atau Himpunan Perusahaan dan Pengantaran Barang Lewat Udara Dalam Negeri.

Seiring perkembangan zaman di era digitalisasi, peran Asperindo kini dan kedepan kian strategis dalam menjembatani konsumen-produsen di bidang jasa pengiriman barang dan jasa. Tentunya ini menuntut kepiawaian dan profesionalisme sumber daya manusia dari anggota Asperindo (ma).

Foto: Istimewa


Share:

Pangdam IV Ingatkan Peran Penting Isteri Ibarat Tiang Negara

Pangdam IV beri motivasi isteri-isterinprajurit jelang keberangkatan suaminya jalani tugas
Purbalingga/Jateng (IndonesiaMandiri) - “Sedemikian pentingnya peranan Ibu, wanita diibaratkan sebagai tiang negara. Manakala wanitanya baik maka akan baik pula negaranya, dan jika para wanitanya rusak maka akan rusak negaranya,” jelas Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi bersama Ketua Persit Septi Mochamad Effendi kepada seluruh anggota Persit Yonif 406/CK di Purbalingga, bertepatan pemberangkatan Satgas Yonif 406/CK ke Perbatasan RI-PNG Wilayah Selatan (25/6).

Menurut Pangdam, sebagai mitra suami, istri juga berperan mendukung keberhasilan karier seorang suami, sehingga memiliki tugas ganda yang harus dijalankan secara bersama-sama. Ibu dapat berperan di semua aspek kehidupan baik dalam hubungan keluarga maupun masyarakat, utamanya dalam membentuk SDM melalui penyiapan masa depan anak.


Pangdam berharap anggota Persit mampu menjaga diri dan kehormatan suami serta keluarganya. “Seorang ibu yang bijak, penyabar, tenang akan mampu memberikan suasana keluarga yang kondusif dan membentuk suasana rumah tangga yang harmonis, yang kemudian bermuara pada terwujudnya rasa kebahagiaan baik lahir maupun batin”, pesannya.


Ditambahkan Pangdam, di tengah situasi ekonomi saat ini hendaknya lebih menerapkan pola hidup sederhana serta arif dan bijak dalam dalam mengatur keuangan, agar terhindar dari berbagai kesulitan rumah tangga (lw).
Share:

Agum Gumelar Kedepankan IKAL Sebagai Katalisator Bangsa

Agum Gumelar ingatkan untuk terus pererat persatuan bangsa
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Jenderal TNI (Purnawirawan) Agum Gumelar turut merasa prihatin dengan santernya ajaran radikalisme tertentu terkait Pemilu yang baru saja berlangsung. Hal itu diutarakan Agum saat membuka acara Rakernas III Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas/IKAL di Gedung Dwi Warna Purwa, Lemhannas, Jakarta (24/6).

“Pengertian radikal itu adalah pola pikir, pola tindak yang ingin menggantikan dasar negara Pancasila,” jelas Agum yang juga Ketua Umum IKAL Pusat. Radikalisme yang dimaksud Agum ada yang kekirian identik dengan komunisme dan kanan bernuansa agama.

Berbeda pendapat atau pilihan itu hal biasa menurut Agum. “Bahkan di IKAL kita kasih kebebasan untuk memilih. Tapi itu kan semua sementara. Usai Pemilu, tak ada lagi 01 atau 02. Yang ada adalah persatuan,” ucap Agum yang juga ketua umum PEPABRI.

Nah, dalam acara Rakernas ini, Agum juga mengedepankan IKAL sebagai katalisator untuk senantiasa mengingatkan kepada masyarakat tentang kewaspadaan nasional dan aktif membantu untuk pererat persatuan (ma).

Foto: Istimewa
Share:

Pesona Sabu Raijua Bakal Dilirik Banyak Wisatawan

Pantai dan perbukitan jadi salah satu pesona eksotis Sabu Raijua
Sabu Raijua/NTT (IndonesiaMandiri) - Nama daerah ini memang masih banyak masyarakat belum mengetahui. Namun untuk para wisatawan mancanegara/wisman atau nusantara (wisnus), yang gemar jelajah destinasi unik, nama Sabu Raijua yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur/NTT, cukup dikenal dan dicari. Karena destinasi wisatanya sangat unik. Disamping pantainya yang indah, daerah perbukitannya juga sangat indah
Menurut Bupati Sabu Raijua, Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, M.Si, salah satu tantangan terbesar untuk pengembangan wisata di daerahnya adalah soal akses. Karena wilayah Sabu termasuk pulau terdepan atau terluar di NTT yang langsung berbatasan dengan negara asing, seperti Australia. Berikut sekilas wawancara IndonesiaMandiri dengan Bupati Sabu Raijua:
IndonesiaMandiri (IM): Apa rencana yang ingin dikembangkan di Sabu?
Nikodemus Rihi Heke (NRH): Cetak Biru yang ingin dikembangkan adalah sesuai dengan langkah kebijakan yang ada dalam Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah ( RIPDA).
IM. Selain sektor pariwisata, apa lagi yang diunggulkan?
NRH. Yang sedang dikembangkan diantaranya adalah tambak garam, rumput laut, kacang hijau, bawang merah, kacang tanah, ternak kambing, kuda, pertanian laut, tenun ikat, gerabah, pandai besi.
IM. Untuk menyambut wisatawan yang ingin datang, fasilitas apa saja yang sudah tersedia disini?
NRH. Di sini sudah ada hotel  berskala standar 2 buah, penginapan 11  buah. Untuk total jumlah kamar tersedia 131 buah, jumlah  tempat tidur 235 buah. Kendaraan umum tersedia sepeda motor 13.544 buah, mobil penumpang/taxi  58 buah, mini bus 16 buah, bus midi  15 buah.
IM. Berapa jumlah wisman dan wisnus yang datang kesini di tahun sebelumnya?
NRH. Perkembangan kunjungan wisatawan baik wisatawan asing maupun wisatawan nusantara untuk 3 tahun terakkir, pada 2016 wisnus yang berkunjung 1609 orang, wisman  278 orang, lalu di 2017 wisnus 1.802 orang dan wisman 309 orang. Ini meningkat lagi pada 2018 wisnus  109.443 orang, wisman 569 orang. Dan sekarang 2019, sementara tercatat wisnus 8830 orang dan wisman 85 orang.
IM. Apa tantangan terbesar membangun pariwisata?
NRH. Tantangan terbesar adalah soal akses transportasi laut, juga udara menuju Sabu Raijua. Karena untuk transportasi luat, kami merupakan kabupaten terluar, berada di lautan luas dengan gelombang nya yang besar menjadi hambatan dalam musim tertentu. Untuk jalur udara, fasilitas bandara runway masih terbatas hanya bias dilayani pesawat kecil dari Susi Air. Untuk pembangunan bandara baru dalam proses analisa. Untuk tantangan di bidang budaya, adanya moderisasi spriritual jingtiu yang mengalami degradasi, pemilikan lahan wisata alam dikuasai secara suku/kerogo (ma).
Foto: istimewa
Share:

ICCFE 2019 Akan Diselenggarakan di Medan

Banyak ide tentang perubahan iklim akan dibahas di Medan
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK akan menggelar even tahunan 9th Indonesia Climate Change Forum and Expo (ICCFE) 2019, yang akan sosialisasi pengendalian perubahan iklim. "Sosialisasi ini dimotori oleh KLHK sebagai National Focal Point The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC),” kata Kepala Biro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi saat Sosialisasi ICCFE di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta (21/6).
9 th ICCFE 2019 diselenggarakan di Medan, Sumatera Utara, 5-8 September akan menampilkan program edukatif, kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, produk yang ramah iklim serta inovasi teknologi dalam hal mengurangi emisi karbon sehingga tercapainya program pembangunan berkelanjutan.
“Pada kesempatan itu kami akan menggalang dukungan para pihak atau kementerian untuk melihat sejauh mana mereka peduli terhadap perubahan iklim. Nantinya, permasalahan perubahan iklim akan dibicarakan dalam pertemuan tahunan yang direncanakan pada September di Santiago, Chile,” jelas  Djati.
Sebagian peserta dari berbagai daerah Indonesia yang akan memberikan sumbangan pemikiran terkait upaya perubahan iklim di even ICCFE nanti, diantaranya mengusulkan agar dibahas juga soal  penggunaan motor listrik, pemberdayaan bambu, penanaman Tumpang Sari, pengurangan Sawit, dan masih banyak lainnya (ma).
Foto: abri
Share:

Arsip