DPR RI Tawarkan Pelatihan Pemuda PNG

Port Moresby/Papua Niugini (IndonesiaMandiri) -Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke negara tetangga di Timur Indonesia, yaitu Papua Niugini/PNG (18/4). Rombongan dipimpin Edi Prabowo selaku Ketua Komisi IV DPR RI didampingi Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan, Mukti Sardjono serta Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan serta Staf Ahli Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup. 

Rombongan dari Indonesia tersebut bertemu dengan Pimpinan Komite Ekonomi Parlemen PNG dan Wakil Menteri Pertanian PNG. Dalam pertemuan tersebut Ketua Komisi IV menyampaikan bahwa Indonesia melalui DPR (1) DPR ikut prihatin dengan terjadinya gempa di PNG pada Februari lalu. Karena RI dan PNG adalah negara tetangga paling dekat, sudah selayaknya untuk meningkatkan kerjasama khususnya di bidang Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Komisi IV DPR RI menawarkan pendidikan pertanian, perikanan dan kehutanan khususnya bagi pemuda PNG. 

Dalam kesempatan tersebut Staf Ahli Menteri Pertanian, Mukti Sardjono menawarkan peningkatan impor beras dari Indonesia terutama dari Papua/Merauke yang telah dimulai oleh Menteri Pertanian tahun lalu. Beras dari Indonesia mempunyai kelebihan selain jaraknya dekat di perbatasan harganya juga sangat kompetitif dibandingkan dengan beras impor dari negara lain. Mukti menambahkan, “sebagai sesama negara produsen kelapa sawit kami mengharapkan PNG untuk bersama-sama menghadapi serangan negatif terhadap kelapa sawit.” 

Disamping itu, Indonesia menghargai kepada Pemerintah PNG tentang rencana penandatangan MOU antar PNG dengan RI dibidang Perkarantinaan di Bali (20/4). MOU ini diharapkan dapat mempromosikan produktivitas pertanian, perdagangan dan pembangunan ekonomi kedua pihak. 

Parlemen dan Wakil Menteri Pertanian PNG sangat menghargai kunjungan Komisi IV DPR RI dan tentunya akan meningkatkan kerjasama bilateral yang semakin erat. Terhadap tawaran pelatihan kepada pemuda PNG dan diharapkan segera dapat direalisasikan. Permintaan beras PNG terus meningkat dan tawaran Beras RI sangat menarik untuk dipertimbangkan. Saat ini PNG juga mulai mengembangkan tanaman padi di beberapa lokasi. 

Impor beras ke PNG saat ini berjalan baik sejalan meningkatnya permintaan terutama konsumen muda. Pemenuhan kebutuhan beras PNG dilakukan oleh perusahaan importir dari Australia, dengan sumber beras dari Thailand dan Vietnam. Harga beras Jasmine Thailand di tingkat retail di Port Moresby 1 kg = 4,6 Kina (sekitar Rp 20.000,-/ kurs 1 Kina = Rp 4.240). Ini merupakan peluang bagi beras Indonesia/Merauke untuk pemasaran/Eksport melalui perbatasan PNG (aa). 

Foto: Istimewa
Share:

Arsip