Berita Indonesia Mandiri

Dankormar Kunjungi Prajurit di Sorong

Sorong (IndonesiaMandiri) Komandan Korps Marinir Mayjen Bambang Suswantono kunjungi Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) XIV Sorong, Papua Barat (02/06).

Dankormar dalam kunjungannya bersama Komandan Pasmar-1 Brigjen  Lukman, Wadan Lantamal XIV Kolonel Anif Hidayat, Asrena Dankormar Kolonel Edi Prakoso, Aslog Danpasmar-1 Kolonel Budiarso, Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Nyonya Bambang Suswantono, Ketua Korcab Pasmar-1 Ny. Lukman dan Koorsmin Dankormar Letkol Mar Edy Prayitno.

Rombongan disambut langsung Komandan Batalyon Mayor Hariyono Masturi, Wadanyon Mayor Suroso dan seluruh prajurit serta Jalasenastri Yonmarhanlan XIV Sorong yang sebelumnya didahului dengan Tarian Yospan yang dilakukan oleh putra-putri prajurit Yonmarhanlan XIV.

Dankormar menyampaikan bahwa kunjungan kerja tersebut sengaja dilaksanakan di bulan Ramadhan karena sekaligus melaksanakan Safari Ramadhan di seluruh jajaran Satuan Korps Marinir di seluruh Indonesia.

Komandan korps baret ungu itu juga menyampaikan bahwa tujuan kunjungannya untuk melihat secara langsung sarana, prasarana dan prajurit yang ada di Yonmarhanlan XIV Sorong. Disamping itu, juga sebagai wahana silaturahmi dengan prajurit setelah menjabat Komandan Korps Marinir pada 16 Maret 2017 lalu.

Dengan kedekatan antara Komandan dengan prajurit, diharap dapat meningkatkan moril prajurit. Karena memelihara moril prajurit jauh lebih sulit daripada memelihara kemampuan profesionalisme prajurit.

“Meskipun kalian jauh dari induk pasukan yang berada di pulau Jawa, namun kalian harus selalu melatih kemampuan profesionalisme agar tetap terbina dan siap sebagai pasukan pemukul serta tidak melupakan tugas pokok kita sebagai prajurit,” tegas Dankormar.

Dankormar berpesan kepada seluruh prajurit agar selalu menjaga soliditas, solidaritas dengan sesama prajurit Korps Marinir, TNI – Polri maupun dengan masyarakat, membina keluarga dengan baik serta menjauhi Narkoba.

Forum tanya jawab jadi bagian menarik pertemuan ini guna menampung masukan-masukan dari prajurit yang berkaitan dengan sarana dan prasarana yang ada di Yonmarhanlan XIV Sorong.

Kegiatan lain dengan peninjauan sarana dan prasarana Mako Brigade Infanteri Marinir yang berada di Katapop, Distrik Salawati Kab. Sorong (ma).

foto: dispenkormar


Share:

Pangarmatim Sambut Kedatangan Empat Kapal Perang India

Surabaya (IndonesiaMandiri) - Empat kapal perang India setelah mengunjungi petinggi TNI AL di Jakarta, kemudian melanjutkan lawatannya ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kunjungan empat  Kapal Perang INS Sahyadri – F 49, INS Shivalik, INS Kamorta-P 28 dan INS Jyoti- A 58 disambut langsung oleh Pangarmatim Laksda Darwanto, S.H., M.A.P., yang dipimpin Flag Officer Commanding Eastern Fleet, Indian Navy, Rear Admiral Biswajit Dasgupta, yang berlangsung di VIP Room Laksamana Nala Koarmatim, Ujung Surabaya (1/6).

Kedatangan Pati berbintang dua dari Angkatan Laut India ini di dampingi oleh Fleet Operations Officer Eastern Fleet, Commodore TVN Prasanna dan Empat Komandan Kapal Perang India dalam rangka melaksanakan Courtesy Call kepada Pangarmatim di Surabaya. Pangarmatim mengatakan, bahwa kunjungan ini sangat berarti bagi TNI AL karena suatu kebanggaan kedatangan Panglima Armada Timur dari Angkatan Laut India. Begitu pula sebaliknya Koarmatim berharap dapat mengunjungi India dengan membawa banyak Kapal Perang Indonesia. TNI AL dan Indian Navy sampai saat ini masih melaksanakan pertukaran Perwira dalam bidang pendidikan di tingkat Sesko Angkatan.

Selama ini banyak Perwira TNI AL belajar ke India berkaitan dengan kapal selam. Oleh karenanya, kedepan Pangarmatim mengharapkan adanya latihan bersama antara kapal selam Indonesia dan India dalam rangka menjaga perbatasan laut Internasional serta dapat menjalin persahabatan dan menjadi pertemuan ini sebagai negara yang bertetangga yang berpikiran positif dalam menjaga hubungan baik.

Selain itu, selama di Surabaya, Angkatan Laut India akan melaksanakan kegiatan diantaranya, Open Ships Kapal Perang India untuk warga sipil, Olahraga bersama Volly Ball dan Basket antara personil AL Indonesia dan India, kunjungan personil Indian Navy ke Koarmatim, Pentas seni musik di Taman Bungkul Surabaya oleh personil Indian Navy, Cocktail Party dan berbagai kegiatan lainnya (fm).

Foto: Dispenarmatim

Share:

KLHK Ajak Masyarakat Lestarikan Tenun Tradisonal

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Tenun tradisional Indonesia merupakan sektor yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan kekayaan budaya bangsa. Tenun tradisional dapat ditemui di hampir semua daerah Indonesia dan diproduksi dengan berbagai teknik seperti: songket, ikat, lurik, dan lain-lain.


Para penenun memang kebanyakan perempuan miskin yang merupakan anggota etnik tertentu di daerah, yang melestarikan pengetahuan tradisionalnya. Kain tenun tangan tradisional diproduksi sepertiga penduduk Indonesia. Tenun in dibuat umumnya oleh secara turun-temurun.


Hal inilah yang melatarbelakangi acara peluncuran dokumen strategi pengembangan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan Sektor Tenun Tradisional Indonesia,  di Alun-alun Indonesia, Grand Indonesia (31/5). Acara ini ditandai dengan serah terima dokumen dari HIVOS kepada Pustanlihut  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).


Dokumen strategi ini berisikan Visi, Misi, Tantangan dan Peta Jalan (Roadmap) pengembangan Sektor Tenun Tradisional Indonesia selama lima tahun kedepan, termasuk pengembangan ekolabel (sertifikat ramah lingkungan) untuk tenun dengan pewarna alami. Selain itu, ada juga  acara  serah terima produk-produk tenun ramah lingkungan hasil krgiatan program dari Delegasi Uni Eropa kepada Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASSPUK), Cita Tenun Indonesia (CTI), dan Non Timber forest Product Exchange Program ( NTFP EP) yang akan melanjutkan kegiatan promosi tenun ramah lingkungan Indonesia. Serta juga diadakan Pameran Produk kain dan produk tenun tradisional Indonesia.


Untuk lebih mengembangkan sektor ini dan mendukung pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 12 (SDG 12) mengenai Konsumsi dan ProduksiBerkelanjutan, program SWITCH Asia Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan Tenun Tradisional bekerjasama dengan Pusat Standarisasi Lingkungan dan Kehutanan, maka Pustanlihut KLHK menyusun Dokumen Strategi Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan untuk sektor TenunTradisional Indonesia. Dalam proses penyusunannya telah dikonsultasikan dan mendapat masukan dari para pemangku kepentingan dimana terdiri dari lembaga pemerintahan, sektor swasta, akademisi, asosiasi, organisasi masyarakat dan perwakilan perajinpenenun.


Penyusunan dokumen strategi ini merupakan bagian dari Program SWITCH Asia Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan Tenun Tradisional yang didanai oleh Uni Eropa dan dilaksanakan oleh HIVOS, AsosiasiPendamping Perempuan Usaha Kecil (ASSPUK), CitaTenun Indonesia (CTI), dan Non Timber forest Product Exchange Program ( NTFP EP). Program ini bermitra dengan 4.332 perajin tenun tradisional Indonesia di 27 Kabupaten dan 12 Provinsi di Indonesia (AT).

Foto: abri

Share: