Berita Indonesia Mandiri

Bakamla Latihan Bersama dengan Australia

Arafuru (Indonesiamandiri) – Kapal Bakamla RI KN Ular Laut 4805 melakukan latihan bersama dengan Kapal Australia ABFC Thaiyak dalam Patroli Terkoordinasi/Patkor Shearwater IV di Laut Arafuru, Indonesia Timur (27/08).
Kegiatan latihan bersama selama satu hari ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan laut di wilayah perbatasan Indonesia – Australia dari ancaman illegal fishing, people smuggling, dan perlindungan lingkungan hidup. Diharapkan dengan dilaksanakannya Patkor Shearwater IV tahun 2017 ini dapat dijadikan acuan untuk kegiatan selanjutnya dengan hasil yang baik dan mampu memberikan pesan kepada komunitas maritim bahwa kedua negara bekerja sama dengan baik untuk meningkatkan keamanan wilayah perbatasan.
Dalam latihan ini, KN Ular Laut 4805 menuju titik pertemuan Rendesvous Point (RV) dengan kapal ABFC Thaiyak di Laut Arafuru pada koordinat 9 19.413 S 132 15.997 E. Pada pukul 11.00 WIT kedua kapal bertemu dan langsung melakukan patroli bersama dan juga latihan komunikasi dari kapal ke kapal menggunakan radio VHF marine band, kapal ke pesawat menggunakan radio GTA (Ground To Air) dan komunikasi melalui email.
Komandan Satgas Shearwater IV Kolonel Laut (P) Patkuryanto mengatakan, “latihan bersama ini memberikan kesempatan sempurna untuk meningkatkan hubungan baik antar negara dan memungkinkan kita untuk beroperasi lebih dekat satu sama lain untuk melindungi kepentingan maritim kita dengan lebih baik. Kami mempunyai tekad yang sama untuk menjaga perairan kita tetap aman.“
Saat ini KN Ular Laut 4805 melakukan bekul di pelabuhan umum Saumlaki kemudian akan melanjutkan pelayaran ke Australia untuk latihan bersama awak kapal (fm).
Foto: Humasbakamla
Share:

Dirjen Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid: Mengatasi Konten Negatif, Kuncinya Literasi Media

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Untuk mengatasi konten negatif yang beredar di media, tak bisa lain kuncinya adalah literasi media. Kalau cuma memberangus akun negatif, percuma saja. Karena akan terus bermunculan akun-akun negatif. Demikian ditegaskan Dirjen Kebudayaan Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan/Kemdikbud Hilmar Farid, Ph.D, dalam sesi diskusi panel di acara Peringatan International Youth Day 2017, Jumat (25/8).
Acara yang berlangsung di Kemendikbud Jakarta ini, dihadiri sekitar 300an siswa, mahasiswa, dan komunitas pemuda dari beberapa daerah di Indonesia.
Literasi media adalah pengetahuan kita tentang apa dan bagaimana media itu berfungsi, beserta dampak positik maupun negatif yang bisa ditimbulkan. Hilmar Farid mencontohkan, berkat literasi media, ia tidak gampang tertipu ketika berkali-kali menerima SMS berisi pesan “mama minta pulsa” atau tipuan-tipuan lain dengan kedok “menang undian.”
Tetapi nyatanya masih ada saja yang tertipu oleh SMS seperti itu. Bahkan di level seorang profesor doktor. Hal ini karena mereka sudah menggunakan media, tetapi tidak memiliki kemampuan literasi media.
Hilmar Farid juga menyatakan, dia adalah dirjen pertama yang bukan pegawai negeri sipil (PNS). Tadinya memang semua dirjen berasal dari PNS. “Tetapi berkat ada peraturan baru, saya adalah dirjen pertama yang tidak berasal dari PNS,” ujar mantan aktivis mahasiswa itu.
Acara yang diselenggarakan oleh Desk Pemuda KNIU (Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO) ini dibuka oleh Ketua Harian KNIU Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd. Hadir juga dan memberi sambutan kunci, Direktur Kantor UNESCO Indonesia, Prof. Dr. Shahbaz Khan.
Sesudah pembukaan, ada acara diskusi panel yang menghadirkan Dirjen Kebudayaan Kemedikbud Hilmar Farid, Ph.D., Direktur AIDA (Aliansi Damai Indonesia) Hasibullah Satrawi, Program Director for Research and Development, Indonesian MAB Programme Dr. Hari Nugroho, dan youth infuencer Tasya Kamila.
Sesudah diskusi panel, para peserta yang mewakili komunitasnya masing-masing akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Ini didasari oleh Fokus UNESCO dalam bidang pendidikan, sains, budaya, dan komunikasi informasi. Setiap kelompok harus membahas peran, tantangan, dan solusi pemuda dalam bidang kegiatan UNESCO tersebut.
Peserta diskusi diharapkan menghasilkan 13 butir rencana aksi. Butir-butir itu akan d1ipresentasikan di The 10th UNESCO Youth Forum pada 25-26 Oktober 2017 di Paris, Perancis. Delegasi Indonesia pada forum internasional itu diwakili dua pemuda, yaitu Satriya Ade Nugroho dan Naura Nabila Haryanto (sa/ma).
Foto: abri
Share:

Panglima TNI : Misi Perdamaian PBB Berpengaruh Terhadap Kredibilitas Indonesia

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-J/Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon) di Lebanon dan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-D/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) di Afrika Tengah, diberangkatkan dari Mako Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara (24/8).

“Penugasan Misi Perdamaian PBB bagi TNI, tidak hanya sekedar berdimensi operasi militer melainkan juga berdimensi politik dan diplomatis yang memiliki pengaruh besar terhadap kredibilitas Indonesia di dunia internasional,” tegas Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, ketika melepas pemberangkatan Satgas MTF ke Lebanon dan Minusca ke Afrika Tengah.

Panglima TNI mengatakan bahwa penugasan misi perdamaian PBB merupakan tugas istimewa, karena dipercaya untuk menjadi duta TNI, duta bangsa dan negara di forum internasional.  “Junjung tinggi kehormatan dan kepercayaan dunia internasional dengan unjuk prestasi kinerja dan dedikasi yang tinggi serta senantiasa memperhatikan prosedur tetap yang berlaku di wilayah tempat tugas dimanapun para prajurit nanti ditempatkan,” tegasnya.

Diharapkan, tambah Jenderal Gatot, dalam menjalankan tugas agar menjaga dan meningkatkan soliditas dan solidaritas sesama prajurit TNI maupun dengan prajurit negara lain. “Hilangkan ego sektoral, lakukan kerja sama yang sangat baik, mulai dari pemberangkatan, saat melaksanakan tugas hingga akhir tugas,” pungkasnya.

Dalam penugasannya di Lebanon, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil yang berjumlah 100 personel, terdiri dari 65 ABK dan 35 pendukung dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Alan Dahlan sebagai Dansatgas yang kesehariannya menjabat Komandan KRI Usman Harun-359 Satkor Koarmatim, akan bertugas diantaranya melaksanakan patroli di laut dan mengantisipasi adanya penyelundupan-penyelundupan yang masuk dari negara luar.

Sementara itu, Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-D/Minusca Afrika Tengah yang berjumlah 200 personel dari ketiga angkatan (TNI AD 176 personel, TNI AL 19 personel dan TNI AU 5 personel) dibawah pimpinan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy sebagai Dansatgas, yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan Batalyon Zipur 5/ABW Kodam V/Brawijaya, Jawa Timur. Satgas ini memiliki tugas diantaranya, membangun jalan dipedalaman hutan Afrika dan kegiatan Civilian Mlilitary Coordination/Cimic (fm).


Share:

Bakamla RI dan Vietnam CG Kerjasama Peningkatan Keamanan Laut

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Masalah keamanan laut bilateral ternyata menjadi salah satu perhatian penting dari kunjungan rombongan petinggi Vietnam ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan disaksikannya langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. dan Komandan Vietnam Coast Guard Letjen Nguyen Quang Dam, penandatanganan Letter of Intent (LOI) atau surat pernyataan bersama tentang peningkatan keamanan laut, di Istana Presiden, Jakarta (23/8).

Pada hari yang sama,  di Kantor Bakamla RI Jalan Dr. Sutomo nomor 11 Jakarta, juga dilaksanakan pertemuan informal antara Bakamla RI dengan Vietnam CG. Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Kerja Sama Sandi, S.H., M.H. sedangkan delegasi Vietnam dipimpin Direktur Kerja Sama Luar Negeri Vietnam Letkol Nguyen Van Khac Vuot. Pertemuan informal ini didahului dengan konsultasi antara Kepala Bakamla RI dengan Komandan VCG.

Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa catatan penting dari kedua belah pihak. Yaitu pertama, bahwa pertemuan diadakan dalam suasana yang baik, bersahabat dan berdasarkan kesepahaman bersama. Kedua, sebagaimana telah disampaikan Kepala Bakamla kepada Komandan VCG sebelumnya, bahwa Bakamla RI dan VCG harus mendukung upaya Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Vietnam dalam proses negosiasi untuk menentukan batas ZEE kedua negara. Ketiga, Komandan VCG menekankan pentingnya stabilitas, keamanan dan keselamatan di perairan perbatasan kedua negara dan di kawasan secara keseluruhan, dan penegakan hukum di laut harus menempatkan pengetahuan masyarakat sebagai prioritas utama guna mencegah terjadinya pelanggaran. Oleh karena itu, Bakamla RI dan VCG sepakat bahwa kedua belah pihak mendukung upaya Pemerintah Indonesia dan Vietnam dalam proses negosiasi untuk menentukan batas ZEE.

Kedua pihak juga sepakat untuk memperkuat jalur komunikasi khusus dan menyusun Narahubung Utama, serta telah sepakat pula untuk mengadakan pertemuan antar Coast Guard yang diadakan secara bergantian di Indonesia dan Vietnam oleh Bakamla RI dan VCG. Pertemuan itu disebut "Coast Guard to Coast Guard Talk" (fm).

Foto: Humas Bakamla
Share:

Bakamla RI dan Vietnam CG Kerjasama Peningkatan Keamanan Laut

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Masalah keamanan laut bilateral ternyata menjadi salah satu perhatian penting dari kunjungan rombongan petinggi Vietnam ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan disaksikannya langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. dan Komandan Vietnam Coast Guard Letjen Nguyen Quang Dam, penandatanganan Letter of Intent (LOI) atau surat pernyataan bersama tentang peningkatan keamanan laut, di Istana Presiden, Jakarta (23/8).

Pada hari yang sama,  di Kantor Bakamla RI Jalan Dr. Sutomo nomor 11 Jakarta, juga dilaksanakan pertemuan informal antara Bakamla RI dengan Vietnam CG. Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Kerja Sama Sandi, S.H., M.H. sedangkan delegasi Vietnam dipimpin Direktur Kerja Sama Luar Negeri Vietnam Letkol Nguyen Van Khac Vuot. Pertemuan informal ini didahului dengan konsultasi antara Kepala Bakamla RI dengan Komandan VCG.

Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa catatan penting dari kedua belah pihak. Yaitu pertama, bahwa pertemuan diadakan dalam suasana yang baik, bersahabat dan berdasarkan kesepahaman bersama. Kedua, sebagaimana telah disampaikan Kepala Bakamla kepada Komandan VCG sebelumnya, bahwa Bakamla RI dan VCG harus mendukung upaya Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Vietnam dalam proses negosiasi untuk menentukan batas ZEE kedua negara. Ketiga, Komandan VCG menekankan pentingnya stabilitas, keamanan dan keselamatan di perairan perbatasan kedua negara dan di kawasan secara keseluruhan, dan penegakan hukum di laut harus menempatkan pengetahuan masyarakat sebagai prioritas utama guna mencegah terjadinya pelanggaran. Oleh karena itu, Bakamla RI dan VCG sepakat bahwa kedua belah pihak mendukung upaya Pemerintah Indonesia dan Vietnam dalam proses negosiasi untuk menentukan batas ZEE.

Kedua pihak juga sepakat untuk memperkuat jalur komunikasi khusus dan menyusun Narahubung Utama, serta telah sepakat pula untuk mengadakan pertemuan antar Coast Guard yang diadakan secara bergantian di Indonesia dan Vietnam oleh Bakamla RI dan VCG. Pertemuan itu disebut "Coast Guard to Coast Guard Talk" (fm).

Foto: Humas Bakamla
Share:

RBT Kembangkan Reklamasi Berkelanjutan di Bangka

Direktur RBT Reza Andriansyah (pegang mic) sedang memberikan paparanketerangan
Bangka (IndonesiaMandiri) - PT Refined Bangka Tin (RBT) pekan lalu meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan yang diberi sebutan “Green for Good”. Program ini merupakan konservasi lahan untuk mengembalikan fungsi tanah bekas pertambangan timah yang sudah tidak produktif.

 Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM serta organisasi nasional dan International. Program Reklamasi Berkelanjutan juga bertujuan untuk memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang.

Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan, untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education.

Co-education ini mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua aktivitas pertambangan dikelola dengan mengedepankan kepentingan lingkungan. Upaya ini adalah bukti komitmen RBT menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung upaya pemerintah untuk mencegah perubahan iklim.

Direktur PT RBT, Reza Andriansyah mengatakan, “Kami ingin menjadi inisiator Reklamasi Berkelanjutan dengan merevitalisasi lahan dan membuat lahan tersebut bermanfaat bagi masyarakat setempat.” Dan ini juga, “sesuai dengan slogan khas Bangka Belitung, Bumi Sepintu Sedulang atau gotong royong, RBT ingin mengajak semua pelaku bisnis dan industri timah khususnya, juga komunitas lokal untuk bergabung dalam gerakan ini dan mendukung kebijakan pemerintah dalam kemandirian pangan dan energi serta kelestarian lingkungan,” lanjut Reza.

Sebagai langkah awal yang diinisiasi RBT, nantinya status lahan tersebut direncanakan akan berubah menjadi Hak Guna Usaha (HGU) Koperasi Desa, sesuai dengan imbauan pemerintah agar program reklamasi dapat berkelanjutan. Di atas lahan seluas 50 hektar di Desa Penyamun, Kabupaten  Bangka akan dikembangkan oleh RBT sebagai program percobaan (pilot program) berbasis riset.

Lahan-lahan ini akan dikembangkan menjadi lahan produktif agrikultur dengan tanaman pangan bernilai ekonomis. Seperti: jeruk kunci, padi, tomat, melon, pisang, lada, cabai, nanas, papaya, buah naga, mangga, jagung, kacang panjang, dan semangka. Hasilnya dapat diduplikasikan atau dikembangkan di tempat yang lain, serta menjadi referensi agrowisata dan eco-education yang menarik bagi masyarakat.

Ketua Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI), Jabin Sufianto mengatakan, “AETI memberikan dukungan kepada Program Reklamasi Berkelanjutan RBT, yang menekankan antara masa depan planet bumi, kesejahteraan manusia di dalamnya, dan kontribusi bagi negara secara simultan.”

Ditambahkan oleh Jabin, hal yang penting adalah memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, setelah tambang timah melewati masa produksinya. “Hal ini sesuai dengan cita-cita kami mewujudkan industri timah yang mengedepankan kelestarian lingkungan, atau Green Mining,” tegasnya (sa/ma)

Foto: istimewa
Share:

Latihan Bersama TNI AL-Angkatan Laut Singapura Resmi Dibuka

Singapura (IndonesiaMandiri) - Komandan KRI Pulau Rupat-712  Letkol Laut (P) Fitriyan Rupito dan Komandan KRI Pulau Rengat-711 Mayor Laut (P) Mufianto Machfud yang merupakan bagian dari Satuan Kapal Ranjau/Satran Koarmatim menghadiri acara pembukaan Latihan bersama Joint Minex 17/2017 di Changi C2 Centre, Singapura (22/08).

Joint Minex 17/2017 berlangsung mulai 21 hingga 26 Agustus 2017. Danguskamlabar Laksamana Pertama Bambang Irwanto, TNI Angkatan Laut menyampaikan bahwa ni merupakan latihan rutin antara TNI AL dan Republic of Singapore Navy (RSN), yang bertujuan meningkatkan profesionalitas kedua negara dan menjalin hubungan baik bilateral.

Latihan peperangan ranjau telah dilakukan sejak 1996 dan vakum pada 2013 sampai 2016. Dan sekarang 2017 latihan bersama dengan sandi Joint Minex 17/2017 dimulai kembali. Latihan yang memiliki manfaat untuk memberikan keamanan di laut pada saat terjadinya bahaya tambang memiliki karakteristik yang unik dibandingkan dengan peperangan lainnya. Karena musuh peperangan ranjau bukan actor, tetapi ranjau itu sendiri.

Selain itu, dengan maraknya ancaman terorisme, maka sangat mungkin untuk meluncurkan ranjau di perairan sehingga dapat mengganggu stabilitas ekonomi dari kedua negara. Oleh karenanya latihan Joint Minex ini diadakan untuk mempermudah koordinasi saat melaksanakan operasi yang sesungguhnya.

Turut hadir dalam pembukaan Joint Minex 17/2017, Commander of the Maritime Security Task Force (MSTF) Rear Admiral Alan Goh, Atase Pertahanan RI untuk Singapura Kolonel Laut (P) Sumartono, Komandan RSN Punggol, Komandan RSN Bedok, serta para peserta latihan dari kedua negara (rm).

Foto: Dispenarmatim
Share:

Koarmabar Himbau Masyarakat Tak Buang Sampah ke Sungai/Laut

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Untuk kesekian kalinya, Komando Armada RI Kawasan Barat/Koarmabar, mengajak masyarakat agar tak membuang sampah apapun ke sungai atau laut. Aksi sosial ini dilakukan langsung oleh Pangarmabar Laksda Aan Kurnia beserta prajuritnya, saat membersihkan sungai, pantai, dan laut yang dipusatkan kegiatannya di Tempat Pelelangan Ikan, Cilincing, Jakarta Utara (22/8).

Berkaitan dengan hal  tersebut, sebagai  pelopor untuk mengajak masyarakat tidak membuang sampah plastik di sungai dan laut, Koarmabar mengawali kegiatan dengan melaksanakan pembersihan sungai, pantai dan laut yang dipusatkan, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (22/8).

Aksi sosial ini tak tanggung-tanggung, melibatkan 1.400 personel, yang terdiri 1000 personel dari Koarmabar, terdiri dari unsur prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik yang berdinas di Markas Komando Koarmabar maupun di Komplek Satuan Koarmabar I Pondok Dayung, Tanjung Priok dan 400 personel gabungan dari TNI Angkatan Darat, Polri serta elemen masyarakat maritim yang berada di sekitar lokasi pelaksanaan kegiatan.

Pangarmabar Laksda Aan Kurnia mengatakan bahwa kegiatan diselenggarakan untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam menjaga kesehatan dengan hidup bersih. Terutama dalam memerangi sampah, seperti sampah plastik yang tidak bisa terurai menjadi prioritas baik di sungai maupun di laut.

Lebih lanjut Pangarmabar juga menginginkan bahwa aksi ini tidak hanya dilakukan di Sungai Cilincing saja, tetapi dilaksanakan secara serentak di Lantamal I Belawan beserta jajarannya, Lantamal II Padang beserta jajarannya, Lantamal III Jakarta beserta jajarannya, Lantamal IV Tanjungpinang beserta jajarannya dan Lantamal XII Pontianak beserta jajarannya.

“Tentunya kegiatan bersih sungai yang dilaksanakan ini, bukan hanya sekedar sebagai kegiatan membersihkan sungai dari segala sampah. Namun lebih dari itu kegiatan ini merupakan salah satu sarana untuk terus saling menumbuhkan jiwa sosial dan rasa gotong royong. Jika kita memiliki  jiwa sosial dan semangat gotong royong yang tinggi, maka secara otomatis kondisi lingkungan akan selalu menjadi bersih dan asri”, jelas Pangarmabar.

Pangarmabar menambahkan bahwa dengan lingkungan yang bersih, tentunya dapat meningkatkan mutu dan kesehatan masyarakat secara umum, utamanya di Kecamatan Cilincing Jakarta Utara (fm).

Foto: Dispenarmabar
Share:

Koarmabar Himbau Masyarakat Tak Buang Sampah ke Sungai/Laut

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Untuk kesekian kalinya, Komando Armada RI Kawasan Barat/Koarmabar, mengajak masyarakat agar tak membuang sampah apapun ke sungai atau laut. Aksi sosial ini dilakukan langsung oleh Pangarmabar Laksda Aan Kurnia beserta prajuritnya, saat membersihkan sungai, pantai, dan laut yang dipusatkan kegiatannya di Tempat Pelelangan Ikan, Cilincing, Jakarta Utara (22/8).

Berkaitan dengan hal  tersebut, sebagai  pelopor untuk mengajak masyarakat tidak membuang sampah plastik di sungai dan laut, Koarmabar mengawali kegiatan dengan melaksanakan pembersihan sungai, pantai dan laut yang dipusatkan, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (22/8).

Aksi sosial ini tak tanggung-tanggung, melibatkan 1.400 personel, yang terdiri 1000 personel dari Koarmabar, terdiri dari unsur prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik yang berdinas di Markas Komando Koarmabar maupun di Komplek Satuan Koarmabar I Pondok Dayung, Tanjung Priok dan 400 personel gabungan dari TNI Angkatan Darat, Polri serta elemen masyarakat maritim yang berada di sekitar lokasi pelaksanaan kegiatan.

Pangarmabar Laksda Aan Kurnia mengatakan bahwa kegiatan diselenggarakan untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam menjaga kesehatan dengan hidup bersih. Terutama dalam memerangi sampah, seperti sampah plastik yang tidak bisa terurai menjadi prioritas baik di sungai maupun di laut.

Lebih lanjut Pangarmabar juga menginginkan bahwa aksi ini tidak hanya dilakukan di Sungai Cilincing saja, tetapi dilaksanakan secara serentak di Lantamal I Belawan beserta jajarannya, Lantamal II Padang beserta jajarannya, Lantamal III Jakarta beserta jajarannya, Lantamal IV Tanjungpinang beserta jajarannya dan Lantamal XII Pontianak beserta jajarannya.

“Tentunya kegiatan bersih sungai yang dilaksanakan ini, bukan hanya sekedar sebagai kegiatan membersihkan sungai dari segala sampah. Namun lebih dari itu kegiatan ini merupakan salah satu sarana untuk terus saling menumbuhkan jiwa sosial dan rasa gotong royong. Jika kita memiliki  jiwa sosial dan semangat gotong royong yang tinggi, maka secara otomatis kondisi lingkungan akan selalu menjadi bersih dan asri”, jelas Pangarmabar.

Pangarmabar menambahkan bahwa dengan lingkungan yang bersih, tentunya dapat meningkatkan mutu dan kesehatan masyarakat secara umum, utamanya di Kecamatan Cilincing Jakarta Utara (fm).

Foto: Dispenarmabar
Share:

Rasa Cinta Warga Cilacap Kepada TNI

Cilacap (IndonesiaMandiri) – Atraksi pasukan khusus Korps Marinir dari TNI AL di Cilacap untuk  meriahkan Hut RI ke-72 tahun, mengundang kekaguman warga Cilacap yang sudah menantikannya. Meski cuaca panas terik di siang menjelang sore itu, masyarakat berbondong-bondong ke Alun-Alun kota Cilacap menanti aksi terjun dari pesawat udara dan turun serta beergelantungan dari Helikopter menggunakan tali (Stabo: surveillance tactical airborne operations)

Kecintaan masyarakat terhadap TNI, khususnya Korps Marinir, begitu tinggi. Ini terbukti usai para prajurit mendarat di dilapangan Pasukan Khusus Korps Marinir Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI AL, langsung diserbu ribuan warga Kota Cilacap yang hanya sekedar ingin berjabat tangan dan foto bersama (22/8). 

Masyarakat Cilacap benar-benar terhibur dengan atraksi prajurit ini. Suasana semakin riuh saat bendera Merah Putih, bedera TNI AL, dan bendera Kota Cilacap berkibar di udara dan mendarat di Bumi Cilacap. Usai kegiatan, para prajurit yang masih di tengah lapangan langsung di serbu warga dari segala penjuru Alun-Alun kota Cilacap untuk foto dengan peterjun maupun personil Stabo. 

Kegiatan ini dilakukan oleh TNI AL disamping memperingati Hut RI ke-72 juga untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam menjalankan tugas mendatang. Komandan Detasemen Jalamangkara (Dandenjaka) Kolonel Marinir Bambang Wahyuono didampingi Pasops Denjaka Letkol Marinir Samson Sitohang melihat secara langsung prajuritnya melaksanakan Atraksi di depan ribuan warga Cilacap (lw).

Foto: Dispenmarinir
Share:

Korps Marinir Bersihkan Rumah Ibadah (Pura)

Tanggamus (IndonesiaMandiri) – Prajurit Batalyon Infanteri 9 Marinir TNI AL melaksanakan kegiatan pembersihan rumah ibadah warga Hindu atau Pura secarav bersama dengan masyarakat setempat di Desa Kiloan Kecamatan klumbayan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung (15/08).
Kegiatan bersama masyarakat ini dilakukan oleh prajurit “Beruang Hitam” merupakan hal yang rutin dalam rangka pembinaan Desa pesisir juga untuk menyambut HUT Yonif- 9 Mar.
Adaoun lokasi yang dipilih adalah di Pura “Kayangan Tunggal“, dihadiri oleh Ketut Silender sebagai Parisade di Pura tersebut beserta Bapak Wakil ketua Adat/Ketua Umat Bapak Gede Subagiyana.
Acara tersebut bertujuan untuk untuk mempererat rasa kebersamaan antar umat beragama sehinga akan terwujud rasa persaudaraan yang menjadikan hidup dalam bermasyarakat dengan rasa saling harga menghargai walau berbeda agama dan kepercayaan.
Dalam kegiatan tersebut Ketut Silender sebagai Parisade di Pura “Kayangan Tunggal”, menyampaikan rasa terima kasih yang setingi-tinginya dengan keberadaan prajurit Marinir yang sudah dengan ikhlas melaksanakan pembersihan di Puranya (fm).
Foto: Dispenkormar
Share:

Kesaktian Ideologi Pancasila

Bekasi (Indonesia Mandiri) - Ideologi Pancasila merupakan hasil penggalian para pendahulu kita, terhadap nilai-nilai Leluhur Bangsa Indonesia, sehingga bagaimanapun caranya untuk merusaknya, pasti akan kembali lagi ke akar aslinya. Itulah yang kita sebut Kesaktian Pancasila, bukan kesaktian klenik, tapi lebih pada pola pikir yang inheren pada diri setiap manusia Indonesia.
Analoginya, ada satu saat kita senang dengan genre yang lain, tapi kita tidak dapat membohongi diri kita sendiri, bahwa genre yang lain itu hanyalah sesaat, karena jauh di bawah alam bawah sadar kita, kita sudah memiliki nilai-nilai yang Luhur.
Bangsa Asing pasti terus akan merusaknya, karena mereka sangat berkepentingan dengan keterpurukan Indonesia, yang nantinnya kekayaan Indonesia bisa dibuat bancaan bersama Negara-negara Asing tersebut.
Jadi mulai dari mereka mendorong pada Ekonomi Kapitalis (Amerika Serikat), hingga Ekonomi Syariah (Arab Saudi) - Kita punya Ekonomi Pancasila. Mengapa kita mencoba mendalami genre yang lain yang hanya sesaat, karena mereka sangat pintar untuk mengiming-imingi para petinggi yang terbuai dengan uang. Belum lagi pengaruh sistem China dengan sistem Ekonomi Komunis-nya.
Di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ke 70 ini, marilah kita jangan melihat kebelakang, karena kita hampir melewati masa-masa kritis dari apa yang disebut oleh pepatah Soekarno.
Rakyat mulai pintar, melihat mana yang penghianat, mana yang loyalis Pancasila. Jadi sekarang, "Tinggalkan Mereka yang Masih Ingin Menghianati Bangsa mu, Kini Saatnya Kamu Memegang Kendali Arah" SSM 2015
Pancasila dan UUD 45 harus tetap dijaga kemurniannya, jangan terkecoh dengan proses manis dari Ideologi / Sistem atau apapun, yang ujung-ujungnya membawa sengsara Bangsa ini.
Kita sudah punya Budi Pekerti, mengapa diganti dengan mata pelajaran lain. Hasilnya, tawuran dimana-mana.
Kalau kamu orang Indonesia, ya "Pakailah Nilai-nilai Leluhur Bangsa Indonesia, bukan Bangsa lain, meskipun mereka mengiming-imingi Surga Sekalipun" SSM 2015. (SSM)
Sumber Foto : Dok Istimewa
Share:

Kementan Bidik Potensi Pertanian di Perbatasan

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Membangun pertanian di perbatasan merupakan langkah brilian yang kini sedang gencar dilakukan Kemenerian Pertanian/Kementantan di bawah sang arsiteknya, Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian. Selain menjadikan daerah perbatasan sebagai lumbung pangan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan sekitarnya, juga untuk menyasar potensi ekspor ke negara tetangga. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian dengan program upaya khusus yaitu pemberian subsidi pupuk, benih serta penyebaran alat dan mesin pertanian membuat petani bersemangat untuk menanam hingga didaerah perbatasan.

Mengapa perbatasan menjadi incaran Kementan? Pertama, ternyata banyak potensi pembangunan pertanian perbatasan di masa lalu belum optimal. Bahkan cenderung kurang tersentuh untuk dikembangkan padahal di sisi lain daerah perbatasan menyimpan potensi besar sebagai pintu ekspor ke negara tetangga. Amran dalam kuliah umum di Universitas Udayana (4/8/) bercerita bagaimana jalur-jalur diperbatasan Riau dijadikan jalan tikus untuk penyelundupan pangan pokok dari negara tetangga, dan ketika Gubernur dan Kapolda mengusulkan untuk ditutup, beliau mengatakan agar jalur tikus tersebut akan dijadikan “feed back” ke negara tetangga sebagai jalur masuknya produk lokal. Amran melihat potensi diperbatasan siap dikembangkan untuk dijadikan industri dengan menanam komoditas padi organik dan jagung.

Peluang pasar kedua komoditas ini sangat terbuka lebar. Selain dapat memangkas jalur distribusi juga berbiaya rendah, karena langsung berhadapan dengan pelaku usaha dari negara tetangga. Dalam  kunjungan Menteri Pertanian Malaysia di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta (30/5), Amran menyampaikan “Malaysia bersedia akan mengimpor jagung sebanyak tiga juta ton dari Indonesia”. Dan potensi ekspor ini ada di perbatasan Entikong, Kalimantan Barat. Selain jagung, Indonesia telah mengekspor beras organik premium ke Papua Nugini (PNG) melalui Merauke (2/17) dengan harga 10.000/kg. Artinya secara bertahap pintu ekspor mulai terbuka.

Kedua, walaupun Indonesia dikenal sebagai salah satu negara eksportir terbesar di dunia untuk sektor perkebunan dan hortikultura, tetapi pada kenyataannya, ekspor produk komoditi nasional sering terhadang persoalan regulasi. Contohnya adalah kasus manggis dan salak asal Indonesia yang di “ban” oleh pemerintah China sejak 2012 dan menjadikan Mutual Recognition Agreement (MRA) sebagai senjata bagi masuknya produk hortikultura negara tirai bambu tersebut ke Indonesia. Dan yang terjadi adalah manggis dan salak Indonesia untuk masuk ke China harus melalui tiga negara yaitu Malaysia, Thailand dan Vietnam. Disisi lain kondisi ini tentunya berdampak terhadap posisi tawar petani sebagai produsen. Saat ini pemerintah Indonesia menerbitkan MRA atau  perjanjian antar negara yang mewakili kepentingan masing-masing, hanya untuk tiga negara yaitu, Amerika Serikat, Kanada dan Australia.

Kasus yang paling gress adalah pada Maret 2017 Pemerintah Indonesia dikejutkan dengan keluarnya resolusi Uni Eropa nomor (2016/2222 (INI)) yang melarang impor produk sawit Indonesia secara bertahap hingga 2020. Larangan yang terkesan bernuansa politik ekonomi menjadikan deforestasi sebagai alasan utama pelarangan tersebut.

Ketiga, dengan mengoptimalkan komoditi pertanian di perbatasan, secara langsung dan tidak langsung, membuka pasar usaha bagi masyarakat kita sendiri yang tinggal di sana. Sudah menjadi rahasia umum bahwa masyarakat di sekitar perbatasan senantiasa terbelenggu kesejahteraannya dan bergantung kepada komoditi sehari-hari dari negara tetangga. Nah, jika mulai kini semua pasar di perbatasan dibenahi, tak menutup kemungkinan lima tahun kedepan ada sejumlah pos perbatasan yang memiliki keunggulan tersendiri di sektor pertanian.

Contoh sederhana, di Putussibau (Kalbar), ada sebuah jenis beras yang sangat unggul. Di Jakarta mungkin produk ini tak terlalu dikenal. Tapi bagi negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei, produk beras yang dikenal dengan nama Rajauncak  dari Putussibau ini sangat luar biasa. Bahkan kalangan keluarga Raja Brunei, kabarnya, sangat kagum dan menjadi pelanggan tetap beras dari Putussibau ini.

Sekarang kembali pada masyarakat sendiri, khususnya yang di perbatasan. Dengan berbagai kemudahan yang sudah diberikan oleh Pemerintah Pusat untuk membangun perbatasan – sesuai visi Presiden Jokowi untuk “membangun dari pinggir”- maka, peluang tersebut harus dimanfaatkan bersama. Pemda dan pihak lain yang terkait, juga harus ekstra giat memanfaatkanm peluang ini.

Pos-pos perbatasan yang sekarang sudah direnovasi dan diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi, tentunya menjadi kemudahan tersendiri bagi siapapun untuk keluar-masuk perbatasan dengan memanfaatkan peluang usaha sesuai yang ditekuninya (hy/ma).
Share:

Lanal Tanjung Balai Karimun Tangkap Penyelundup Barang Elektronik Ilegal

Karimun (IndonesiaMandiri) -  Pangkalan Angkatan Laut/Lanal Tanjung Balai Karimun, salah satu Lanal di jajaran Komando Armada RI Bagian Barat, berhasil menggagalkan penyelundupan  barang elektronik ilegal yang dibawa mengunakan speed boat bernama Dua Putra dari Batam tujuan Teluk Meranti Pelalawan (11/8). 

Speed boat yang membawa barang elektronik ilegal tersebut ditangkap oleh Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang dan Tim WFQR Lanal  Tanjung Balai Karimun disekitar perairan Penyalai, Provinsi Riau.

Danlanal Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Totok Irianto kepada pers mengatakan, speed boat yang membawa barang elektronik ilegal tersebut sudah menjadi target operasi tim WFQR Lantamal IV sejak  April 2017. Namun dikarenakan TO sangat lihai dalam beraksi  (menyelundup), belum dapat ditangkap. 

Usai dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Penyalai yang terdiri dari gabungan Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang dan Tim WFQR Lanal Tanjung Balai Karimun pada awal  Agustus 2017 dan setelah Tim  WFQR gabungan tersebut menerima informasi dari tim pelacak bahwa ada speed boat yang melintas dengan kecepatan tinggi di Perairan Penyalai kordinat 00 33 502 U -103 18 562 T. Kemudian Tim WFQR melaksanakan penyekatan namun target memutarkan haluannya setelah melihat kapal patroli TNI Angkatan Laut.

Selanjutnya dilaksanakan pengejaran dengan memberikan peringatan agar target berhenti. Namun target tetap melaju, sehingga petugas terpaksa memberikan tembakan peringatan sampai menembak mesin untuk melumpuhkannya dan berhenti.

"Setelah diadakan pemeriksaan, ditemukan muatan barang-barang elektronik ilegal (hp dan laptop) tanpa dokumen cukai. Ditemukan juga pelanggaran speed boat tantap dilengkapi dokuemn Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang dikeluarkan oleh pihak Syahbandar," jelas Danlanal Tanjung Balai Karimun.

Lebih lanjut dikatakan Danlanal Tanjung Balai Karimun, bahwa pengungkapan kasus penyelundupan yang sudah menjadi target tersebut sebagai bentuk keseriusan dalam melaksanakan deklarasi apel gabungan antara TNI AD, TNI AL, Bea Cukai dan KSOP pada  25 Juli 2017 (bp).

Foto: Dispenarmabar
Share:

Ibu KSAL Gunakan KRI DR.SOEHARSO-990 Jalani Aksi Sosial

Surabaya (IndonesiaMandiri) - Ketua Umum Jalasenastri Endah Ade Supandi yang juga istri  KSAL Laksamana Ade Supandi, melaksanakan pelayaran dari Jakarta-Semarang-Surabaya dengan KRI dr. Soeharso-990, tiba di Dermaga Madura Koarmatim, Ujung Surabaya (13/08). 

Rombongan disambut Pangarmatim Laksda Darwanto, didampingi Ketua Daerah Jalasenastri Armatim (KDJAT)  Ina Darwanto.  Kedatangan Ibu KSAL guna memperingati Hari Ulang Tahun Jalasenastri ke-71 pada  27 Agustus 2017, sekaligus membawa  misi melaksanakan Bhakti Sosial di Kota Semarang dan Surabaya. Bhakti sosial yang bertemakan, “Jalasenastri bertekad meningkatkan kualitas keluarga prajurit yang kreatif guna mendukung terwujudnya TNI AL yang hebat, kuat, professional dan di cintai rakyat”, rencananya akan dihadiri oleh Ketua Umum Dharma Pertiwi yakni Nenny Gatot Nurmantyo. 

Setibanya di Koarmatim, rombongan meninjau fasilitas dan lokasi pelaksanaan bhakti sosial di Rumah Dinas TNI Angkatan Laut, Wonosari Surabaya yang akan dilaksanakan pada 14 Agustus. Adapun pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat Surabaya dan sekitarnya adalah : Pengobatan Umum, Khitan Massal, Bedah Minor, Pelayanan KB, Donor Darah, Refraksi (Pemeriksaan Mata), Pemeriksaan THT, Pelayanan Gigi dan Massage China (bp).

Foto: Dispenarmatim
Share:

"Terima Kasih Prajurit Indonsia," Puji Komandan Maritime Task Force

Beirut (IndonesiaMandiri) - “Tidak ada kata tidak bisa bagi KRI Bung Tomo – 357, prajuritnya luar biasa dan sangat profesional”, demikian komentar Maritime Task Force (MTF) Commander Rear Admiral SergioFernando De Amaral Chaves Junior dalam arahannya kepada seluruh prajurit Satgas Maritim TNI KONGA XXVIII-I/UNIFIL ketika berkunjung ke KRI Bung Tomo – 357 (11/8).

Menurutnya, KRI Bung Tomo – 357 selama pengabdiannya di MTF UNIFIL hampir dua tahun merupakan andalan. KRI Bung Tomo – 357 dalam menjalankan misinya di Laut Mediterania senantiasa menunjukkan kerjasama yang baik dengan sesama unsur MTF dari negara lain.

KRI Bung Tomo – 357 selalu siap apabila diminta untuk menggantikan posisi kapal kapal perang MTF yang terkadang mengalami permasalahan kerusakan teknis di laut, sehingga peran  MTF sebagai penjaga laut Mediterania dapat diselesaikan tanpa kendala. “Oleh karena itu, sebagai MTF Commander, saya ucapkan terimakasih atas dedikasi dan pengabdian yang tulus bagi Komandan dan seluruh prajurit KRI Bung Tomo – 357, kalian adalah prajurit prajurit yang luar biasa, berani dan saya sangat bangga bisa bekerjasama dengan KRI Bung Tomo – 357”, puji Perwira Tinggi Angkatan Laut Brazil ini.

“Apresiasi yang tinggi saya berikan atas kerja keras yang kalian tunjukkan demi tegaknya perdamaian di Lebanon. Semangat dan pengabdian prajurit KRI Bung Tomo – 357 merupakan teladan yang harus dipertahankan. Sekali lagi terimakasih karena kerja keras kalian telah banyak membantu misi UNIFIL serta memajukan roda perekonomian di Lebanon”, sambungnya. Kunjungan Laksamana bintang dua yang sehari-harinya bermarkas di BRS UNIAO F-45 ini juga diisi dengan foto bersama di haluan KRI, paparan singkat di lounge room perwira KRI dan Ship Tour. Kunjungan ini diakhiri dengan yel-yel oleh prajurit prajurit KRI Bung Tomo – 357 yang dipersembahkan kepada MTF Commander serta pertukaran plakat dan cenderamata (ma).

Foto: Pen Satgas Maritim TNI KONGA XXVIII-I/UNIFIL
Share:

"Terima Kasih Prajurit Indonsia," Puji Komandan Maritime Task Force

Beirut (IndonesiaMandiri) - “Tidak ada kata tidak bisa bagi KRI Bung Tomo – 357, prajuritnya luar biasa dan sangat profesional”, demikian komentar Maritime Task Force (MTF) Commander Rear Admiral SergioFernando De Amaral Chaves Junior dalam arahannya kepada seluruh prajurit Satgas Maritim TNI KONGA XXVIII-I/UNIFIL ketika berkunjung ke KRI Bung Tomo – 357 (11/8).

Menurutnya, KRI Bung Tomo – 357 selama pengabdiannya di MTF UNIFIL hampir dua tahun merupakan andalan. KRI Bung Tomo – 357 dalam menjalankan misinya di Laut Mediterania senantiasa menunjukkan kerjasama yang baik dengan sesama unsur MTF dari negara lain.

KRI Bung Tomo – 357 selalu siap apabila diminta untuk menggantikan posisi kapal kapal perang MTF yang terkadang mengalami permasalahan kerusakan teknis di laut, sehingga peran  MTF sebagai penjaga laut Mediterania dapat diselesaikan tanpa kendala. “Oleh karena itu, sebagai MTF Commander, saya ucapkan terimakasih atas dedikasi dan pengabdian yang tulus bagi Komandan dan seluruh prajurit KRI Bung Tomo – 357, kalian adalah prajurit prajurit yang luar biasa, berani dan saya sangat bangga bisa bekerjasama dengan KRI Bung Tomo – 357”, puji Perwira Tinggi Angkatan Laut Brazil ini.

“Apresiasi yang tinggi saya berikan atas kerja keras yang kalian tunjukkan demi tegaknya perdamaian di Lebanon. Semangat dan pengabdian prajurit KRI Bung Tomo – 357 merupakan teladan yang harus dipertahankan. Sekali lagi terimakasih karena kerja keras kalian telah banyak membantu misi UNIFIL serta memajukan roda perekonomian di Lebanon”, sambungnya. Kunjungan Laksamana bintang dua yang sehari-harinya bermarkas di BRS UNIAO F-45 ini juga diisi dengan foto bersama di haluan KRI, paparan singkat di lounge room perwira KRI dan Ship Tour. Kunjungan ini diakhiri dengan yel-yel oleh prajurit prajurit KRI Bung Tomo – 357 yang dipersembahkan kepada MTF Commander serta pertukaran plakat dan cenderamata (ma).

Foto: Pen Satgas Maritim TNI KONGA XXVIII-I/UNIFIL
Share:

Tak Hanya Lihat Komodo Bila ke Labuhan Bajo

Labuhan Bajo (IndonesiaMandiri) – Festival Budaya yang baru saja digelar sejak 24-29 Juli lalu di ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Labuhan Bajo, menjadi salah satu tolok ukur baru bahwa daerah yang terkenal dengan ikon Komodo (Buaya Raksasa), ternyata mampu menarik perhatian publik atau turis baik dari dalam dan luar negeri.

Pakaian khas daerah Manggarai yang masih merupakan bagian dari gugusan Pulau Flores di sebelah Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, penuh dengan corak warna-warni kain tenun mencolok serta diperagakan mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa, . Mereka membuat pawai, melenggak-lenggok dalam berbagai bentuk tarian dan lomba, sehingga menjadi tontanan yang tak membosankan.

Ya, Labuhan Bajo sedang bersolek. PemdaManggarai Barat menyadari bahwa tak mungkin berharap terus-menerus dari pesona Taman Nasional Komodo (TNK) untuk meraup keuntungan dari pemasukan sektor pariwisatanya. Karena kawasan TNK sangat terbatas kapasitasnya dan justru perlu dipelihara keseimbangan ekosistemnya. TNK sejak 1977 sudah menjadi Cagar Biosfer dunia dan 1991 ditetapkan sebagai warisan alam dunia oleh Unesco (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Itu pertanda, pemeliharaan TNK yang hanya berjarak sekitar satu jam dengan kapal cepat dari Labuhan Bajo, menjadi milik dunia pula. Konsekuensinya, bila Indonesia atau Pemda Manggarai Barat “salah kelola”, dampaknya sangat berbahaya untuk citra Indonesia secara keseluruhan.

Itu sebabnya, Kementerian Pariwisata di era Presiden Jokowi sudah mencanangkan Labuhan Bajo sebagai bagian dari sepuluh Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Wakatobi, Morotai dan Labuhan Bajo), dan telah merancang srategi besar agar kawasan ini kedepannya bisa mengelola secara mandiri. Wajah Labuhan Bajo perlahan mengalami perubahan. Bandara sudah kelas internasional, sehingga penerbangan langsung ke ibukota negara (Jakarta) sudah dibuka dan bisa didarati pesawat berbadan besar. Pelabuhan kelas “Marina” pun sudah dimulai pengembangannya. Akomodasi hotel berbintang hingga home stay pun, telah tersedia.
Itu sebabnya, percepatan pembangunan kawasan wisata Labuhan Bajo tak bisa lagi ditunda. Pegelaran Festival Budaya kemarin, adalah cermin bahwa potensi budaya dan kearifan lokal di Labuhan Bajo atau Manggarai Barat juga beragam. Labuhan Bajo juga sudah dijadikan “pintu masuk” ekowisata untuk kawasan Nusa Tenggara Timur secara keseluruhan.
Dalam Festival Budaya yang baru saja berlangsung, Pemda Manggarai Barat “menjual” pesona wisata tradisi, seni dan budayanya. Masyarakat dan wisatawan yang hadir bisa menikmati Permainan Caci, Mbaru Gendang Kampung Pacar Pu’u, Peralatan Musik Tradisional, Kerajinan Tenunan dan Anyaman (Songket, Jongkong Re’a), dan lain-lain.

Jadi, dalam sepekan festival budaya, masyarakat “dilupakan” tentang ikon komodo, dan “dimanjakan” dengan suguhan aneka atraksi tradisi, seni dan budaya lokal. Berbagai sanggar seni, yang melibatkan pelajar atau siswa mulai dari sekolah dasar hingga SLTA, semua turut serta.
“Dalam pengembangan wisata budaya, kami memang menggunakan dua strategi. Yaitu Insitu, dengan berpatokan pada pemangku adat. Sehingga semua kegiatan harus bermuara ke mereka sebagai tokoh adat. Mereka yang menggerakkan ke masyarakat. Kemudian ada Eksitu, ini ditujukan kepada lembaga atau komunitas yang ada di masyarakat (sanggar tari, dan lain-lain). Yang kami utamakan adalah peran dari fungsionaris atau tokoh adat ini,” jelas Theodorus Suardi, Kepala Dinas Pariwisata

Kabupaten Manggarai Barat
Dengan berperannya para tokoh adat, diharapkan ini bisa menjadi benteng atau pengimbang kekuatan tradisi, seni dan budaya lokal agar tetap memiliki kekuatan dan tidak terkucilkan dengan masuknya budaya asing. “Di kabupaten kami saja ada sekitar 440 kampung adat, yang ada fungsionaris adatnya. Mereka ini yang menjalankan ritual adat. Pemkab akan mengacu kesitu sebagai koridor untuk pengembangan budaya di sini,” tegas Theodorus lagi.

Menyambut hari Kemerdekaan RI ke-72 tahun, di daerah Liang Ndara (sekitar 30 menit dari kota Labuhan bajo), ada pentas budaya lagi (18-22/8). Liang Ndara sangat terkenal dengan tari Caci dan lebih dari 20 tari lainnya. Juga ada sajian kuliner, pembuatan gula aren, dan kopi, semuanya khas lokal.

Geliat pesona wisata Labuhan Bajo sudah terendus di Pusat. Itu sebabnya, Labuhan Bajo masuk 10 unggulan tujuan wisata dan Kemenpar membentuk Kelompok Kerja Percepatan Pembangunannya. Shana Fatina, sebagai Ketua Pokja di Labuhan Bajo, memikul tanggungjawab besar. Ia mesti membuat peta besar yang terpadu antara keinginan Pemerintah Pusat, Daerah, juga keinginan pasar wisata internasional.

“Program kami 2016-2019 terkait kebutuhan lintas sektor yang berhubungan dengan atraksi, aksesibilitas dan amenitas,” papar Shana. Tak heran, ruang gerak Shana pun meski di bawah paying Kemenpar, kadang juga harus berurusan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat karena terkait pembangunan infrastruktur kota, atau dengan Kementerian Perhubungan karena ikut memonitor perkembangan Bandara Komodo dan pelabuhannya yang harus direvitalisasi, dan lain sebagainya.

Kedepan, Labuhan Bajo akan memiliki Badan Otorita Pariwisata (BOP) tersendiri, yang kawasannya meliputi Pulau Flores secara keseluruhan. Sepuluh Kawasan Strategis Pariwisata Nasional nantinya akan memiliki BOP, di mana saat ini yang baru berjalan di Danau Toba. Bagaimana aksi BOP Labuhan Baji-Flores nantinya, kita tunggu saja (bri).
Foto: DisparMabar
Share:

Koarmatim Doa Bersama Sambut Kapal Selam Baru

Surabaya (IndonesiaMandiri) - Dalam rangka keberangkatan 41 prajurit pengawak KRI Nagapasa - 403 yang masuk dalam jajaran Satuan Kapal Selam Koarmatim dari Korea menuju Indonesia, Komandan Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur/Koarmatim Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa bersama seluruh prajurit Kapal Selam dan Ibu – Ibu Jalasenastri melaksanakan doa bersama, bertempat di Gedung Nagabanda Satsel Koarmatim, Ujung, Surabaya (11/08).

Doa bersama yang dipandu oleh Perwira Rohani Islam Bintal Koarmatim Letkol Laut (KH) Chumaidi, S.Ag, dilaksanakan guna memohon keselamatan, kelancaran serta kemudahan seluruh ABK KRI Nagapasa – 403 yang melaksanakan perjalanan dari Korea Selatan menuju pangkalan Surabaya, yang diberangkatkan dari Korea Selatan, dan akan menempuh perjalanan selama 18 hari.

KRI Nagapasa - 403  yang dikomandani  Letkol Laut (P) Harry Setiawan alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 43/1998 (fm).

Foto: Dispenarmatim
Share:

Koarmatim Doa Bersama Sambut Kapal Selam Baru

Surabaya (IndonesiaMandiri) - Dalam rangka keberangkatan 41 prajurit pengawak KRI Nagapasa - 403 yang masuk dalam jajaran Satuan Kapal Selam Koarmatim dari Korea menuju Indonesia, Komandan Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur/Koarmatim Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa bersama seluruh prajurit Kapal Selam dan Ibu – Ibu Jalasenastri melaksanakan doa bersama, bertempat di Gedung Nagabanda Satsel Koarmatim, Ujung, Surabaya (11/08).

Doa bersama yang dipandu oleh Perwira Rohani Islam Bintal Koarmatim Letkol Laut (KH) Chumaidi, S.Ag, dilaksanakan guna memohon keselamatan, kelancaran serta kemudahan seluruh ABK KRI Nagapasa – 403 yang melaksanakan perjalanan dari Korea Selatan menuju pangkalan Surabaya, yang diberangkatkan dari Korea Selatan, dan akan menempuh perjalanan selama 18 hari.

KRI Nagapasa - 403  yang dikomandani  Letkol Laut (P) Harry Setiawan alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 43/1998 (fm).

Foto: Dispenarmatim
Share:

Korps Marinir TNI AL Bina Pelajar Soal Kepemimpinan

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Wakil Komandan Batalyon Infanteri-4 Marinir Mayor Achmad Yulianto mewakili Danyonif-4, secara resmi memimpin upacara Penutupan Pelatihan Dasar Kepemimpinan (Latsarpim) SMP, SMA, SMK Diponegoro 1 Jakarta (Yayasan AL-Hidayah) TA. 2017, bertempat di Lapangan Apel Brigif-2 Mar, Cilandak, Jakarta Selatan (10/08).

Dalam pesan Danyonif-4 Mar yang dibacakan Wadanyon menyampaikan, Latihan Dasar Kepemimpinan dan kedisiplinan pada dasarnya merupakan salah satu bagian penting dari mata rantai pola pembinaan personel untuk meningkatkan sumber daya manusia searah dengan tuntutan dinamika lembaga pendidikan dan tuntutan kemajuan jaman.

Latsarpim yang berjalan kurang lebih selama tiga hari ini, diikuti oleh para peserta dengan kedisiplinan, perjuangan dan berusaha dengan segenap kemampuan yang ada untuk menjadi yang kuat dan terbaik diantara para siswa yang lain.

 "Saya berharap saudara saudari belajar dengan penuh semangat semoga, sikap disiplin yang telah anda peroleh dapat dipupuk dan dikembangkan sesuai dengan disiplin ilmu yang telah saudara saudari pelajari," tegas Mayir Ahmad.

Dalam pelatihan ini terpilih tiga siswa terbaik dari SMP-SMA-SMK diantaranya, Agil Zayed siswa terbaik dari SMA, Satrio Adi Nugroho siswa terbaik dari SMK dan Keekan Dewira sebagai siswi terbaik dari SMP.

Turut menyaksikan pada upacara ini Wadan Yonif-6 Mar Mayor Marinir Tantahara, Pasiops Yonif-4 Mar Mayor Marinir Bambang Pramusinto, Kepala Bidang Akademik Kesiswaan Yayasan Al-Hidayah Perguruan Diponegoro Nurhay Abdurahman serta para Perwira Yonif-4 Mar dan pembina Siswa (fm).

Foto: Dispenkormar
Share:

KLHK Turut Serta Menjaga Perubahan Iklim

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Tanggal 08 Agustus 2017, Bertempat di gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melakukan paparan tentang Siaga Darurat yang terjadi saat ini. Data yang menyebutkan ada sejumlah titik Rawan Karhutla sebanyak 6 hotspot diberbagai wilayah di Indonesia.
Berdasarkan data TERRA/AQUA (LAPAN), yaitu 1 titik di Sumatera Utara (Kabupaten Dairi), 1 titik di Jawa Tengah (Kabupaten Cilacap), 1 titik di Jawa Timur (Kabupaten Banyuwangi), dan 3 titik di Papua (Kabupaten Merauke).
Dengan demikian, total hotspot berdasarkan satelit NOAA19 per 1 Januari s/d 7 Agustus 2017, dilaporkan sebanyak 1.341 hot spot. Dibandingkan dengan tahu sebelumnya diperiode yang sama, yaitu 1.295 hot spot, tahun ini justru terjadi peningkatan jumlah hot spot sebanyak 108 titik (3,55%).
Data lain juga menyebutkan, data TERRA/AQUA (NASA) per 1 Januari s/d 7 Agustus 2017 (confidence level ≥80%), yang justru menunjukkan tingkat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.809 hotspot (84,60%), dibandingkan tahun sebelumnya diperiode yang sama, yaitu semula 2.137 hotspot menjadi 334 hotspot.
Seperti yang disampaikan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya bahwa, pihaknya terus berupaya melakukan pencegahan kebakaran hutan, seperti yang sering terjadi sejumlah wilayah Kalimantan, tuturnya. Pernyataan tersebut juga dipertegas dengan pernyataan Dirjen PPI Dr. Ir. Nur Masripatin M.For. bahwa, Perubahan iklim yang terjadi karena masa kekeringan disetiap daerah, serta maraknya pembakaran lahan yang masif terjadi, sehingga memicu perubahan iklim secara global saat ini.
Perilaku tersebut bisa ditekan seminim mungkin, dengan cara sosialisasi yang terus menerus, seperti Manggala Agni yang kerapkali melaksanakan Patroli Terpadu bersama TNI, Polri, BPBD, Dinas LHL, Masyarakat Peduli Api serta Tokoh Masyarakat, dengan cara menghimbau seluruh elemen masyarakat, untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara masif. Dan tentunya juga terus melakukan pemadaman berkala, seperti didaerah Sumatera Utara, dengan luasan yang terbakar ±30 hektar, sama juga halnya seperti diRiau yang mencapai ±10 hektar.
Satu hal yang juga membanggakan adalah, Pusat Diklat SDM LHK, mendapat penghargaan dari Lembaga Administrasi Negara, pada peringatan Ulang Tahunnya yang ke-60.
Penghargaan tersebut mengapresiasi kinerja dan prestasi Pusat Diklat SDM LHK sebagai “Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Berprestasi Kategori Kementrian Lembaga Pemerintah Pusat Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Prajabatan”. (FM)
Foto Ilustrasi : Istimewa
Share:

1000 Bendera Merah Putih Berkibar di Pulau Lirang

Pulau Lirang (IndonesiaMandiri) - Sekelompok pemuda di Ambon/Maluku yang menamakan dirinya Perhimpunan Pemuda Pelajar Wetar dan Lirang (P3WL), menggagas aksi simpatik di pulau terdepan Indonesia. Mereka memasang 1000
bendera disekeliling pulau sebagai pertanda bahwa inilah wilayah kedaulatan RI  (07/08).

Aksi yang diadakan sekaligus memperingati Dirgahayu RI Ke -72 ini, didukung penuh oleh Kodam XVI/Pattimura. Kemudian jajaran Kodam XVI dibawah pimpinan Mayjen Doni Monardo pun mengajak Menteri BUMN Rini Soemarno berkunjung ke pulau terdepan ini.

Mengapa Pulau Lirang di pilih menjadi lokasi pengibaran 1000 bendera merah putih? Karena lokasinya berbatasan  langsung dengan Republik Demokrat Timor Leste (RDTL). Dengan membawa ribuan tiang batang bambu, sukarelawan P3WL Ambon bersama TNI/Polri khusunya Kodam XVI/Pattimura menancapkan tiang bambu di pantai-pantai sekeliling Pulau Lirang sampai ke Tugu Tapal Batas.

Staf Ahli Pangdam XVI/Pattimura Bidang Ideologi Kolonel Arh Mokoginta Sihotang menyampaikan,  aksi 1.000 bendera Merah Putih untuk Pulau Lirang, selain memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke -72, juga mempersiapkan kunjungan Menteri BUMN Ibu Rini Somarno, sebagai wujud kepedulian Bangsa Indonesia khususnya masyarakat Maluku yang tetap memberikan perhatian terhadap daerah-daerah/pulau-pulau terluar, sehingga diharapkan tidak adanya perasaan di “anak tirikan”.

“Kegiatan yang baru pertamakali ini bertujuan agar nasionalisme tetap tertanam pada masyarakat di Pulau Wetar dan Lirang”, papar  Kolonel Mokoginta (ma).

Foto: Pendam 16
Share:

Meneg BUMN Beri Bantuan di Daerah Terdepan (Pulau Lirang)

Pulau Lirang (IndonesiaMandiri) - Tentu masih sedikit saja masyarakat Indonesia yang mengetahui keberadaan Pulau Lirang, yang masuk di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya. Menariknya, posisi Pulau Lirang termasuk terdepan karena berbatasan langsung dengan negara tetangga, Timor Leste. Gun mencapai Pulau Lirang, butuh waktu lebih dari tujuh jam dengan kapal laut dari Moa, ibukota Kabupaten Maluku Barat Daya.

Senin lalu (7/8), rombongan Menteri BUMN yang dipimpin langsung oleh Menteri Rini Soemarno didampingi Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua serta pejabat daerah lainnya, melaksanakan kunjungan kerja sekaligus memberi bantuan dari Kementrian BUMN kepada Warga Masyarakat yang ada di perbatasan NKRI- Republik Demokrat Timor Leste (RDTL) yaitu Pulau Lirang, Wetar dan sekitarnya.

Menteri BUMN Rini membawa serta pimpinan dalam 10 BUMN, yakni TASPEN, BRI, BNI, BTN, Bank Mandiri, Jasa Raharja, Kimia Farma, Pertamina, PLN, dan Telkom Indonesia. Seluruh peserta kegiatan juga melakukan aksi pengibaran bendera merah putih sebanyak 1000 buah.

mendampingi dalam rombongan, Wakil Gubernur Maluku Bpk Zeth Sahuburua, Kapolres MBD, Muspika MBD, Danrem 151/Binaya Kolonel Inf Christian Kurnianto Tuhuteru, Dandim 1507/Saumlaki Letkol Inf Ryan Hermawan, Ketua adat Ds. Ustutun ( Lucash Mabaha ), Danramil 1507-06/Wetar Kapten Inf H.Tarobat dan Kapolsek Wetar Ipda Christian Ahab.

Kegiatan dimulai dengan peresmian Tugu Merah Putih oleh Menteri BUMN, Pangdam XVI/Pattimura, Wakil Gubernur Maluku dan Upacara Penaikan Bendera merah putih yang dipimpin oleh Dandim 1507/Saumlaki Letkol Inf Ryan Hermawan di Dusun Manoha. Dilanjutkan rombongan menuju SD dan SMKN Perikanan dan Kelautan Dusun Manoha, di SMKN Perikanan Bantuan-Bantuan yang diberikan berupa sumbangan alat-alat tulis, baju seragam sekolah, Infokus, Printer, Bola Volly dan Bola Kaki.

Setelah itu rombongan meninjau pemasangan Broadband Learning Center (BLC) dan melepas Siswa SMK untuk melanjutkan pendidikan siswa Nusantara ke Yogyakarta yang merupakan Program Bantuan dari Bank Mandiri. Rombongan selanjutnya meresmikan Tugu Kode Pos Wetar Barat dan peresmian BTS Combet Telkomsel yang ditandai dengan pemotongan pita oleh menteri BUMN.Menteri BUMN dan rombongan mengadakan tatap muka dengan toga.toda dan toma yang ada di Dusun Ustutun yang bertempat di Lapangan Bola Kaki Desa Ustutun.

Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahaburua menyampaikan salam kemerdekaan. "Kita Merdeka dan sambut salam Persaudaraan kita Kalwedoo. Hari ini kita hadir di Pulau Lirang ini untuk menancapkan bendera merah putih di Tapal Batas NKRI pertanda kedaulatan kita jaga, kita mempertahankan Negara Republik Indonesia.

Bupati Maluku Barat Daya, Barnabas Orno juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran menteri BUMN yang telah memberikan bantuan yang meringankan beban Pemda Maluku Barat Daya hampir dibingkai oleh perbatasan Timor Leste mulai dari Lirang dan Wetar sedangkan Letti, Moa, Lakor, Babar dan Luang Sermatang berbatasan dengan Australia. “Kepada Bapak Pangdam kami Masyarakat Maluku Barat Daya mengucapkan terima kasih banyak karena atas berkat Jasa Bapak Pangdam Ibu Menteri bisa datang di Pulau Lirang, dalam sejarah Kemerdekaan RI ini baru pertama kalinya Pejabat Pemerintahan datang dan berkunjung ke Pulau Lirang”, ujar Barnabas.

Sementara Menteri BUMN Rini Soemarno menyampaikan bahwa "bersama rekan-rekan BUMN mengucapkan terima kasih banyak atas sambutan yg sangat baik oleh masyarakat Maluku Barat Daya maupun Mahasiswa dan Mahasiswi, BUMN sebagai Badan usaha milik negara ingin membantu segala kesulitan-kesulitan dan membangun Infrastruktur khusus nya Daerah Pulau terluar. “Saya berharap Pulau Lirang Kedepannya menjadi lebih maju dan lebih sejahtera karena saat ini Pulau Lirang telah di Jangkau dan telah di Pasang PLN,Terkomsel, Kode Pos, BRI dan Transportasi dari PELNI”, sambung Rini (rm).

Foto: Pendam 16
Share:

TNI AL DAN AL Thailand Beri Bantuan ke Panti Asuhan

Semarang (IndonesiaMandiri) - Disamping melakukan kunjungan dan latihan militer, Angkatan Laut Thailand (Royal Thai Navy/RTN), juga melaksanakan aksi sosial dengan mendatangi serta beri bantuan ke Panti Asuhan Gatot Subroto, di Semarang (9/8).

Dalam kegiatan ini, Commander Frigate Squadron 1 RADM Kosit memberikan tali asih berupa kebutuhan bahan pokok dan perlengkapan sekolah diantaranya, beras, alat tulis, pakaian dan perlengkapan olahraga. Selanjutnya Dansatgas Sea Garuda 19AB-17 Kolonel Laut (P) Rudi Aviantara Irvandhani, memberikan sumbangan berupa tali sosial kepada seluruh pengurus Panti Asuhan Gatot Subroto.

AL Thailand memang dalam kunjungannya ke Indonesia sedang melaksanakan latihan tempur, Satuan Tugas (Satgas) Latihan Bersama (Latma) antara TNI AL dan Royal Thai Navy (RTN) dengan sandi “Sea Garuda 19AB-17” (fm).

Foto: dispenarmatim
Share:

TNI AL DAN AL Thailand Beri Bantuan ke Panti Asuhan

Semarang (IndonesiaMandiri) - Disamping melakukan kunjungan dan latihan militer, Angkatan Laut Thailand (Royal Thai Navy/RTN), juga melaksanakan aksi sosial dengan mendatangi serta beri bantuan ke Panti Asuhan Gatot Subroto, di Semarang (9/8).

Dalam kegiatan ini, Commander Frigate Squadron 1 RADM Kosit memberikan tali asih berupa kebutuhan bahan pokok dan perlengkapan sekolah diantaranya, beras, alat tulis, pakaian dan perlengkapan olahraga. Selanjutnya Dansatgas Sea Garuda 19AB-17 Kolonel Laut (P) Rudi Aviantara Irvandhani, memberikan sumbangan berupa tali sosial kepada seluruh pengurus Panti Asuhan Gatot Subroto.

AL Thailand memang dalam kunjungannya ke Indonesia sedang melaksanakan latihan tempur, Satuan Tugas (Satgas) Latihan Bersama (Latma) antara TNI AL dan Royal Thai Navy (RTN) dengan sandi “Sea Garuda 19AB-17” (fm).

Foto: dispenarmatim
Share:

Korps Marinir Peringati Jasa Prajurit Asal Cirebon

Cirebon (IndonesiaMandiri) - Jajaran Korps Marinir TNI AL berkunjung ke kota Cirebon untuk memberikan pemghargaan kepada prajuritnya yang gugur pada masa lalu. Empat putra terbaik asal Cirebon yang gugur di medan tugas itu adalah Mayor Laut (P) (Anumerta) II Solihin,  Koptu Mar (Anumerta) Samsudin, Kopda (Tlg) (Anumerta) Tubono,  dan Kopda Mar (Anumerta) Nono Surya.

Adalah Komandan Korps Marinir Mayjen Bambang Siswantono, yang hadir langsung dalam pengukuhan dan penyerahan secara simbolik kepada pemerintah daerah Kota Cirebon (8/8). Keempat prajurit TNI AL tersebut merupakan pahlawan kusuma bangsa yang gugur di medan tugas. Tampak hadir dalam acara ini Walikota Cirebon, Dandim 0614 Cirebon, Komandan Skuadron 400, Kapolres Cirebon, Bupati Indramayu, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat.

Kegiatan yang dilaksanakan pukul 08.00 WIB juga diramaikan dengan aksi 14 peterjun Free Fall dari pasukan khusus Marinir TNI AL Detasemen Jalamangkara (Denjaka). Demonstransi Free Fall ini mengundang rasa kagum Masyarakat untuk melihat secara langsung prajurit Korps Marinir memainkan parasutnya di udara.

Dalam kesempatan tersebut Dankormar juga turun ke tengah-tengah lapangan untuk ikut meramaikan kegiatan dengan menyanyikan lagu-lagu Kebangsaan Bersama-sama masyarakat dan anak-anak sekolah yg sengaja hadir untuk tidak lupa akan perjuangan dan mengenang para pahlawan Indonesia.

"Buat saya kegiatan pengukuhan dan penyerahan putra terbaik Prajurit Korps Marinir TNI AL sebagai pahlawan kusuma bangsa ini moment yang sangat luar biasa untuk menyatukan kembali Masyarakat, TNI, Polri dan Pemda kita harus bersatu demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia" ucap Dankormar kepada media yang hadir.

Tak lupa Dankormar juga mengucapkan terimakasih kepada Danlanal Cirebon Letkol Marinir Yustinus Rudiman M.Tr.Hanla, M.Tr.Han, selaku penyelenggara kegiatan yang berjalan sangat baik dan di terima oleh masyarakat Cirebon, Diakhir kegiatan Dankormar bersilaturahmi dan foto bersama dengan keluarga para prajurit yang telah gugur di medan tugas (rm).

Foto: dispenkormar
Share:

Bandar narkoba asal Malaysia ‘korban pertama’ tembak di tempat sesuai instruksi Presiden Jokowi

Belum genap dua pekan setelah Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar aparat hukum menembak pengedar narkoba, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menembak mati seorang terduga bandar narkoba warga negara Malaysia.
Cheng Kheng Hoe alias Ahoi, warga Malaysia, yang ditembak mati Minggu (06/08) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, karena dianggap melawan petugas, diduga menyelundupkan 17kg sabu.
“Dia yang mengatur pesan barangnya, kemudian (mengatur) barangnya dimasukkan lewat mana, siapa yang bawa, caranya bagaimana, itu yang disebut pengendali atau aktor intelektualnya,” kata Kabag humas BNN, Sulistiandriatmoko kepada BBC Indonesia, Selasa (08/08).
Ahoi diyakini sebagai warga asing pertama yang ditembak mati oleh aparat Indonesia setelah Presiden Joko Widodo berpidato pada Juli lalu yang isinya menginstruksikan agar aparatnya menembak mati pengedar narkoba asal negara lain.
Secara jelas instruksi tembak mati kepada bandar narkoba dari luar negeri juga ditegaskan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Alasannya, Indonesia adalah “pasar baru peredaran narkoba” setelah Filipina.
Penggagalan penyelundupan satu ton narkotika jenis sabu di Anyer, Provinsi Banten, pertengahan Juli lalu, diklaim Kapolri sebagai bukti Indonesia merupakan pasar baru peredaran narkoba.
Seorang terduga warga negara Taiwan kemudian ditembak mati oleh aparat saat penyergapan dilakukan di lokasi kejadian.
Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Jokowi menyatakan penggunaan dan pengedaran narkoba di Indonesia sudah masuk “level darurat”.
Dua tahun lalu, presiden mengungkap data yang dilansir BNN bahwa tiap hari ada 50 orang warga Indonesia meninggal karena narkoba. Dan disebutnya ada 4,2 juta orang pengguna narkoba yang direhabilitasi dan 1,2 juta orang pengguna yang tidak dapat direhabilitasi.
Pada 2015, Indonesia telah mengeksekusi mati 14 orang yang semuanya adalah terpidana gembong narkoba, walaupun mendapat kritikan para pegiat HAM.
Diselundupkan dari Malaysia
Temuan terbaru BNN menyebutkan, dibandingkan warga negara Taiwan, Cina, dan beberapa negara Afrika, penangkapan warga negara Malaysia dalam kasus narkoba mengalami peningkatan “cukup signifikan” dalam satu terakhir, kata Sulistiandratmoko.
Dari laporan media yang mengutip keterangan aparat berwenang Indonesia, sejak Agustus tahun lalu, setidaknya ada empat orang warga Malaysia yang ditembak mati terkait penyelundupan narkoba.
Mengapa warga Malaysia masuk kategori paling banyak menyelundupkan narkoba ke Indonesia, belakangan ini? Tanya saya.
“Saya tidak bisa mengatakan bahwa di sana terjadi pembiaran atau begitu mudahnya barang itu keluar dari Malaysia,” kata Kabag Humas BNN, Sulistiandratmoko.
Direktur LBH Masyarakat, Ricky Gunawan mengatakan Malaysia merupakan negara yang ideal atau potensial untuk “transit” penyelundupan narkoba yang kemungkinan diproduksi di Cina.
“Itu yang menjelaskan kenapa Malaysia cukup strategis untuk menjadi pemasok ke Indonesia, karena dia bisa jadi transit dari Cina menuju Indonesia atau menuju Australia, karena ada pasar pemakai narkotika di dua negara itu.
Bagaimanapun, menurut BNN, selain diselundupkan melalui perairan yang berbatasan langsung dengan Indonesia, kelompok sindikat dari Malaysia menggunakan perbatasan darat di Kalimantan sebagai pintu masuk ke Indonesia.
“Hampir sama banyaknya (dari perbatasan darat dan laut). Pada April lalu, kita menggagalkan penyelundupan hampir 43kg narkoba di Entikong (Kalimantan Barat). Dari laut, (penyelundupan) banyak juga,” ungkapnya kepada BBC Indonesia, Selasa (08/08).

Mengapa bandar narkoba ‘harus ditembak’?

Pertanyaannya kemudian, apakah tindakan tegas berupa tembak di tempat terhadap bandar narkoba yang beberapa kali dilakukan di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimatan akan berdampak positif terhadap upaya memerangi penyelundupan narkoba ke Indonesia?
“Secara komprehensif belum bisa diperbandingkan dengan data-data sebelumnya,” kata Sulistiandratmoko. “Tetapi paling tidak (tindakan tegas) itu upaya untuk menekan laju penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui perbatasan darat di wilayah Kalbar.”
Dalam sebuah kesempatan, Kapolri Tito Karnavian menyatakan bahwa Indonesia menjadi sasaran empuk penyelundupan narkoba karena “lemah” penegakan hukumnya.
Pernyataan serupa juga diutarakan Sulistiandratmoko, “Kalau tidak ada upaya tegas dari BNN dan polisi kepada pelaku, seolah-olah kesannya tidak memiliki efek jera.”
Apalagi, “Kalau mereka tidak memilik efek jera dan bahkan setelah divonis (penjara), masih bisa mengendalikan dari lapas, menunjukkan Indonesia lemah dari sisi penegakan hukumnya.”
“Sehingga mereka kecenderungannya makin berani, semakin sering, dan melibatkan lebih banyak orang warga negara Malaysia untuk menyelundupkan (narkoba). Kalau seperti itu, lebih sulit dikendalikan,” jelasnya.
Berbagai kalangan menganggap, langkah “tembak di tempat” yang dilancarkan aparat berwenang Indonesia terhadap bandar narkoba terilhami kebijakan Presiden Filipina Duterte yang menyatakan perang terhadap sindikat narkoba.
“Kita berbeda dengan Filipina,” kata Sulistiandratmoko. Dia menegaskan bahwa aparat BNN dan kepolisian tidak bersikap sewenang-wenang dan penuh perhitungan. “Dan, lagi pula persentasenya (tindakan tegas) kecil jika dibanding yang ditangkap.”
Ditanya apakah penembakan terduga bandar narkoba di Kalimantan Barat, Minggu, 6 Agustus lalu, dilatari pernyataan Presiden Jokowi agar aparat menembak bandar narkoba, Sulistiandratmoko mengatakan: “Tidak seperti itulah.”
“Pada prinsipnya petugas bisa menilai seberapa perlunya mengambil tindakan tegas. Yang terjadi pertimbangan adalah keselamatan petugas dan orang lain di lapangan,” paparnya.

Apa alasan ‘tembak di tempat’ harus ditolak?

Langkah Indonesia ini sejak awal dikritik para pegiat HAM dan sebagian praktisi hukum karena dianggap tidak bisa menjamin bakal berhasil untuk membendung penyelundupan narkoba ke Indonesia.
LBH Masyarakat, yang selama ini kerap menangani kasus hukum pengedar dan pengguna narkoba, merupakan salah-satu lembaga yang menolak kebijakan “tempat di tempat” terhadap bandar narkoba.
“Cara kita menangani peredaran gelap narkoba harus dipikir ulang,” kata Direktur LBH Masyarakat, Ricky Gunawan.
Dia kemudian mengibaratkan memegang balon yang bila ditekan satu sudut, yang bisa saja kempes, tetapi akan menimbulkan gelembung baru di sudut lainnya.
“Jadi kalau kita tekan keras penyelundupan narkotika dari Malaysia atau beberapa negara Asia, mungkin dia akan menyusut sementara, tapi dia akan menimbulkan efek suplainya dari sisi lain,” katanya.
Menurutnya, apabila tidak menyelesaikan masalah dasarnya, Indonesia dalam beberapa tahun ke depan akan menghadapi masalah yang seperti ini.
“Nah, problem masalah utamanya adalah di Indonesia,” kata Ricky. Pertama, selama pemakaian narkotika merupakan tindakan melawan hukum, Indonesia akan dihantui kehadiran pasar gelap narkotika, katanya.
“Dan ketika dia menjadi sasaran pasar gelap, mau bagaimanapun caranya, barang narkotika itu akan terus masuk ke Indonesia karena ada pasarnya,” ujarnya.
Kedua, masalah sistem hukum di Indonesia yang masih korup. “Banyak oknum kepolisian atau penegak hukum lainnya diberitakan terlibat pemakaian, dan jual beli narkotika.”
Dengan demikian, tegasnya, jika ada pasar gelap di Indonesia dan ada oknum penegak hukum yang bisa disuap, maka “itu merupakan kombinasi yang sempurna untuk menciptakan pasar yang subur.”
Hak atas foto ADEK BERRY/AFP
Copyright : bbci.co.uk
Share:

Arsip