Marinir Perkuat Perbatasan Kalbar

Pontianak (IndonesiaMandiri) - Korps Marinir resmikan keberadaan Batalyon Pertahanan Pangkalan (Yonmarharlan) di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Adalah Komandan Korps Marinir Mayjen Bambang Suswantono yang meresmikan pembentukan markas tempur terbaru Yonmarharlan XII di Meboawah, Kalimantan Barat (28/11).

Yonmarhanlan XII merupakan Satuan Pelaksana Pasmar 2 Jakarta yang dalam operasionalnya berada di bawah kendali Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut/Danlntamal XII/Pontianak, dimana salah satu unsur organisasi satuan Lantamal adalah Yonmarhanlan dan sebagai bagian dari upaya pembangunan dan pembinaan kekuatan serta kemampuan Korps Marinir.

“Dengan diresmikanya Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan XII Pontianak diharapkan akan memberikan efek Deterrent dari segala bentuk gangguan dan ancaman terhadap keutuhan wilayah NKRI khususnya diwilayah Kalimantan Barat dan sekitarnya,” tegas orang nomor satu di Korps Baret Ungu.

Fasilitas yang dibangun pada markas meliputi pembangunan gedung batalyon, gedung kompi markas, gudang senjata, rumah dinas, mess perwira, garasi angkutan, dermaga, dan lapangan tembak (bp).

Foto: Dispenkormar
Share:

Homestay Kini Semarakkan Danau Toba

TOBA SAMOSIR (IndonesiaMandiri) - Guna mendorong kunjungqn wisatawan ke Danau Toba, Kementerian Pariwisata mendukung penuh pengembangan keberadaan homestay di kawasan wisata unggulan Danau Toba, Sumatera Utara.


Menteri Pariwisata Arief Yahya berkesempatan meninjau langsung baru-baru ini sesuai mendampingi Presiden Jokowi di Peresmian Terminal Internasional Bandara Silangit. Lokasi yang ditinjau adalah Desa Sigapiton, Kabupaten Toba Samosir terletak di pinggir timur Danau Toba.


Ini desa kecil, yang dijadikan pilot project untuk Pengembangan Homestay Desa Wisata Kementerian Pariwisata. Terakhir, Desa Sigapiton ditinjau Menpar Arief pada saat kunjungan lapangan pertamanya pada Juli lalu.


Sejak 15 Oktober 2017, telah berdiri dua unit Homestay “Jabu Na Ture” yang dijanjikan oleh Menpar Arief Yahya dengan terinspirasi dari desain Sayembara Homestay Nusantara dan Homestay Ecopod yang merupakan percontohan Homestay yang dibuat dari bahan bambu. Bambu adalah jenis tanaman yang bisa tumbuh cepat dan berkembang di banyak daerah di Indonesia.




[caption id="attachment_987" align="alignleft" width="300"]Homestay Kini Semarakkan Danau Toba Homestay Kini Semarakkan Danau Toba[/caption]

Desain Homestay Jabu Na Ture sendiri terinspirasi dari bentuk Jabu Bolon khas Rumah Tradisional suku Batak Toba namun dengan modifikasi material Bambu yang lebih murah dan eco-friendly.


Belasan homestay memang sudah ada dan perlu pembenahan agar standarnya tetap terjaga sehingga perlu dukungan Pemerintah Pusat.


Menpar sangat genbira melihat sudah ada keterlibatan instansi lain yang mendukung pariwisata di Tomok, seperti Pelindo, dan berharap Pema setempat kian gencar berkoordinasi lintas sektor untuk pengembangan pariwisata yang memakmurkan masyarakat lokal (bp).


Foto: istimewa

Share:

Lanal Babel Rawat Kawasan Pantai

Bangka (IndonesiaMandiri) - Komandan Lanal Babel Kolonel Laut Iwan Kuswanto, melaksanakan Karya Bhakti bekerja sama dengan PT. Timah (Persero) Tbk dengan penanaman 1000 bibit pohon Ketapang, Cemara dan Mangrove di kawasan pantai wisata alam KPHP Pantai Pesisir Rebo, Pantai Mangkolok, Desa Rebo Kec. Sungai Liat Kab.Bangka (27/11).

Kegiatan ini sekaligus menyambut Hari Armada 2017, dimana disamping tanam bibit pohon Cemara dan Ketapang juga dilaksanakan pelepasan hewan burung dan kepiting serta diakhiri foto bersama.

Hal ini dikarenakan Bangka Belitung sebagian besar merupakan daerah laut serta terkenal dengan wisata baharinya. Wujud kepedulian TNI AL melalui Lanalnya untuk mengajak masysrakat luas peduli lingkungan di pesisir laut.

Tampak dalam kegiatan ini disamping Danlanal Babel dan jajarannya, juga Kepala Dinas Kehutanan Prov.Kep.Babel, Kasrem 045/Gaya, Wadir Polairud Polda Babel, Kapolres Bangka, Direktur Utama PT. Timah diwakili Kepala Unit Laut Bangka beserta staf dan direksinya, Staf ahli Bupati Bangka, Kadin ESDM Prov. Kep. Babel, Ka. KNPI Prov. Babel, tokoh masyarakat dan Saka Bahari Provinsi Kep.Babel (bp).

Foto: Dispenarmabar
Share:

Armata, Tank Tempur Serba Bisa

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Negara produsen tank tempur utama/main battle tank terus berinovasi sejalan dengan tuntutan doktrin untuk taktik, strategi dan perkembangan teknologi. Sebut saja Negara Rusia, yang dikenal dengan berbagai produksi kendaraan tempurnya satu tahun terakhir ini memperkenalkan tank tempur utama dan kendaraan tempur lapis baja infanteri keluarga ARMATA. T-14 Armata untuk MBT dan T-15 BMP yang menggunakan chasis T-14.

Keunikan T-14 Armata yang di awaki oleh tiga personel ini, kubahnya tidak di awaki. Meriam utamanya (bukan kanon) dengan kaliber 125mm type 2A82-1M smoothbore (laras licin) selain menembakkan amunisi aru jenis APFSDS (armour piercing fin stabized discarding sabot) yang diberi sebutan Vacuum-1, juga dapat menggelontorkan misil anti-tank (ATGM) 3UBK21 Sprinter. Kini sedang dikembangkan juga amunisi berdaya ledak tinggi HE-FRAG yang disebut Telnik.

T-14 Armata (Object 148) sebagai MBT generasi baru merepresentasikan perubahan yang signifikan bagi Angkatan Bersenjata Rusia, sekaligus sebagai langkah modernisasi yang dilakukan secara simultan.

Dengan berbagai inovasi yang diterapkan pada T-14 ini, dapat diartikan bahwa pasukan Kavaleri Rusia telah melakukan akuisisi Alutsista baru, dimana perubahan sistem dengan kubah tanpa awak serta kemampuan penembakan pada senjata utamanya, setidaknya akan diberlakukan penyesuai taktik dan doktrin pengerahan.

Sebelum memperkenalkan T-14 dan T-15 kepada publik, Rusia sebelumnya mengembangkan MBT seperti Black Eagle dan T-95, namun kerena berbagai faktor program tersebut tidak bekelanjutan.

Maka selain mengakuisisi beberapa ratus T-14, untuk menjaga tingkat perimbangan TOE (table of Organization and Equipment) sementara ini Rusia memodernisasi beberapa ratus unit T-92 mereka.

T-14 Armata sendiri merupakan alternatif atas pembatalan pengembangan T-95 pada 2010. Pengembangannya dilakukan oleh pihak Uralvagonzavod.

Wujud Bodi

T-14 Armata merupakan MBT Rusia pertama yang menerapkan kubah tanpa awak.

Kubah terdiri dari meriam utama, autoloader dan ruang penyimpanan amunisi, termasuk sub-sistem lainnya. Ketiga awak tank ditempatkan dalam ruang awak yang disebut kapsul, yang berposisi pada bagian depan kubah, sedangkan mesin, transmisi dan lainnya ditempatkan dibagian belakang hull.

Proteksi

Dalam tahap pengembangan tank ini dikembangkan pelat baja baru yang disebut 44C-SV-W. Bobotnya lebih ringan dari baja yang biasa digunakan pada konstruksi tank pada umumnya, sehingga bobot tank baru ini akan lebih ringan. Baja dan keramik komposit baru ditambahkan pada bidang frontal. Sebagai tambahan dual Explosive Reactive Armor (ERA) dibagian atasnya. Oleh pihak Rusia disebut sebagai "modular".

ERA yang baru ini - disebut Malachite - nampak pada kendaraan dari garis dipermukaan bodi kendaraan. Dikatakan, lapisan baja yang baru ini memberikan perlindungan tingkat 1000–1100 mm vs APFSDS dan 1200–1400 mm vs HEAT. Armata juga dipasangi modular armor sepanjang sisi dan badannya.

Meriam 2A82-1M kaliber 125mm tidak memiliki fume extractor. Biasanya ektractor tersebut berguna untuk mengeluarkan gas racun yang timbul akibat poses penembakan, keluar dari moncong laras setelah proyektil keluar sehingga tidak masuk kembali kearah kubah tank saat kamar peluru terbuka sehingga aman bagi awak tank, pada Armata hal tersebut tidak dibutuhkan karena kubah yang tanpa awak.

Pada bagian belakang kendaraan untuk melindungi mesin terhadap ancaman tembakan seperti RPG-7, badan tank dipasangi kerangkeng baja.

Desain kubah tampak depan yang futuristik dan menggunakan material khusus ditujukan untuk mengurangi deteksi thermal. Pada kubah dipasangi dua active protection systems untuk penyamaran penandaan bentuk tank yang sebenarnya saat dideteksi oleh pembidik lawan. Kedua sistem tersebut berupa hard killer system dan masking system.

Tank dilengkapi dengan pelindung Nubika dan menjaga keamanan awaknya secara baik. Diperhitungkan juga keamanan apabila terjadi kesalahan bencana. Diantaranya dengan pemisahan autoloader dan tempat menyimpan amunisi.

T-14 Armata memiliki kubah meriam tanpa awak. Semua awak tank berada pada kompartemen yang berada di bagian depan badan kendaraan. Meriam uatamanya berupa meriam laras licin 2A82-1M kaliber 125mm, dengan pengisian otomatis dan di kubah terdapat 32 butir amunisi siap pakai, total amunisi yang dibawa sebanyak 45 butir. Meriam utama tersebut juga dapat menembakan peluru kendali berpenuntun laser dengan jarak tembak 7 hingga 12 km.

Daya Gempur

Meriam utama terhubung ke autoloader, yang menurut mass media Rusia, meriam utama dapat menembakkan 10 butir amunisi per menit.

Sistem kendali penembakan untuk Danran dan Petembak merupakan sarana pembidik thermal mutakhir, yang masing-masing berdiri sendiri. Komputer balistik dengan sensor dan laser range finder produk mutakhir, mampu menjejaki gerak sasaran tembak sehingga meningkatkan kemungkinan perkenaan pada sasaran meriam utama.
Meriam utama dan perangkat bidik sangat stabil untuk observasi maupun melakukan penembakan pada saat Ranpur bergerak. Diatas kubak tank ini dilengkapi juga dengan senapan mesin coaxial 7.62mm dan Remote Weapon Station dengan senapan mesin 12.7mm.

Berita terakhir, meriam utama T14 Armata akan diringkatkan kalibernya dengan meriam baru kaliber 152mm.

Mesin



[caption id="attachment_979" align="alignleft" width="300"]Armata, Tank Tempur Serba Bisa Armata, Tank Tempur Serba Bisa[/caption]
T-14 digerakan dengan mesin disel ChTZ 12H360 (A-85-3A) dengan daya dalam menggunaan normal hingga 1500 HP. Mesin di kontrol secara elektronik, dan dapat menggerakkan Ranpur untuk menempuh jarak maksimum 500 km.

T-14 memiliki gearbox otomatis 12 kecepatan, dengan kecepatan tertinggi 80-90 kilometer per jam untuk jarak tempuh 500 km.

DATA:
Panjang keseluruhan : 10,8 mete
Lebar : 3,5 meter
Tinggi : 3,3 meter
Bobot kosong : 43,545 ton
Bobot operasi : 48 ton.
Kecepatan lintas di jalan raya, maksimum : 80-90 km/jam (mah/ab).

Foto: istimewa
Share:

Kasad Kumpulkan Danrem-Dandim Se-Indonesia

Bandung (IndonesiaMandiri) - Kepala Staf Darat (Kasad) Jenderal Mulyono membuka Apel Danrem-Dandim TNI AD 2017, bertempat Aula Soedirman Secapa AD, Hegarmanah Bandung (27/11/2017).

Apel dengan tema "Melalui Apel Danrem Dandim Terpusat TA 2017, Kita Mantapkan Profesionalitas Aparat Komando Kewilayahan Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AD”, berlangsung hingga 30 November diikuti oleh 403 peserta terdiri dari Komandan Korem (Danrem), Komandan Kodim (Dandim) dan para pejabat setingkat Perwira bantuan/Direktur/Sekretaris (pembina kecabangan dan pembina fungsi) yang terkait dengan fungsi pembinaan teritorial (Binter).

Kasad sangat mengapresiasi kinerja terbaik yang telah ditunjukkan oleh para prajurit di komando kewilayahan karena telah memberikan kontribusi besar terhadap kembalinya citra TNI dimata masyarakat Indonesia. Ini dibuktikan oleh tingkat kepercayaan tertinggi yang diberikan oleh masyarakat Indonesia kepada TNI sesuai hasil survey oleh lembaga Survey yang kredible.

“Saya tekankan kepada para Danrem dan Dandim beserta seluruh aparat komando kewilayahan agar senantiasa menjaga kepercayaan rakyat Indonesia dengan terus berbuat yang terbaik secara terhormat serta menghindari berbagai bentuk perilaku negatif baik di intern satuan maupun di tengah masyarakat," tegas Kasad.

Terkait penyelenggaraan pesta demokrasi (Pilkada) serentak yang akan dilakukan sebentar lagi, Jenderal Mulyono menyampaikan bahwa TNI AD sangat berkepentingan untuk membantu mengawal dan menjaga jalannya Pilkada serentak. TNI berkewajiban memberi jaminan ketertiban, keamanan dan keselamatan masyarakat dalam memperoleh dan menyalurkan hak-hak politiknya tanpa mengabaikan dan mengorbankan prinsip netralitas TNI.

Kepada peserta Apel tersebut, Kasad juga menjelaskan bahwa saat ini bangsa Indonesia berada dalam situasi dimana karakter kebangsaan yang bercirikan Pancasila sedang mengalami tantangan yang besar. Seperti hasil penelitian lembaga survey tentang potensi radikalisme, orientasi sosial, ekonomi dan politik.

Hasil survey ini secara umum cukup menggembirakan karena 90,5 persen generasi milenial atau generasi X yang selama ini dianggap pemahaman ideologinya mengkhawatirkan, ternyata masih memiliki keyakinan yang kuat terhadap Pancasila. Namun demikian, data 29,6 persen pegawai negeri, BUMN dan swasta yang lebih memilih ideologi negara berdasar agama tentu saja tidak bisa dipandang remeh.

“Aparat Komando Kewilayahan harus mampu menjadi pemicu atau _trigger_ untuk mengingatkan dan meyakinkan kepada seluruh komponen bangsa tentang pentingnya menjaga imunitas bangsa agar kita mampu menjaga tetap tegak kokohnya NKRI,” tegas Kasad (ab).

Foto: Dispenad
Share:

Koarmabar Tangkap Kapal Bawa TKI Ilegal

Jakarta (IndonesiaMandiri) - KRI Surik-645 yang sedang melaksanakan Operasi Kanal Udhaya -17 BKO Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat/Guspurlabar, berhasil menangkap kapal pembawa 10 TKI (Tenaga Kerja Indonesia) Ilegal yang sedang melakukan pelayaran dari Kelang Malaysia. Rencana kapal akan menuju ke daerah pesisir Bagan Siapiapi. Penangkapan kapal tersebut terjadi pada koordinat 02 47.350 U - 100 49.200 T tepatnya di Perairan sebelah Tenggara Pulau Jemur Utara Sinaboi (25/11).

Mulanya KRI Surik-645 sedang patroli dan mendeteksi adanya kontak yang sedang mengapung di Perairan Tenggara Pulau Jemur. Hal tersebut menimbulkan kecurigaan karena setelah dilaksanakan pengecekan secara visual oleh Perwira Jaga, terlihat kapal sejenis perahu pancung. Selanjutnya KRI Surik-645 segera bergerak cepat mendekati kontak dengan melaksanakan Prosesur Jarkaplid (Pengejaran, Penangkapan dan Penyelidikan).

Setelah diperiksa, perahu tersebut berlayar dari Kelang Malaysia tujuan Bagan Siapiapi dengan jumlah personil diatas perahu 11 ABK (satu Nakhoda orang Malaysia,10 ABK berjenis kelamin pria enam orang serta perempuan empat orang) serta tak dilengkapi dokumen (bp).
Foto: DispenArmabar
Share:

TNI AD Juara Umum AARM 12 Kali

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Wakil Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Brigjen Richard Tampubolon menyambut kedatangan tim TNI AD yang berlaga pada The Asean Armies Rifle Meet/AARM di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta (24/11).

Ajang lomba Tembak antar Angkatan Darat se-Asean ke-27 di 2017 ini digelar di Singapura dan telah berlangsung sejak 1991. AARM berlangsung dari 14 hingga 23 November 2017 diikuti 10 negara ASEAN yaitu Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Laos, Brunei dan Timor Leste. Sedangkan yang dilombakan ada lima materi yaitu Senapan, Karaben, Pistol putra dan putri serta Senapan Otomatis _(Machine Gun)._

Kontingen Indonesia mengirimkan 62 personel terdiri atas 37 petembak, 21 Official , dua observer, serta dua asisten teknis dari PT Pindad dengan Komandan Kontingen Mayor Inf Nur Wahyudi terdiri dari Kopassus (23 orang). Kostrad (enam orang), Kodam lI/Sriwijaya (dua orang). Kodam V/Brawijaya (dua orang), Kodam Vl/Mulawarman (satu orang), Kodam XIV/Hasanudin (satu orang). Kodam XVI/Pattimura (satu orang) dan Pusdikku Kodiklat TNI AD (satu orang).

Kontingen TNI AD meraih prestasi terbaiknya dalam sepanjang penyelenggaraan AARM dan memecahkan rekor baru ASEAN dengan perolehan 9 trofi dan medali 31 emas, 10 perak dan 10 perunggu keluar sebagai Juara Umum.

Indonesia meraih sembilan trofi dari 15 trofi yang diperebutkan dan 31 medali emas dari 45 emas medali yang diperebutkan. Sembilan trofi yang diraih didapat dari materi senapan dua trofi , Karaben dua trofi, Pistol Putra dua tropi, Senapan Otomatis dua trofi _(Champion Individual dan overall tim)_ dan pistol putri satu tropi _(Champion Individual).

Wadanjen Kopassus Brigjen Richard Tampubolon mengatakan, lomba ini merupakan momen yang sangat strategis untuk menunjukkan kredibilitas dan kapabilitas prajurit TNI AD di kancah internasional (lw).

Foto: Dispenad

Share:

Tanggap Bencana Kodim 1501/Ternate

Ternate (IndonesiaMandiri) - Guna antisipasi hal-hal terburuk bila terjadi erupsi Gunung Api Gamalama, Kodim 1501/Ternate senantiasa siap dengan Tim Satgas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB).

Seperti yang dilakukan baru-baru ini dengan membuat simulasi tanggap darurat jika ada lahar dingin di Kelurahan Tubo (23/11).

Dalam latihan, Tim disimulasikan hadapi berbagai tantangan karena korban yang terjepit kayu dan hanyut terbawa lahar dingin. Tim PRCPB bergerak cepat lakukan berbagai aksi karena sudah dibekali dengan kemampuan, profesionalisme.

Latihan hadapi bencana alam Kodim 1501/Ternate digelar selama lima hari dengan sejumlah materi yang telah disiapkan agar peserta mengetahui dan memahami tahapan latihan sehingga pada kejadian sebenarnya seluruh personel dapat melaksanakan tugas dan fungsinya (lw)

Foto: Penrem 152
Share:

Langit Indonesia Kian Aman di Mata Dunia

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Pujian sedang menggelayuti dunia penerbangan Indonesia, Yang menuji adalah lembaga internasional ternama yang tak diragukan lagi dalam memonitor dunia penerbangan: ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional). Menurut ICAO, faktor keselamatan penerbangan RI dari hasil On Site Visit ICAO Coordinated Validation Mission (ICVM) meraih angka 81,15 persen.


Hasil ini langsung ditanggapi Direktur Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso dengan mengatakan bahwa kini tingkat keselamatan penerbangan Indonesia menjadi yang nomor dua di ASEAN. "Dengan ini maka kita jadi yang nomor dua di ASEAN, di atas kita masih ada Singapura. Tapi kan kita punya kompleksitas yang berbeda dengan Singapura," tutur Agus kepada pers (21/11).


Marsma (Purn) Juwono Koelbion, Vice President Indonesia Aviation and Aerospace Watch juga memuji prestasi tersebut. “Keberhasilan ini menunjukkan kinerja Penerbangan Indonesia diakui dengan sangat baik oleh dunia Internasional. Terutama dalam hal implementasi aturan-aturan keselamatan penerbangan Internasional yang tercantum dalam Annex 1 s/d 19 ICAO.


Menurut Marsekal Bintang Satu ini, pada 10 hingga18 Oktober 2017 lalu ICAO melakukan Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) atau Audit Pengawasan Keselamatan Penerbangan di Indonesia. Audit dilakukan secara langsung (on site) melalui proses ICVM (ICAO Coordinated Validation Mission) setelah dilakukan audit dokumen (off site) pada September 2017.


Ada delapanarea yang menjadi fokus ICVM dari ICAO, yaitu Legislation (LEG), Organization (ORG), Personnel Licensing (PEL), Airworthiness (AIR) , Operations (OPS), Air Navigation (ANS), Aircraft Investigation (AIG) dan Aerodromes (AGA).


Ditjen Perhubungan Udara dari awal 2017 lalu hingga saat ini pada tahap off site, hingga 10 September lalu sudah berhasil menjawab 417 dari 421 (hampir 100 persen) temuan atau finding Protocol Questions (PQs). Hasilnya telah dikirimkan oleh NCMC (National Continous Monitoring Coordinator) pada ICAO HQ melalui OLF (Online Frame Work) CMA.


"Capaian 81 persen itu diraih melalui penguasaan technical dan managerial leadership dengan cara mengajak semua stakeholder yang terlibat dalam penerbangan menyadari pentingnya keselamatan melalui pemenuhan aturan yang telah disiapkan secara konsisten," sambung Agus.


Untuk diketahui ICAO telah beberapa kali melakukan audit USOAP pada Indonesia dengan hasil kurang meyakinkan. Pada 2007, hasil audit ICAO hanya Compliance 54 persen. Kemudian di 2014, hasil Audit ICAO justru turun menjadi Compliance 45 persen. Dan pada 2016 hasilnya naik sedikit menjadi Compliance 51 persen (offsite Validation). Skor compliance ini masih di bawah rata-rata dunia dengan passing grade 63 persen.


Apapun, fakta menunjukkan bahwa pihak Indonesia telah melakukan berbagai perbaikan. Berbagai langkah koreksi dan perbaikan segera dilakukan dengan kerja keras dan kerjasama yang apik antara regulator, operator dan segenap pemangku kepentingan penerbangan di Indonesia. .


“Untuk mempertahankan compliance yang telah dicapai ini regulator dan operator harus senantiasa menjaga dan selalu memenuhi ketentuan yg berlaku. Dan kepada operator maskapai penerbangan duminta agar selalu berpegang teguh pada ketentuan yang telah disetujui dan selalu disiplin,” pesan Juwono (ab).
Foto: Istimewa

Share:

Pepabri Tak Lekang Dengan Pengabdian

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Musyawarah Nasional ke-XV Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri atau Pepabri akhirnya memilih kembali ketiga kalinya Jenderal (Purnawirawan) Agum Gumelar sebagai Ketua Umum kepengurusan Pepabri periode 2017-2022.


Munas yang diselenggarakan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta ini (23/11), juga membacakan amanat Presiden RI Joko Widodo yang diwakili oleh Menko Polkam Wiranto, agar Pepabri senantiasa memasang teguh nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Tribrata, yang dirangkum dalam Catum Dharma Pepabri.


Saat ditanya IndonesiaMandiri terkait memasuki "tahun politik" di 2018 dan 2019 nanti, Agum Gumelar menegaskan bahwa "sebagai suatu institusi, kelembagaan, kita sebagai punawirawan mengacu pada induknya TNI - Polri. Yang masih aktif harus netral. Bedanya dgn di Pepabri, sy melarang para anggota untuk membawa nama lembaga mendukung salah satu calon Pilkada atau Pilpres. Tetapi sebagai ggota biasa, seorang purnawirawan haknya sama dengan masyarakat sipil biasa. Saya berikan kebebasan sebagai individu (bisa dipilih dan memilih). Silahkan memilih. Pilihlah sesuai dg hati nuraninya."


Lebih jauh mantan Ketua Umum PSSI ini mengatakan, bahwa perbedaan memilih itu sifatnya hanya sementara. "Perbedaan itu akan berakhir ketika Pilkada dan Pilpres selesai. Semua harus menerima apapun yang menjadi keputusan itulah penabrj dan Purnawarman . Kita harus memberikan contoh dalam kehidupan berdemokrasi," tegas Agum. Intinya, Pepabri memang memiliki misi yang jauh lebih penting, mengabdi kepada negara hingga akhir hayat (ab).


Foto: abri

Share:

Panglima TNI Kunjungi Ambon

Ambon (IndonesiaMandiri) - Panglima TNI Jendereal Gatot Nurmantyo bersama rombongan tiba di bandara Pattimura Ambon disambut Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Suko Pranoto, Wakil Gubernur Ety Sahuburua, Danlantamal IX Ambon, Kasdam XVI/Pattimura Brigjen Tri Soewandono, Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Daniel Pasaribu, Irdam XVI/Ptm, Wadan Lantamal IX Halong Kolonel Mar Imam Sopingi, Para Pa Ahli Kodam XVI/Ptm, Aslog Lantamal IX Halong Kolonel Nova, para Dansat, Kabalakdam XVI/Ptm, Kadis Ops Lanud Pattimura Letkol Paskhas Agung Setyo Budi, Dir Shabara Polda Maluku, Karorena Polda Maluku, Dirbinmas Polda Maluku, para perwira Lanud Pattimura, Dirpam Obvit, Kapolres Ambon dan Dabidku Polda (18/11).

Mengawali pengarahannya, Panglima TNI mengatakan Maluku saat ini aman, khususnya kota Ambon sudah semakin manise karena TNI dan Polri yang ada di Ambon sangat kompak. Terbukti hasil survei menyatakan bahwa tingkat kepercayaan rakyat kepada TNI dan Polri semakin tinggi.

Dikatakan Panglima, Politik TNI adalah politik negara. “Tahun depan adalah tahun politik, potensi konflik dan gesekan di masyarakat semakin tinggi. Untuk itu TNI dan Polri harus bisa menjadi penengah, dan TNI harus netral. Karena TNI dan Polri adalah tonggak dan penyangga tegaknya NKRI”, tegas Panglima TNI dihadapan 1500 prajurit TNI-Polri.

Ditambahkan, Indonesia adalah Negara yang sangat besar, negara kepualauan terbesar, garis pantai terpanjang no 2 dengan luas lautnya 5,8 juta km², terdiri dari 34 provinsi, 416 Kabupaten, 98 kota, 17.000 lebih pulau, 714 suku bangsa, 1.100 lebih bahasa lokal dan negara yang subur dan kaya sumber alam (ab).

Foto: Pendam16
Share:

Lanal Tanjung Balai Karimun Tanam 1000 Bibit Mangrove

Karimun (IndonesiaMandiri) - Pangkalan TNI Angkatan Laut/Lanal Tanjung Balai Karimun bekerja sama dengan PT. Timah Tbk mengadakan kegiatan penanaman 1000 bibit mangrove jenis pohon api-api di sepanjang bibir pantai Pelawan Kecamatan Meral Karimun, Kepulauan Riau (18/11).

Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Totok Irianto mengatakan kegiatan tersebut merupakan program peduli Koarmabar yang dilaksanakan dalam rangka Karya Bhakti TNI wilayah perbatasan RI, sebagai bentuk kepedulian TNI Angkatan Laut dalam melestarikan keindahan alam, mencegah abrasi dan dapat melestarikan biota laut yang ada di dalamnya.

Kegiatan juga diikuti Kodim 0317/Tbk, Polres karimun, Ketua Jalasenastri Lanal Tanjung Balai Karimun, perwakilan PT. Timah Tbk, Ketua Yayasan Bunda Tzu Chi Etnis Tiong Hoa, Ormas FKPPI, Pemuda Pancasila, Perpat dan Sakabari Lanal Tanjung Balai Karimun (rm).
Share:

TNI AL&AL Australia Latihan Bersama

Balikpapan (IndonesiaMandiri) - Latihan Bersama antara TNi AL dengan Angkatan Laut Australia (Royal Australia Navy:RAN) yang dberi nama New Horizon Ex. 2017 akan digelar pada 18-22 November.

Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Irwan S.P. Siagian didampingi Komandan KRI Fatahillah-361 Letkol Laut (P) Cecep Hidayat beserta Komandan KRI Sultan Hasanuddin – 366 Letkol Laut (P) Bina Irawan Marpaung, menyambut kedatangan kapal perang Australia Her Majesty Australian Ship/HMAS Parramatta-154 dengan komandan Commander Simon Howard, di Pelabuhan Umum Semayang, Balikpapan (18/11). Ada dua kapal perang lagi dari RAN yang akan bergabung dalam latihan.


Adapun unsur TNI AL yang terlibat adalah KRI Fatahillah-361, KRI Sultan Hasanuddin-366 dan satu Heli BO-105 Puspenerbal, sedangkan unsur RAN diantaranya adalah HMAS Parramatta (FFH-154), HMAS Sirius (O-266), HMAS Melbourne (FFG-05) dan RAN Seahawk (fm).

Foto: dispenarmatim
Share:

Menyibak Masa Balita, Selamat Hari Anak Sedunia

Bekasi (IndonesiaMandiri) Tidak jarang masa anak-anak terus tercermin hingga dewasa. Di hari perayaan Hari Anak Sedunia ini, tidak ada salahnya kita meyiggung mengenai esensi dari kehidupan anak-anak itu sendiri.


Banyak orang bilang, kebahagiaan seseorang juga dapat memperlihatkan kualitas kebahagiaannya saat ia dewasa. Olehkarenanya, Balita atau tahun emas bagi Orang Tua untuk mengantarkan anak-anak mereka kejenjang ke kebahagiaan yang hakiki kelak, saat mereka menjadi orang dewasa nanti.


Anak-anak ibarat kertas putih yang memerlukan guratan-guratan ber-Aura Positif, agar kelak menjadi Puisi-puisi Hidup yang indah dalam alam bawah sadar sang anak.


Kita semua tau, rusaknya remaja bukanlah tiba-tiba, tetapi lebih karena proses Kognitif, Afektif, hingga Motorikmya yang tidak berkesinambungan dalam rel yang positif.


Pada kesempatan Hari Anak Sedunia ini, mengingatkan kita yang sudah dewasa untuk menerawang, apa kekurangan kita saat kita Balita dulu, bukan untuk mempersalahkan Orang Tua kita yang mungkin lalai dalam mendidik kita, tetapi lebih pada agar kita dapat meluruskan rel yang dulu mungkin sedikit bengkok, untuk menuju kebahagian yang hakiki, pada akhirnya membuat sehatnya pikiran kita sendiri.


Bagi Orang Tua yang kebetulan memiliki anak-anak Balita, jadikanlah momen ini untuk merenung, dan mensinkronkan pikiran Anda dengan talenta yang sudah terlihat sejak dini pada anak-anak Anda, agar anak-anak tumbuh dalam rel yang benar disertai rasa suka cita dan bahagia, tanpa beban pemaksaan kehendak Orang Tuanya sendiri.


Sekali lagi, Hari Anak adalah hak dan kewajiban kita semua, agar mereka tumbuh sehat segala-galanya. (SSM)

Share:

Lanal Banten Berdayakan Nelayan Banten

Banten (IndonesiaMandiri) - Sekitar seratusan nelayan Karangantu, Provinsi Banten, menerima arahan dari Pejabat Pangkalan Angkatan Laut Banten terkait masalah kelautan atau kemaritiman (13/11).

Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Rudi Haryanto, memberikan Sosialisasi Kemaritiman di Sekolah BAPPL STIP Karangantu Jalan Raya Pancar Kecamatan Kasemen Kota Serang, Banten, meliputi Bidang Perikanan, Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengelolaan Ikan.

"Program pembinaan potensi maritim TNI AL yang dilaksanakan Lanal Banten di wilayah Karangantu kali ini meliputi pengecetan musholah, pembuatan bak sampah, sosialisasi tentang kesehatan, sosialisasi tentang peduli keselamatan pelayaran serta pengecekan kesehatan dan pengobatan gratis," papar Kolonel Laut (P) Rudi Haryanto.

Kegiatan yang dilakukan juga dalam rangka menyambut Hari Armada awal Desember 2017 ini, diharapkan agar nelayan memahami cara menangkap ikan dengan benar dan mampu melakukan penanganan hasil tangkapan dengan baik, benar secara mandiri sehingga mendorong nilai jual hasilnya dengan harga tinggi (rm).

Foto: Dispenarmabar
Share:

Kedaulatan Udara RI Dilecehkan

Jakarta (IndonesiaMandiri) - "Hingga saat ini masih banyak pihak yang tidak memahami secara lengkap adanya Wilayah Udara R.I. yang didelegasikan ke negara tetangga, dan apabila mengetahui, ternyata kurang memahami asal usul yang terjadi. Satu hal yang harus dipahami secara benar adalah bahwa sejak 1946 hingga saat ini Indonesia tidak berkuasa penuh atas wilayah Udara Kedaulatan di atas Kepulauan Riau dan Natuna sehingga berdampak pada pengoperasian penerbangan, kedaulatan dan keamanan nasional serta selanjutnya pada pendapatan negara bukan pajak/PNBP," kata Marsekal Pertama (Purn.) Juwono Kolbioen.

Mengapa ini semua bisa terjadi? Karena menurut Marsekal bintang satu TNI AU ini pihak Indonesia terlalu "didikte" oleh Singapura. Karena faktanya, di sebagian wilayah udaranya sendiri, Indonesia hanya menguasai secara de jure di atas kertas, sedangkan de facto kedaulatan kita yang strategis seperti Kepulauan Riau, Batam, Natuna, dikuasai dan dikontrol oleh Singapura. Dan ini sudah berlangsung 70 tahun.

Juwono sudah berkali-kali melalui berbagai forum menyampaikan hal ini kepada Pemerintah agar mengambil kembali hak atas kedaulatan udara RI. "Kami sudah bersama-sama Wantannas sejak 2015 dan hasilnya disampaikan Presiden demikian juga melalui Lemhannas dan IKA dengan Pak Agum Gumelar sendiri yang menyampaikan ke Presiden. Ke DPR sudah beberapa kali," kisah Juwono yang juga menjabat sebagai Vice President Indonesia Aviation and Aerospace Watch.


Intinya, ada biaya navigasi udara atau Rans (route air navigation service) Charge yang mestinya diterima oleh RI, tetapi itu justru selama ini dkontrol oleh Singapura. Padahal menurut peraturan berlaku internasional melalui ICAO (international civil aviation organization)
Masalah RANS Chgarge yang selama ini diberlakukan antara Indonesia-Singapura baru di Sektor "A" dengan cakupan wilayah seperti disebutkan di atas. Sedangkan di Sektor "B" dan "C", tidak ada kesepakatan yang mengatur mengenai pungutan yang harus diberikan oleh pesawat yang terbang dari Malaysia Barat ke Malaysia Timur atau sebaliknya yang melewati wilayah Indonesia. "Artinya sudah berapa banyak kita menderita kerugian dengan tidak adanya pungutan di sektor "B" dan "C", kondisi ini sudah berjalan puluhan tahun. Kemudian mengapa Kementrian Luar Negeri dalam hal ini Ditjen Hukum dan Perjanjian Internasional diam saja, dan juga Kementrian Keuangan juga tidak berupaya agar ruang udara itu dapat menghasilkan PNBP yang sangat dperlukan oleh Bangsa ini," papar Juwono yang juga anggota Veteran RI (ab).

Foto: istimewa
Share:

Keceriaan Di Bukit Panorama SECAPAAD

Bandung (IndonesiaMandiri) - Suasana pagi hari di Sekolah Calon Perwira atau Secapa Angkatan Darat mulai banyak didatangi banyak anggota keluarga yang anaknya ingin dilantik setelah mengikuti Pendidikan Pembentukan Perwira/Diktukpa dan Pendidikan Perwira Khusus/Diktukpassus (15/11).


Tepat Jam 9, Kasad Jenderal Mulyono selalu Inspektur Upacara memimpin pelantikan 676 perwira muda Diktukpa reguler Angkatan Darat gelombang II dan Diktukpasus 2017 di Lapangan Wiradhika Secapaad, Bandung.


Keceriaan Di Bukit Panorama SECAPAAD

676 perwira muda itu terdiri dari 380 Secapa reguler, di mana 363 perwira pria dan 17 orang Kowad serta 296 perwira muda Diktukpasus TNI AD tahun 2017 yang terdiri dari 294 perwira pria dan 2 orang Kowad.

“Hari ini kalian telah menyelesaikan pendidikan dan mulai menapakkan langkah awal sebagai Perwira TNI AD yang siap menyongsong tugas menjadi pimpinan di satuan sesuai dengan kecabangan masing-masing. Hal ini tentunya membawa konsekuensi semakin besarnya tuntutan tugas dan tanggung jawab yang akan kalian pikul dibandingkan pada masa-masa sebelumnya,” tegas Kasad.


Jelang akhir acara, ada peragaan musik dan tari tradisional yang dilakukan para prajurit TNi AD beserta warga sekitar. Ini menjadi tontotan menarik semua yang hadir. Keluarga perwira pun merasa sangat terhibur. Mereka sebagian sudah membeli bunga untuk dipersembahkan kepada putra-putrinya yang baru saja dilantik (ab).


Foto: abri

Share:

Rumus Anti Impor Beras Versi Mentan

Maros (IndonesiaMandiri) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tak pernah berhenti berinovasi untuk bikin capaian maksimal produksi beras di dalam negeri.

Saat hadiri panen padi perdana jenis IP 300 dengan mesin traktor di Desa Tanete, Kecamatan Simbang, Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Amran memperkenalkan temuan rumus jitunya (16/11).

Menurut Amran, guna mencukupi kebutuhan beras nasional, ada rumus yang menjadi solusi pertanian Indonesia agar tidak impor. Yaitu, petani harus menanam satu juta benih per hektare tiap bulannya.

"Kalau satu hektare dikali enam, minimalnya sudah enam juta ton. Kita bagi dua, sudah tiga juta ton beras. Itu rumusnya. Jika hal itu dilakukan, sampai 100 tahun kita tidak impor. Semoga menteri berikutnya lebih tangguh," katanya.

Mentan yang didampingi Kepala Litbang Pertanian Muhammad Syakir, Bupati Maros Hatta Rahman, Ketua DRPD Maros Chaidir berserta pejabat TNI dan Polri di Maros dan Sulsel, melihat potensi besar di Desa Tanete dengan sawah tadah hujan seluas 400 hektare. Petani bisa memanen tujuh hingga delapan ton padi per hektare. Padahal, petani hanya mengandalkan air dari sumur dan sungai. Untuk menggunakan air secara maksimal, petani menggunakan pompa air.

"Kalau dikali tujuh sampai delapan ton, ijadi 320 ribu ton padi. Itu jumlah yang sangat besar," sambungMentan Amran (ag/ab).

Foto: istimewa
Share:

Seskoad Luluskan 281 Perwira

Bandung (IndonesiaMandiri) - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono menutup Pendidikan Reguler Angkatan LV Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) 2017 di Gedung Jenderal Profesor Dr. Satrio, di Seskoad Bandung, Kamis (16/11).

281 Perwira siswa (Pasis) Seskoad yang telah menyelesaikan pendidikan ini terdiri dari 268 siswa dari Angkatan Darat, dua dari TNI AL, dua dari TNI AU dan sembilan orang Pasis Mancanegara dari AS, Australia, Malaysia, Pakistan, Singapura, Thailand, Arab Saudi, Korea Selatan dan India.

"Bagi TNI AD, perkembangan lingkungan strategis yang terjadi secara global, regional maupun nasional, benar-benar harus diwaspadai dan dijadikan sebagai acuan dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan kekuatan, kemampuan maupun gelar. Sebagai garda terdepan sekaligus benteng terakhir NKRI, jika TNI AD kurang responsif dan adaptif menghadapi berbagai ancaman di atas, maka taruhannya adalah kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," demikan pesan Kasad.

Kasad mengingatkan kepada para perwira TNI AD, potensi ancaman terbesar NKRI saat ini bukanlah ancaman fisik berupa agresi atau invasi militer dari negara lain, melainkan ancaman non fisik yang sulit diidentifikasi dan dirasakan. Ancaman tersebut terus berkembang dan merongrong melalui pelemahan karakter bangsa, khususnya pada diri generasi muda. Ancaman tersebut terus bergerak mengiringi perkembangan teknologi informasi yang saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

"Kita perlu menggali kembali nilai-nilai luhur budaya bangsa yang dahulu menjadi kekuatan dahsyat pemersatu perjuangan dalam merebut kemerdekaan seperti menghormati perbedaan dan semangat untuk bersatu, rela berkorban dan pantang menyerah, kebersamaan dan gotong royong, rasa optimisme dan percaya diri serta nasionalisme, " jelas Jenderal TNI Mulyono.


 Pada pendidikan reguler Angkatan LV Seskoad 2017 ini, Pasis dengan nilai pendidikan terbaik diraih Mayor Inf. Dhanang Agus Setiawan, dari Kopassus. Sedangkan karya tulis TNI terbaik oleh Mayor Inf. Risa Wahyu Pudji Setyawan (ab).

Foto: istimewa

Share:

Program Emas Biru Tuai Hasil

Ambon (IndonesiaMandiri) - Program Emas Biru yang telah digalakkan sejak dua tahun oleh Kodam XVI/Pattimura kini telah menuai hasil panen ikan begitu memuaskan bagi tim budidaya. Panen ikan yang ada di Keramba Kodam yang tersebar di wilayah Maluku dan Maluku Utara telah dilaksanakan beberapa kali dan hasilnya cukup menguntungkan (16/11).

Keramba Kodam XVI/Pattimura tersebar diwilayah Maluku dan Maluku Utara berupa Keramba Jaring Apung, Keramba Jaring Tancap, Keramba Teluk dan Keramba Darat yang digunakan untuk budidayakan aneka ikan seperti Kerapu, Kakap Putih, dan Bubara.

Keramba di Wilayah Seram Bagian Barat berupa Keramba Jaring Apung ada empat unit yang terbagi dalam 16 kotak, dan Keramba Jaring Tancap sejumlah 14 unit dan dibudidayakan ikan Kerapu cantang dan Ikan Kerapu Cantik.

Panen ikan tersebut diantaranya Ikan Kerapu Cantang sejumlah 355 ekor dengan berat 1 - 5 kg, dan berat seluruhnya 573,5 kg dengan usia sampai panen sekitar 1,9 tahun. Ikan Kerapu Cantik dari hasil panen tersebut yang dihasilkan sebanyak 264 ekor dengan berat rata – rata 0,5 – 1 kg sehingga berat seluruhnya 167,5 kg dengan waktu panen kurang lebih satu tahun.

Ikan dari hasil panen tersebut rencana akan dijual pada investor dari Hongkong untuk ekspor (ab).

Foto: Pendam16
Share:

Mentan Bersampan Cek Hasil Panen

Banuhanyar (IndonesiaMandiri) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tak segan berbasahan, masuk lumpur di area sawah, saat melihat langsung hasil pertanian di sejumlah daerah selama ini.

Saat panen padi diareal rawa lebak Banuhanyar, Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan misalnya, ia tanpa ragu melompat ke dalam rawa lebak, dalam kondisi basah kuyup bergabung bersama petani dan Bupati Hulu Sungai Selatan, Ahmad Fikry melaksanakan Panen bersama (15/11).

Selama ini panen padi berada didaratan. Kini beda situasinya dan dalam sejarah, Amran Sulaiman adalah Mentan pertama yang melakukannya berbasahan sambil naik sampan bertemu petani yang langsung disambut tepuk tangan melihat seorang pejabat tinggi negara sekelas Menteri Pertanian berperilaku sederhana.

"Saya akan berikan bantuan yang diminta, tetapi jika tidak berjalan, subsidi akan dicabut dan bantuan saya kembalikan ke Jakarta," begitu pesan Amran yang selalu didengungkan saat berkunjung ke daerah.

Masih banyak keunikan maupun sepak terjang pria asal Bone, Sulawesi Selatan yang selalu mengkedepankan etos kerja tinggi, bahkan beliau tidak segan mengganti pejabat eselon lingkup Kementerian Pertanian, jika dianggap tidak mumpuni dalam bekerja (hy/ab).

Foto: Istimewa
Share:

Kalteng Menuju Sentra Padi Organik Dunia

Pulangpisau (IndonesiaMandiri) - "Tidak ada alasan masyarakat Kalteng miskin karena sumberdaya alamnya yang melimpah. Mimpi kita penanaman 300.000 hektar padi organik akan menjadikan Kalimantan Tengah sebagai sentra produksi beras organik terbesar dunia," Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menantang, saat hadir tanam perdana padi organik 300.000 hektar di desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulangpisau, Kalimantan Tengah.(13/11).

Saat ini harga padi organik enam dolar per kilo atau sekitar 100 ribu rupiah perkilo dan menguntungkan petani. Pemerintah bertekad terus bagaimana mensejahterakan petani. Terlebih sekarang sudah tidak impor beras, jagung, bawang merah dan cabai.

Oleh karenanya, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran ingin sektor infrastruktur digenjot secepatnya sebagai upaya peningkatan ekonomi. "Dengan APBD Propinsi Kalteng sebesar empat-lima trilyun masih kurang dalam upaya peningkatan ekonomi, target saya antara 7 hingga 10 trilyun APBD untuk.membangun infrastruktur di Kalteng. Jangan sampai  infrstruktur pertanian tidak  terbangun (hy/ab).

Foto: HumasKemtan
Share:

Film "Merah Putih Memanggil" Semangati Masyarakat Ambon

Ambon (IndonesiaMandiri) – "Saya ikhlas bahkan rela mati hari ini juga karena yakin perjuangan para Veteran mampu dilanjutkan oleh generasi TNI sekarang sehingga Indonesia bisa makmur dan sejahtera. Hidup NKRI," pesan Letkol (Purn) Edi Oentoro, Ketua LVRI Maluku dan Maluku Utara usai saksikan film Merah Putih Memanggil di Ambon (10/11).


Acara nonton bareng (nobar) dengan Veteran, Pepabri dan Warakawuri berjumlah 432 orang digelar Kodam XVI/Pattimura dalam rangka memperingati hari Pahlawan, bertempat di Studio XXI Ambon City Center.


Film berdurasi 112 menit disutradarai Mirwan suwarso dengan produser Jose S. Karjadi dan penulis skenaio TB. Silalahi melibatkan artis film ternama antara lain Maruli Tampubolon, Ariyo Wahab, Restu Sinaga dan Prisia Nasution, mengisahkan tentang perjuangan pasukan elite TNI dalam menyelamatkan sandera dari sekelompok teroris internasional. Ada yang menarik bagi generasi muda Maluku saat melihat peran Sersan Pattimura dalam film itu, sehingga dapat menginspirasi semangat nasionalisme generasi muda Maluku semakin meningkat dan menambah kecintaan tanah air Indonesia (rm).


Foto:Pendam16

Share:

TNI AL Tangkal Kapal Berbendera Vietnam di Natuna

Ranai (IndonesiaMandiri) - Lagi dan lagi, kapal ikan asing ditangkap TNI AL di Perairan Laut Natuna Utara (11/11). Adalah KRI Tjiptadi - 381 saat melaksanakan Operasi Samakta Udhaya-17 BKO Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat yang berhasil tangkap Kapal Ikan Asing bendera Vietnam BV 93999 TS yang sedang melakukan penangkapan ikan di Perairan Indonesia pada koordinat 06 31 46 U - 109 22 64 T tepatnya di Perairan Laut Natuna Utara.

Kapal ikan asing (KIA) sesuai peraturan berlaku dilarang berhenti atau mengapung di perairan teritorial Indonesia kecuali terjadi kerusakan atau Force Major. Radar KRI Tjiptadi kemudian memeriksa kapal tersebut dan ternyata tak memiliki dokumen serta ditemukan adanya bukti pada dua palka KIA BV 93999 TS bermuatan ikan segar campuran yang diduga diambil dari perairan teritorial Indonesia. Juga ditemukan jaring kapal ikan berada di atas geladak kapal tersebut.

Karena pelanggaran tersebut, KIA lalu digiring ke pangkalan Lanal Ranai, Natuna, Kepulauan Riau untuk pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut (fm).
Foto: Dispenarmabar
Share:

Suksesi Pangarmatim Ditandai Admiral Inspection

Surabaya (Indonesiamandiri) - Menjelang serah terima jabatan atau Sertijab Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur dari Laksda Darwanto kepada Laksma Didik Setiyono, kedua Laksamana melakukan inspeksi kapal-kapal perang (Admiral Inspection) yang tengah sandar di Pangkalan Koarmatim, Ujung, Surabaya (12/11).

Admiral Inspection merupakan salah satu tradisi di lingkungan TNI Angkatan Laut yang dilaksanakan guna memeriksa kesiapan unsur-unsur TNI Angkatan Laut untuk yang terakhir kalinya, sebelum tongkat komando kepemimpinan diserahterimakan. Tradisi ini digelar menjelang pergantian jabatan Kepala Staf Angkatan Laut maupun pada saat pergantian Panglima Komando Armada RI. Kegiatan tersebut, selain sebagai ajang salam perpisahan dengan para prajuritnya, juga merupakan kesempatan untuk memperkenalkan pemimpin yang baru.

Dalam Inspeksi Laut tersebut, Pangarmatim Laksda TNI Darwanto lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 29 Tahun 1984, didampingi calon penggantinya Laksma TNI Didik Setiyono merupakan Alumni AAL Angkatan 32 Tahun 1987, dengan menggunakan KAL Bawean yang dikomandani oleh Kapten Laut (P) Eska Wiratama lulusan AAL 54 Tahun 2008.
"Para prajurit Koarmatim yang saya cintai dan saya banggakan di manapun saudara berada dan bertugas, Saya selaku Panglima Koarmatim, merasa bangga kepada kalian semua karena selama ini telah menunjukkan dedikasi, loyalitas dan profesionalisme yang luar biasa. Saya berharap kepada seluruh prajurit Koarmatim, untuk memberikan dukungan yang sama kepada Panglima Koarmatim yang baru, dengan tetap mengedepankan profesionalisme yang didukung oleh dedikasi dan loyalitas yang tinggi", kata Laksda TNI Darwanto.

Lanjutnya, beliau mengatakan dari hati yang tulus saya mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan selama kepemimpinan saya sebagai Pangarmatim, saya mohon diri dan mohon doa restunya untuk mengemban tugas selanjutnya yang dipercayakan oleh pemimpin TNI Angkatan Laut sebagai Komandan Kodiklatal. Sampai jumpa di medan bhakti selanjutnya, demi TNI AL, TNI, Bangsa dan Negara (fm).

Foto: Dispenarmatim

Share:

Kado Tuhan di Hut ke-14th Sriwijaya Air

Cengkareng (IndonesiaMandiri) - Bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November, disitulah juga hari jadinya maskapan penerbangan Sriwijaya Air. Dan di 10 November 2017 ini, Sriwijaya Air memasuki usia ke 14 tahun.

Sebuah kado istimewa terjadi di hut ke 14 Sriwijaya Air. Presiden sekaligus CEO Sriwijaya Air Grup, Chandra Lie, menyebutnya "kado terindah dari Tuhan." Pasalnya, di momen bersejarah ini, diresmikan kantor pusatnya yang diberi nama Sriwijaya Air Tower dimana penandatanganan prasasti oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Dirjen Perhubungan Udara dan jajaran pejabat dari lingkungan Ditjen Perhubungan Udara, Direktur PT Angkasa Pura I, Direktur PT Angkasa Pura II, Direktur Perum LPPNPI/ AirNav Indonesia, Ketua INACA , Sekjen INACA dan beberapa undangan lain.

Sriwijaya Air Tower yang beralamat di Jl. Atang Sanjaya no. 21, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten ini,

Kado berikutnya adalah datangnya sejumlah pesawat seperti satu pesawat turboprop ATR 72-600 yang akan dioperasikan oleh sister company Sriwijaya Air yaitu maskapai NAM Air. Hingga akhir tahun 2017 ini, akan datang lagi tiga pesawat ATR 72-600 dan dua pesawat jet Boeing B737-800 NG untuk memperkuat armada Sriwijaya Air Group.

Dengan penambahan lima pesawat lagi, hingga akhir 2017 jumlah armada Sriwijaya Group menjadi 58 pesawat (dua pesawat B737-900 ER, 27 pesawat B737-800 NG, 17 pesawat B737-500, enam pesawat B737-300 dan enam pesawat ATR 72-600).

Saat bersamaan manajemen Sriwijaya Air juga mengundang anak-anak yatim piatu dari panti asuhan di seluruh Indonesia (berjumlah 312 anak) yang berada di sekitar kantor perwakilan serta kantor pusat Sriwijaya Air Group untuk berbagi kebahagiaan dengan berwisata sekaligus belajar ke Jakarta (ab).

Foto: abri

Share:

Panen Raya 75 hektar di Kutai Barat

Ma Pahu/Kutai Barat (IndonesiaMandiri) - Masyarakat di Kampung Seblang, Kecamatan Ma Pahu, Kabupaten Kutai Barat boleh berbangga karena sejak awal November kemarin merasa panen raya seluas 75 hektar.

Panen raya ini dikerjakan dari hasil kerjasama antara para petani setempat dengan prajurit TNI, khususnya yang berada di Kodim 0912/Kbr, Provinsi Kalimantan Timur.

Drs. Hamdi selaku Camat Ma Pahu sangat berterima kasih dengan dukungan yang diberikan oleh prajurit Kodim 0912/Kbr. Karena dengan panen ini, masyarakat yang hidupnya bergantung dari hasil tani, nelayan dan sawit, begitu terbantukan.

"Kami pun juga senang dan bangga dengan capain di sini. Karena memang sudah menjadi tanggungjawab TNI untuk mendampingi cetak sawah petani sesuai kesepakatan yang sudah dilakukan antara TNI dan Kementerian Pertanian," jelas Letkol Rudi Setiawan, Komandan Kodim 0912/Kbr (rm).

Foto: Istimewa
Share:

Insentif Spesial ke Silangit

Medan (IndonesiaMandiri) - Badan Pelaksana Otorita Danau Toba/BPODT gencar promosikan paket wisata ke danau indah terdalam di dunia ini.  Arie Prastyo, orang nomor satu di BPODT, menyebutkan bahwa telah disediakan paket wisata 4 hari 3 malam dan 5 hari 4 malam. Semua tertuju untuk berkeliling sekitar Danau Toba.


Terlebih setelah dibukanya penerbangan langsung internasional oleh maskapai Garuda Indonesia sejak 28 Oktober lalu dari Singapura ke Silangit tiap hari tiga kali penerbangan, maka respon wisatawan mancanegara kian banyak berdatangan. Kedepan, wisman asal Tiongkok juga menjadi bidikan berikutnya untuk diajak ke Silangit.


"Silahkan terbang ke Silangit. Nanti akan disiapkan insentif kepada airlines yang berani membuka rute baru dari Tiongkok ke Silangit,” rayu Menteri Pariwisata Arief Yahya.




Insentif Spesial ke Silangit

Berdasarkan data yang ada, menurut Arie Prastyo, banyak wisman merasa kurang waktunya menjelajah Danau Toba dengan Paket 3 hari 2 malam. "Mereka memilih yang 4 hari 3 malam. Bahkan banyak yang minta ditambah 5 hari 4 malam," ujar Arie di Medan, jelas Arie kepada pers (8/11).



Kejelian Arie mengemas paket diantaranya dengan suguhan budaya dan musik tradisional. Misanya untuk paket 4 hari 3 malam, para wisatawan Singapura dibawa ke Huta Ginjang. Di sini wisatawan bisa mengeksplor Danau Toba sambil menyaksikan secara langsung seluas apa danau yang dikelilingi tujuh kabupaten tersebut. Setelah itu, dibawa ke Taman Eden, museum TB Silalahi, inap di Parapat dan menyeberang ke Samosir di mana diatas kapal ditampilkan permainan musik akustik tradisional. Lalu inap di Tomok sembari lihat Tari Sigale-Gale. Kemudian kembali lagi ke Parapat dan pulang melalui bandara Silangit.


Awal Desember, ada festival kopi dan camping bersama 1000 kemah di sekitar Danau Toba. Ayo, nikmati pesona Danau Toba (ab).


Foto: abri/istimewa
Share:

Mahasiswa Universitas Riau Kunjungi Lantamal I Belawan

Belawan (IndonesiaMandiri) - Sebanyak 320 Orang Mahasiswa/Mahasiswi dari Universitas Riau Pekanbaru kunjungi Mako Lantamal I sekaligus menerima kuliah umum (9/11).


Kuliah umum oleh Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama Ali Triswanto, juga didampingi dosen ilmu kelautan Universitas Riau Pekanbaru Ir.H.Elizal, M.Sc., selaku ketua rombongan.


Danlantamal mengatakan bahwa mahasiswa merupakan calon generasi penerus bangsa yang nantinya akan meneruskan pembangunan untuk kemajuan bangsa ini. Diharapkan, setelah menerima mata kuliah tentang materi wilayah kelautan NKRI dari para pembicara Lantamal I agar untuk dimengerti dan dipahami. Karena ini merupakan praktek lapangan langsung yang mungkin jarang didapatkan ditempat lain.


Para mahasiswa juga diajak naik langsung ke Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang sandar di Dermaga guna menerima materi pengetahuan tentang kehidupan dan sistem Alat Utama persenjataan yang ada di Kapal Perang tersebut (rm).


Foto: Dispenarmabar

Share:

KURSUS SENBANIF KORMAR DITUTUP

Lampung (IndonesiaMandiri) - Perwira Staf Operasi Komando Latih Korps Marinir/Pasops Kolatmar Letnan Kolonel Marinir Baju Kelana Putra secara resmi menutup Kursus Senjata Bantuan Infanteri Korps Marinir atau disingkat Sus Senbanif Korps Marinie di Lapangan Apel Puslatpurmar-8 Teluk Ratai Lampung (10/11).

Upacara Penutupan Kursus diikuti odua peleton pasukan upacara terdiri dari satu peleton pelatih dari Puslatpurmar-8 Teluk Ratai dan satu peleton peserta kursus, serta dihadiri Komandan Puslatpurmar Teluk Ratai Letkol Mar Nandang PJ, Para Perwira Menengah Puslatpurmar Teluk Ratai , Pasosp Brigif-3 Mar Letkol Mar Datuk Sinaga, Para Pasipers Satlak Brigif-3 Mar dan Perwira Brigif-3 Mar.

Peserta Kursus 30 prajurit peserta terdiri dari emoat personel Pasmar-2, 20 personel dari Brigif-3, enam personel dari Kolatmar serta didukung oleh 25 personel pendukung dan pelatih dibawah pengawasan Mayor Marinir Joko Susilo selaku Perwira Pelaksana Latihan. Selama kurang lebih satu bulan para peserta melaksanakan praktek penebakan di Pusatpurmar-8 Teluk Ratai Lampung.


Diingatkan juga kepada para anggota agar, pertama terue belajar dan pelajari semua ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti kegiatan kursus di Kolatmar dan kembangkan serta aplikasikan di Kesatuan. Kedua, dengan bertambahnya ilmu yang didapat, janganlah menjadikan lupa diri dan besar kepala tetapi jadikan ini untuk memacu prestasi kearah yang lebih baik dengan berpedoman pada ilmu padi “semakin berisi semakin menunduk”. Ketiga, pelihara dan tingkatkan kemampuan saudara, karena apapun sarana dan fasilitas yang saudara gunakan hanya dapat meringankan didalam menjalankan tugas (rm).

Foto: Dispenkormar
Share:

Koapgi Bangun Kos Bintang Lima

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia atau Koapgi mengukir sejarah dengan membuat hunian kos setara apartemen dengan fasilitas hotel bintang lima di kawasan antara Green Lake City dan Metland Cyber City, Tangerang, Provinsi Banten.

Acara penandatanganan pembangunan yang diberi nama Sky High Tower Apartemen ini baru saja dilakukan oleh Ketua Koapgi Rimond B. Sukandi dan Royaldi Rosman selaku pengembang sekaligus Senior Vice President Head of Building I Division PT PP (Persero) Tbk di Hotel Park PP, Cawang Jakarta Timur (9/11). Turut hadir juga Jenderal (Purn) Fachrul Razi selaku Komisaris Utama PT Antam Tbk, serta pejabat di lingkungan Garuda Grup.


Apartemen Sky High Tower ini nantinya bisa diperuntukkan untuk karyawan Garuda Grup, seperti Garuda Indonesia, Citilink, Gapura Angkasa, Garuda Maintenance Facility, dan lain-lain. "Ini merupakan langkah kongkrit Koapgi dalam mendukung program efisiensi dan Efektifitas PT Garuda Indonesia, khususnya di sekto biaya operasional transportasi karyawan. Terlebih bagi para awak pesawat yang semakin hari jumlahnya terus bertambah," jelas Rimond.


Jarak apartemen ini ke bandara Ssoekarno-Hatta, Cengkareng sekitar 20 kilometer. Dan ini memang akan menjadi banyak menghemat waktu bagi para awak pesawat menuju lokasi kerjanya. "Semoga apartemen ini menjadi yang terbaik di Jawa Barat serta membantu kecepatan transportasi awak pesawat dalam menjalankan tugasnya," ujar Royaldi dari PP.


Foto: abri
Share:

KEMHAN TINJAU KRI NAGAPASA-403

Surabaya (IndonesiaMandiri) - Komandan Satsel Koarmatim Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa mewakili Pangarmatim sambut kedatangan Kabaranahan Kemhan Laksda Agus Setiadji, di Gedung Bramasta Satsel Koarmatim (08/11).


Kabaranahan Kemhan mengecek kondisi kapal selam I yang baru datang dari Korsel ini, terkait pula dengan rencana kedatangan Presiden Joko Widodo yang akan bertemu Presiden Korea Selatan dalam membahas kerjasama militer bilateral.



KRI Nagapasa – 403 merupakan kapal selam pertama dalam jenis Cakra. Ini merupakan kapal pertama dari ketiga yang dipesan TNI Angkatan Laut. Kapal selam buatan galangan kapal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Okpo, Geoje, Gyeongsang Selatan, Korea Selatan.


Kapal selam Type 209/1400 pertama untuk Angkatan Laut Indonesia sekaligus juga merupakan kapal selam yang di ekspor pertama oleh Korsel.


Dibangun di bawah kontrak senilai US$ 1,1 miliar serta ditandatangani antara DSME dan Kementerian Pertahanan pada 2011.


Dua kapal selam pertama dibangun di Korea Selatan sementara kapal terakhir akan dibangun oleh perusahaan pembuat kapal PT PAL di Indonesia, di bawah program alih teknologi (lw).


Foto: Dispenarmatim

Share:

Wisata Jabar Bersolek

Bandung (IndonesiaMandiri) - Suasana dialog dalam Forum Grup Diskusi mengenai "Penetapan Destinasi Wisata Tradisi, Seni dan Budaya," di Hotel Grand Cokro, Bandung berlangsung dinamis (3/11).


Dra. Ani Ismarini M.Hum, dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat, saat membuka acara mengatakan bahwa potensi wisata di Jawa Barat sangat besar, terutama terkait dengan potensi tradisi, seni dan budaya. Sehingga di 2018, beberapa even baru akan ditonjolkan seperti Geopark Cileteuh dan Museum Konferensi Asia Afrika yang sudah diakui dunia melalui Unesco. Tak ketinggalan pentas Angklung, Al Mizan, Karnaval Cirebon, dan masih banyak lagi.




[caption id="attachment_829" align="alignleft" width="300"]Wisata Jabar Bersolek Wisata Jabar Bersolek[/caption]

Sementara dari Kementerian Pariwisata, Drs. Lokot Ahmad Enda, MM, selaku Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya, mengingatkan perlunya mengemas paket wisata tradisi seni dan budaya dengan baik dan terencana. Sehingga bisa masuk dalam agenda tahunan secara rutin dan berkesinambungan.


Lokot juga menggarisbawahi bahwa kini pendapatan negara dari sektor pariwisata sudah menjadi urutan kedua terbesar setelah migas. Padahal pada 2014 masih diurutan keempat. Jadi peluang untuk berkembang di semua destinasi terbuka luas.


Prof.DR. M. Yuwana Marjuka, M.Si, dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung menitikberatkan untuk membuat peta wisata yang lebih konkrit agar bisa merancang paket wisata dengan pemetaan potensi daya tarik wisata serta jadwal yang pasti.


Bambang Paningron dari Kepala Bidang Seni Budaya Tim Percepatan Pengembangan Destinasi Pariwisata Jabar mengajak semua pihak untuk lebik kreatif dalam mengemas paket wisatanya. Karena salah satu tolok ukur keberhasilan sebuah pesta atau even wisata menjadi legenda dan dinanti banyak pihak, karena pengunjung atau wisatawan terlibat secara emosional dalam acara wisata itu (ab).


Foto: istimewa

Share:

Kapal Ilegal Dari Singapura Diamankan

Dumai (IndonesiaMandiri) - Tim Gabungan WFQR/Western Fleet Quick Response Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang terdiri dari Koarmabar, Guskamla, Lantamal I, Lantamal IV dan Lanal Dumai berhasil menangkap dua buah Speed Boat bermuatan minuman keras dan rokok di perairan Sungai Siak Kecil, Kabupaten Siak (7/11).

Informasi berawal adanya aktifitas speed boat yang sedang memuat barang ilegal di Jurong Port Singapura. Selanjutnya Tim WFQR membuat analisa dan rencana penyekatan di beberapa titik yang dimungkinkan akan dilalui kedua speed boat. Penyekatanpun dilakukan dengan menggunakan tiga unit kapal patroli keamanan di alur perairan sungai Siak Besar, sungai Siak Kecil dan di perairan Tembilahan.

Sementara Unsur Guskamlabar yaitu KRI Wiratno melaksanakan penyekatan di Muara sungai Tembilahan, Tim Lantamal IV KAL Marapas melaksanakan pencegatan di Selat Riau serta tim Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam menggunakan Combat Boat melaksanakan penyekatan di perairan Pulau Nipah.
Akhirnya speed boat yang dicurigai berhasil diamankan. beserta muatannya (rm).
Foto: Dispenarmabar
Share:

Lanal Simeulue Siaga Keselamatan Berlayar

Simeuleu/Aceh (IndonesiaMandiri) - Pangkalan TNI AL/Lanal Simeuleu, Provinsi Aceh, laksanakan sosialisasi berlayar yang aman diatas kapal KM.Sabuk Nusantara 35 di dermaga Kargo Sinabang Kabupaten Simeulue yang hendak mengarungi samudera menuju Meulaboh Kabupaten Aceh Barat (6/11).


Hal ini acapkali dilakukan oleh semua Lanal di jajaran Koarmabar untuk antisipasi sesuatu yang tak diinginkan saat berada di kapal dalam perjalanan. Materi yang disosialisasikan kepada penumpang seperti cara penanggulangan bahaya kebakaran dan kebocoran, pemakaian life jacket dan penggunaan alat-alat keselamatan, pemeriksaan surat -surat dan alat keselamatan kapal, pemeriksaan track alur pelayaran kapal serta pemberian nomor kontak Lanal sebagai tanggap darurat bila terjadi kecelakaan laut.


Sementara itu, di Pos TNI AL Kabupaten Aceh Singkil juga dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat nelayan bertempat di Aula Anak Laut Singkil yang mana materinya yakni, Peran TNI AL dalam menjaga perairan Indonesia dan keselamatan pelayaran bagi nelayan, cara penggunaan alat-alat keselamatan pelayaran, serta pemberian nomor kontak Lanal Posal Aceh Singkil.


Komandan Lanal Simeulue Letkol Mar Idha Mohammad Basri, menyampaikan, "Kegiatan sosialisasi keselamatan pada pelayaran sudah dilaksanakan berkelanjutan diseluruh pangkalan jajaran Koormabar, apa lagi saat ini memasuki musim angin barat sehingga perlu disosialisasian kesatuan bawah yakni Posal-posal yang dibawah Lanal Simeulue" (rm).


Foto: Dispenarmabar

Share:

Perpisahan Dengan Pangdam XVI/Pattimura

Ambon (IndonesiaMandiri) - “Melalui program Emas Biru dan Emas Hijau, bapak Pangdam berhasil mengajak Masyarakat Maluku untuk keluar dari masalah politik dan lebih berpikir untuk berkarya. Saat ini sudah menjadi bahan diskusi di kampus karena kita telah kehilangan seorang pemimpin sejati. Meskipun bapak Pangdam telah pergi namun orang Maluku sudah menganggap beliau seperti saudara sendiri," aku Dr. Abidin Wakano, dosen di Universitas Pattimura, saat menghadiri tatap muka masyarakat dengan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo yang selesai masa tugasnya di Maluku (6/11).


Beberapa tokoh masyarakat dari kalangan adat, agama, dan pemuda yang berjumlah sekitar 200-an orang memadati Aula Sudirman Mokodam XVI/Pattimura guna mendengarkan pesan-pesan terakhir sang Pangdam yang legendaris dengan berbagai programnya yang sangat menyentuh masyarakat untuk kesejahteraan bersama.


Acara tatap muka ini disamping dihadiri oleh Mayjen Doni, juga Pangdam XVI/Pattimura yang baru Mayjen Suko Pranoto, Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Tri Soewandono, Para Asisten, Para Dansat dan Kabalak jajaran Kodam XVI/Pattimura serta Danramil jajaran Kodim 1504/Ambon, Para camat, dan Para Raja di Maluku.


“Provinsi Maluku kaya akan rempah- rempah yang harus di lestariakan. Disamping itu, di Maluku juga banyak ditemukan kayu yang bernilai jual tinggi diantaranya kayu Gaharu yang ada di negeri Aboru pulau Haruku dan kayu Cendana yang banyak dijumpai di Pulau Wetar, sehingga perlu dilestarikan dengan baik," ucap Mayjen Doni, yang segera akan mengisi jabatan barunya sebagai Pangdam III/Siliwangi di Jawa Barat (bp).


Foto: Pemdam16

Share:

Sinergi TNI AD-Kementan Tuai Hasil Optimal

Jakarta (IndonesiaMandiri) - “Sejak dijalankan pada 2015, program ini berjalan sangat baik. Dengan masuknya TNI AD, semakin nyata dan semakin konkrit capaian pencetakan sawah. Hingga triwulan II 2017, sudah tercetak 150.959 ha dengan realisasi mencapai 2,6 triliun, dari yang dianggarkan 4,1 triliun,” komentar Rizal Djalil, anggota IV BPK, saat menghadiri pertemuan bersama Menteri Pertanian dan Kepala Staf Angkatan Darat di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta (6/11).

Rizal sangat mengapresiasi kerjasama Kementan dengan TNI yang disebutnya sebagai program terobosan di bidang pangan. Capaian hasilnya memang tak bisa dirasakan seketika. Bahkan ada yang sedikit belum berhasil. Tetapi secara nyata, sejak akhir 2014 kerjasama ini dilaksanakan, kini terasa sekali manfaatnya.

"Kami telah melakukan kerjasama dengan TNI AD di bidang pangan dengan mengacu pada sejumlah peraturan, diantaranya Undang-Undang No. 34/2014 dan Inpres No. 5 /2011 tentang Penanganan Produksi Beras Nasional dalam kondisi iklim ekstrim," tegas Mentan Amran Sulaiman.

Sebagaimana diketahui bahwa pada 2015 terjadi El-Nino dan 2016 terjadi La Nina yang lebih dahsyat dibandingkan El Nino 1998 maupun La Nina 1999. Tapi Indonesia berhasil melewatinya dan bahkan produktivitas beras meningkat sehingga sejak 2016 pemerintah tak mengeluarkan rekomendasi izin impor beras. Keberhasilan ini tidak bisa dilepaskan dari kerjasama Kementan dan TNI di bidang pangan, termasuk dalam cetak sawah baru.

"Hasil dari kerjasama Kementan dan TNI AD, hasil cetak sawah bisa tercapai. Dibandingkan tahun 2014, hasil cetak sawah pada 2015-2017, naik hingga 400 persen. Kenaikan tersebut tertinggi dalam sejarah pertanian di Indonesia," sambung Amran.

Sementara Kasad Jenderal Mulyono menyebutkan bahwa sesuai yang diamanahkan dalam UU No. 34/2004 disebutkan bahwa TNI memiliki 14 tugas lain di luar tugas operasi militer, salah satunya adalah ikut dalam meningkatkan kesejahteraan dan masyarakat, serta melancarkan pembangunan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Mulyono membantah jika kerjasama Kementan dan TNI mengganggu tugas utama TNI dalam bidang kemiliteran. "Tugas pendampingan di bidang ketahanan pangan dilakukan oleh satuan komando wilayah dari satuan ZENI AD, dimana salah satu tugasnya adalah konstruksi. Sehingga yang kita kerahkan sesuai dengan tupoksinya," ungkap Mulyono (as/ab).

Foto: istimewa
Share:

TNI AL Kawal Nelayan Aceh Kembali ke Tanah Air

Sabang (IndonesiaMandiri) - Sebanyak 39 nelayan asal Aceh dan satu kapal KM Saudara Bahagia GT 120 yang beberapa saat lalu diamankan oleh Angkatan Laut India di Perairan Andaman, Nikobar, sudah kembali ke Tanah Air (3/11).

Para nelayan tersebut mengalami gangguan mesin saat melaut dan kapalnya terombang-ambing hingga memasuki wilayah Perairan India, Andaman.

Pada saat bersamaan, TNI AL dan Angkatan Laut India di lokasi terpisah sedang melaksanakan latihan bersama patroli terkoordinasi India-Indonesia (Latma Patkor Indindo) dimana KRI Imam Bonjol-383 ikut serta.

Dilakukanlah proses diplomasi dan negosiasi yang akhirnya bisa memulangkan para nelayan. Menurut Komandan Lanal Sabang Kolonel Kicky Salvachdie saat memasuki perairan Indonesia kapal nelayan tersebut disambut dan selanjutnya dikawal KRI Kelabang-826.

Kedatangan KRI Kelabang-826 dengan komandan oleh Mayor Laut (P) Aris Pratikto  bersama KM. Saudara Bahagia beserta 39 ABK di Sabang  disambut langsung oleh Palaksa Lanal Sabang, Mayor Laut (PM) Ahmad Azahari (fm).

Foto: DispenArmabar
Share:

DPC PWRI Kota Depok akhirnya terbentuk setelah tidur panjang

Depok (IndonesiaMandiri) - Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kota Depok akhirnya kembali terbentuk dan di kukuhkan oleh DPP. PWRI lewat Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat PWRI nomor : 13.6.001A/SK/DPP.PWRI/X/2017 tentang Pengangkatan dan Penetapan Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia Kota Depok, Propinsi Jawa Barat, periode 2017 - 2019, yang di tanda tangani oleh Suriyanto. PD, SH, MH, Mkn selaku Ketua Umum dan Zulfikar Taher, SH sebagai Sekretaris Jenderal DPP. PWRI,


Berangkat dari "mati suri" kepengurusan DPC PWRI Kota Depok, maka pada awal oktober 2017, tepatnya 4 Oktober 2017, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PWRI Jawa Barat melaksanakan rapat yang membahas "mati suri" nya kepengurusan DPC PWRI Kota Depok dan hasilnya adalah Surat Mandat Nomor : mdt 032/DPD/PWRI/JABAR/X/2017 tentang Pembentukan Kepengurusan DPC. PWRI Kota Depok, yang ditanda tangani oleh Ir. Budi Suyitno, Ketua DPD PWRI Jawa Barat dan Dea Jaenal Mutakin, S. I. Kom, MM selaku Sekretaris DPD PWRI Jawa Barat.
Mandat yang di tanda tangani pada tanggal 24 Oktober 2017 tersebut di berikan kepada dua orang anggota dan / atau pengurus PWRI, yakni Mikel dan Rahmat.


Dengan berbekal Surat Mandat tersebut pemegang mandat lalu bergerak cepat, untuk menjalankan amanat organisasi yang telah di terimanya, tepatnya pada tgl 30 Oktober 2017, bertempat di lembah Gurame, Depok Jaya, Depok, musyawarah pembentukan susunan kepengurusan DPC PWRI Kota Depok dilaksanakan, hasilnya adalah ajungan jempol, dalam waktu kurang dari 7 hari sejak surat mandat di terima, susunan kepengurusan DPC PWRI periode 2017 - 2019 pun terbentuk, dengan Rahmat Budianto terpilih sebagai Ketua DPC PWRI Kota Depok periode 2017 - 2019, dan Sekretaris DPC PWRI Widya Srihandayani.


DPC PWRI Kota Depok periode 2017 - 2019 nampaknya bakal segera menggeliat kembali karena dalam susunan kepengurusannya diisi oleh figur figur yang mempunyai dedikasi dan integritas yang kuat yang mengedepankan semangat "kerja keras dengan cerdas"
Sebuah langkah awal yang menjanjikan, menyitir ajaran Tao, "seribu langkah ditentukan oleh langkah pertama"
Semoga DPC PWRI Kota Depok periode 2017 - 2019 yang baru di kukuhkan dapat segera mewujudkan cita cita dan amanat organisasi PWRI, khususnya di Kota Depok.


Rahmat Budianto yang terpilih menjadi Ketua DPC PWRI Kota Depok periode 2017 - 2019 menyatakan pada depokini, bahwa bagi dirinya jabatan ketua yang disandangnya adalah amanah yang musti dijaga dan untuk dilaksanakan dengan segenap jiwa raga, demi nama baik organisasi, bangsa, negara dan masyarakat. Dirinya juga meminta dorongan doa agar PWRI di kota Depok dapat lebih dirasakan manfaat keberadaannya.


Pimpinan redaksi dan segenap keluarga besar Depokini mengucap selamat atas terbentuknya kepengurusan DPC PWRI Kota Depok periode 2017 - 2019, semoga PWRI semakin jaya. (GDP)

Share:

Angkatan Laut Filipina-Indonesia Kompak

Filipina (IndonesiaMandiri) - Kapal perang TNI AL KRI Sultan Hasanuddin-366 dan KRI Sultan Iskandar Muda-357 saat bersandar di Dermaga Gensan Mekar Whaef dikunjungi perwira Angkatan Laut Filipina Commodore Ramil Ronerto Enriquez beserta jajarannya (31/10).

Dihari sebelumnya, Satgas Port Visit 2017 Vietnam-Filipina mendapat undangan makan malam di East Asia Royal Hotel dari pihak AL Filipina. Perwakilan prajurit menikmati suasana malam keakraban dua negara Asia ini. Mindanao State University Cultural Talents pada kesempatan tersebut menampilkan tarian daerah asli Filipina.

Tradisi unik dalam jamuan makan malam kali ini yaitu memakan telor Balot yaitu telor bebek yang sudah di erami selama 21 hari dan di makan mentah - mentah oleh prajurit KRI SHN-366, KRI SIM-367 dan Taruna/i AAL antri bergiliran untuk mencobanya (bp).

Foto: Dispenarmatim
Share:

Upacara Bendera di Sekolah Pulau Terluar

Natuna (IndonesiaMandiri) - Jajaran Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut/Lantamal XII Pontianak yang berada di Pulau Terluar Pos TNI Angkatan Laut Serasan, dengan Komandan Pos TNI Angkatan Laut (Danposal) Pulau Serasan Letda laut (P) Supriyanto menjadi Inspektur Upacara pada Upacara Bendera di SMPN 1 Serasan (30/11). Serasan adalah bagian dari Pulau Terluar atau terdepan dari Kabupaten Natuna yang masuk batas Wilayah Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut dalam rangka Pembinaan Potensi Maritim atau Binpotmar yang dilaksanakan di SMPN 1 Serasan diikuti 217 orang siswa-siswi. Inti kegiatan berorientasi pada Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil) dalam kedisiplinan siswa / siswi dalam sikap sehari hari sebagai pelajar diawali dengan Upacara Penaikan Bendera.

Para pelajar dijelaskan tentang Kedudukan, fungsi dan tugas Pos TNI Angkatan Laut di Pulau Serasan bagian dari Pulau Terluar Kalimantan Barat untuk membangun disiplin di mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan belajar, serta mampu menumbuhkan rasa percaya diri sendiri dalam mewujudkan mimpi serta cita cita di masa depannya dan selalu mentaati segala peraturan hukum dalam berkehidupan di masyarakat pada umumnya (bp).

Foto: Dispenarmabar
Share:

Melirik Potensi Pulau Moa

Ambon (IndonesiaMandiri) - Keberadaan Pulau Moa sebagai salah satu pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya dengan kekayaan savana dimana banyak terdapat padang rumput diselingi beberapa pohon, mulai dilirik potensinya untuk promosi wisata.


Pulau Moa terdiri dari tujuh desa diantaranya Desa Moain, Tonwawan, Werwaru, Klis, Paty, Wakarlely dan Kaiwatu. Banyak potensi yang terdapat di Pulau Moa, namun belum maksimal digunakan sehingga butuh pengelola untuk bisa mengembangkan desa melalui badan Usaha Milik Desa (Bumdes) agar pengembangan potensi wisata dan sumberdaya alam bisa menjadi gerakan untuk masyarakat.


Salah satunya adalah Gunung Kerbau, yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Moa sekitar 1000 meter dari Permukaan Laut dan juga melambangkan kekayaan peternakan kerbau sebagai ciri khas Pulau Moa.


Gunung Kerbau di Pulau Moa adalah sebuah permukaan dengan Elevasi yang sangat ideal untuk sebuah penerbangan olahraga Paralayang dan sejenisnya ditinjau dari Countur, Cuaca, dan Vegetasi. Gunung kerbau dapat melakukan penerbangan dari empat mata angin yg berbeda dengan Landing zone di semua arah yang aman dan tidak ada obstacle yang membahayakan. Tempat take Off sepanjang punggung bukit dan tidak perlu melakukan pembenahan yang berarti. Gunung Kerbau sangat aman dan menjanjikan sebagai tempat wisata Dirgantara dan


Peluang untuk menjadi tempat Kompentensi Internasional.
Selain itu, di Gunung Kerbau juga bisa digunakan untuk beberapa kegiatan yg dapat menarik Wisatwan diantaranya GanTole, disekitar Landing bisa di buat landasan Para Trike maupun Para motor. Downhill Mountain bike, dan Wisata Laut dive.


Diharapkan pengembangan olahraga dirgantara ini bisa memacu minat generasi muda setempat untuk terlibat sebagai penerbangnya dan akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat setempat.


Upaya pengembangan Pulau Moa sangat didukung oleh Kodam XVI/Pattimura (lw)


Foto: Pendam16

Share:

November Bulannya "Marinir"

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Sambut Hari Ulang Tahun Korps Marinir ke-72 pada 2017, maka sepanjang November ini digelar berbagai kegiatan menarik yang juga bisa dinikmati masyarakat luas.


Korps Marinir di bawah kepemimpinan Mayjen Bambang Suswantono, dalam Hutnya yang setiap tahun diperingati pada 15 November, kali ini bertema “Marinir Prajurit Pejuang dan Profesional”.


Bertindak sebagai Ketua Panitia HUT Korps Marinir ke-72 adalah Komandan Pasmar-2 Brigadir Jenderal Nur Alamsyah.
Perayaan kali ini berbeda dengan sebelumnya. Berbagai macam kegiatan akan mewarnai ulang tahun Korps Baret Ungu. Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum tersebut adalah sebagai berikut :


1. Pada 1 November, Korps Marinir menyelengarakan acara silaturahmi dengan Media di Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan.


2. Pada 14 Nopember, seluruh jajaran Korps Marinir melaksanakan istighosah di Masjid Al-Ikhlas Cilandak Brigif-2 Marinir Cilandak Jakarta Selatan


3. Upacara Militer dan Difile akan digelar di Lapangan Upacara Brigif-2 Marinir Cilandak Jakarta Selatan pada 15 Nopember.


4. Malam harinya di 15 Nopember Grup Musik “Slank” akan konser di Bhumi Marinir Cilandak Jakarta Selatan” .


5. Kemudian, di 16 Nopember siang hari hingga, akan menggelar “Sarasehan Marinir” di Bapra Brigif- 2 Mar Cilandak.


6. “Marinir Fair” digelar di Lapangan Apel Brigade Infantri -2 Marinir dibuka 16-19 Nopember. Marinir Fair menggelar Pameran Alutsista Marinir dari masa ke masa, Produk Ekonomi Kreatif Masyarakat, Bazar Barang dan Kuliner , Paint Ball, Outbond, Terjun Payung, Parade Kendaraan Tempur Amphibi, Demo Taktis Serangan Marinir, Demo Beladiri Pencak Silat, Tarian Tradisional, Military Game.


Dalam “Marinir Fair” tersebut juga dimeriahkan dengan pentas band Prajurit Marinir seperti Badikustik,Gung-ho, Trio Marine dan Dinasty band. Selesai pembukaan Marinir Fair 16 Nopember 2017, pada malam harinya dilanjutkan dengan “Peluncuran Buku Ensiklopedia Korps Marinir TNI AL”.


Kemudian 17 Nopember 2017 dilaksanakan Festifal Band SMA se-Jakarta dan para Finalis “Got Talent Marinir”. Sementara tanggal 18 Nopember 2017 dimeriahkan dengan Panggung “Inbox SCTV” dan “Malam Pentas Dangdut D'Academy”.


Pada 19 Nopember 2017 diwarnai dengan “Kegiatan dan Panggung Marine Day” , dan malam penutupan disemarakan denga pesta kembang api serta penampilan T-Koes band ( tribute Koes Plus).


7. Lomba Menembak Marinir Cup di Jakarta digelar pada 1 s.d. 3 Desember 2017 di Lapangan Tembak Jusman Puger Brigif-2 Marinir Cilandak. Sedangkan lomba Menembak Marinir Cup di Surabaya diadakan 11-12 Nopember bertempat di Lapangan Tembak Fx. Soepramono Karangpilang Surabaya. Untuk di Lampung , Lomba Menembak Marinr Cup dilaksanakan pada 2-3 Desember di Lapangan Tembak Brigif-3 Mar. Lomba Menembak ini diiukuti oleh anggota TNI, Polri dan Umum.


8. Brigif-3 Marinir di Piabung Lampung menyelenggarakan “ MARINES FUN OFF ROAD & TRAIL ADVENTURE” pada tanggal 2 s.d. 3 Nopember 2017. Sementara itu, di Puslapur Purboyo Jawa Timur pada 8-10 Desember ada Circuit Extrem, Circuit Fun Offroad Umum, Circuit Fun Offroad TNI POLRI serta Trail Adventure.


9. Selain itu, kegiatan Ziarah ke Taman Makam Pahlawan antara lain ke TMP Cirebon (7/11/17) , TMP Tegal (7/11/17), TMP Pemalang (7/11/17), TMP Kalibata dan TMP Ciledug (14/11/17),TMP Surabaya (14/11/17), TMP Manado (14/11/17) juga digelar sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan dan pendahulu kita. Satuan Marinir yang tersebar di seluruh Indonesia melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan di tempat satuan masing-masing.


10. Direncanakan pada 17 Nopember 2017, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla akan meresmikan Masjid At Taqwa Markas Komando Korps Marinir di Kwitang Jakarta Pusat (lw).


Foto: Dispenkormar

Share:

Aceh Kini Lebih Aman

Banda Aceh (IndonesiaMandiri) - Mayjen (Purn) Supiadin AS menyatakan, mantan Pangdam Iskandar Muda yang kini sebagai anggota Komisi I DPR RI bernostalgia saat berkunjung ke Aceh (31/10).

Supiadin mengatakan bahwa Provinsi Aceh sebelumnya pernah menjadi gudangnya Narkoba, yang mana dulunya masyarakat banyak menanam pohon ganja.

“Tetapi untuk sekarang, pohon ganja di Aceh hampir tidak ada, karena masyarakat sekarang banyak menanam Palawija, atau tanaman lain yang produktif dengan hasil halal” ungkap Supiadin ketika mengunjungi Kodam Iskandar Muda.

TNI memang akan terus lakukan operasi secara terpadu, melalui dengan pembinaan teritorial, sehingga tanaman ganja tidak ada lagi di Aceh.

Tak hanya Narkoba, di Aceh juga masih ada yang menyimpan senjata ilegal. Oleh karenanya Supiadin saat jumpa dengan Pangdam Iskandar Muda Mayjen M. Fachrudin meminta kepada Kodam Iskandar Muda agar mengusut dan menyelidiki serta melakukan operasi-operasi diluar teritorial dan militer, untuk mengetahui dari mana sejata ilegal itu berasal.

Secara umum situasi dan kondisi Aceh aman. “Hal ini dapat terlihat dan dirasakan selama 12 tahun pasca perdamaian, wilayah Provinsi Aceh telah banyak mengalami perubahan ke arah yang positif, baik di bidang ideologi, ekonomi, sosial budaya, politik dan Hankam,” tegas Pangdam Iskandar Muda (lw).

Foto: PendamIM
Share:

Arsip