Rangkaian Bakti Sosial Sambut Hut TNI ke-72

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kepala Pusat Kesehatan/Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. Ben Yura Rimba, MARS melepas Tim Bakti Sosial Kesehatan TNI di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara (21/9).

“Tim Bakti Sosial Kesehatan TNI akan melaksanakan pengobatan gratis mulai 22 sampai dengan 24 September 2017, antara lain Operasi Katarak, Donor Darah, Iva Tes, Mamogragi dan Vaksinasi MR serta pembagian Paket Sembako bagi masyarakat Pulau Panjang, Pulau Tunda, dan Pulau di Ujung Kulon,” ujar Mayjen Ben Yura Rimba.

Kegiatan sosial seperti ini memang sudah sering dilaksanakan oleh institusi TNI dalam rangka memperkokoh kemanunggalan TNI dengan Rakyat. Dengàn tema Hut TNI “Bersama Rakyat TNI Kuat”, juga akan diselenggarakan berbagai kegiatan dimana salah satunya adalah pelayanan kesehatan Bakti Sosial yang dilaksanakan di pulau-pulau terluar dengan menggunakan KRI dr. Soeharso.

Rangkaian kegiatan sudah dimulai dari 6 sampai dengan 11 September 2017 berupa pengobatan Operasi Katarak di RSUD Banten. “Puncak acara Bakti Sosial akan dilaksanakan di Dermaga Utama PT Indah Kiat Cilegon, pada 26-28 September 2017, dan akan dibuka secara resmi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, ,” jelas Mayjen Ben Yura.

Kapuskes TNI mengucapkan terima kasih kepàda semua Tim Bakti Sosial Kesehatan TNI, baik dari matra Darat, Laut dan Udara serta kepada pimpinan dan awak kapal KRI dr. Soeharso termasuk mitra dari Budha TZU, Arta Graha dan lain-lain atas semua dukungan, baik moril maupun materiil (lw).

Foto: PuspenTNI
Share:

36 Kapal Perang, 12 Pesawat Udara TNI AL Ramaikan HUT TNI di Banten

Surabaya (IndonesiaMandiri) - Sebanyak 36 Kapal perang dari TNI Angkatan Laut akan meramaikan pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun ke-72 TNI yang berlangsung pada 5 Oktober 2017 di Pantai Indah Kiat, Cilegon Banten. Unsur-unsur kapal perang tersebut tergabung dalam Demo Latihan Gabungan Tempur Matra Laut sudah dipersiapkan secara terencana dan kemarin dirapatkan di Cilegon, Banten (21/09).

Demo Latihan Gabungan Tempur Matra Laut melakukan Tactical Floor Game (TFG) dipimpin oleh Komadan Satgas Laksamana Pertama TNI Rahmad Jayadi, yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim (Guspurlaarmatim). TFG dihadiri oleh para komandan KRI yang masing-masing didampingi oleh Kepala Departemen Operasi (Kadepops) serta para pilot dan Copilot. Rangkainan kegiatan TFG diawali oleh paparan dari Pusat Hidro-Oceanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) tentang situasi terkini di perairan Banten tempat demo, dan paparan dari syahbandar Pelabuahan Indah Kiat dan Merak.

Dalam TFG yang berlangsung di Lanal Banten ini, masing-masing kepala bidang (Kabid) terlibat untuk memantapkan skenario latihan yang sudah direncanakan. Bidang yang terlibat dalam demo tempur antara lain bidang UT Udara, demo laut, sailing pass, demo Pasukan Katak, dan pengamanan laut.

Unsur kapal perang yang terlibat dalam peringatan HUT ke-72 TNI antara lain, KRI Teluk Sampit-515, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Mandar-514, KRI Tarakan-905, KRI Dewaruci, KRI Nanggala-402, KRI Nagapasa-403, KRI Lambung Mangkurat-374, KRI Untung Suropati-372, KRI Singa-651, KRI Ajak-653, KRI Hiu-634, KRI Tarihu-853, KRI Layaran-854, KRI Madidihang-855, KRI Terapang-648, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI Oswald Siahaan-354, KRI Yos Sudarso-353, KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355, KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Fatahillah-361 dan KRI Surabaya-591. Sedangkan pesawat udara yang terlibat terdiri dari 2 pesawat Bonansa, 1 pesawat Casa,1 pesawat CN-235, 5 heli jenis Bell dan 3 heli jenis Bolkow (lw).

Foto: Dispenarmartim
Share:

Bedah Buku Karya Yudi Latif: Membaca Buku Negara Paripurna

“Sesungguhnya kita bernegara itu untuk apa ?” Pertanyaan yang memantik kesadaran berbangsa ini mengemuka pada Bedah Buku bertajuk “Negara Paripurna: Historitas, Rasionalitas dan Aktualitas Pancasila” karya Yudi Latif.

Acara bedah buku dengan mengemas format diskusi interaktif ini menyedot perhatian para pustakawan lintas Kementerian/ Lembaga, Widya Iswara dan Asosiasi Dosen Indonesia yang memadati Ruang Perpustakaan Pusdiklat Kepemimpinan Aparatur Nasional Lembaga Administrasi Nasional (LAN), Selasa (12/9).

Bertindak sebagai pembahas (Reviewer) yakni R. Siti Zuhro, Peneliti LIPI dan Yogi Suwarno dari Perpustakaan LAN. Sedangkan Yudi Latif sebagai penulis turut pula hadir dalam diskusi ini. Saat ini Yudi Latif menjabat sebagai Kepala Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

Menyitir gagasan Bung Hatta yang mengatakan “ Aku ingin membangun negara dimana semua orang merasa bahagia didalamnya”, Yudi menjelaskan sisi historis bagaimana para pendiri negara mencari titik temu, kehendak bersama, dan kebaikan bersama. Yakni, dalam memperjuangkan kebahagiaan pada masyarakat majemuk Indonesia, hingga akhirnya menjadikan Pancasila sebagai simpul pokok titik tengah keemasan yang menyatukan kemajemukan Indonesia.

R. Siti Zuhro berpendapat secara umum buku ini kaya dengan uraian sejarah yang melatarbelakangi tumbuhnya ideologi Pancasila, sejarah panjang terbentuknya sebuah bangsa. Melalui buku ini penulis merindukan hadirnya negara paripurna, negara yang membahagiakan masyarakatnya. Kerinduan yang bukan utopia, meskipun tidak mudah untuk diwujudkan.

Kekuatan buku ini terletak pada uraian dan ilustrasi sejarah yang detail. Sedangkan Yogi Suwarno yang tampil sebagai pembahas kedua menyoroti ide/gagasan awal nilai-nilai Pancasila apakah sebagai warisan dari jenius nusantara (laut dan tanah) atau percampuran ideologi sistem lainnya diluar Indonesia.

Buku Negara Paripurna: Historitas, Rasionalitas dan Aktualitas Pancasila merupakan bagian pertama dari trilogi Pancasila dan telah memasuki cetakan ke-enam. Dua buku lainnya adalah Mata Air Keteladanan, Pancasila dalam Perbuatan dan Revolusi Pancasila (sa).

Sumber: Kemensos RI | Foto: Istimewa
Share:

Tahun 2018, Pendamping PKH Harus Siap Hadapi 10 Juta KPM

Surabaya (IndonesiaMandiri) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa pentingnya kesiapan para Pendamping dan Operator Program Keluarga Harapan (PKH) dalam menghadapi target 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH pada  2018.

Ada pertambahan KPM secara nasional dari 6 juta menjadi 10 juta, dan untuk Jawa Timur ada tambahan sekitar 560 ribu KPM atau sebesar 52 persen. Maka sangat dibutuhkan kesiapan semua pihak, tidak hanya Operator dan Pendamping, jajaran Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, bank penyalur yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (HIMBARA) serta Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten/Kota.

Hal tersebut disampaikan Mensos pada pembukaan Kegiatan Bimbingan Pemantapan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Surabaya.

Kegiatan Bimbingan Pemantapan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dilaksanakan serempak di beberapa kota lainnya, dari 12-17 September 2017 oleh Tim Agustus Tuntas atau Kepala Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten/Kota.

Menurut Khofifah, Pemantapan Pendamping juga untuk menghadapi tambahan penerima bantuan pangan dari 1,28 juta menjadi 10 juta KPM. Penerima bantuan sosial PKH secara nasional akan menerima tambahan bantuan pangan. Bantuan ini untuk 118 kabupaten dan 98 kota sudah berjalan sekitar 44 kota, sedangkan di Jawa Timur sudah berjalan di 9 kota, ujarnya.

Terkait dengan sumber daya manusia, PKH saat ini sudah tersedia sebanyak 25.013 Pendamping/Operator PKH. Sehingga dengan adanya tambahan penerima manfaat PKH tahun 2018, dibutuhkan tenaga SDM PKH yang ideal sebanyak 67.953 orang. Oleh karena itu, akhir tahun ini akan ada rekrutmen baru sebanyak 42.940 Pendamping/Operator PKH agar memenuhi ratio ideal secara nasional, tambahnya.

Bimbingan Pemantapan Pendamping PKH ini merupakan kegiatan yang strategis. Kegiatan strategis lainnya yaitu resertifikasi terhadap 1,2 juta KPM. Hal ini penting untuk menentukan ketepatan sasaran dan status KPM yang sudah meningkat sejahtera, sehingga tidak "eligible" lagi sebagai KPM PKH (sa).
Share:

Komite PBB Apresiasi Soal Penampungan Pekerja Migran Bermasalah

Jenewa (IndonesiaMandiri) -  Bertempat di Gedung PPB Jenewa, Swiss, telah dilaksanakan “Dialog Pemerintah RI dengan Committee Migrant Care PBB tentang penanganan Pekerja Migran di Luar Negeri, baik Pekerja Migran documented maupun undocumented.” 

Dialog yang diadakan pada September ini dipimpin langsung oleh Ketua Committee Migrant Care PBB Jose S Brillantes (Filipina). Delegasi Indonesia berjumlah 20 orang mewakili lima Kementerian, yaitu: Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga kerja, Kementerian Sosial , Kementerian Hukum dan HAM dan BNP2TKI.

Setidaknya ada lima topik bahasan dalam dialog meliputi : Regulasi pengiriman Pekerja Migran ke Luar Negeri, Perlindungan Warga Negara Indonesia di Luar Negeri, Regulasi Keimigrasian di Indonesia, Perlindungan dan Penempatan Pekerja di Luar Negeri serta Penanganan Sosial bagi Pekerja Migran Bermasalah yang kembali ke Indonesia.

Sonny W Manalu, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial RI, hadir di sesi kedua. Dalam paparan di sesi kedua, ia menjelaskan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial telah berkomitmen melakukan berbagai penanganan bagi Pekerja Migran Indonesia yang mengalami masalah dan terpaksa dipulangkan ke Indonesia.

Penanganan bagi para Pekerja Migran bermasalah tersebut dilakukan menggunakan skema penanganan korban tindak pidana perdagangan orang, merujuk pada UU NO 21 Tahun 2007 tentang Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

UU ini mengamanatkan bahwa bagi korban perdagangan orang (dalam hal ini para pekerja migran bermasalah), pemerintah berkewajiban melakukan program mitigasi dampak yang meliputi : Penampungan, Rehabilitasi Sosial, Reintegrasi Sosial, sampai dengan Pemulangan.

Untuk itu Kementerian Sosial menyiapkan satu Rumah Perlindungan Trauma Center di Bambu Apus dan satu rumah penampungan di Tanjung Pinang, dengan daya tampung keduanya sebanyak 1.500 orang dan saat ini rumah penampungan di Tanjung Pinang merupakan rumah penampungan terbesar di Asia Tenggara (sa).

Sumber: Kemensos RI | Foto: Istimewa
Share:

Dorong Pengembangan Diri PNS melalui TB IB

Mataram (IndonesiaMandiri) -  Sumber daya manusia/SDM yang terampil dan profesional sangat dibutuhkan di unit teknis pelayanan kesejahteraan sosial. Kementerian Sosial memberikan peluang bagi PNS di lingkungannya untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalismenya melalui Tugas  Belajar dan Ijin Belajar (TB IB).

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial Edi Suharto, Ph.D dalam Sosialisasi Peraturan Menteri Sosial Nomor 11 tahun 2017. Peraturan ini tentang Pemberian Tugas Belajar dan Ijin Belajar Bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Sosial, kepada 40 pegawai Panti Sosial Pamardi Putra (PSMP) Paramita di Mataram.

Edi Suharto juga menegaskan pentingnya mengikuti sertifikasi bagi para pekerja sosial yg ada di PSMP Paramita. "Sertifikat pekerja sosial sangat penting dan harus dimiliki seorang pekerja sosial. Ini adalah bukti profesi yang akan sangat membantu dalam praktik pekerjaan sosial, terlebih untuk para pekerja sosial di Panti ini yang menangani Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH)," ujarnya.

Sementara itu, Kepala PSMP Paramita Sutiyono menyampaikan antusiasme pegawai untuk belajar cukup tinggi, meski usia mereka telah melewati batas persyaratan TB. Sedangkan untuk Ijin Belajar, terkendala ketiadaan jurusan dan kampus di Mataram.

Kegiatan Sosialisasi tentang TB dan IB ini sendiri dilaksanakan oleh Sekretariat Badiklitpensos melalui Bagian Organisasi Hukum dan Humas  (sa).

Sumber: Kemensos RI | Foto: Istimewa
Share:

Kodam XVI/Pattimura Pacu Pelajar Ikuti Lomba Cerdas Cermat

Jakarta (Ambon) - Lomba Cerdas cermat tingkat SMA/SMK/MAN se-Kota Ambon diselenggarakan Kodam XVI/Pattimura dalam rangka menyongsong ulang tahun TNI ke-72. Lomba yang berlokasi di Baileo Slamet Riyadi Makorem 151/Binaiya Jl A.Yani No 01 Kec.Sirimau, Kota Ambon, diikuti oleh pelajar dari 16 sekolah setingkat lanjutan tingkat atas se-kota Ambon.

Kainfolahta Letkol Arm Ginting selaku coordinator lomba cerdas cermat menyampaikan, bahwa kegiatan ini adalah suatu wahana untuk menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan, serta menambah kegiatan penunjang. Dalam hal ini bertujuan meningkatkan mutu pengetahuan bagi para pelajar sebagai generasi penerus bangsa, baik itu di bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berkembang pesat dewasa ini, serta ilmu pengetahuan atau materi-materi yang menyangkut pelajaran. Selain itu juga memotivasi generasi muda agar giat belajar untuk mendapatkan wawasan pengetahuan guna menghadapi masa depan yang lebih baik.

Setiap sekolah, mengirimkan satu Tim yang terdiri dari tiga orang. Seleksi dilaksanakan dalam dua tahap yaitu penyisihan dan final. Tahap penyisihan dilaksanakan secara tes tertulis dengan waktu dua kali 45 meni. Dari hasil tahap penyisihan akan diambil empat tim yang memperoleh nilai terbanyak untuk mengikuti semi final.

Dari babak penyisihan ini di peroleh empat tim guna masuk ke babak semi final yaitu SMK Negeri 1 Ambon, SMA Negeri 1 ambon, SMA Negeri 3 Ambon dan SMA Negeri 13 Ambon. Dari finalnya, akhirnya keluar sebagai juara pada lomba kali ini dimenangkan oleh SMA Negeri 1 Ambon/Regu C, Juara 2 SMAN 3 Ambon/Regu A, Juara 3 SMAN 13 Ambon/Regu D dan Juara ke 4 ditempati oleh SMKN 1 Ambon/Regu C.

Letkol Arm Ginting selaku koordinator sangat menghargai semua peserta dan patut memberikan penghargaan yang tinggi bagi para siswa dan siswi peserta lomba Cerdas cermat karena usaha dan semangat kompetisi tinggi yang mensukseskan kegiatan ini, semuanya juga tidak terlepas dari peran para Ibu dan Bapak Guru yang telah mendidik para pelajar dengan baik.

Pemberian hadiah bagi pemenang lomba akan diberikan pada perayaan HUT TNI tanggal 5 Oktober 2017 mendatang. Kalah dan menang adalah hal yang wajar dalam setiap pertandingan, tetapi harus tetap didasari dengan jiwa sportivitas (fm).

Foto: Pendam16
Share:

Komandan KRI Sultan Thaha Syaifudin-376 Berganti

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Komandan Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Barat (Dansatkorarmabar) Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta, memimpin upacara serah terima jabatan/Sertijab Komandan KRI Sultan Thaha Syaifudin-376 dari Letkol Laut (P) Agung Nugroho kepada Letkol Laut (P) Boy Yopi Hamel di geladak KRI Sultan Thaha Syaifudin-376 yang sedang sandar di dermaga Komplek Satuan Koarmabar I Pondok Dayung, Jakarta Utara (19/9).


Dalam amanatnya Dansatkorarmabar mengatakan, bahwa Sertijab Komandan KRI yang diselenggarakan ini merupakan pembinaan personel di lingkungan TNI khususnya TNI Angkatan Laut. Hal ini merupakan kesempatan dan peluang untuk mengembangkan kepemimpinan dan kemampuan sekaligus mewujudkan organisasi yang lebih besar, sehat dan dinamis. Improvisasi dan inovasi serta daya kreatifitas yang baru diharapkan mampu meningkatkan prestasi kerja organisasi di KRI Sultan Thaha Syaifudin-376 sesuai dengan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan.


Lebih lanjut dikatakan Kolonel Didong, tugas bagi Armada Republik Indonesia di masa mendatang cukup berat dan memerlukan perhatian khusus. Untuk itu, setiap Koamandan KRI memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membina kesiapsiagaan dan kemampuan Alutsista yang diawakinya sehingga setiap saat mampu hadir di laut untuk menegakkan, mempertahankan kedaulatan dan hak-hak berdaulat serta mengamankan keutuhan perairan nusantara.


“Kepada segenap Perwira, Bintara dan Tamtama saya perintahkan agar tetap memberikan sikap disiplin, dedikasi, kerja keras serta loyalitas yang tinggi sehingga tugas dan tanggung jawab yang dibebankan dapat terlaksana dengan baik dan dapat dibanggakan”, tegas Dansatkorarmabar (fm).


Foto: DispenKoarmabar.

Share:

Tim SAR Lantamal III Temukan KM Bunga Permata yang Tenggelam

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Tim SAR Posal Tanjung Pasir di bawah jajaran Satuan Keamanan Laut Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut/Lantamal III Jakarta berhasil menemukan Kapal Motor Bunga Permata yang tenggelam di Perairan Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu (19/09).


Kapal berwarna coklat kayu dengan panjang 5,5 meter, lebar 2,40 meter, tinggi 80 cm dan bermesin Domfeng itu kemudian diikat dan ditunda menggunakan kapal nelayan dengan dikawal Patkamla II-3-24 Posal Tanjung Pasir menuju Desa Dadap Kabupaten Tangerang untuk ditarik ke pantai.


Dari laporan Danposal Tanjung Pasir Lettu Laut (P) Wahyudin, kecelakaan laut yang menimpa KM Bunga Permata terjadi pada 18 September 2107 sekitar Jam 10.00 WIB di Perairan Pulau Bidadari saat kedua nelayan di atas kapal itu sedang melakukan pengangkatan bubu rajungan. Kapal menjadi oleng lalu kemasukan air dan tenggelam setelah diterpa gelombang besar akibat sebuah kapal pesiar melintas di dekatnya dengan kecepatan tinggi.


Posal Tanjung Pasir baru menerima informasi tersebut kesokan pagi harinya jam 07.00 dari Usman selaku Ketua RW 02 Kelurahan Dadap. Segera Patkamla II-3-24 Posal Tanjung Pasir melaksanakan SAR menuju perairan antara Pulau Bidadari dan Pulau Reklamasi tepatnya kurang lebih 1,5 NM sebelah utara Pulau Reklamasi DKI Jakarta sampai akhirnya KM Bunga Permata ditemukan dalam kondisi tenggelam.


David, 40 tahun, salah satu nelayan yang selamat dari kecelakaan laut karena berenang menggunakan pelampung jerigen saat ini masih trauma dan belum bisa dimintai keterangan. Sedangkan Kanedi alias Sadam, 40 tahun, pemilik KM Bunga Permata belum ditemukan dan hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan TNI AL, Basarnas dan masyarakat nelayan setempat (fm).


Foto: DispenLantamal3

Share:

Pelajar Perlu Memahami Makna Lagu Kebangsaan Secara Utuh

Banjarbaru (IndonesiaMandiri) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan kekagumannya saat menjadi pembina apel di SMA Negeri 2 Banjarbaru, Kalimantan Selatan (15/9). Kekaguman ini karena Mendikbud melihat seluruh siswa sudah hafal saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza.

Jika tidak ada halangan, menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza akan segera diberlakukan secara nasional, khususnya di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam rangka menanamkan, membiasakan, mengenalkan, dan menginternalisasikan rasa
Share:

Pembangunan Tol Cisumdawu Terus Dipacu

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Pembangunan Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) terus diupayakan untuk mencapai sesuai target. Konstruksi Seksi 2 Phase I Ranca Kalong-Ciherang (6,35 km) kini sudah dalam penyelesaian akhir. Sedangkan untuk Seksi 2 Phase II Ciherang-Sumedang (10,70 km), progres konstruksinya telah diatas rencana dengan realisasi 13 [ersen, sementara rencana 11 persen.

Salah satu pekerjaan konstruksi pada seksi ini adalah pembangunan terowongan menembus bukit di Desa Cilengser dengan panjang terowongan mencapai 472 meter dengan diameter 14 meter dimana saat ini sudah berhasil menembus sepanjang 65 meter.

Selain itu, pada ruas ini juga dilakukan pembangunan Jembatan Cinampel, yang saat ini tahap pengecoran pilar. Ditargetkan penyelesaian pembangunan Seksi 2 tahap II akan selesai seluruhnya dan beroperasi pada 2019.
“Tol Cisumdawu merupakan salah satu proyek strategis nasional yang tengah kita lakukan percepatan penyelesaiannya agar dapat beroperasi seluruhnya pada tahun 2019,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta baru-baru ini.

“Dengan selesainya Tol Cisumdawu nanti diharapkan meningkatkan konektivitas antar wilayah Tengah dengan Utara Jawa Barat, sehingga mengurangi biaya logistik dan meningkatkan produktifitas. Tol ini juga akan menghubungkan kawasan strategis nasional Cekungan Bandung dengan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati,” tambah Basuki.

Jalan tol ini juga akan mempersingkat waktu tempuh Bandung – Sumedang yang merupakan kawasan konsentrasi pendidikan, sekaligus membagi beban lalu lintas di Jalan Cadas Pangeran yang selalu padat serta akan terkoneksi dengan Tol Cikampek – Palimanan yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa (sa).
Share:

Pendidikan Nonformal Punya Peran Penting Ciptakan Tenaga Terampil

Bekasi (IndonesiaMandiri) - Kemdikbud melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan menyelenggarakan Gelar Karya Kursus Pelatihan dan Bursa Tenaga Kerja di Grand Metropolitan, Bekasi, Jawa Barat (13/9).


Kegiatan yang rutin diselenggarakan sejak 2006 ini selain memberikan ruang bagi peserta kursus dan pelatihan untuk unjuk kebolehan, juga mempertemukan mereka dengan pelaku dunia usaha dan dunia industri (DUDI).


"Dengan meningkatnya kebutuhan SDM, maka pendidikan nonformal seperti kursus dan pelatihan mempunyai peranan yang sangat kuat," disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat membuka acara.


Bagi Mendikbud, peranan pendidikan nonformal seperti kursus dan pelatihan ada tiga, yaitu mengejar, seiring dan mendahului. Mengejar dimaksudkan bahwa pendidikan nonformal berperan dalam mengejar ketertinggalan yang ada di masyarakat. Kemudian peran seiring adalah dengan mengimbangi apa yg terjadi di masyarakat, sedangkan peran mendahului dilakukan dengan mengantisipasi apa yang akan terjadi.


Saat ini, menurut Mendikbud, program prioritas pemerintah adalah pembangunan sarana dan prasarana baik darat, laut maupun udara. Dengan demikian, peran pendidikan non formal adalah mendahului, yaitu mengantisipasi dengan menyiapkan SDM yang kompeten melalui kursus atau pelatihan.


"Dengan adanya kegiatan ini, saya berharap dapat menjadi sarana kerjasama yang semakin erat antara kursus dan pelatihan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri dalam penyiapan SDM yang berkualitas dan berdaya saing," tambahnya.


Sumber: Kemendikbud | Foto: Istimewa

Share:

Masifnya Pembangunan Infrastruktur Bawa Optimisme Bisnis Infrastruktur

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Maraknya berbagai infrastruktur yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di berbagai daerah, antara lain melalui program pembangunan jalan dan jembatan, jalan tol, program satu juta rumah, 65 bendungan, irigasi, jaringan air minum perpipaan, dan pengolahan sampah, turut mendorong prospek bisnis di sektor infrastruktur yang relatif baik saat ini.

“Tuntutan untuk membangun infrastruktur yang lebih cepat, lebih baik dan lebih murah, mendorong para pelaku usaha untuk menelurkan produk yang inovatif. Salah satunya adalah beton masih menjadi material konstruksi utama,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada acara Concrete Show South East Asia Construction Indonesia 2017, yang diselenggarakan di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta (13/9).

“Teknologi beton dituntut untuk lebih mudah dikerjakan, lebih kuat, lebih awet namun tetap ekonomis dan ramah lingkungan. Demikian juga teknologi material tambahan (additives) dan bahan campurannya (admixtures) juga dituntut lebih baik,” tambah Basuki.

Untuk mendorong industri pracetak beton nasional, Menteri Basuki akan mengatur agar BUMN sektor konstruksi dapat bersinergi dengan mitra kontraktor dan produsen beton pracetak produksinya sendiri dalam mengerjakan proyek konstruksi. “Saya ingin mengatur ini" ujarnya.

Menteri Basuki juga mengatakan, dari sisi minat investor swasta untuk ikut mendanai pembangunan infrastruktur seperti jalan tol juga cukup baik, sehingga tidak hanya dilakukan oleh BUMN.

Pemerintah juga terus meningkatkan investasi swasta di sektor infrastruktur, salah satunya melalui sekuritasi aset jalan tol seperti yang telah dilakukan sebelumnya untuk ruas Tol Jagorawi oleh PT. Jasamarga pada akhir Agustus lalu (sa).

Sumber: Kementerian PUPR | Foto: Istimewa
Share:

Festival Pesona Fesyen dan Hijab Indonesia 2017

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menggelar Festival Pesona Fesyen dan Hijab Indonesia 2017 yang berlangsung di outdoor area Lippo Plaza Kramat Kati, Jakarta Timur pada 9-10 September 2017. Penyelenggaraan festival tahunan ini dalam rangka meningkatkan citra positif destinasi pariwisata Indonesia dan mendorong percepatan pembangunan bidang pariwisata, kebudayaan, industri kreatif, dan perekonomian daerah.


Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara (Deputi BP3N) Kemenpar Esthy Reko Astuty memberikan apresiasi penyelenggaraan Festival Pesona Fesyen dan Hijab Indonesia 2017 yang merupakan sebuah perpaduan atraktif antara promosi pariwisata, tren fesyen, dan kerajinan tangan dalam bentuk pameran bertaraf nasional.
“Kegiatan Festival Pesona Fesyen dan Hijab Indonesia 2017 ini sebagai upaya untuk mendukung pencanangan Indonesia sebagai pusat mode fesyen hijab dunia, sekaligus menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada 2020 mendatang,” kata Esthy Reko Astuty.


Esthy Reko Astuty mengatakan, melalui festival seperti ini tren fesyen dan hijab Indonesia dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas sebagai pasar domestik maupun pasar mancanegara yang dampaknya adalah mendatangkan kunjungan wisatawan dan sekaligus meningkatkan perekonomian.


Kegiatan festival ini juga membuka peluang dengan menawarkan kesempatan untuk mempromosikan produk dengan baik sehingga dapat membantu mengoptimalkan brand image produk perusahaan di kalangan masyarakat Indonesia.


Menempati area pameran seluas 1800 m2 dengan jumlah stand sekitar 30 booth, para pengunjung dapat melihat produk tren fesyen dan hijab yang diproduksi para pengusaha lokal. Untuk berkunjung ke festival ini tidak dikenakan biaya masuk atau gratis dan para pengunjung selain melihat pameran juga dapat mengikuti berbagai acara menarik seperti tutorial hijab, fashion show, games, hiburan, serta doorprize (sa).


Sumber: Kemenpar RI | Foto: Istimewa

Share:

Tahun 2018, BPIW Terima Pagu Indikatif Rp 248,3 M

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPIW-PUPR) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Tahun Anggaran 2018 mendapatkan pagu indikatif sebesar Rp 248,3 Miliar.

Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI mengenai Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2018 di Jakarta (14/9).

Kepala BPIW Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan mengatakan, BPIW memiliki peran strategis dalam pengembangan infrastruktur PUPR di tanah air. “Dalam mekanisme di Kementerian PUPR, BPIW memiliki tugas menyusun perencanaan dan program, seperti membuat MPDP (masterplan/development plan) untuk pengembangan infrastruktur PUPR yang terpadu,” ujar Rido.

Adapun teknis perencanaan detail dan pembangunan fisik dilaksanakan oleh seluruh unit organisasi teknis terkait di Kementerian PUPR, mulai dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Ditjen Cipta Karya, Ditjen Penyediaan Perumahan serta Ditjen Sumber Daya Air. Ia berharap, Komisi V senantiasa mengupayakan alokasi anggaran yang lebih mengingat tugas-tugas strategis yang diemban BPIW.

Lebih lanjut, Rido menjelaskan, selama dua tahun berdiri BPIW telah menghasilkan 10 produk strategis yang mengacu pada tugas dan fungsi. 10 produk dari BPIW tersebut, seperti Rencana Strategis Kementerian PUPR 2015-2019.

Renstra Kementerian PUPR 2015-2019 memuat misi dan sasaran pembangunan Kementerian PUPR yang menjadi acuan seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian PUPR dalam melakukan kegiatan. “Kedua, produk BPIW adalah 7 rencana induk pengembangan infrastruktur untuk 7 pulau besar di Indonesia, mulai pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara serta Papua,” ujarnya (sa).

Sumber: Kementerian PUPR | Foto: Istimewa
Share:

Tour De Moluccass Harumkan Nama Maluku

Ambon (IndonesiaMandiri) – Acara olahraga berskala internasional berupa lomba balap sepeda berbasis pariwisata dengan nama Tour De Moluccass secara resmi di buka Menteri Pariwisata RI Arif Yahya dan Gubernur Maluku, Said Assagaff di Kota Ambon (17/9).

Sekitar 67 peserta dari 22 Negara mengikuti Tour de Moluccas. Tercatat 14 tim dari 22 negara telah mengirimkan atletnya.

Para pebalap sepeda akan melalui lima etape yang berjarak total 714 kilometer, dengan melintasi tiga kabupaten di Pulau Seram (Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur) dan Kota Ambon yang merupakan etape terakhir.

Ketua Pelaksana TDM Habiba Saimima mengatakan, “ajang ini bukan hanya sekedar ajang balapan tapi juga untuk mempromosikan pariwisata Maluku,” ujarnya.

Rute lomba balap sepeda internasional Tour De Moluccass (TDM) di Pulau Seram, Maluku, yang dijadwalkan mulai 18 hingga 22 September 2017 ini dimulai dari etape I, yakni Piru, Ibu Kota Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB)-Masohi, Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah.

Etape III, yakni Pantai Gumamai, SBT-lapangan terbang Wahai, selanjutnya ke Masohi-Kairatu, SBB dan etape IV, yakni Pantai Namalatu, Desa Latuhalat-Passo dengan tujuh putaran dalam kota Ambon. Jadi ajang internasional yang bertema “The Hidden Paradise Await You” ini peluang untuk mempromosikan potensi pariwisata maupun sektor lainnya yang memiliki keunggulan komparatif baik di Kota Ambon, Kabupaten SBB maupun Maluku Tengah dan SBT.

Pada Kegiatan event internasional Lomba Tour De Moluccass Etape I yaitu Piru – Masohi, wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) juga dilaksanakan aksi penanaman pohon oleh peserta TDM dan peresmian Taman Hutan Kota Piru oleh Wakil Gubenur Maluku Zeth Sahuburua (18/09). Siang harinya, rombongan dan para peserta menuju titik Start di Kantor Bupati SBB, melaksanakan persiapan peserta lomba mengisi etape berikutnya.


Wakil Gubernur Maluku, Pangdam XVI/Pattimura, Bupati SBB M. Yasin Payapo, Kadis Pariwisata Maluku Vera Tomasoa , Kadiskes Maluku dr. Meikyal Pontoh dan Wakil Bupati SBB Timotius Akerina turut melepas Peserta TDM menuju etape berikutnya.

Pada sore hari, hasil perlombaan etape I Piru-Masohi di urutan pertama Mr.Marcus Culey pembalap asal Australia dengan waktu empat jam 27 menit, urutan kedua Jai Crawfa PH (Australia), dan urutan ketiga Jesse Ewart (Filipina) di garis finish etape 1 Kantor KPPN Masohi, Jln.Kapitan Pattimura, Kel.Namaelo, Kecamatan.

Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. Pada pukul 18.00 Wit telah masuk Finish peserta TDM secara keseluruhan. Selanjutnya para peserta yang sudah Finish di etape I melaksanakan istirahat di Hotel dan penginapan yang sudah disiapkan.

Masyarakat kota Masohi dan sekitarnya menyambut dengan penuh antusias beserta membuat pagar hidup oleh para siswa siswi SD, SLTP dan SMU di Kota Masohi dengan melambaikan bendera merah putih saat menyambut peserta Tour De Molluca memasuki garis finish etape 1. TDM dengan sendirinya membawa nama harum Maluku yang tentunya kelak bisa mendatangkan wisatawan mancanegara untuk datang (ab).

Foto: Pendam16
Share:

Komisi X Harapkan Pemda Penuhi Alokasi Anggaran Pendidikan

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Komisi X DPR-RI mendukung upaya Kemdikbud untuk mendorong pemenuhan alokasi anggaran fungsi pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi/kabupaten/kota di luar transfer daerah.


Kemdikbud segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri agar tidak terjadi double counting dalam penyusunan anggaran.


“Kalau daerah bisa mengalokasikan 20 persen di luar transfer daerah untuk pendidikan, sesuai amanat undang-undang dasar pasal 31, maka kita bisa berbuat banyak untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy usai Rapat Kerja dengan Komisi X DPR-RI di Jakarta (13/9).


Mendikbud mengungkapkan, sesuai Neraca Pendidikan Daerah (NPD) 2016, dari 34 provinsi, tercatat Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang telah mengalokasikan 22,3 persen dari APBD di luar transfer daerah untuk fungsi pendidikan. Kemudian di posisi kedua, alokasi anggaran sebesar 9,8 persen ditempati oleh Provinsi Kalimantan Selatan.


Bagi Guru Besar Universitas Negeri Malang ini, dengan otonomi daerah, seharusnya pemerintah di kabupaten/kota dan provinsi yang lebih bersemangat dalam membangun pendidikan, bukan menunggu afirmasi dari pusat.


Saat ini tercatat 26 pemerintah kabupaten/kota yang mampu memenuhi amanat konstitusi tersebut. Sementara itu, menempati porsi terbanyak, tercatat 237 pemerintah kabupaten/kota di 2016 yang mampu mengalokasikan 10 sampai dengan 14,9 persen APBD di luar transfer daerah untuk fungsi pendidikan.


Secara umum alokasi anggaran fungsi pendidikan dalam pagu anggaran meningkat cukup tinggi, dari Rp.419,8 triliun di 2017 menjadi Rp.440,9 triliun pada 2018. Adapun porsi DAK dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang ditransfer ke daerah mencapai 63 persen, atau sebesar Rp.279,3 triliun.


Sumber: Kemendikbud | Foto: Istimewa

Share:

Tim Ekspedisi NKRI Beri Pengobatan Gratis di Kabupaten Mappi

Mappi (IndonesiaMandiri) - Distrik Menyamur, Kabupaten Mappi di Papua Bagian Selatan, merupakan salah satu daerah pemekaran baru yang kondisinya masih banyak yang tertinggal. Itu sebabnya, Tim Pengabdian Masyarakat Ekspedisi NKRI Subkorwil-2/Mappi melakukan pengobatan massal secara gratis di Kampung Sumur Aman, Distrik Menyamur Kabupaten Mappi (16/9).


Selama empat hari sejak Rabu (13/9) Tim Ekspedisi tiba di Kampung Sumur Aman. Tim Ekspedisi NKRI menempuh lima jam perjalanan laut dengan menggunakan dua buah speedboat dan satu buah kapal belang ke lokasi guna membawa perlengkapan kesehatan. Kampung Sumur Aman merupakan satu dari 12 kampung yang berada di Distrik Menyamur yang dihuni oleh 60 KK dengan 200 jiwa penduduk terdiri dari orang tua dan anak-anak.
Komandan Subkorwil-2/Mappi Kapten Inf Pardol beserta Wen (43 tahun) selaku Kesbangpol Kabupaten Mappi mengatakan bahwa," Tim Ekspedisi NKRI sebelumnya melakukan observasi terlebih dahulu ke distrik Menyamur, dari 12 kampung yang dikunjungi. Ternyata, Kampung Sumur Aman merupakan daerah paling membutuhkan pelayanan kesehatan."

Hal ini disebabkan karena dua bulan sebelumnya banyak masyarakat terkena wabah muntaber dan mengidap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA). Selain itu, pola hidup masyarakat yang masih kurang sadar akan kesehatan adalah penyebab munculnya wabah-wabah penyakit yang merugikan kesehatan masyarakat.

Tim membawa lima orang tenaga kesehatan yakni Kapten Ckm Denny Ganap, Letda Ckm (K) dr.Prima HY, Serda Mardika, Herlan Erari Amd. Kep dan Wulan Tridianti Amd.Keb .Tim kesehatan dibantu 20 orang personil Ekspedisi NKRI dikarenakan banyaknya jumlah masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Selain melakukan pengobatan massal secara gratis, Tim Ekspedisi NKRI juga membagikan Biskuit MP ASI untuk Ibu Hamil dan Biskuit anak sekolah , untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat.

Hermanus Djula S.Ip, 41 tahun, selaku Kepala Distrik Menyamur, menyampaikan, "Pengobatan massal ini merupakan kegiatan pelayanan kesehatan pertama sekali di distrik Menyamur, apalagi Kampung Sumur Aman," Kedatangan Tim Ekspedisi NKRI membuat tumbuhnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, dapat dilihat saat senja anak-anak mulai mandi menggunakan sabun, orang tua mencuci sudah mulai menggunakan sabun cuci.

Kepala Distrik Menyamur juga menyampaikan harapannya kepada Tim Ekspedisi NKRI agar ada kegiatan susulan dan tidak lupa untuk datang lagi ke distrik Menyamur untuk membina masyarakat tentang pola hidup sehat. Selain melakukan pengobatan massal secara gratis, Tim Ekspedisi NKRI juga menggelar nonton bareng bersama masyarakat film-film nasional setiap malam, dan Program kegiatan revolusi mental kepada anak-anak sekolah setiap sore.

Ekspedisi NKRI merupakan wujud sinergitas kementerian/lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, kalangan pendidik dari perguruan tinggi, mahasiswa, para pencinta alam, organisasi kepemudaan, pramuka dan didukung masyarakat setempat yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk membangun Indonesia

Ini juga merupakan kegiatan dari TNI dengan menunjuk Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) sebagai Komandan Ekspedisi NKRI dengan bekerjasama antara pemerintah pusat dan daerah, beserta segenap komponen bangsa dalam menjaga kelestarian alam. Materi yang dilaksanakan pada Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 adalah serbuan teritorial atau pengabdian masyarakat, penelitian, dan penjelajahan (ab).

Foto: Pen Ekspedisi NKRI Koridor Papua Selatan 2017
Share:

Kemdikbud Gandeng Dua Perguruan Tinggi Kembangkan PAUD

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/Kemdikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan anak usia dini dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), serta Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam bidang pendidikan keluarga.


Penandatanganan naskah kesepahaman kerja sama dilakukan di Graha Utama, kantor Kemendikbud, Jakarta (14/9). "Nota kesepahaman ini merupakan penanda awal upaya kita untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga," ujar Harris Iskandar, Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Dikmas.


Menurut Harris, 90 persen kemampuan otak kita dibentuk pada periode emas usia dini. Namun, perhatian umum masyarakat dan pengambil kebijakan masih lebih banyak diarahkan di titik hilirnya, seperti pendidikan tinggi.


Dirjen PAUD dan Dikmas menegaskan pentingnya memberikan perhatian dan advokasi pada pendidikan anak usia dini, serta pendidikan keluarga yang berada di titik hulu. Hal ini sejalan dengan semangat memperkuat peran orang tua dan keluarga sebagai pendidik utama dan pertama.


Kerja sama Kemendikbud dengan dua perguruan tinggi nasional dilaksanakan melalui Southeast Asia Ministers of Education Organization Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP).
Dengan UPI, Kemdikbud menjalin kerja sama penelitian, pengembangan, peningkatan kapasitas, pendampingan dan kemitraan dalam bidang pendidikan anak usia dini. Sedangkan bersama IPB, kerja sama penelitian, pengembangan, peningkatan kapasitas, pendampingan dan kemitraan dalam bidang pendidikan keluarga.


SEAMEO CECCEP sebagai pusat ketujuh yang dibentuk SEAMEO sekaligus sebagai salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Kemdikbud dibentuk melalui kesepakatan para menteri pendidikan Asia Tenggara pada Juli lalu.
Pembangunan SEAMEO CECCEP bertujuan untuk mendukung program nasional dan melaksanakan implementasi prioritas nomor satu dalam SEAMEO Seven Priority Areas, yakni mencapai pendidikan universal bagi anak usia dini.


Sumber: Kemendikbud | Foto: Istimewa

Share:

Kasum TNI Ikuti Konferensi Antar Pimpinan Angkatan Bersenjata di Kanada

Kanada (IndonesiaMandiri) - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya Didit Herdiawan mewakili Panglima TNI  mengikuti Konferensi Chiefs of Defense (CHODs) / Panglima Angkatan Bersenjata di Hotel Fairmont Empress, Victoria BC Kanada (16/9).


Konferensi dengan tema The Future Security Environment Challenges, Complexity and Cooperation” diikuti oleh oleh 27 Negara, yaitu Amerika Serikat, Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, Kanada, Cili, Cina, Kolombia, Fiji, Indonesia, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Mongolia, Nepal, Selandia Baru, Pakistan, Papua Nugini, Peru, Perancis, Singapura, Srilanka, Thailand, Timor Leste dan Vietnam.


Ini merupakan forum berskala multinasional dan multilateral yang bersifat strategis dengan mengangkat tiga topik yaitu Trend in the Indo-Asia PacificCountering and Preventing Violent Extremism, dan Peace Support Operations.  Konferensi ini merupakan bagian dari kerja sama keamanan yang bertujuan untuk meningkatkan saling pengertian dalam hubungan pertahanan militer guna menjaga stabilitas keamanan kawasan.


Kegiatan tahunan CHODs merupakan sarana yang tepat dan strategis dalam menjalin komunikasi dan tukar menukar informasi termasuk penyampaian sikap dan pandangan Indonesia dalam hal iniTNI pada berbagai masalah dan isu keamanan yang berkembang di kawasan Asia Pasifik.


Menariknya, posisi strategis Indonesia di kawasan Asia Pasifik menjadi perhatian penting dalam pertemuan ini. Karena itulah, memiliki nilai tambah (credit point) dalam menunjukkan kepada negara-negara di kawasan bahwa Indonesia bisa menjadi leading sector pada setiap upaya penyelesaian masalah yang timbul, khususnya di wilayah Laut Cina Selatan dan Laut Sulu.


Diselq-sela Konferensi, Kasum TNI Laksdya Didit Herdiawan berkesempatan melaksanakan multilateral meeting dan bilateral meeting dengan pejabat/pimpinan Angkatan Bersenjata dari beberapa negara peserta, yaitu dengan Panglima US PACOM, Panglima Angkatan Bersenjata Australia, Selandia Baru, Pakistan, Perancis, Korea Selatan, Jepang, Inggris dan Kanada serta Kasal Malaysia (ab).

Share:

Jalasenastri Puspomal Gelar Seminar Pendidikan

 Jakarta (IndonesiaMandiri) - Era digital yang sudah merambah di segala sektor kehidupan saat ini perlu diantisipasi dengan cermat. Hal ini yang menjadi kepedulian para ibu di TNI AL yang tergabung dalam Jalasenastri Cabang Bendiri Sendiri Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (CBS-Puspomal) dengan membuat Seminar Pendidikan (12/9).

Seminar dengan tema “Penguatan Pendidikan Keluarga di Era Digital Bagi Ibu Jalasenastri, Kowal (Korps Wanita Angkatan Laut)  dan ASN (Aparatur Sipil Negara)  di Lingkungan TNI AL," digelar di Lapangan Tembak Indoor Mako Puspomal “Wijna Wira Widayaka” Boulevard Jakarta Utara.

Ketua Jalasenastri CBS Puspomal Ibu Yaya I Ketut Suardana saat membuka seminar mengatakan, "acara ini merupakan program kerja 2017 yang dilaksanakan oleh Jalasenastri CBS Puspomal bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kita sebagai orang tua, serta mengetahui pola pendidikan dan pengasuhan positif terhadap putra-putri masing-masing sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman di era digital saat ini dan mengantisipasi dampak negatif yang mungkin timbul.”

Seminar yang dihadiri 220 peserta merupakan kerjasama Jalsenastri CBS Puspomal  dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Adapun materi bahasan diantaranya, Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang disampaikan oleh Danpuspomal Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana, Kebijakan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga  oleh  Budi Prasetyo dari  Kemendikbud,  Penguatan Pendidikan Karakter oleh  Yayan dari Kemendikbud dan Peran Penting Pendidikan Keluarga di Era Digital oleh Gee dari Kemendikbud.

Hadir dalam seminar tersebut Ketua Daerah Jalasenastri Armabar, Ketua Gabungan Jalesantri Mabesal, Ketua Gabungan Jalasenastri Kolinlamil, Ketua Gabungan Jalasenastri Kormar, Ketua Cabang BS Jalasenastri Seskoal, Ketua Korcab Pasmar-2 Gabungan Kormar, Ketua Korcab III DJAB dan Ketua Cabang BS Jalasenastri Pushidros.

Selain itu hadir juga Danpom Armabar, Danpom Lantamal III, Kadisprov Kolinlamil, Kadisprov Kormar, Dansatprov Denma Mabesal, Kasatprov Denma Seskoal, Kasatprov Denma Pushidros, Danyonpom 2- Mar dan Dandenprov 2- Mar (lw).


Foto: PenPomal

Share:

Latihan Menembak Yon Kav 2/TNI AD Di Kebumen Sesuai Prosedur

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen Alfret Denny Tuejeh membenarkan adanya peluru pantulan (recoil set) dari penembakan pada latihan rutin yang digelar Batalyon Kavaleri 2 Kodam IV/Diponegoro di Ambal, Kebumen, Jawa Tengah, yang mendarat di lahan persawahan garapan warga sekitar (14/9).


Saat itu Batalyon Kaveleri/Yonkav 2 Kodam IV/Diponegoro melaksanakan latihan menembak senjata berat rutin di daerah latihan TNI AD Ambal Kebumen. Dalam latihan tersebut mengerahkan dua unit kendaraan tempur (Ranpur) Tank AMX Cannon dan satu unit Ranpur AMX besenjata SMB 12.7 mm.


Latihan Menembak Yon Kav 2

Dari 200 butir yang ditembakkan terdapat tiga butir yang recoil set fuse munisi meledak di sasaran tetapi proyektil tidak meledak dan jatuh sekitar 750 meter dari sasaran, di mana dua butir di pinggir pantai dan satu butir di persawahan.


Ketiga peluru itu kemudian sudah diledakkan di lokasi setelah selesai latihan. Lokasi jatuhnya semua peluru itu masih di daerah latihan TNI AD, termasuk satu peluru di lahan yang dikelola masyarakat untuk persawahan.


Menurut Kadispenad, untuk pertimbangan keselamatan, maka prosedurnya adalah ketika digunakan latihan, masyarakat tidak boleh berada di lokasi sampai latihan selesai. Untuk itu ada peringatan dan pemberitahuan sebelum latihan kepada warga sekitar. Tujuannya menghindari kejadian seperti ini. Awalnya tidak ada masyarakat, tetapi pada saat kejadian masyarakat ada disana. Ini yg tidak boleh terjadi. Masyarakat seharusnya mematuhi peringatan untuk tidak berada dilokasi selama penembakan.


"Memang ada petugas pengamanan di lokasi, tetapi karena arealnya luas, kadang-kadang lepas dari pengawasan dan masuk ke area itu. Yonkav 2 sudah melaksanakan latihan sesuai dengan prosedur. Saya berharap walaupun kejadian kemarin tidak ada korban, tetapi saya menghimbau masyarakat supaya mematuhi peringatan dan kamipun satuan TNI AD akan lebih mengawasi secara ketat supaya selama penembakan tidak ada masyarakat masuk ke daerah latihan. Ini untuk kepentingan kita bersama. Daerah itu memang merupakan daerah latihan TNI AD. Masyarakat yang diijinkan mengelola lahan harus mematuhi ketentuan", ujar Kadispenad (lw).


Foto: dispenad

Share:

Dorong Keterlibatan Publik Dalam Penguatan Pendidikan Karakter

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/Kemdikbud terus mendorong keterlibatan publik untuk mengambil peran dalam Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Salah satu wujud konkret pelibatan publik dalam gerakan PPK ditunjukkan dengan dukungan PT. Yamaha Musik Indonesia dalam penguatan karakter melalui seni budaya.


“Presiden menyampaikan pesan kepada Mendikbud agar pendidikan karakter menjadi perhatian utama di bidang pendidikan, khususnya pendidikan dasar, baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler yang dapat mengubah cara pikir anak-anak kita," disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Hamid Muhammad.


Itu dinyatakan dalam penyerahan secara simbolik alat-alat musik ke beberapa sekolah dasar (SD) dalam rangka gerakan PPK, di kantor Kemendikbud, Jakarta (14/9).


Presiden Direktur PT. Yamaha Musik Indonesia Shinichi Takenaga menyampaikan dukungannya terhadap gerakan PPK. "Kami merasa sangat terhormat mendapat kesempatan berkontribusi dalam pengembangan sistem pendidikan di Indonesia dalam kerangka Penguatan karakter untuk generasi muda Indonesia," ujarnya.


Dilanjutkan Shinichi, melalui donasi ini pihaknya berharap Kemdikbud dapat membentuk sekolah-sekolah model sehingga mereka bisa menjadi referensi bagi sekolah lainnya dalam menerapkan Penguatan Pendidikan Karakter melalui pendidikan seni dan budaya.


Kemendikbud telah menjalin kerja sama dengan PT. Yamaha Musik Indonesia sejak 2 Juni 2017 dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman untuk mendukung gerakan PPK di Sekolah Dasar melalui pembelajaran seni dan budaya. Tahun ini, PT. Yamaha Musik Indonesia memberikan donasi 4.431 unit keyboard, 490 pianika dan 490 buah recorder/suling untuk sekolah dasar di seluruh Indonesia (sa).


Sumber: Kemdikbud | Foto: Istimewa

Share:

Kopassus Bantu Rehab Rumah Ibu Mamah

Sukabumi (IndonesiaMandiri) - Bakti sosial yang dilakukan Komando Pasukan Khusus atau Kopassus TNI AD di Sukabumi, diantaranya ikut membantu rumah salah satu warga setempat (15/9).

Adalah Ibu Mamah, 64 tahun, tinggal di Kampung Ciraksamala Desa Cihamerang, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi Selatan, yang rumahnya turut direhabilitasi oleh prajurit Kopassus.

Kondisi rumah Mamah sangat memprihatinkan. Sebagian atap rumah sudah bocor, kayu-kayu penopang bangunan telah lapuk, sehingga apabila hujan dikhawatirkan roboh. Mamah yang kesehariannya hidup bersama ibunya, belum pernah menikah. Dirinya tak bisa melakukan pekerjaan layaknya manusia normal dikarenakan keterbatasan fisik dan tak dapat melihat sejak lahir.

Keterbatasan fisik itu tidak menjadikan penghalang bagi Mamah untuk tetap menjalani kehidupan yang keras. Dengan keadaan fisik yang terbatas inilah, menggugah prajurit Kopassus untuk melakukan rehab rumahnya.

Rehab rumah Mamah tersebut sebagai salah satu wujud kepedulian dan kesetiakawanan sosial dari prajurit TNI untuk membantu kesulitan yang dialami masyarakat dimana daerahnya berdekatan denhan latihan Kopassus.

Kegiatan yang dilaksanakan prajurit Kopassus juga melibatkan anggota masyarakat sekitar untuk lebih mempererat wujud kebersamaan, kegotongroyongan dan persaudaraan antara prajurit TNI dengan warga.

Dalam pengerjaannya yang terbilang cepat dan singkat ini, prajurit Kopassus berhasil rehab rumah Mamah sehingga layak untuk dihuni dan nyaman untuk ditempat.

Komandan Jenderal Kopassus Mayjen Madsuni menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial dan karya baktinya juga dalam rangka memperingati HUT ke 72 TNI sebagai wujud nyata pengabdian Korps Baret Merah terhadap Masyarakat dan hasil rehab rumah tersebut akan diserahkan pada 17 September 2017.

"Kegiatan yang dilaksanakan disini karena Sukabumi merupakan salah satu daerah latihan Kopassus yang memiliki nilai strategis serta dapat membantu meringankan kesulitan masyarakat sekitar," tegas Danjen Kopassus (ab).

Foto: PenKopassus
Share:

Pangdam XVI/Pattimura Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Maritim

Ambon (IndonesiaMandiri) - Rembuk Nasional 2017 yang membahas tentang Kemaritiman dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan digelar di Aula Rektorat Kampus Universitas Patiimura (Unpatti) dengan dipimpin oleh prof. Dominggus Malle, S.Pt,M.Sc selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kampus Unpatti.

Rembuk Nasional bertema “Rembuk Nasional 2017 Membangun Untuk Kesejahteraan Rakyat” ini, menghadirkan narasumber dari Dinas Kelautan Perikanan Prov. Maluku, Pusat Studi Maritim Universitas Pattimura dan Kodam XVI/Pattimura.

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo turut hadir sebagai pembicara dalam forum ilmiah yang penting ini.

Maluku sebagai kawasan yang didominasi laut, menjadi tepat untuk membahas berbagai masalah yang sedang dihadapinya. Kemaritiman dan kelautan adalah dua hal yg berbeda tetapi terkait satu sama lain, kemaritiman di atas air sedangkan kelautan dan perikanan dibawah laut.

Dalam rembuk nasional ini membahas kebijakan nasional tentang aspek perikanan dan kelautan yang dibangun dari pinggiran sesuai dengan program Nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Untuk itu langkah-langkah yang perlu di ambil antara lain pengembanganan data tentang sumber maritim dan kelautan keberlanjutan secara akurat agar mimpi untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dan Maluku sebagai lumbung perikanan dapat terwujud.

Pangdam XVI/Pattimura menjelaskan bahwa bangsa yang besar adalah menguasai samudra atau perairan laut yang luas, karena laut memiliki potensi, peran, dan fungsi strategis bagi kepentingan negara. Karena negara Indonesia merupakan negara kepulauan dimana laut menjadi pengikat dan pemersatunya sehingga laut memiliki kepentingan strategis. Kehidupan ekonomi Indonesia sebagian berasal dari sumber daya maritim dan hasil perdagangan melalui laut meski saat ini Indonesia berada di tengah pusat gravitasi ekonomi dan politik dunia sebagai titik tumpu dua samudera.

Mayjen Doni mengingatkan ada lima pilar poros visi kemaritiman Pemerintah Indonesia yaitu membangun kembali budaya maritim, menjaga dan mengelola kembali sumber daya alam, pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritim, kemampuan diplomasi maritim untuk kepentingan nasional dan memperkuat pertahanan maritim.

Nah, disini tugas pokok TNI khususnya Kodam XVI/Pattimura sendiri ada dalam UU No. 34 Th 2004 tentang OMSP (operasi militer selain perang) melalui 14 tugas diantaranya membantu tugas pemerintahan di daerah (pasal 7 ayat 2b point 9) selaras dengan Nawacita Presiden RI yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik. Salah satunya yaitu dengan Program Emas Biru dan Emas Hijau.

Kadis Kelautan Perikanan Prov. Maluku Dr. Ir. Romelus Far Far, M.Si, dalam paparannya menjelaskan terdapat banyak lokasi yang menjadi lumbung Ikan nasional di wilayah Maluku dan datanya sudah ada di Unpatti. Untuk itu Pemda seharusnya dapat menentukan sentral perikanan terpadu dalam upaya penanggulangan kemiskinan gugus kepulauan. Anggaran program yang ada di pusat seharusnya diberikan kepada daerah tidak hanya tersimpan dipusat saja.

Dosen Unpatti Dr. Ir. Marcus Tukan, MT juga menuturkan bahwa demi memastikan pembangunan maritim dimulai dari pinggiran dan menyikapi kendalanya yaitu koniktifitas untuk memindahkan sumber daya Alam dari satu tempat ke tempat yang lain perlu adanya efisiensi transportasi wilayah kepulauan melalui permodelan infrastruktur transportasi berbasis ekonomi kepulauan. Pembangunan infrastruktur transportasi diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Timur Indonesia secara srategis.

Sedangkan Dr. Gino Valentino Ilimmon dari Pusat Studi Maritim Unpatti menjelaskan untuk memajukan kemaritiman perlu adanya data akurat dengan scientifick Base. Masih banyak organisme di laut Maluku yang perlu dikaji lebih dalam lagi memalui pendidikan pelatihan studi kelautan guna mengetahui potensi-potensi dan memaksilmalkan pemanfaatannya (ab).

Foto: Pendam16
Share:

Pangarmatim Ajak Masyarakat Lihat Pameran Akutsista TNI

[caption id="attachment_1305" align="aligncenter" width="564"]PANGARMATIM AJAK MASYARAKAT MENYAKSIKAN DEMO DAN PAMERAN ALUTSITA DI KOARMATIM Pamgarmatim ajak Masyarakat Menyaksikan Demo dan Pameran Alutsita di Koarmatim[/caption]

Surabaya (IndonesiaMandiri) – Sambut Hut TNI ke 72, Panglima Komando Armada RI Kawasan timur/Pangarmatim Laksda Darwanto, selaku tuan rumah mengajak masyarakat Surabaya dan sekitaranya untuk datang dan menyaksikan pameran alat utama sistem persenjataan/Alutsista TNI yang diikuti TNI AD, TNI AL dan TNI AU selama dua hari mulai 16 - 17 September 2017 di Dermaga Madura Koarmatim, Ujung, Surabaya.


Pameran Alutsista TNI dibuka untuk umum kali ini diantaranya dari TNI AD antara lain ada kendaraan tempur/Ranpur Astros, APC Anoa, Anoa Recovery, Anoa Comando, PJD, Tank Leopard serta senjata Meriam Rain Metal, dan Meriam 57. Sedangkan dari TNI AL diantaranya Kapal Selam terbaru KRI Nagapasa-403, KRI Surabaya-591 dan kapal perang jajaran Satkor Koarmatim lainnya. Untuk material statis dari Marinir terdiri dari Howitzer 105 MM, BMP 3F, PT – 76 M, BVP, LVT 7A, KOMOB, KAPA – 61, RM – 70 GRAD, Vampire, BTR – 50 P serta Aligator. Sedangkan dari TNI AU akan melaksanakan manuver udara dengan menggunakan pesawat udara Super Tucano dan demo beladiri Nusantara.


Pada hari pertama (16/9) dibuka untuk umum mulai Jam .07.00-15.00 WIB. Setelah acara Pembukaan dilanjutkan dengan Demo Beladiri Nusantara (Pencak Silat, Karate dan Taekwondo). Lalu diikuti demo terjun payung, demo aerobatik Pesud Super Tucano TNI AU, n selanjutnya para pengunjung bisa mengikuti Joy Sailing dengan kapal perang berkeliling area dermaga Kolam Koarmatim dan Selat Madura.


Pada hari kedua (17/9) dibuka untuk umum mulai Jam 06.00 WIB-13.00 WIB dilaksanakan kegiatan Fun Run 5K dari Tugu Pahlawan hingga finish di depan kantor Dislambair Koarmatim.


Sedangkan Kegiatan Fun Bike dimulai dari Jalan Yos Sudarso sampai dengan finish di depan kantor Disharkap Koarmatim dan acara pembagian doorprize di Dermaga Madura, Ujung Surabaya. Selanjutnya para pengunjung akan diberikan kesempatan naik Ranpur dan Ranfib dari lapangan Ambalat menuju kolam basin Koarmatim (lw).


Foto: Dispenarmatim

Share:

BKKBN-Ekspedisi NKRI 2017 : Sosialiasi Cegah Bahaya HIV Di Papua Selatan

Bovendigul (IndonesiaMandiri) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan Tim Pengabdian Masyarakat Ekspedisi NKRI Subkorwil-4/Mindiptana, melakukan penyuluhan kesehatan reproduksi, pentingnya gizi pada masa pertumbuhan, dan bahaya narkotika terhadap remaja di Kampung Oso distrik Mindiptana, Papua Selatan (13/9).


Kegiatan sosialisasi berlangsung di SMKN1 Mindiptana Kampung Oso Distrik Mindiptana dan diikuti 50 peserta, terdiri dari staf pengajar, dan siswa-siswi SMKN 1 Mindiptan, Kabupaten Bovendigoel. Ini merupakan gabungan dari program otonomi khusus dan BKKBN dengan tujuan meningkatkan kesadaran kepada diri remaja untuk menjauhi narkoba.


Jika dilihat perbandingan terjangkitnya HIV dan AIDS di Kabupaten Boven Digoel dinilai tinggi. Karena dari 100 orang, maka empat diantaranya positif HIV AIDS. Maka dari itu BKKBN melakukan sosialisasi di berbagai lokasi di Papua, diantaranya Kampung Waropko dan Oso, Kabupaten Boven Digoel.


Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Mindiptana berharap melalui kegiatan ini dapat mengubah pemikiran anak anak yang berada di wilayah Mindiptana. “Acara ini sangat baik sekali, dibantu oleh Tim Ekspedisi NKRI memberikan materi-materi yang bagus dan membuat anak-anak paham pentingnya menjaga gizi pertumbuhan, dan bahayanya terhadap narkotika”.


Komandan Subkorwil-4/Mindiptana Mayor Inf Agung Wahyu Perkasa menyampaikan, bahwa “pergaulan remaja kadang terjerumus pada pergaulan bebas hingga mulai mencoba-coba narkoba dan melakukan hubungan seksual diluar nikah, sehingga menjadi resiko tertular penyakit menular seksual HIV/AIDS”.


Oleh karenanya, ”penyuluhan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mendukung keberhasilan pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan sekaligus kemakmuran rakyat,” tambahy Dansubkorwil-4/Mindiptana.


Ekspedisi NKRI merupakan wujud sinergitas kementerian/lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, kalangan pendidik dari perguruan tinggi, mahasiswa, para pencinta alam, organisasi kepemudaan, pramuka dan didukung masyarakat setempat yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk membangun Indonesia.


Tujuan dari Ekspedisi NKRI adalah mendata dan meneliti segala potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, mendorong peningkatan kesejahteraan sosial, menumbuhkan cinta tanah air, membangkitkan kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan, memberikan teladan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian alam.


Untuk wilayah Ekspedisi 2017 dilaksanakan di dua Korwil yaitu Korwil Merauke dengan wilayah Subkorwil-1/Asmat di Kabupaten Asmat, Subkorwil-2/Mappi di Kabupaten Mappi, subkorwil-3/Merauke di Kabupaten Merauke dan Korwil Boven Digoel dengan wilayah subkorwil-4/Mindiptana di Kabupaten Boven Digoel dan subkorwil-5/Tanah Merah di Kabupaten Boven Digoel


Materi yang dilaksanakan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Selatan 2017 adalah serbuan teritorial atau pengabdian masyarakat, penelitian, dan penjelajahan (fm).


Foto: Penkspedisi NKRI Koridor Papua Selatan

Share:

Lanal Bengkulu Dukung Tim Ekspedisi Nusantara Jaya Di Pulau Enggano

Bengkulu (IndonesiaMandiri) - Pangkalan Angkatan Laut/Lanal Bengkulu mendukung kegiatan Tim Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017 yang diikuti oleh 16 peserta terdiri dari pemuda-pemudi dari Bengkulu, Jambi, Sulawesi, Lampung dan Sumatera Barat. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Pulau Enggano, Bengkulu dan diawali dengan acara pembukaan sekaligus pemberangkatan Tim ENJ 2017 di Gedung Aula ASDP Pulau Baai Bengkulu (12/9).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pelatihan Teknis Kemaritiman Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Muhamad Suhendar, Pasops Lanal Bengkulu Kapten Laut (P) Dedi Junaedi mewakili Danlanal Bengkulu dan perwakilan pejabat dari Kantor ASDP Pulau Baai.

Pasops Lanal Bengkulu menyampaikan bahwa Pulau Enggano adalah salah satu pulau terluar yang berbatasan langsung dengan laut lepas Samudra Hindia, di mana cuaca yang tidak menentu dan terpencilnya daerah sangat menjadi tantangan tersendiri bagi peserta Tim ENJ 2017. Diharapkan dalam menjalani setiap kegiatan selalu kompak, menjaga kesehatan dan mengutamakan kepentingan bersama serta tetap perhatikan adat dan budaya setempat sehingga akan mempermudah setiap pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu Kepala Bidang Pelatihan Teknis Kemaritiman Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan serentak diseluruh Wilayah Indonesia yang daerah sasaranya adalah pulau-pulau terluar, daerah terpencil atau daerah perbatasan. Intinya, di semua kegiatan tersebut dilaksanakan kegiatan untuk memajukan pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan daerah.

Keberangkatan peresonel Tim ENJ 2017 dengan menggunakan KMP Pulo Telo dari Dermaga ASDP Pulau Baai. Rencana kegiatan dilaksanakan selama 10 hari di Pulau Enggano, dengan lingkup kegiatan meliputi lingkup pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Selama pelaksanaan kegiatan di Pulau Enggano akan dibantu oleh Pos TNI Angkatan Laut dimulai dari tempat, sarana transportasi kegiatan sosialisasi dan penggalangan masyarakat (fm).

Foto: Dispenarmabar
Share:

Prajurit Indobatt XXIII-K Latihan “Environment Exercise Green Zone 2017”

Lebanon (IndonesiaMandiri) – Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indobatt XXIII-K/UNIFIL melaksanakan latihan Environment Exercise Green Zone 2017 di Markas Indobatt UNP 7-1 (11/9). Latihan rutin ini dilaksanakan setiap tahun dibawah pengawasan Environment Management Unit (EMU) UNIFIL dan Sector East Enviroment Officer (SE EO) UNIFIL.


Environment Exercise Green Zone adalah latihan kesehatan lingkungan yang bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan di UNIFIL. Karena jika ada kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh limbah, polusi dan bahan beracun lainnya dapat mengakibatkan kerusakan jangka panjang. Untuk itu dibutuhkan penanganan yang tepat guna menghindari resiko tersebut.


Setiap kegiatan yang melibatkan personel dan material selalu dapat menimbulkan suatu kendala atau peluang terjadinya kecelakaan. Sehingga, setiap prajurit yang melaksanakan tugas misi perdamaian di Lebanon diwajibkan mengerti dan memahami setiap tugas dan resikonya mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan prosedur keamanan.


Environment Exercise merupakan latihan yang bertujuan untuk meminimalisir kerusakan lingkungan. Dalam latihan kali ini diskenariokan bahwa di Markas Indobatt telah terjadi kebocoran minyak akibat dari salah satu mobil pengangkut bahan bakar, sehingga minyak tersebut meluap di jalan.


Di bawah koordinasi Letda Ckm (K) dr. Ni Made Gitaria selaku Environment Officer (EO) Indobatt XXIII-K, segera menangani terjadinya luapan minyak tersebut dengan melibatkan unsur Kesehatan, Polisi Militer, tim Pembersih, tim Pemadam Kebakaran dan tim Zeni.


Mrs. Jihann Shaheen selaku Chief EMU UNIFIL yang dari awal hingga akhir menyaksikan latihan menyatakan bahwa latihan dapat berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan UNIFIL (fm).


Foto: PenSatgas Yonmek Konga 23-K/Unifil

Share:

Bantuan Kemanusiaan Rohingya Diberangkatkan

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Bantuan kemanusiaan dari Pemerinah Indonesia untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh dikirim lewat udara dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma (13/9). Presiden RI Joko Widodo didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Kasau Marsekal Hadi Tjahjanto turut melepas keberangkatan empat Pesawat Hercules C-130 TNI AU ke Bangladesh. Adapun bantuan yang dikirimkan diantaranya makanan siap saji, beras, gula, tenda, selimut, family kid, dan lain-lain (fm).


Foto: PuspenTNI

Share:

TNI Ungkap Bongkar Narkoba Jaringan Internasional

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Prajurit TNI yang bertugas diperbatasan Indonesia-Malaysia berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pengedar narkoba jaringan berskala Internasional, yang masuk melalui jalur darat Entikong tepatnya di Jalan lintas Batang Tarang No. 6 Pasar Makkawing, Kec. Batang Tarang, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat, jelang akhir Agustus 2017.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Wuryanto, S.Sos bersama Kepala Badan Narkotika Negara (BNN), Dirjen Bea dan Cukai serta Deputi Pemberantasan Narkoba BNN saat Jumpa Pers di Lobi Gedung BNN, Jalan MT. Haryono No. 11 Cawang, Jakarta Timur (12/9).

Mayjen Wuryanto mengatakan bahwa prajurit TNI saat beraksi itu tak dilengkapi dengan anjing pelacak. Namun mereka bekerjasama dengan BNN, Bea Cukai dan Kepolisian Daerah serta masyarakat setempat untuk melaksanakan upaya pencegahan masuknya narkoba ke wilayah Indonesia.

“Dengan perpaduan kemampuan dari masing-masing instansi gabungan yang ada (TNI, BNN, Bea Cukai dan Kepolisian) termasuk peran masyarakat yang begitu besar, akhirnya kita dapat mengungkap kasus narkoba yang cukup besar,” ujar Mayjen Wuryanto.

"Informasi itu sangat penting untuk bisa mengungkap dan mencegah peredaran Narkoba yang semakin hari semakin marak dan makin membahayakan, karena ini menjadi tanggungjawab kita bersama,” kata Kapuspen TNI. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh aparat gabungan yaitu narkotika golongan satu jenis Shabu Kristal seberat kurang lebih 10,39 kg, uang tunai Rp 1,65 Milyar, 12 Buku Tabungan, tiga unit motor, sertifikat rumah, perhiasan, 11 unit Ponsel, dan Kartu Identitas para pelaku.

Dengan terungkapnya kasus narkoba berskala internasional, tentu akan menjadi peringatan bagi bandar narkoba untuk tak memasukkan barang-barang haram itu ke Indonesia. “Berdasarkan informasi yang sudah dirilis 2016, sekitar 250 ton barang haram yang diperkirakan telah masuk ke Indonesia,” sambung Jenderal bintang dua ini.

“Ini pasti menjadi skenario besar untuk menghancurkan Bangsa Indonesia yang luar biasa. TNI akan tetap mendukung kebijakan pemerintah untuk memerangi Narkoba, karena TNI bagian dari komponen bangsa Indonesia harus ikut dalam memerangi Narkoba, seperti yang telah disampaikan oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo bahwa saat ini Indonesia adalah darurat Narkoba,” jelas Mayjen Wuryanto.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sudah membentuk Tim dan Staf Ahli Khusus serta sistem yang menangani masalah Narkoba, karena kemungkinan jalan-jalan masuk ke Indonesia bukan melalui Bandara saja, tetapi kemungkinan jalan masuk lainnya akan ditempuh walaupun sangat sulit. “TNI akan semaksimal mungkin untuk dapat mencegah masuknya barang-barang haram ini, dengan melakukan patroli-patroli, baik di Pulau Terluar, diperbatasan darat, serta melaksanakan patroli di laut" (ab).


Foto: PuspenTNI

Share:

Komandan Satuan Kopaska Koarmabar Kolonel Pelaut Baroyo “Kami Dasarnya Adalah Torpedo Berjiwa…”

KOMANDO Pasukan Katak atau Kopaska, merupakan salah satu pasukan khusus milik TNI – khususnya TNI AL – yang memiliki pengalaman dan kemampuan tempur tak diragukan lagi. Namanya memang agak jarang terdengar. Masyarakat umum lebih mengenal pasukan khusus seperti Kopassus atau Densus 88. Tetapi justru karena “kerahasiannya” itu, peran Kopaska begitu sangat strategis. Mereka bisa dan layak disejajarkan dengan unit pasukan khusus milik matra lain di TNI AD (Sat 81 Gultor), TNI AU (Den Bravo) atau Polri (Densus 88).


Kopaska

Kopaska berdiri 31 Maret 1962. Di usianya ke 55 tahun, Kopaska sudah cukup matang berada dalam bumi Republik Indonesia. Perannya yang sangat berarti, dimulai ketika RI sedang berusaha untuk merebut Irian Jaya (sekarang Papua). Slogan “Torpedo Berjiwa”, adalah sebuah misi rahasia yang kemudian menjadi doktrin atau nafas para prajurit air seperti Kopaska ini. Karena dengan misi “Torpedo Berjiwa”, dulu, sudah ada rencana ingin meledakkan Kapal Induk Belanda Karel Doorman yang berlabuh di perairan Irian. Misi itu memang batal, karena masalah perebutan Irian akhirnya bisa diselesaikan lewat meja perundingan (meski RI sudah mengerahkan sebagian besar kekuatan tempurnya dari semua matra ABRI).


Masih dalam rangka Hut TNI AL ke-72 tahun (10 September), di bawah ini, Indonesiamandiri mendapat kesempatan mewawancarai orang nomor satu di Satuan Kopaska Koarmabar. Namanya Kolonel Pelaut Baroyo Eko Basuki SH, yang menjabat sebagai Dansatkopaska Koarmabar sejak Mei 2016 dan sebelumnya Wakil Komandan Satkopaska di Koarmatim. Berikut petikan wawancaranya dengan AAL angkatan 41-1995 ini di ruang kerjanya di Pondok Dayung, Jakarta Utara:


Indonesiamandiri (IM). Terkait Operasi Trikora dahulu, apakah ini yang membentuk karakter Kopaska?


Kolonel Baroyo (KB). Kalau melihat dari sejarah, Kopaska ini dibentuk, kepentingannya adalah, pertama terkait dengan Operasi Trikora untuk merebut Irian. Jadi saat itu Presiden Soekarno dalam rangka mempertahankan keutuhan NKRI intinya jangan sampai Irian Jaya itu lepas. Makanya harus dikirim pasukan kesana. Ternyata setelah itu baru sadar, bahwa sebelum pasukan mendarat, mesti ada operasi amphibi. Pasukan pendahulu. Mesti ada pasukan untuk mempersiapkan pendaratan. Ternyata Indonesia belum punya. Di situlah cikal bakalnya Kopaska muncul.


Makanya dirasa perlu membentuk pasukan yang tugasnya melakukan tugas-tugas tersebut. Tugas pokoknya disamping menyiapkan pantai pendaratan, melaksanakan sabotase instalasi musuh disekitar pantai pendaratan , pengamatan obyek-obyek vital musuh, pos-pos jaga musuh, meriam pantai, radar, dan lain-lain, yang sekiranya bisa mengganggu proses pendaratan nantinya.


Kopaska

Termasuk juga tugas pokoknya saat itu, melakukan serangan terhadap Kapal Komando Belanda, Karel Doorman. Untuk mempersiapkan penghancuran kapal itu, Kopaska menyiapkan strategi “Torpedo Berjiwa”. Tapi bukan berarti sebuah torpedo yang diawaki seorang. Intinya, speedboat berkecepatan tinggi dimuati bahan peledak dan dilengkapi kursi pelontar. Rencananya speedboat itu dikemudikan secara cepat kearah kapal musuh dan setelah itu operatornya akan meninggalkan boat tersebut dengan menggunakan kursi lontar.


Tetapi akhirnya Belanda memilih ke meja perundingan, sehingga perang terbuka tidak jadi dilaksanakan. Dari sejarah itulah yang membentuk karakter Kopaska yang ada sampai sekarang. Jadi kami dasarnya adalah torpedo berjiwa dan operasi ampibi. Tugas2 pasukan katak lebih ke frogmen tadi, yaitu di bawah air. Makanya kami juga disebut combat bomber, combat diver.




  1. IM. Para prajurit Kopaska yang terlibat dalam Operasi Trikora ada yang masih hidup?

  2. Kebanyakan sudah meninggal. Terakhir Laksamana Oerip sudah wafat. Ada satu di Makassar, tetapi sudah sulit bicara karena kondisi kesehatannya dan usianya 80an tahun. Kapten Kalambu namanya. Yang operasi Dwikora masih ada beberapa. Nandar dan Sudirman waktu Dwikora pernah tertangkap musuh di Malaysia, tetapi akhirnya bisa meloloskan diri.

  3. Lalu, bagaimana perjalanan Kopaska berikutnya?


KB.Khususnya perkembangan pembangunan TNI AL 2016 dan mengalami pembaruan di awal 2017, bahwa dengan pembentukan armada besar sudah disetujui secara bertahap menjadi tiga Armada (selama ini hanya dua, yakni Armabar dan Armatim). Kami pun Kopaska mengikutinya dengan mengarah kesana. Dengan nantinya ada tiga Armada (Barat, Tengah, Timur), sehingga pola pengembangan SatKopaska juga akan mengikuti pengembangan armada tersebut. Jadi nantinya ada tiga satuan. Paralel dengan itu, kami juga sudah mempersiapkan organisai baru, yaitu PusKopaska (Pusat Komando Pasukan Katak). Kalau Satkopaska ada di masing-masing armada yang melaksanakan tugas operasional, sedangkan Puskopaska nantinya berada di Badan Pelaksana Pusat yang tempatnya di Mabesal. Di bawahnya KSAL langsung dan tugasnya adalah pembinaan kekuatan dan kemampuan.


Nanti segala bidang baik personil, materil, sistem, metode, doktrin, akan dilaksanakan di Puskopaska. Ini sudah disetujui oleh Mabesal. Puskopaska akan dipimpin oleh Kolonel Senior, Kalau di satuan oleh Kolonel Promosi.




  1. Bagaimana dengan pengembangan kemampuan alutsistanya?

  2. Tentunya juga disesuaikan dengan doktrin tadi, karena Kopaska adalah penyelam tempur kan. Sehingga peralatan tempur dan alutsista arahnya kesana. Ada rencana penambahan, seperti peralatan selam, underwater boat dan pendukungnya (baik yang untuk kapasitas 1-2 orang hingga lebih)..

  3. Berarti tantangan di dalam Kopaska sendiri yang harus dibenahi masih banyak ya?

  4. Banyak sekali yang harus dibenahi di sini, baik materil maupun personel. Perlu anggaran yang cukup besar memang untuk membangun pasukan khusus. Kita setiap tahun memberikan laporan kepada pimpinan untuk pembangunan dan penguatan kemampuan, baik dari segi fasilitas, organisasi serta rencana mendirikan Puskopaska. Pendidikan mulai disesuaikan dengan perkembangan saat ini untuk mencetak para prajurit Kopaska yang handal.

  5. Tempat Pusat Pendidikannya di mana?

  6. Pendidikannya di Surabaya, namanya Sekolah Pasukan Katak, Di bawah Pusat Pendidikan Khusus (Kodiklatal).

  7. Saat ini jumlah kekuatan yang ada apakah mencukupi?

  8. Intinya tersebar di mana-mana, ada di MabesAL, pangkalan-pangkalan dan daerah. Jumlah di sini cukup lah untuk menjawab semua tantangan yang harus dihadapi oleh TNI. Nanti bila sudah ada pengembangan tiga Armada, akan ada percepatan penambahan jumlah personilnya juga di sini. Karena bila armada sudah menjadi tiga, peralatan-peralatan  juga bertambah, begitu pun pasukanya.

  9. Bagaimana proses rekrutmen menjadi anggota Kopaska?

  10. KB. personil Kopaska diambil dari anggota TNI AL non marinir. Semua korps di TNI AL boleh masuk Kopaska. Syaratnya anggota TNI AL aktif. Statusnya sudah tentara selama dua tahun. Diharapkan yang sudah berdinas di satuan-satuan operasional, khususnya di kapal-kapal perang. Sehingga sudah mengetahui operasi laut secara umum. Sudah terbentuk jiwa atau mental baharinya. Karena tugas pokok Kopaska adalah peperangan laut khusus (naval special warfare). Nanti ada peningkatan atau jenjangnya di dalam spesialisasi di Kopaska.


Jadi dari Tamtama, Bintara dan Perwira, akan melalui seleksi. Setelah lulus, akan mengikuti pendidikan selama sepuluh bulan di Surabaya. Di sini akan mengikuti pendidikan operasi darat, gunung, hutan (itu sebagai dasar). Lalu materi udara adalah terjun, baik statik maupun free fall. Lalu ada juga dasar-dasar2 demolisi, menembak,pengetahuan Intelijen, EOD (Explosive Ordonance Disposal),Semua kemampuan dasar tersebut adalah untuk menunjang peperangan laut khusus.


Dalam pelaksanaan pendidikannya, semua lepas pangkat. Pangkat yang disandang sementara tidak berlaku selama 10 bulan itu. Ini ciri khas di Kopaska di banding di pasukan khusus lainnya. Bedanya kami pasukan kecil dengan pasukan besar adalah, namanya komandan dengan anak buah hampir sama kerjanya. Kalau tim harus menyusup dengan berenang, maka komandannya juga harus berenang.


Diharapkan dengan lepas pangkat lebih menyatu dan solid dalam tim. Lebih satu jiwa. Karena kalau kita mengacu kepada doktrin tadi, “Torpedo Berjiwa”, maka Kopaska boleh dibilang “Pasukan Berani Mati”. Doktrin ini masih berlaku sampai saat ini, walaupun tentunya tidak ada komandan yang ingin anak buahnya gugur begitu saja. Saya pun sebagai Dansat harus menyiapkan pasukan  apabila berangkat ke medan perang, mereka “menang dan hidup” sampai kembali.  




  1. Dalam pendidikan itu, ada istilah tidak lulus juga kah?

  2. itu pun bagian dari seleksi. Ada memang yang tidak lulus. Itu juga yang membuat khas di Kopaska. Karena yang lulus seleksi, bukan berarti nantinya akan lulus di akhir pendidikan 10 bulan  untuk berhak disematkan brevet Kopaska.


Hal lain yang khas dalam pendidikan di Kopaska adalah apa yang disebut tahap hell weeks . Selama seminggu siswa ditekan, yang boleh jadi itu diluar batas kemampuan manusia baik secara fisik dan mental. Kita tidur tiap hari bisa tiga jam saja sudah bagus. Dalam tiga jam itu pun kita masih diganggu. Tidurnya juga tidak darat. Kadang di air atau rawa, dan di tahap inilah sebagian besar peserta pendidikan banyak yang gagal. Memang dalam pendidikan itu, kita lebih banyak di air dibanding di darat.      


IM.Ssetelah lulus pendidikan 10 bulan?




  1. Setelah selesai pendidikan, akan ditempatkan di dua satuan Satkopaska yang ada sekarang, Armabar atau Armatim. Disatuan masih harus mengikuti orientasi, seperti pengenalan lingkungan satuan, pemahaman hal teknik, yang kira-kira memakan waktu setahun, baru bisa mengikuti penugasan operasional.

  2. Operasi besar apa saja yang pernah dilakukan?

  3. Kita ikut dalam beberapa operasi penting, seperti di Timtim, Aceh, Papua, Ambon. Di Somalia saat pembebasan Kapal Sinar Kudus (ada empat tim diterjunkan di sana. Satu tim 10 orang) Operasi SAR juga banyak, seperti musibah Airasia, Pesawat Silkair di Palembang, dan lain-lain. Sekarang di Selat Malaka, yang banyak orang bilang “the most dangerous water in the world”, kini  sudah bersih. Di sana ada tim, yang disebut Satgas WFQR (Western Fleet Quick Response) Koarmabar untuk memaksimalkan kekuatan wilayah baik di Lantamal, Lanal, Posal. Di dalamnya itu Kopaska bergabung. Sekarang sudah bersih. Perompakan bisa dibilang sudah nol. Saat pembebasan WNI dari gerombolan Abu Sayyaf di Filipina Selatan, Kopaska juga terlibat.

  4. Mengenai latihan militer dengan negara asing?

  5. Kami rutin melakukan latihan bersama dengan US Navy Seal setahun sekali, bergantian tuan rumahnya. Materinya cenderung ke naval special warfare. Kalau dengan Singapura, lebih ke arah naval EOD (penjinakkan bahan peledak, ranjau serta sumber bahan peledak yang cenderung berada di dan dekat air), dengan Special Services Group dari Pakistan, dengan Pasukan Khas Malaysia yang terangkum dalam Malindo. Tahun depan baru akan dimulai latihan dengan Thailand (Thai Seal).


Tugas lain Kopaska terlibat dalam misi perdamaian dunia (Peace Keeping Forces), misalnya di Lebanon sebagai maritime task force, yang di darat juga. Di Sudan, Bosnia, Kamboja. Hampir semua tugas-tugas yang melibatkan TNI, kita dilibatkan.




  1. Kalau dari Kopaska melatih pasukan negara lain apakah pernah?

  2. Dulu memang pernah, seperti Pasukan Khas Laut Malaysia (Paskal), pendidikannya di Surabaya. Setelah mereka selesai pendidikan, kemudian mendirikan Paskal Malaysia itu.

  3. Harapan Komandan sendiri untuk Kopaska kedepan?

  4. Memasuki usia tahun ke 55, saya pikir sudah cukup usia, sudah waktunya Kopaska lebih profesional. Kami memang tidak perlu terlalu besar. Tidak perlu secara kuantitas. Tetapi lebih ke kualitas baik dari segi personil, materil dan lain-lainnya. Memang sudah waktunya pasukan laut dibesarkan. Mengingat kebijakan Presiden sekarang Joko Widodo, poros maritim dunia, di mana di dalamnya tercakup pertahanan maritim. Kami termasuk di dalamnya itu, maka sudah sepantasnya Kopaska dibesarkan. Dengan pengembangan Angkatan Laut, maka kami di Kopaska dengan sendirinya juga turut berkembang kemajuannya (ab).


Foto: Dokkopaska/abri


        

Share:

Arsip