Home » » Ketika Peluang Timah Bakal Diubah Jadi Pariwisata

Ketika Peluang Timah Bakal Diubah Jadi Pariwisata

Wisata edukasi&sejarah  eks tambang timbah di Babel bakal dikembangkan
Pangkalpinang (IndonesiaMandiri) - Masa keemasan tambang timah yang dirasakan Provinsi Bangka Belitung (Babel) lebih dari seabad sebentar lagi bakal habis. Artinya, stok kandungan timah di Pulau Bangka khususnya, pada waktunya akan habis seperti halnya di Belitung. Ini yang sedang dipikirkan oleh Pemprov dan Pemkab di Kepulauan Babel kini untuk melirik berbagai sektor unggulan untuk menggantikan pendapatan daerah di luar tambang timah. Dan salah satu yang dibidik adalah sektor pariwisata. 

Rivai, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Babel, mengakui bahwa tak bisa menutup mata bahwa kontribusi Timah sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat. "Namun juga kita tak bisa menutup mata bahwa dampak tambang timah itu juga besar bagi lingkungan," ucap Rivai, saat hadiri diskusi yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata/Kemenpar tentang Pengembangan Destinasi Pariwisata Berbasis Tambang, di Novotel, Bangka Tengah (29/5). Intinya, untuk saat ini, bila ingin mengembangkan pariwisata berbasis tambang, menurut Rivai, lebih tepat dari sisi masa lalu atau sejarah.


Kemenpar dorong eks tambang Babel untuk potensi Pariwisata
Harus diakui, di masa lalu, sejarah perjalanan tambang timah di Babel begitu kuat. Kota Muntok di Bangka Barat misalnya, adalah bukti kuat keberadaan kantor timah Belanda sejak 1915. Jadi, tak salah memang, bila Babel pun, kedepan, dapat memanfaatkan aspek sejarah timah dalam kemasan pengembangan pariwisatanya. Yani Adriani dari P2PAR ITB, salah satu pembicara dalam diskusi, menawarkan perbandingan dengan kota bekas tambang batubara Sawahlunto di Sumatera Barat yang sudah berbenah ke arah wisata edukasi dan sejarah. Dan, seiring waktu, Sawahlunto bisa memukau wisatawan nusantara/wisnus dan mancanegara/wisman. 


Lalu, bagaimana dengan Babel sendiri? Lokot Ahmad Enda, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional I, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar mengusulkan kedepan,  PT Timah jug dapat melakukan diversifikasi usaha untuk membantu pengembangan sektor pariwisata. "Jadi anggarannya bukan sekedar bersumber dari CSR (corporate social responsibility) semata," harap Lokot. Menanggapi hal itu, Ahmad Syamhadi, General Manager Wilayah Operasi Babel PT Timah sangat mendukung rencana tersebut. Kini sudah ada dua lokasi bekas tambang yang dirombak sebagai sarana rekreasi untuk wisata, seperti di Air Jangkang di Bangka dan Open Pit di Belitung. Museum timah juga sudah ada di Pangkal Pinang dan Muntok (ma).



Foto: abri

Thanks for reading & sharing Indonesia Mandiri

Previous
« Prev Post

Menuju Indonesia Mandiri

Populer