Wisata Jabar Bersolek

Bandung (IndonesiaMandiri) - Suasana dialog dalam Forum Grup Diskusi mengenai "Penetapan Destinasi Wisata Tradisi, Seni dan Budaya," di Hotel Grand Cokro, Bandung berlangsung dinamis (3/11).


Dra. Ani Ismarini M.Hum, dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat, saat membuka acara mengatakan bahwa potensi wisata di Jawa Barat sangat besar, terutama terkait dengan potensi tradisi, seni dan budaya. Sehingga di 2018, beberapa even baru akan ditonjolkan seperti Geopark Cileteuh dan Museum Konferensi Asia Afrika yang sudah diakui dunia melalui Unesco. Tak ketinggalan pentas Angklung, Al Mizan, Karnaval Cirebon, dan masih banyak lagi.




[caption id="attachment_829" align="alignleft" width="300"]Wisata Jabar Bersolek Wisata Jabar Bersolek[/caption]

Sementara dari Kementerian Pariwisata, Drs. Lokot Ahmad Enda, MM, selaku Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya, mengingatkan perlunya mengemas paket wisata tradisi seni dan budaya dengan baik dan terencana. Sehingga bisa masuk dalam agenda tahunan secara rutin dan berkesinambungan.


Lokot juga menggarisbawahi bahwa kini pendapatan negara dari sektor pariwisata sudah menjadi urutan kedua terbesar setelah migas. Padahal pada 2014 masih diurutan keempat. Jadi peluang untuk berkembang di semua destinasi terbuka luas.


Prof.DR. M. Yuwana Marjuka, M.Si, dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung menitikberatkan untuk membuat peta wisata yang lebih konkrit agar bisa merancang paket wisata dengan pemetaan potensi daya tarik wisata serta jadwal yang pasti.


Bambang Paningron dari Kepala Bidang Seni Budaya Tim Percepatan Pengembangan Destinasi Pariwisata Jabar mengajak semua pihak untuk lebik kreatif dalam mengemas paket wisatanya. Karena salah satu tolok ukur keberhasilan sebuah pesta atau even wisata menjadi legenda dan dinanti banyak pihak, karena pengunjung atau wisatawan terlibat secara emosional dalam acara wisata itu (ab).


Foto: istimewa

Share:

Arsip