Home » » “Perang Elektronik” Di Angkasa Yang Dapat Lumpuhkan Lawan Dengan Efektif

“Perang Elektronik” Di Angkasa Yang Dapat Lumpuhkan Lawan Dengan Efektif

Posted by INDONESIA MANDIRI on September 07, 2018

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Ada sebuah bentuk teknologi kekinian yang dikenal dengan Electronic Counter Measures (ECM), dimana serangan elektronik/ Electronic Attack menggunakan energi electromagnetic, mengarahkan energi atau senjata anti-radiasi guna menyerang personel, fasilitas atau persenjataan lawan.

Electronic Attack (EA) menggunakan transmisi energi frekuensi radio untuk mengganggu operasional dari frequensi sistem radio lainnya. Ini merupakan esensi dari jamming, baik bagian dari radar atau sistem komunikasi, dan memastikan bahwa si penerima komunikasi tidak mendapatkan sinyal yang diperlukan.

Seperti halnya kecabangan peperangan elektronika lainnya, EA di peruntukan untuk mengkonter ancaman elektronika lainnya. Aplikasi yang klasik termasuk pengacauan frequensi pengawalan udara, peran pesawat udara yang dilengkapi dengan paket penyerbuan, membawa sistem jamming yang kuat untuk membutakan radar saat pertahanan udara lawan berintegrasi untuk menutupi lalu-lintas jalur informasi.

Mekanisme kerjanya adalah melakukan jamming jarak jauh dengan mengerahkan pesawat EA yang lebih besar dan mampu terbang dalam waktu lebih lama beroperasi diluar jangkauan persenjataan anti serangan udara lawan, dengan target radar pertahanan udara dan jalur komunikasinya. Untuk aplikasi ini, memakai sistem ESM dengan kemampuan geolocation yang akurat, karena kekuatan jamming harus terkonsentrasi pada jalur frekuensi yang relatif sempit pada jarak yang jauh.

Kawal/dukungan jammers

Salah satu sistem jammer untuk di pasang pada pesawat udara adalah pod jammer dari Northrop Grumman AN/ALQ-99, hingga saat ini system tersebut telah mengalami beberapa kali penyempurnaan. Sistem tersebut antara lain di pasang pada platform berupa pesawat EA-6B Prowler dan EA-18G Growler, yang saat ini pod jammer-nya telah diganti dengan Next Generation Jammer (NGJ) AN/ALQ-249 dirancang dengan kekuatan yang 10 kali lebih kuat dan meningkatkan kemampuan kerjanya empat kali lebih luas.

Dengan NGJ ketepatan dan kecepatan kerja lebih besar dengan kemampuan akurasi reaksi yang tinggi, menggunakan transmitter Active Electronically Scanned Array (AESA) utuk membentuk pancaran jamming yang lebih handal. Pesawat serbu Elektronika Australia EA-18G misalnya, dikembangkan dari F-18 Hornet.

Angkatan Laut Amerika Serikat telah memilih Raytheon untuk memimpin pengembangan pertama NGJ yang mengalahkan Northrop Grumman ALQ-99 pada 2013 lalu. Pengembangan yang termasuk untuk menyasar target band-rendah dan tinggi guna mampu menghadapi ancaman yang timbul dimasa mendatang. Rencana investasi tahun fiscal 2019 difokuskan pada produksi gallium nitride monolithic microwave integrated circuits dan teknologi wideband circulator. Keduanya merupakan komponen utama dari sistem AESA, komponen pertama yang dirangkai berupa elemen transmitter/receiver, lalu yang kedua berupa seluruh system high-power microwave dan jaringan antenna dimana enerji haris diarahkan dan di isolasi.

Saab tak mau ketinggalan sedang menyelesaikan tahap akhir pengembangan pod pesawat dengan sistem kawal/pendukung jamming untuk pesawat Gripen E maupun jenis platform jet lainnya. Dikembangkan dari inti teknologi yang sama dengan modul peperangan elektronika Arexis yang terintegrasi secara internal dengan pesawat Gripen E, system tersebut dirancang untuk melindungi datangnya pendekatan maupun keluaran seluruh formasi serangan terhadap radar anti-stealth berfrekuensi rendah. Inti teknologinya adalah ultra wideband digital receiver dan perangkat DRFM (Digital Radio Frequency Memory), gallium nitride solid-state AESA transmitters and interferometric direction finding system.

EA terhadap radar frekuensi rendah akan membutuhkan tenaga yang sangat tinggi, perangkatnya cukup makan tempat dan berat untuk di pasang secara permanen pada platform pesawat tempur. Oleh karenanya dibuatlah dalam bentuk pod yang dapat dipasang dan dilepas dengan mudah. Perancangan sistem ini juga ditujukan untuk menghadapi radar dengan teknik DRFM-based jamming seperti smart noise, coherent false target dan teknik saturasi. Dua pod pada satu unit pesawat tempur akan memberikan perlindungan seluruh formasi terbang.

Pihak Saab mengatakan bahwa untuk melakukan jamming pada radar surveillance secara efektif, tidak saja dilakukan pada bagian inti arah deteksi radar, tetapi juga bagian sisi sekitarnya, sehingga diperlukan tenaga yang besar. Itu sebabnya dibutuhkan dua pod pada satu pesawat, karena system beroperasi pada frequensi band yang berbeda, satu pada mode VHF dan lainnya pada UHF L-band.

Apabila kita melihat dari satu sisi penyiapan peperangan elektronika dari pihak pesawat yang akan melakukan serangan, tentunya di pihat yang akan diserang seperti system radar anti serangan udara yang berpangkalan di darat atau kapal laut juga tidak kalah canggihnya untuk menyiasati serangan (mah/ab).

Foto: Istimewa

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala