Sekilas Tentang Pusat Senjata Artileri TNI AD

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Dalam jajaran TNI Angkatan Darat/TNI AD, kekuatan kesenjataan artileri digolongkan dalam dua kelompok utama yaitu Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dan Artileri Medan (Armed). Armed memiliki tugas pokok dan fungsi untuk menghancurkan sasaran di darat, sedangkan Arhanud memilikitugas pokok dan fungsi menghancurkan sasaran di udara.

Arhanud didukung dengan sistem persenjataan anti pesawat udara dari mulai meriam hingga peluncur peluru kendali anti pesawat udara. Armed di persenjatai dengan meriam, howitzer, mortar berat dan peluncur roket.

Kesenjataan Artileri dalam TNI AD sudah ada sejak 14 Desember 1945. Kelompok satuan terdiri dari berbagai tingkatan, mulai setingkat baterai, detasemen, batalyon hingga resimen. Setelah validasi organisasi terakhir di lingkungan TNI AD, pasukan Artileri di organisir menjadi Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (PUSSENARHANUD) dan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (PUSSENARMED) yang keduanya merupakan Badan Pelaksana (Balak) dari Komando Pendidikandan Latihan TNI AD (KODIKLAT TNI AD). Ini berkedudukan langsung dibawah Dankodiklat TNI AD dan sifatnya sebagai staf khusus KASAD di bidang pembinaan kesenjataan Artileri Pertahanan Udara dan Artileri Medan.

PUSSENARMED Kodiklat TNI AD memiliki tugas pokok menyelenggarakan pembinaan bidang kesenjataan Artileri Medan, meliputi pembinaan kesenjataan, pendidikan, latihan, penelitian dan pengembangan bidang Armed, dalam rangka pembinaan kemampuan serta kekuatan kesenjataan Artikeri Medan. Sedangkan PUSSENARHANUD Kodiklat TNI AD memiliki tugas pokok yang sama, tetapi untuk kesenjataan Artileri Pertahanan Udara. Markas Komando PUSSENARHANUD berada di Jalan Seiwijaya Raya, Kota Cimahi, Jawa Barat.

PUSSENARMED memiliki peran, tugas dan fungsi membina satuan-satuan Armed yang memiliki tugas pokok untuk memberikan bantuan tembakan kepada satuan manuver. Sedangkan PUSSENARHANUD melaksanakan peran, tugas dan fungsinya membina satuan-satuanArhanud yang memiliki tugas pokok untuk memberikan perlindungan udara terhadap obyek vital maupun titik rawan Markas Komando PUSSENARMED berada di Jalan Baros C-6, kota Cimahi, Jawa Barat.

PUSSENARHANUD dibentuk setelah dilakukan pemisaha antara DIRBINSEN ARHANUD dan DIRBINSEN ARMED dalam wadah PUSSENART sesuai Surat Keputusan KASAD Nomor Skek/5/V/2000 pada 26 Mei 2000 tentang Organisasidan Tugas (Orgas) PUSSENART. Pada 2004, hal ini kemudian diikuti oleh pemisahan Dirbindiklat dan Dirbinlitbang menjadi dua kecabangan sesuai Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep/49/IX/2004 pada 14 September 2004 tentang organisasi dan tugas Pussenart Kodiklat TNI AD. Di masa kepemimpinan Brigjen Sabar Yudho sebagai Danpussenart pada 2004, ide pemisahan Pussenart menjadi Pussenarmed dan Pussenarhanud kembali timbul. Ide ini diprakarsai oleh Kolonel Art Leo JP. Siegers yang saat itu menjabat sebagai Wadanpussenart. Namun tulisan yang disusun tentang pemisahan itu tidak ditindaklanjuti oleh pimpinan TNI AD. Kemudian pada 2006, ide pemisahan Pussenart menjadi Pussenarmed dan Pussenarhanud akhirnya dijadikan salah satu Program Kerja dan anggaran TNI Angkatan Darat.

Berdasarkan program kerja, dibentuk kelompok kerja yang bertugas menyusun kajian akademik tentang pemisahan Pussenart. Kelompok kerja ini diketuai oleh Brigjen M. Sulchan selaku Danpusenart, dengan anggota Kolonel Art Sudharmanto, Kolonel Art Bambang Sungesti, Kolonel Art Fakhrudin, Mayor Art Jamaah, Mayor Art Miftahudin, Mayor Art Yudhi Murfi, Kapten Art Guntur Eko S, Kapten Art Harvin Kidingallo, Kapten Art Dedik Ermanto dan Kapten Art M. Haidir. Sebagai realisasinya, pada 15 Januari 2007 berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor: Kep/43/XI/2006 tanggal 27 Nopember 2006, Pussenart Kodiklat TNI AD secara resmi kembali terpisah menjadi Pussenarmed dan Pussenarhanud.

Sejarah
Pada masa revolusi fisik, Kesenjataan Artileri lahir dalam bentuk suatu bagian dari Jawatan Persenjataan (4/12/45). Berkat kepemimpinan Mayor R.M. Pratikno Kusumo Soerjo Soemarno pada 4 Desember 1945, dibentuk dan disahkan Markas Artikeri yang berkedudukan di Yogyakarta oleh Kepala Staf Umum Markas Besar Tentara Letnan Jenderal Urip Soemohardjo, bertepatan dengan hari jadi Artileri Internasional. Pada 1 Juni 1946 disahkan pembentukan Inspektorat Artileri Angkatan Darat dengan Inspektur pertama R.M. Pratikno Kusumo Soerjo Soemarno dengan pangkat Letnan Kolonel.

Selama Letnan Kolonel R.M. Pratikno Kusumo menjabat sebagai pimpinan, kecabangan Artileri mengalami kemajuan yang sangat pesat, sehingga Artileri di seluruh Indonesia dapat dipersatukan tanpa ada kesulitan. Namun sangat disesalkan bahwa dalam Clash II dia dibunuh oleh gerombolan yang tak bertanggung jawab di desa Djarowo (Boyolali) pada 1 Januari 1949. Sepeninggal dia Artileri mengalami masa suram, sehingga Inspektorat Artileri diperkecil menjadi Markas Besar Komando Djawa (MBKD) bagian Artileri yang berkedudukan di Kota Baru Yogyakarta.

Pada 23 Februari 1950 Staf MBKD bagian Artileri diperintahkan untuk pindah ke Jakarta dengan Komandan Kapten Abdul Kadir Prawiraatmadja. Staf MBKD bagian Artileri diganti menjadi Komando Artileri Angkatan Darat yang berkedudukan di Kebon Sirih No. 46 Jakarta. Tugas pimpinan Artileri pada saat itu adalah mengkoordinir satuan-satuan yang berada di Jawa, Sumatera dan daerah-daerah lain. Setelah tercapainya pengakuan kedaulatan atas Indonesia dari Belanda dan untuk menambah personel dilakukan dengan cara memanggil kembali prajurit-prajurit Artileri yang masih memenuhi syarat dan menerima dari anggota kesenjataan Infanteri diantaranya Brigif 17/TP. Guna memperoleh kade prajurit Artileri yang dapat melanjutkan pada tingkat kesenjataan modern dan lebih maju maka diperlukan suatu pendidikan Artileri.

Sekilas Tentang Pusat Senjata Artileri TNI AD
Kini kekuatan artileri medan maupun artileri pertahanan udara sudah mulai dilengkapi dengan berbagai persenjataan baik yang konvensional maupun modern seperti masuknya armada M-109 Paladin hingga kontrak sista rudal yang baru ditanda tangani pada Oktober 2017 berupa NASAMS 2.

Semoga Satuan Kesenjataan Artielri TNI AD semakin Berjaya dalam melindungi NKRI (ah/ab).

Foto: abri/istimewa
Share:

Arsip