Prajurit Kontingen Garuda XXXV-B/Unamid Tiba di Tanah Air

Panglima TNI menyematkan tanda kehormatan kepada perwakilan Prajurit Konga XXXV-B/UnamidJakarta (IndonesiaMandiri) - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menerima kedatangan 800 prajurit TNI Kontingen Garuda XXXV-B/Unamid dibawah pimpinan Letkol Inf Singgih Pambudi Arinto selaku Komandan Satgas, dalam suatu upacara militer di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (26/4/2017).

“Saya merasa bangga, kalian kembali dengan selamat dan membawa harum nama bangsa Indonesia, setelah setahun kalian melaksanakan tugas negara dan semoga rasa bangga saya ini juga menjadi kebanggaan kalian semua,” tegas Jenderal Gatot.

Menurut Panglima TNI bahwa secara umum kehadiran prajurit TNI dinilqi berhasil dalam mengemban tugas negara yang dipercayakan PBB untuk melaksanakan misi perdamaian dunia di Darfur, Sudan, Afrika.

“Komandan Sektor Barat memberikan pujian karena Kontingen Garuda memiliki semangat luar biasa, yang menunjukan betapa tingginya semangat juang dan militansi pasukan Indonesia untuk melaksanakan tugas terbaiknya dalam misi perdamaian PBB, termasuk di Darfur,” tambah Jenderal Gatot..

Tidak hanya itu, Panglima TNI juga sudah mengetahui apa yang disampaikan oleh Force Commander UNAMID, yang sangat terkesan dengan performa pasukan Indonesia sejak bergabung dimana betapa tingginya profesionalisme pasukan Indonesia. “Ini merupakan bentuk pengakuan, betapa kontribusi TNI pada misi Pasukan Perdamaian Dunia begitu besar, sekaligus menegaskan kepada kita bahwa kalian memiliki peran besar sebagai duta bangsa di dunia internasional. Oleh karena itu, kita harus senantiasa mampu menunjukan, bahwa pasukan TNI memang pasukan berkelas dunia,” ucapnya.

Yang tak kalah pentingnya, Panglima TNI mengucapkan terimakasih kepada Konga XXXV-B/Unamid, karena beberapa waktu lalu ditemukan Kontingen Pasukan PBB dari Indonesia terindikasi terlibat dalam upaya penyelundupan senjata. Namun setelah diteliti semua data dan fakta, tidak ada satupun pasukan TNI yang terlibat didalamnya. “Kalian sunguh mampu menjaga disiplin maupun kehormatan TNI, bangsa dan negara Indonesia, saya bangga dengan kalian semua,” ujar Jenderal Gatot yang didampingi pula oleh Wakasad Letjen TNI M. Erwin Syafitri, Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Irjen TNI Letjen TNI M. Setyo Sularso, Danjen Akademi TNI Letjen TNI Bayu Purwiyono, Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, para Asisten Panglima TNIdan Angkatan, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, dan para Kabalakpus Mabes TNI (ma).
foto: Puspen TNI

Share:

"Tour of Duty" 87 Jabatan Perwira Tinggi TNI

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Terjadi "Tour of Duty" atau mutasi di lingkungan jabatan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi (Pati). Hal ini guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, TNI terus melakukan upaya peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan personel di tingkat Pati TNI.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Nomor Kep/295/IV/2017, tanggal 25 April 2017 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, telah ditetapkan Mutasi Jabatan 87 Perwira Tinggi (Pati) TNI, terdiri dari : 38 Pati di jajaran TNI AD, 24Pati di jajaran TNI AL dan 25 Pati di jajaran TNI AU.

Dalam mutasi tersebut tercatat sebagai berikut :

38 Pati TNI AD yaitu, Letjen TNI Erwin Syafitri dari Wakasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Hinsa Siburian dari Pangdam XVII/Cen menjadi Wakasad, Mayjen TNI George Elnadus Supit dari Asops Kasad menjadi Pangdam XVII/Cen, Mayjen TNI Sudirman dari Pangdam II/Swj menjadi Asops Kasad, Mayjen TNI A.M Putranto, S.Sos. dari Pangdif-1 Kostrad menjadi Pangdam II/Swj, Mayjen TNI Agus Surya Bakti dari Pangdam VII/Wrb menjadi Pangdam XIV/Hsn (Validasi Orgas), Mayjen TNI Benny Susianto S.I.P. dari Pangdif-2 Kostrad menjadi Kas Kostrad, Mayjen TNI dr. Bambang Pratomo Sulistianto dari Kapuskesad menjadi Staf Khusus Kasad, Brigjen TNI Ainurahman dari Kasdam VI/Mlw menjadi Pangdif-1 Kostrad, Brigjen TNI Muhammad Nur Rahmad dari Waaspam Kasad menjadi KasdamVI/Mlw, Brigjen TNI Makmur Umar, S.A.P., M.M. dari Danrem 091/Asn (Samarinda) Kodam VI/Mlw menjadi Waaspam Kasad, Brigjen TNI Teguh Arief Indratmoko dari Wadan Paspampres menjadi Pati Sahli Tk.III Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI, Brigjen TNI Supartodi dari Kasdam VII/Wrb menjadi Kasdam XIV/Hsn (Validasi Orgas), Brigjen TNI Agus Suhardi dari Kasdam V/Brw menjadi Pangdif-2 Kostrad, Berigjen TNI Widodo Iryansyah S.Sos., M.M. dari Danrem 121/Abw (Sintang) Kodam XII/Tpr menjadi Kasdam V/Brw, Brigjen TNI dr. Bambang Dwi Hasto, Sp.B dari Waka RSPAD GS Puskesad menjadi Kapuskesad, Brigjen TNI dr. Heru Pranata dari Waka Puskesad menjadi Waka RSPAD GS Puskesad, Brigjen TNI Suko Purwantoro, S.I.P., M.M., Msc. dari Dirdok Kodiklatad menjadi Staf Khusus Kasad, Brigjen TNI Bambang Busono dari Dirlat Kodiklatad menjadi Staf Khusus Kasad, Brigjen TNI Tamsil, M.Si. (Han) dari Kabiro Akademik dan Kemahasiswaan Unhan menjadi Pati Mabes TNI AD, Brigjen TNI Drs. Jan Pieter Ape, M.Bus. dari Dirtekindhan Ditjen Pothan Kemhan menjadi Warek III Bid. Kerjasama Kelembagaan Unhan, Brigjen TNI Toto Siswanto S.I.P, M.M. dari Bandep Lingstrareg Setjen Wantanas menjadi Sahli Bid. Hankam Setjen Wantanas, Brigjen TNI Slamet Riyadi dari Bandep Lingkungan Sosial Setjen Wantanas menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pension), Brigjen TNI Syafi’ul M.B.A. dari Bandep Sosbud Setjen Wantanas menjadi Bandep Lingkungan Alam Setjen Wantanas, Brigjen TNI Robert R. Lumenpouw dari Bandep Lingkungan Alam Setjen Wantanas menjadi Bandep Sosbud Setjen Wantanas, Brigjen TNI Basuki Nugroho dari Direvbang Sesko TNI menjadi Kabiro Personel TNI dan Polri Setmilpres Kemensetneg, Brigjen TNI A.Y Purwoko Bhakti dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Edy Purnomo dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Inf Irham Waroihan dari Irdam XVll/Cen menjadi Danrem 091/Asn (Samarinda) Kodam VI/Mlw, Kolonel Inf Maruli Simanjuntak dari Danrem 074/Wrt (Surakarta) Kodam IV/Dip menjadi Wadan Paspampres, Kolonel Inf Bambang Ismawan, S.E. dari Pamen Denma Mabesad menjadi Danrem 121/Abw (Sintang) Kodam XlI/Tpr, Kolonel Ckm dr. Untung Sunardono, M.M., M.B.A. dari Sekretaris Puskesad menjadi Waka Puskesad, Kolonel Inf Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si. dari Pamen Denma Mabesad menjadi Dirdok Kodiklatad, Kolonel Inf Gatot Sudjatmiko dari Paban Sahli Bid. Ideologi Pok Sahli Bid. Idpol Sahli Kasad menjadi Dirlat Kodiklatad, Kolonel Inf Agus Winarna, S.I.P., M.Si., (Han). dari Dankorsis Seskoad menjadi Kabiro Akademik dan Kemahasiswaan Unhan, Kolonel Inf Mundasir, S.I.P., M.M. dari Pamen Denma Mabesad menjadi Bandep Lingstrareg Setjen Wantannas, Kolonel Inf Ali Hamdan Bogra dari Paban Sahli Bid. Komphan Pok Sahli Bid. Jemen Sishanneg Sahli Kasad menjadi Bandep Lingkungan Sosial Setjen Wantannas, Kolonel Inf Deddy Kusbandi, S.I.P., M.Si. dari Paban III/Binkar Spers TNI menjadi Direvbang Sesko TNI.

24 Pati TNI AL yaitu, Laksma TNI Heri Suhaeri dari Pasahli TK. II Sosbud Sahli Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI menjadi menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam Rangka Pensiun), Kolonel Laut (T) I Wayan Wetha dari Sahli E Teklog Pangarmatim menjadi Pasahli TK. II Sosbud Sahli Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI, Laksma TNI Sapto Abdi, S.E. dari Dirmin Akademi TNI menjadi Dirum Akademi TNI (Validasi Orgas), Kolonel Mar Markos dariAsintel Kormar menjadi Dansatsiber TNI (Orgas Baru), Mayjen TNI (Mar) Tommy Basari Natanegara, S.E., M.M. dari Aspotmar Kasal menjadi Staf Khusus Kasal, Brigjen TNI (Mar) Gatot Triswanto dari Waaster Panglima TNI menjadi Aspotmar Kasal, Brigjen TNI (Mar) Purnomo dari Pa Sahli TK. II Kamkonf Komunal Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI menjadi Waaster Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Muh. Hari dari Danlantamal XII/Ptk Koarmabar menjadi Pa Sahli TK. II Kamkonf Komunal Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI, Kolonel Mar Endi Supardi dari Dandenma Mabesal menjadi Danlantamal XII/Ptk Koarmabar, Laksma TNI Dr. A.V.S., Suhardiningsih, S.Kp., M.Kes. dari Pa Sahli Kasal Bid. Sumda Hanneg menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksma TNI R. Edi Surjanto, S.E., M.M. dari Kas Kolinlamil menjadi Pa Sahli Kasal Bid. Sumda Hanneg, Laksma TNI Sugeng Ing Kaweruh, S.E., M.M., dari Waaspers Kasal menjadi Kas Kolinlamil, Laksma TNI B. Ken Tri Basuki, M.Si (Han) dari Kadisminpersal menjadi Waaspers Kasal, Kolonel Laut (P) Tedjo Sukmono dari Sekdisminpersal menjadi Kadisminpersal, Laksma TNI Ir. Ade Sumadi, M.A.P. dari Kadiswatpersal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam Rangka Pensiun), Kolonel Laut (S) Rubiyanto, S.E., M.M. dari Kasetumal menjadi Kadiswatpersal, Laksma TNI dr. Lukman Djauw, M.Kes. dari Kadiskesal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksma TNI drg. Nora Lelyana, MH. Kes. dari Pa Sahli TK. II Bid Jahpers Panglima TNI menjadi Kadiskesal, Laksma TNI Soetrisno Sandi Asmara, S.T. dari Dankodikopsla Kodiklatal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Kolonel Laut (P) Maman Firmansyah dari Sekdisopslatal menjadi Dankodikopsla Kodiklatal, Laksma TNI Ir. Christianto Purnawan dari Kadissenlekal menjadi Staf Khusus Kasal, Kolonel Laut (E) Gunawan, S.T.,`M.Tr. (Han) dari Paban III/Senlek Slogal menjadi Kadissenlekal, Laksma TNI Samsudin Safari Panjaitan dari Danlantamal XIV/Sor Koarmatim menjadi Staf Khusus Kasal dan Kolonel Mar Amir Faisol, S.Sos. dari Paban IV/Watpers Spers TNI menjadi Danlantamal XIV/Sor Koarmatim.

25 Pati TNI AU yaitu, Marsda TNI Anang Murdianto dari Irjenau menjadi Staf Khusus Kasau, Marsda TNI Umar Sugeng Hariyono, S.I.P., S.E., M.M. dari Pangkoopsau II menjadi Irjenau, Marsda TNI Robert Soter Marut, M.Sc. dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsda TNI M. Nurullah, S.I.P., M.M. dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI Yadi Indrayadi S., M.S.S. dari Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI menjadi Pangkoopsau II, Marsma TNI Johannes Berchman SW. dari Wagub AAU menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI, Marsma TNI Fachri Adamy, S.E. dari Kas Koopsau I menjadi Wagub AAU, Marsma TNI Henri Alfiandi dari Danlanud Rsn menjadi Kas Koopsau I, Marsma TNI T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P., M.A. dari Pangkosek Hanudnas III Mdn menjadi Danlanud Rsn, Marsma TNI dr. Asrunsyah Nasution, Sp.PD. dari Kadiskesau menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma TNI dr. Didik Kestito, Sp.BU., M.M.Rs. dari Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito menjadi Kadiskesau, Marsma TNI Yudi Rusti Hadi dari Pati Sahli Kasau Bid. Strahan menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma TNI Agus Yulianto dari Pa Sahli Tk. II Indag Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI menjadi Pati Sahli Kasau Bid. Strahan, Marsma TNI Irwan Is Dunggio, S.Sos. dari Kadispotdirga menjadi Danlanud Ats, Marsma TNI Hari Budianto dari Danlanud Ats menjadi Kadispotdirga, Marsma TNI Johny Kadarma, M.A., M.Sc. dari Warek III Bid. Kerjasama Kelembagaan Unhan menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma TNI Lukas Pamardi, S.H., M.M. dari Bandep Hankam Setjen Wantannas menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma TNI Deri Pemba Syafar, M.M. dari Bandep Renkon Setjen Wantannas menjadi Bandep Strategi Nasional Setjen Wantannas, Marsma TNI Bayu Roostono, S.H., M.M. dari Bandep Strategi Nasional Setjen Wantannas menjadi Bandep Renkon Setjen Wantannas, Marsma TNI Achmad Zainuri, S.E., M.M. dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Kolonel Kes drg. Chairul Maulidi, Sp.KG. dari Kapokli Lakesgilut Diskesau menjadi Pa Sahli Tk. II Bid. Jahpers Panglima TNI, Kolonel Pnb Ir. Tri Bowo Budi Santoso, M.M., M.Tr. (Han). dari Sesdislambangjaau menjadi Pangkosek Hanudnas III Mdn, Kolonel Kes dr. M. Daradjat, Sp.An. dari Kasubdis Matfaskes Diskesau menjadi Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito, Kolonel Tek Dr. Ir. Gita Amperiawan, M.Sc. dari Kasubdit Dagunkermaindhan Dittekindhan Ditjen Pothan Kemhan menjadi Dirtekindhan Ditjen Pothan Kemhan, Kolonel Lek Uganda Irwanto dari Analis Kebijakan Bid. Pengembangan Sektor Rill Setjen Wantannas menjadi Bandep Hankam Setjen Wantannas.

Share:

Kapal Buronan Malaysia Ditangkap Koarmabar

ara ABK yang diamankan KoarmabarJakarta (IndonesiaMandiri) - Dua kapal yang menjadi incaran pihak keamanan Malaysia (Agency Penguatan Maritim Malaysia/APMM), yaitu MT. Brama Ocean Berbendera Malabo 314 GT dan MT. Orca Berbendera Fiji 127 GT, berhasil ditangkap jajaran Koarmabar di perairan Tanjung Uma, Batam, Kepulauan Riau (23/4).

Dari laporan Tim Western Fleet Quick Response (WFQR-4) Lantamal IV Tanjungpinang Koarmabar, disebutkan kronologi penangkapan berawal APMM Malaysia mengirimkan berita kepada Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno, S.E., M.M., bahwa kapal tangkapannya MT. Brama Ocean dan MT. Orca telah hilang/dilarikan. Lalu Danlantamal IV memerintahkan Asintel Danlantamal IV untuk melaksankan pengumpulan data terhadap adanya kemungkinan MT. Brama Ocean dan MT. Orca berlayar masuk menuju perairan Batam, Bintan dan Tanjung Balaikarimun, serta memerintahkan Asops Danlantamal IV untuk menyiapkan unsur patroli dan membuat sektor penyekatan oleh unsur–unsur patroli diwilayah perairan Batam, Bintan dan Tanjung Balaikarimun.

Asops (Asisten Operasi) Kolonel Laut (P) May Franky Sihombing dan Asintel (Asisten Intelijen) Kolonel Laut (E) Iwan S. bergerak cepat mengumpulkan staf untuk selanjutnya dilaksanakan briefing kepada Perwira Staf Operasi dan intel serta tim penindak WFQR-4 Unit 1 Jatanrasla untuk membuat perencanaan Operasi dn intelijen dalam pencarian terhadap MT. Brama Ocean dan MT. Orca di perairan Batam, Bintan dan Tanjung Balaikarimun.

KAL Anakonda, KAL Mapor, Sea Rider dan 3 unsur Patkamla Satkamla Lantamal IV dikerahkan oleh Lantamal IV langsung menggelar aksi penyekatan diwilayah perairan Selat Riau, Utara Batam dan Selat Durian yang diperkirakan kedua kapal akan melewati daerah tersebut.

Akhirnya, Sea Rider Unit 1 Jatanrasla melihat siluet kapal mini tanker mencurigakan berada di perairan Tanjung Uma Batam, serta melaksanakan pendekatan menuju kapal mini tanker tersebut untuk melaksankan pemeriksaan.

Dari ciri-ciri kapal tanker tersebut mirip dengan informasi yang diperoleh dari APMM Malaysia namun beberapa bagian telah dicat untuk menghilangkan identitas kapal. Begitu diperiksa kapal MT. Orca, sedang lego jangkar di perairan Tanjung Uma Batam dan diatas kapal terdapat seorang yang berinisial “M”. Tim tmengorek keterangan yang bersangkutan bahwa seluruh ABK berjumlah enam orang namun yang lima sedang turun ke darat. Yang bersangkutan mengakui sudah sebulan berada di MT. Orca pada saat masih berada diperairan Malaysia.

Sedangkan MT. Brama Ocean, juga sedang sandar pada MT. Orca yang sedang lego jangkar. Diatas kapal terdapat empat orang yang terdiri dari seorang Nahkoda dan tiga orang lainya adalah ABK dengan keterangan yang berinisial A jabatan Nahkoda MT. Brama Ocean, Jabatan Second Enginner yang berinisial “S”, Chief Officer MT. Brama Ocean sedangkan dari hasil interogasi sementara terhadap 5 ABK MT. Orca.

Pengakuan kelima kelima orang tersebut merupakan nahkoda dan ABK kapal lama yg mengetahui permasalahan di kapal tersebut, terkait penahanan kapal oleh APMM Malaysia lalu melarikan diri dengan menggunakan kedua kapal tersebut atas perintah “A” umur 30 th merupakan WNI suku Jawa.

Hasil pengecekan fisik MT. Orca dan MT. Brama Ocean untuk nama kapal pada lambung kanan dan kiri haluan kapal telah dihilangkan dengan cara di cat warna hitam dan kelima orang yang masih diatas kapal menyaksikan pengecetan tersebut setibanya di perairan Tanjung Uma Batam. Hingga saat ini kedua kapal MT. Orca dan MT. Brama Ocean telah diamankan di Dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna proses lebih lanjut (lw).

Foto: DispenKoarmabar

Share:

Siaran Pers : Mulai Hari ini, Jembatan Timbang kembali Beroperasi

TUBAN - Dalam rangka meningkatkan keselamatan di jalan raya, Kementerian Perhubungan c.q. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengoperasionalkan kembali Jembatan Timbang. "Peresmian Pengoperasian 25 Unit Jembatan Timbang ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan transportasi darat kepada masyarakat, khususnya terkait keselamatan, keamanan dan pelayanan transportasi darat," demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto saat Pengoperasian 25 Unit Jembatan Timbang Secara Simbolis di UPPKB Widang, Tuban, Jawa Timur, Jumat (21/4).

"Saya ingin menyampaikan harapan Menteri Perhubungan agar acara ini tidak hanya sekedar seremoni belaka namun juga agar ada perubahan fundamental dalam pelaksanaannya, termasuk di dalamnya operasional, penindakan dan penegakan hukum terhadap angkutan barang," ucap Pudji. Dalam pengoperasian Jembatan Timbang harus terwujud semangat good government dan clean government. Untuk mewujudkannya harus didasari niat mau berubah ke arah positif. "Tidak ada lagi pungli di Jembatan Timbang," tegas Pudji.

"Ada 3 manfaat dari pengoperasian jembatan timbang, yang pertama tidak ada lagi kendaraan bermuatan lebih. Kedua, lalu lintas lancar, tidak macet dan minim kecelakaan, ketiga, jalan lebih awet, tidak cepat rusak." Pudji juga menekankan bahwa sebagai aparatur perhubungan,harus merubah mindset, jangan mempersulit tapi harus mempermudah. "Sebagai aparatur kita wajib melayani masyarakat, dengan ikhlas dan berkualitas," kata Pudji.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan bahwa sejak 1 Januari 2017, pengelolaan Jembatan Timbang beralih ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan. "Adanya perubahan kewenangan terhadap pengelolaan Jembatan Timbang adalah sebagai salah satu langkah dalam upaya menjalankan fungsi pengawasan secara ketat agar pengoperasian UPPKB dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," lanjut Pudji.

Lebih lanjut Pudji mengatakan bahwa Jembatan Timbang merupakan alat pengawasan angkutan barang dari kelebihan muatan untuk menjaga kelaikan kendaraan dan kerusakan jalan akibat muatan lebih. Namun kenyataan selama ini Jembatan Timbang terkesan sebagai sarang pungutan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah atau disebut Retribusi Daerah. "Pemerintah Pusat tidak mengenal istilah retribusi. Oleh karenanya sejak beralihnya kewenangan pengelolaan Jembatan Timbang kepada pemerintah pusat, *saya tidak mau* lagi mendengar ada pungutan dalam bentuk apapun. Karena itu sudah termasuk Pungutan Liar. *Saya tidak mau* mendengar ada anggota saya yang ditangkap oleh tim Saber Pungli," kata Pudji.

Hari ini secara resmi saya luncurkan juga Maskot dan Tagline Jembatan Timbang yaitu Wow Semakin Pas dan Keren. "Tagline ini harus diresapi oleh semua anggota Jembatan Timbang. Bukan hanya sekedar kalimat namun ada makna di dalamnya. Ada harapan disana. Bahwa sekarang Jembatan Timbang semakin Pas dalam menimbang muatan kendaraan," ujar Pudji.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan Jembatan Timbang, pada Tahun 2017 juga akan dilakukan pembenahan berupa perbaikan (make-up) terhadap fasilitas penimbangan kendaraan bermotor sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang meliputi:
a. Pencahayaan (lampu highmast, lampu PJU listrik, lampu sorot);
b. Signage (papan nama, rambu lalu lintas, Rambu Pendahulu Penunjuk Jurusan (RPPJ), warning light);
c. Estetika utilitas (pengecatan interior, eksterior, plafond);
d. Sistem keamanan (Alat Pemadan Api Ringan (APAR), pagar depan);
e. Lain-lain (genset, AC split, tata suara, penangkal petir).

Dari total sebanyak 141 Jembatan Timbang di seluruh Indonesia, sebanyak 25 Jembatan Timbang mulai hari ini dibuka, termasuk didalamnya terdapat 9 Jembatan Timbang yang menjadi proyek percontohan sebagai berikut :
A. UPPKB di Pulau Jawa :
1) UPPKB Losarang (Provinsi Jawa Barat);
2) UPPKB Wanareja (Provinsi Jawa Tengah);
3) UPPKB Widang (Provinsi Jawa Timur);
4) UPPKB Widodaren (Provinsi Jawa Timur).

B. UPPKB di Pulau Sumatera :
1) UPPKB Senawar Jaya (Provinsi Sumatera Selatan);
2) UPPKB Sarolangun (Provinsi Jambi);
3) UPPKB Seumadam (Provinsi Aceh).

C. UPPKB di Pulau Sulawesi :
1) UPPKB Bitung (Provinsi Sulawesi Utara);
2) UPPKB Macopa (Provinsi Sulawesi Selatan).

25 UPPKB/JT yang akan beroperasi adalah:

1. JT. Seumadam, Kab. Aceh Tamiang, Aceh
2. JT. Subulussalam, Kab. Subulussalam, Aceh
3. JT. Sibolangit, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara
4. JT. Mambang Muda, Kab. Labuan Batu Utara, Sumatera Utara
5. JT. Balai Raja, Kab. Bengkalis, Riau
6. JT. Tanjung Balik, Kab. Lima Puluh Kota, Sumatera Barat
7. JT. Jambi Merlung, Kab. Tanjung Jabung Barat, Jambi
8. JT. Sarolangun, Kota. Sarolangun, Jambi
9. JT. Senawar Jaya, Kab. Musi Banyuasin, Sumatera Selatan
10. JT. Pematang Panggang, Kab. Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan
11. JT. Kota Baru, Kab. Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan
12. JT. Padang Ulak Tanding, Kab. Rejang Lebong Bengkulu
13. JT. Losarang, Kab. Indramayu, Jawa Barat
14. JT. Wanareja, Kab. Cilacap, Jawa Tengah
15. JT. Subah, Kab. Batang, Jawa Tengah
16. JT. Kulwaru, Kab. Kulonprogo, D.I. Jogjakarta
17. JT. Widodaren, Kab. Ngawi, Jawa Timur
18. JT. Widang, Kab, Tuban, Jawa Timur
19. JT. Sedarum, Kab. Pasuruan, Jawa Timur
20. JT. Rejoso, Kab. Pasuruan, Jawa Timur
21. JT. Cekik, Kab. Jembrana, Bali
22. JT. Siantan, Kota Pontianak Kalimantan Barat
23. JT. Anjir Serapat, Kab. Kapuas, Kalimantan Tengah
24. JT. Bitung, Kota Bitung, Sulawesi Utara
25. JT. Maccopa, Kab. Maros, Sulawesi Selatan

Sebelum dilakukan peresmian ini, Kementrian Perhubungan telah mengadakan MOU dengan Polri dan Kementrian PU-PERA guna mendukung pelaksanaan operasional jembatan seluruh Indonesia. Dengan adanya kerjasama tiga instansi pemerintahan ini, diharapkan bantuan pengamanan, bantuan penegakan hukum, pemberian motivasi bagi petugas pelaksana, bantuan penyediaan prasarana jalan, bantuan penyediaan lahan untuk mendukung operasional Jembatan Timbang dapat mengurangi beban jalan raya, yang pada akhirnya dapat meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya. (CAS/PTR)
-----------
HUMAS DITJEN PERHUBUNGAN DARAT

Share:

Kapal Cina Diamankan Di Perairan Anambas

Prajurit Koarmabar sedang memeriksa kapal asing berbendera CinaTarempa (IndonesiaMandiri) - Kapal asing berbendera Cina yang diduga melakukan eksplorasi bawah air ilegal di perairan Anambas, Tarempa, Kepulauan Riau, diamankan jajaran Koarmabar (20/4).

Kapal asing tersebut ditangkap oleh Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 Pangkalan Angkatan Laut Tarempa di sebelah barat Pos Angkatan Laut Jemaja, Letung, kurang lebih berjarak 45 mil. Kapal tersebut bernama Chuan Hong 68 berbobot kurang lebih 8352 GT dengan jumlah .crew kapal 20 orang terdiri dari 16 WNA China, 3 WNA India dan 1 WNA Malaysia.

Ketika dilakukan pemeriksaan, di dalam Kapal Chuan Hong 68 tersebut ditemukan muatan barang-barang berupa besi dan tembaga campuran dari bawah laut dengan berat kurang lebih 1000 ton.

Adapun pelanggaran yang dilakukan diantaranya, kapal tidak dilengkapi dokumen resmi dari pemerintah RI, dalam hal ini Kemenhub dan Kementrian KKP untuk eksplorasi bawah air dengan dugaan pengambilan barang-barang berharga dibawah air/ BMKT dan pengangkatan kerangka kapal. Selain itu, kapal beserta ABK tidak dilengkapi oleh dokumen yang sah, kapal tidak mengibarkan bendera Indonesia saat bekerja di wilayah perairan Indonesia dan nakhoda tidak ada diatas kapal.

Tim WFQR-4 Lanal Tarempa mengambil tindakan tegas dengan mengamankan dan menghentikan kegiatan operasional kapal tersebut serta mengamankan ABK-nya dan dikawal menuju Posal Letung, Lanal Tarempa (tw).
Foto: DispenKoarmabar

Share:

800 Prajurit Kontingen Garuda XXXV-C 800 Tiba di Sudan

Darfur/Sudan (IndonesiaMandiri) - Sebanyak 800 Prajurit TNI Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt (Indonesian Battalion) 03 yang akan bertugas sebagai Pasukan Pemeliharaan Perdamaian dibawah bendera PBB, dengan menggunakan Pesawat PBB Boeing 767 beberapa waktu telah tiba di Bandara Al Shaheed Sebera, El Geneina, Sudan-Afrika (25/4).

Komandan Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid Letkol Inf Syamsul Alam S.E., yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Batalyon Para Raider 433/Julu Siri Kariango Sulawesi, Brigif Para Raider 3 dibawah Divisi Infanteri 1/Kostrad, dengan Wakil Komandan Satgas Mayor Inf Jenris Yulmalvinas.

Para prajurit Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid, terdiri dari 54 Perwira, 189 Bintara, 541 Tamtama, dan 16 Wanita TNI dengan Main Body sebanyak 499 personel dari Battalion Infanteri Para Raider 433/JS Makassar.

Selama berada di daerah misi, Pasukan Garuda di bawah bendera PBB akan menjalankan tugas sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian dunia di wilayah Darfur, Sudan-Afrika, yang bertujuan mengurangi tindakan kekerasan yang terjadi di daerah misi serta untuk memantau Perjanjian Perdamaian atau Darfur Peace Agreement (DPA) antara pemerintah Darfur dengan para kelompok bersenjata penentang pemerintah Darfur.

Satgas Kontingen Garuda XXXV-C/Unamid merupakan misi Satgas TNI ketiga menggantikan Satgas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-B/Unamid.Dalam pelaksanaan tugasnya, Satgas Konga XXXV-C/Unamid akan ditempatkan pada dua UN Camp, yaitu Markas Batalyon beserta Kompi Bantuan dan 3 (tiga) Kompi Senapan yang berada di Supercamp Secwest Unamid di El Geneina dan 1 (satu) Kompi Senapan Berdiri Sendiri berada di Masteri Camp dengan jarak lebih kurang 70 km dari Supercamp El Geneina (lw).
Foto: PuspenTNI

Share:

Korcab III Jalasenastri Kunjungi Cabang 10 Pomal Lantamal III

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Ketua Koordinator Cabang III Daerah Jalasenastri Armada Barat (DJAB) Ny. Muchammad Richad beserta pengurusnya melaksanakan kunjungan kerja ke Cabang 10 Korcab III DJAB yang berada di Mako Pomal Lantamal III Jl. Bungur Raya No. 76-78 Kecamatan Senen, Jakarta Pusat (25/04).

Ketua Korcab III DJAB Ny. Muchammad Richad dengan Ketua Cabang 10 Korcab III DJAB Ny. Ade Permana dan seluruh anggota Jalasenastri Pomal Lantamal III melakukan banyak diskusi rutin yang memang berlangsung tiap dua bulan. Dengan kegiatan tatap muka ini, bisa lebih saling mengenal.

Sebagai istri TNI Angkatan Laut memang secara otomatis akan menjadi anggota Jalasenastri. Untuk itu harus pandai-pandai membagi waktu agar dapat menjalankan berbagai peran dengan baik, mulai sebagai istri, sebagai ibu, sebagai anggota jalasenastri, hingga sebagai anggota masyarakat.

Berbagai penekanan lainnya juga disampaikan Ketua Korcab III DJAB Ny. Muchammad Richad demi kemajuan Jalasenastri di Pomal Lantamal III (bp).

Foto: Dispenlantamal3

Share:

Kolonel Ribut E.S Jabat Lantamal IV Tanjungpinang

Tanjungpinang (Indonesiamandiri) - “Berlayar Bersama Di Perairan Kepri, Singgah Sebentar Di Pulau Penyengat, Kami Datang Dengan Membuka Diri, Salam Hangat Kami Sebagai Hormat”, begitu pantun dilontarkan Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., saat membacakan amanatnya dalam acara sertijab Danlantamal IV Tanjungpinang (21/4).

Adalah Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno, S.E., M.M., yang mengisi jabatan sebagai Danlantamal IV Tanjungpinang, menggantikan Laksamana Pertama S. Irawan SE.

Acara sertijab dipimpin langsung Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos.di Mako Lantamal IV.

Dalam salah satu pesannya, Pangarmabar mengatakan, penyerahan tongkat komando dan dhuaja, merupakan simbol dari proses estafet kepemimpinan agar organisasi menjadi lebih baik dari waktu ke waktu seiring dengan tuntutan perubahan lingkungan strategis yang terus berkembang.
Sebagai Komando Pelaksana Dukungan dan bagian dari Sistem Senjata Armada Terpadu, Lantamal IV Tanjungpinang memegang peranan yang penting di perairan Barat. Hal tersebut dikarenakan wilayah kerja Lantamal IV dilalui oleh jalur pelayaran internasional yang melewati perairan Selat Malaka dan Selat Singapura, serta Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI-I). Disamping itu juga terdapat perbatasan wilayah perairan dengan negara tetangga, serta issue hangat belakangan ini tentang Laut Cina Selatan sehingga menjadikan tantangan dalam mewujudkan perairan yang kondusif sebagai etalase bangsa Indonesia di wilayah barat.
Oleh karenanya, Laksda Aan Kurnia menekankan agar tetap menjaga kedaulatan dan penegakan hukum di laut dari pelanggar hukum, mengingat Indoneia merupakan negara kepulauan yang kaya akan sumber kekayaan alam. Sampai saat ini masih dijumpai kejahatan di laut melalui kegiatan illegal seperti illegal mining, illegal oil dan illegal fishing yang bisa saja merupakan bentuk proxy war atau bagian asimetris war dari negara maupun pihak lain dan merupakan kejahatan yang tidak dapat di toleransi serta harus di tindak tegas. Hal tersebut sangat merugikan negara dan berdampak pada pelemahan kedaulatan bangsa di masa yang akan datang.
Tak kalah pentingnya dengan peredaran Narkoba melalui jalur laut yang terjadi di wilayah barat harus dapat diantisipasi, mengingat letak geografi wilayah barat yang terdiri dari banyak pulau yang tersebar. Kejahatan Narkoba merupakan upaya pelemahan terhadap mental ideologi bangsa khususnya terhadap generasi muda yang merupakan penerus pembangunan nasional, sehingga hal tersebut menjadi perhatian bersama saat ini. Disamping itu, masalah lain yang patut diwaspadai di laut adalah pencurian terhadap benda-benda cagar budaya bawah air (BMKT) yang memiliki sejarah dan nilai jual tinggi, hal ini harus disikapi dengan tegas.
Di sinilah peran penting Lantamal IV dengan WFQR-nya telah menunjukkan dedikasi, kinerja dan pengabdiannya melalui prestasi yang dicapai dalam melaksanakan tugas pokok. Prestasi tersebut patut menjadi contoh bagi Lantamal/Lanal jajaran Koarmabar. Dengan hasil yang diraih Lantamal IV, potensi kerugian negara yang tidak sedikit berhasil diselamatkan.
Acara sertijab ini dihadiri Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Pangdam I Bukit Barisan,Kapolda Provinsi Kepulauan Riau, Komandan Guspurlaarmabar, Komandan Guskamlaarmabar, para Komandan Lantamal Jajaran Koarmabar,Danlanud Tanjungpinang, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Instansi Maritim Provinsi Kepulauan Riau, para Bupati dan tokoh masyarakat setempat.
Di akhir amanatnya, Pangarmabar memberikan beberapa penekanan agar: pembinaan Satker terlaksana baik berlandaskan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Trisila TNI Angkatan Laut;Laksanakan tugas secara profesional dan proporsional serta pahami dan laksanakanPerintah Harian Pangarmabar sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas; Pertahankan dan tingkatkan operasi Keamanan Laut untuk mencegah dan meminimalkan semua bentuk pelanggaran di laut yang dapat merugikan negara; Tingkatkan setiap pelaksanaan kegiatan melalui perencanaan yang matang dan sesuaikan dengan standard operating procedur demi tercapainya zero accident. Adakan jam komandan untuk pembinaan moral prajurit dalam menghadapi paradigmanya dan tuntutan organisasi untuk mewujudkan TNI Angkatan Laut yang handal dan disegani serta berkelas dunia, dan bangun sinergitas dengan sesama komponen TNI, Polri, instansi pemerintahan maupun masyarakat di wilayah kerja demi kelancaran pelaksanaan tugas (bri).

foto: dispenarmabar

Share:

BRI Mekaki Marathon 2017

Event Lari Sekaligus Promosi Wisata Lombok Barat

Jakarta (IndonesiaMandiri) – even lomba olahraga yang dikemas bank pelat merah ini, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, cukup menarik disimak. Even yang diberi nama BRI Mekaki Marathon 2017 ini, pasti akan sangat ditunggu oleh pegiat olahraga lari marathon. Disamping rutenya yang menantang, juga peserta akan disuguhi oleh pemandangan indah pesona alam Lombok Barat.

Sebagai penyelenggara, pihak BRI sekaligus mendukung penuh percepatan perkembangan pariwisata di Indonesia. Salah satunya melalui kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui BRI Mekaki Marathon 2017 di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada 30 April 207 mendatang. Dalam even ini BRI - berkat inisiasi dari Pemkab Lombok Barat- bersama perusahaan lain seperti Tempo Inti Media dan Archipelago Strategic Solution.

Dalam Konferensi Pers di FX Sudirman (21/4), Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid menyampaikan bahwa rute di sepanjang Sekotong akan sangat menantang dan menyenangkan. Peserta akan melewati hutan, perkampungan, pinggiran pantai dengan gili-gili yang berjejer, serta perbukitan. Setelah kelelahan berlari, peserta akan disambut indahnya Teluk Mekaki di garis Finish. Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Senior Executive Vice President Bank BRI Agus Noorsanto, Wakil Direktur Tempo Meiky Sofyansyah juga dihadiri oleh artis yang juga pecinta olahraga lari, Chicco Jerikho. Agus Noorsanto mengatakan bahwa dukungan Bank BRI terhadap event-event yang mempromosikan wisata merupakan salah satu komitmen perseroan untuk mendukung sektor strategis yang termasuk dalam program Pemerintah saat ini, Nawacita. “Sektor pariwisata di Indonesia, termasuk salah satunya di Lombok Barat sangat menjanjikan dan akan memberikan multiplier effect yang besar terhadap perekonomian,” imbuh Agus Noorsanto. BRI Mekaki Marathon 2017 diharapkan dapat menggenjot jumlah kunjungan wisatawan baik local maupun dari manca Negara. Untuk keterangan leboh lanjut tentang even ini, bisa klik di www.mekakimarathon.com (AT)/

Share:

Serka Marinir Erick "Destroyer" Raih Juara Sabuk Nasional

Surabaya (Indonesiamandiri) - Korps Marinir juga memiliki kader petarung di ring tinju yang hebat. Sebut nama Erick "Destroyer", yang sudah tak asing lagi dalam dunia tinju nasional kelas bulu junior.

Tak pelak, Erick "Destroyer" yang bernama Eri Sudiyono, perinju Amphibi Marinir Boxing Camp Surabaya ini, berhasil merebut Sabuk Nasional kelas Bulu Junior 55,3 kg dalam pertandingan tinju yang di gelar di GOR CLS Kertajaya Surabaya, Jawa Timur, Jumat malam (21/04).

Pertandingan ini disaksikan lamgsung pimpinan Korps Marinir seperti Komandan Brigif-1 Mar Kolonel Marinir I Made Sukada, S.E, Aspers Danpasmar-1 Kolonel Marinir David Candra Viasco, Kolonel Marinir Suliono, Wadan Brigif-1 Mar Letkol Mar Dede Harsana, Pasintel Letkol Mar M. Amin, S.Pd., M.A.P, Paslog Letkol Mar Yudi Asmar, Danyonif-3 Mar Letkol Marinir Prasetyo Pinandito, Dankima Brigif-1 Mar Mayor Marinir Dwipo Hertanto, Wadan Yonif-1 Mar Mayor Marinir Harmoko dan puluhan prajurit Brigif-1 Marinir. Erick mengakhiri pertandingan dengan menang TKO di Ronde 7 atas lawannya Rasmanudin dari Cianjur, Jawa Barat.

Sejak ronde pertama dimulai, kedua petinju saling melancarkan serangan. Berikutnya, ronde ke dua hingga ronde 6, pukulan yang mengarah ke perut diselingi jab dan uppercut yang dilontarkan Erick membuat pertahanan Rasmanudin goyah. Ketika bel ronde ke enam dibunyikan hingga satu menit, Rasmanudin tidak beranjak dari sudut biru, kemudian wasit menyatakan Erick Distroyer menang TKO.

“Memang sulit menghadapi petinju yang bergaya ortodok, namun berkat instruksi dari pelatih, saya dapat memenangkan pertandingan ini,” papar Erick (lw).

foto:dispenkormar

Share:

TNI dan Pertamina Jalin Kerjasama Perekonomian Bangsa

Jakarta (IndonesiaMandiri) Terkait program pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke seluruh wilayah Indonesia, maka Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjalin kerja sama dengan PT. Pertamina (Persero).
Hal tersebut di atas sehubungan dengan kebijakan pemerintah, untuk mewujudkan harga minyak di seluruh Indonesia harus satu harga, maka TNI melakukan upaya kerja sama dengan Pihak PT. Pertamina (Persero).
“TNI bersama PT. Pertamina (Persero) harus sama-sama bergerak agar program Pertamina dan TNI dapat berjalan sesuai dengan rencana dan tidak boleh terhambat sama sekali,” ucap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Penandatangan Nota Kesepahaman Kerjasama tersebut berlangsung pada 21 April 2017 bertempat di Gedung Sudirman, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Ditandatangani bersama antara Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Elia Massa Manik.

Menurut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, kesepahaman ini merupakan langkah yang sangat strategis, karena Indonesia adalah negara kepulauan terbesar, banyak terdapat pulau yang terpencar namun perekonomian tetap harus berjalan dengan baik termasuk dibidang distribusi Migas. “Negara kita merupakan negara kepulauan yang begitu luas, tapi disatu sisi roda perekonomian tidak boleh terputus,” tuturnya.
Untuk merealisasikan kerjasama tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan, TNI akan akan menyiapkan semua kekuatan baik personel maupun materiil, agar hasilnya dapat dirasakan kedua belah pihak. “TNI siap bekerjasama dengan Pertamina dengan daya dan kekuatan yang ada, bahkan Alutsista yang diperlukan pun kami siap agar roda perekonomian bangsa ini bisa berjalan,” jelasnya.

Hadir pula pada acara tersebut, antara lain Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Nurendi, M.Si., (Han)., Dankodiklat TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, Kabais TNI Mayjen TNI Hartomo, para Asisten Panglima TNI, Kabalakpus TNI dan Angkatan dan Direktur Pengolahan PT. Pertamina (Persero) Bapak Toharso. (RM)
Foto : Puspen TNI
Share:

Siaran Pers Puspen TNI tanggal 21 April 2017

Adanya pemberitaan yang dimuat oleh tirto.id pada tanggal 19 April 2007 yang berjudul “Investigasi Allan Nairn : Ahok Hanyalah Dalih Untuk Makar” adalah HOAX

Hal tersebut ditegaskan oleh Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/4/2017).

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menambahkan bahwa, isi berita yang dimuat di media online tirto.id tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Seyogyanya penulis dan pihak tirto.id sebelum merelease berita tersebut, dapat mengkonfirmasi terlebih dahulu ke pihak TNI. “Dari pemberitaan tersebut, Mabes TNI akan mengambil langkah hukum dengan membuat laporan kepada Kepolisian RI agar diusut dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Foto : Puspen TNI

Share:

Kolonel Totok Sugiarto Jabat Kapuskom Kemhan

Jakarta (Indonesiamandiri) – Kolonel Armed Totok Sugiarto, S.Sos, mengisi jabatan baru sebagai Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Kementerian Pertahanan, menggantikan Brigjen Djundan Eko Bintoro M.Si. Acara pisah sambut dengan insan pers yang berlangsung di Aula Puskom Lantai 9 Gedung A. Nasution Kemhan Jakarta, berlangsung hangat (20/4).

“Ayo kita bersatu untuk lebih meningkatkan lagi hubungan antara Puskom Kemhan dengan wartawan,” ajak Totok, yang kelahiran Madiun (Jawa Timur), 31 Mei 1964. Sosok Totok memang bukan orang baru di Puskom Publik maupun lingkungan wartawan yang sering meliput di Kemhan. Totok yang lulusan Akmil 1988 ini, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Opini Puskom Publik Kemhan.

Dihadapan puluhan wartawan, Totok mengatakan sangat terkejut dengan jabatan baru atau amanah yang diberikan kepada dirinya. Ia sangat bersyukur kepada Tuhan, pimpinannya dan juga orangtuanya. Ayahnya yang telah wafat, adalah Peltu di TNI AU. Begitu Totok mendengar mendapat jabatan baru di Kemhan yang dengan sendirinya akan mendapat kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal, ia langsung pulang kampung untuk sungkem ke ibu dan mendatangi makam sang ayah. “Saya sangat bersyukur”, begitu kata Totok (bri).

Foto: abri

Share:

Pembekalan MPAT Tempest Express-30

Jakarta (IndonesiaMandiri) Sebanyak 90 personel militer dari 30 negara kawasan Asia-Pasifikterima Pembekalan MPAT Tempest Express-30, dalam pelatihan penanggulanganan bencana Multinational Planning Augmentation Team (MPAT), yang bertempat di Hotel JW Marriot, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Humanitarian Logistic Operations yang disampaikan oleh Mr. Marshall Nathanson, Ian Figgins sebagai Logistic Officer World Food Programme dan International Disaster Response Operations dan Humanitarian Civil-Military Coordination yang disampaikan oleh Ms. Viviana De Annuntiis sebagai Civil Military Coordination Officer dan Mr. Mindaraga sebagai Coordination Of Humanitarian Affairs.

MPAT berlangsung dari tanggal tanggal 20 s.d 28 April 2017 di Jakarta, terselenggara atas kerja sama TNI dengan US Pasific Command (USPACOM).

30 negara peserta MPAT adalah Australia, Cambodia, France, India, Japan, Maldives, New Zealand, Philippines, Sri Lanka, Tuvalu, Vanuatu, Bangladesh, Canada, Fiji, Indonesia, Korea, Mongolia, Brunei, East Timor, Germany, Italy, Malaysia, Nepal, Papua New Guinea, Singapore, Thailand, United Kingdom, Vietnam, Solomon Island, Tonga, dan United States.

Latma Tempest Express-30 menggabungkan kerjasama antar berbagai organisasi yang berbeda, antara lain; militer, komunitas kemanusiaan, instansi pemerintah dan instansi sipil lainnya, agar dapat berkolaborasi dalam rangka merencanakan skenario tindakan penanganan bencana, yang dapat terjadi kapan saja di Asia Tenggara.

Dalam Latma Tempest Express-30 ini, instansi pemerintah yang terlibat antara lain;  Kemensos, Kemenkes, Pemprov Yogyakarta, Pemkab Sleman, Pemkab Bantul, BNPB, BPBD Yogyakarta, BATAN Yogyakarta, Kantor SAR Yogyakarta (Basarnas/SAR), Polda Yogyakarta (District Police) (MR)

Share:

Peterjun Yontaifib-2 Sukseskan Hut Kaltara dan Latsitarda Nusantara

Tarakan (IndonesiaMandiri) – Tim Peterjun Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir (Yontaifib-2 Mar) turut menyemarakkan Latihan Terintregasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda) ke XXXVII dan HUT Kaltara ke 3 Tahun 22 April, di Stadion Datuk Adil, Tarakan, Kalimantan Timur (20/04).

Dalam aksi penerjunan tersebut, dikerahkan 40 para penerjun andalan yang terdiri 10 prajurit Yontaifib-2 Marinir, 10 prajurit Brimob Kelapa Dua, 10 prajurit Paskas Matra 2, lima prajurit Kostrad Brigif 18 Malang dan lima prajurit Kopassus diangkut menggunakan pesawat CN 295 skadron 2 Halim Perdanakusuma milik TNI-AU dengan Pilot Kapten (Penerbang) Ari Wicaksono, Copilot 1 Kapten (Penerbang) Kohar dan Copilot 2 Lettu (Penerbang) Rio.

Di antara para penerjun, bertugas membawa bendera, dari TNI AL adalah Kopda Mar Supriyono membawa bendera AAL, Kopda Mar Suwarno membawa bendera Kaltara. Dari TNI AD adalah Serka Gusti membawa bendera Akmil, Serka Yuli membawa bendera Akademi TNI, Serka Suhari membawa bendera Mabes TNI. Dari TNI AU adalah Sertu Edi membawa bendera Merah Putih, Kopda Sigit membawa bendera AAU, Sertu Suwanto membawa bendera IPDM, sedangkan dari Polisi yaitu Briptu Zulfahmi membawa bendera Lemdik Lat, Briptu Suyitno membawa bendera Akpol. Seluruhnya berhasil mendarat dengan tepat di tengah Stadion Datuk Adil Tarakan.

Latsitarda yang diselenggarakan oleh Pemda Provinsi Kalimantan Utara selama tiga hari bertujuan untuk menanamkan dan menumbuh kembangkan rasa solidaritas dan kemanunggalan dengan masyarakat. Di samping itu sebagai wujud persaudaraan kebersamaan serta dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara melaksanakan kegiatan karya bhakti Taruna-Taruni.

Para pejabat yang turut menyaksikan acara penerjunan ini adalah KSAD, Kasum TNI, Gubernur Kaltara, Kalemdiklat Polri, Danjen Akademi TNI, Aspers Panglima TNI, Aspers KSAL, Aspers Kasau, Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan PNPP, Pangdam VI/Mulawarman, Kapolda Kaltim, Ketua DPRD Provinsi Kaltara, Koorsahli Panglima TNI, Gubernur Akmil, Gubernur AAL, Gubernur Akpol, Gubernur AAU, Sekda provinsi Kaltara, Gubernur IPDN, Dirdik Akademi TNI, Aspers Kasad, Aspotdirga Kasau, Aspotmar Kasal, Pangkoopsau II, Pangarmatim, Wakapuspen TNI, Danrem 091/Asn, Danlantamal XIII (frm).

Foto: Dispenkormar

Share:

TNI-Angkatan Bersenjata Vietnam Tingkatkan Kerja Sama Militer

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Pusat Kerja Sama Internasional (Puskersin) TNI melaksanakan pertemuan dengan Angkatan Bersenjata Vietnam, The Vietnam People’s Army (VPA), yang dipimpin Deputy of Director General FRD MOD Vietnam, Major General Nguyen Dai Hoi beserta delapan orang delegasi VPA, bertempat di ruang rapat Puskersin TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur (20/4).

Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono, S.E., M.Tr.(Han), memimpin langsung pertemuan dengan dihadiri oleh Staf Kementerian Pertahanan RI, Staf Mabes TNI (Intelijen, Operasi, Personel dan Logistik) serta Mabes Angkatan (AD, AL dan AU).

Kapuskersin TNI menyampaikan bahwa TNI-VPA Staff Meeting membahas dan merumuskan aturan kerja sama yang akan dilaksanakan (Terms of Reference), sebagai sarana meneruskan tradisi persahabatan, membangun dan meningkatkan kerja sama militer kedua negara, meningkatkan rasa saling percaya dan kapasitas kerja sama militer serta menciptakan perdamaian dan keamanan baik kedua negara maupun kawasan.

“Pertemuan TNI-VPA Staff Meeting bertujuan untuk meningkatkan kerja sama militer kedua Angkatan Bersenjata, agar tumbuh saling pengertian dan saling percaya,” lanjut Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono.

Pada kesempatan yang sama, Major General Nguyen Dai Hoi (Deputy of Director General FRD MOD Vietnam) selaku pimpinan delegasi dari VPA menyampaikan ucapan rasa terimakasih atas kebaikan dan keramah tamahan tuan rumah, mulai dari kedatangan delegasi VPA sampai dengan pelaksanaannya (bp).

Foto: DispenTNI

Share:

IKBM Expo Pekan Budaya 2017 Madura di Pontianak

Pontianak (IndonesiaMandiri) Dalam sambutannya Ketua IKBM Kalbar, Sukiryanto mengatakan, digelarnya kegiatan IKBM Expo Pekan Budaya 2017 bertujuan ingin menyatukan dan menyampaikan pesan kebudayaan masyarakat Madura, agar dapat lebih dikenal, dan diterima masyarkat Kalbar pada umumnya.


IKBM Expo Pekan Budaya 2017 yang diselenggarakan di Pontianak Convention Centre (PCC), Senin (17/4/2017), dihadiri pula oleh Wakil Walikota Pontianak, Edy Rusdi Kamtono dan Bupati Kubu Raya, Rusman Ali, serta Kepala Disbangpolinmas yang mewakili Gubernur Kalbar serta tokoh masyarakat Madura.


Selain itu, IKBM Expo Pekan Budaya 2017 juga diharapkan mampu sebagai wadah penyaluran aspirasi dan pesan budaya leluhur yang mengajarkan kepada seluruh masyarakat Madura untuk bersikap bijaksana dan mampu menyesuaikan diri dengan kebudayaan tempat tinggal mereka sendiri. Seperti yang selalu dikatakan oleh Leluhur Bangsa Indonesia, dimana Bumi dipijak, disitu Langit dijunjung.


IKBM Expo Pekan Budaya 2017 dilaksanakan selama empat, yakni 17-20 April 2017, dimana pada penyelenggaraan ini, IKBM Expo Pekan Budaya 2017 menampilkan berbagai kebudayaan Khas Madura, seperti tarian ronggeng, Sandur, pemilihan Lanceng Praben, ditambah dengan kuliner khas Madura, seperti Nasi Tenggeng, Nasi Jagung dan lainnya. Selain itu yang tak kalah pentingnya, juga memamerkan batik khas Madura, pakaian khas Madura.


Foto : ikbmkalbar.or.id

Share:

Skema pembiayaan Perhutanan Sosial Berbasis HTI - HTR

Jakarta (IndonesiaMandiri) Menurut Siti Nurbaya Bakar, selama ini pengembangan izin-izin berbasis masyarakat, khususnya HTR menghadapi kendala,megenai permasalahan pembiayaan. Hal ini disebabkan oleh penyediaan agunan, harga komoditas produk, lemahnya administrasi keuangan, masa grass period yang cukup panjang, dan belum ada penjaminan resiko, dll.

Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendesain program Perhutanan Sosial seluas ± 12,7 juta Ha, melalui pengalokasian areal izin Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Desa (HD), Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan Hutan Adat (HA), serta Kemitraan dengan pemegang izin Hutan Tanaman Industri melalui pemanfaatan areal tanaman kehidupan.

Selain permasalahan tersebut di atas, terdapat permasalahan lain antara lain; areal Hutan Produksi (HP) yang dialokasikan terfragmentasi dalam skala luasan yang kecil, lokasi terletak di areal dengan aksesibilitas dan infrastruktur terbatas, permasalahan kapasitas (SDM, pembiayaan, teknologi), serta konektivitas terhadap industri pengolahan hasil hutan yang terbatas.

Di sisi lain, KLHK telah menerbitkan instrumen kebijakan, membuka peluang untuk mendapatkan akses pembiayaan, antara lain; melalui PermenLHK No. 12/MENLHK-II/2015 tentang Pembangunan Hutan Tanaman Industri dan PermenLHK No. 83/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2016 tentang Perhutanan Sosial.
Lebih jauh daripada itu, Siti Nurbaya Bakar mengisyaratkan, dengan dukungan finansial, dapat diharapkan rakyat akan semakin produktif dan sejahtera. Apalagi jika kelompok tani pinggir hutan ini membentuk koperasi yang berkelas korporasi. Hal ini disampaikannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) yang membahas model pembiayaan Perhutanan Sosial berbasis kemitraan HTI-HTR di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (9/1/2017).

Dengan kedua kebijakan tersebut di atas, pemegang HTI dan HTR memiliki kesempatan untuk mengembangkan tanaman semusim jangka pendek, seperti tanaman pangan, di antara tanaman berkayu, sehingga diperoleh pendapatan antara yang memperkuat arus kas, dan memungkinkan digunakan untuk pembayaran angsuran pinjaman. (Red)

Share:

Pimpinan Garuda Indonesia Didominasi Bankir

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk baru-baru ini telah menghasilkan susunan direksi yang mengejutkan (12/4). Posisi teratas, jabatan Direktur Utama, diisi oleh Pahala N. Mansury, seorang bankir yang sebelumnya menjabat salah satu direksi di Bank Mandiri Tbk.

Pahala menggantikan Arif Wibowo, yang baru menjabat 2,5 tahun di Garuda Indonesia di penghujung 2014. Arif yang sebelumnya menjadi orang nomor satu di Citilink, perusahaan penerbangan anak dari Garuda Indonesia, mulanya diharapkan bisa membawa nama BUMN penerbangan ini meraup untung lebih besar lagi. Namun dalam perjalanannya, seiring iklim perekonomian global yang tak kondusif, pun berdampak besar pula ke industri penerbangan dunia, termasuk Garuda Indonesia. Dikabarkan, keuntungan perusahaan penerbangan yang berdiri sejak 1949 ini merosot hingga 80 persen.

Dari hasil RUPS, diisi pula posisi baru Direktur Keuangan oleh Helmi Imam Sutriyono, Direktur Produksi Puji Nur Handayani, Direktur Marketing dan Teknologi Informasi Nina Sulistyowati, Direktur SDM dan Umum Linggarsari Soeharso, Direktur Kargo Sigit Muhartono dan Direktur Layanan Nicodemus P. Lampe.

Dari semua direksi yang baru tersebut, hanya Nicodemus yang "murni" karyawan dari Garuda Indonesia. Yang lain, berasal dari luar dan didominasi para bankir. Rupanya Pemerintah ingin cepat memperbaiki kinerja keuangan Garuda Indonesia dengan mengisi posisi direksi dari kalangan bankir. Namun, geliat bisnis perusahaan penerbangan sebenarnya memiliki dinamika yang sangat berbeda dengan Bank. Ya, kita tunggu saja gebrakan direksi baru ini (bri).

Foto: Istimewa
Share:

Pangarmabar Video Konfrence Dengan Lantamal, Lanal, Posal & KRI Di Daerah Operasi

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., berkomunikasi melalui video konferensi di Mako Koarmabar dengan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal), Pangkalan Angkatan Laut (Lanal), Pos Angkatan Laut (Posal)/Pos Pengamat (Posmat) dan unsur-unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang sedang berlayar di daerah operasi (19/4).

Pangarmabar memberikan penekanan kepada para Komandan Lantamal, Komandan Lanal, Komandan Posal/Komandan Posmat dan Komandan KRI di daerah operasi, agar selalu memantau secara periodik dan rutin, khususnya para prajurit yang bertugas di Posal maupun Posmat terdepan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Lebih lanjut Pangarmabar memerintahkan agar para Danlantamal, Danlanal dan Komandan KRI agar selalu mengecek dan memperhatikan baik kesehatan, kesejahteraan maupun hak-hak prajurit dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan prajurit yang bertugas di Posal, Posmat dan KRI..

Secara khusus, Pangarmabar menegaskan kepada para Komandan Lantamal dan Komandan Lanal untuk mengupayakan melakukan komunikasi dengan prajurit yang berada dan bertugas di Posal maupun posmat terdepan dan apabila menemukan kendala di lapangan agar segera melaporkan ke Mako Koarmabar.

Diakhir komunikasinya, Pangarmabar yang didampingi Kasarmabar Laksma Yudo Margono dan staf Koarmabar, juga menyampaikan selamat bekerja dan tetap semangat serta selalu menjaga nama baik TNI, TNI Angkatan Laut khususnya Koarmabar (at).

Foto: Dispenarmabar

Share:

Pangdam XVI Pattimura: "Menjadi Prajurit TNI AD Pilihan Hidup"


Ambon (IndonesiaMandiri) - Didepan 380 yang baru saja selesai mengikuti Pemdidikan Calon Tamtama Prajurit Karir, Pangdam XVI/Pattimura, Mayor Jenderal TNI Doni Monardo, mengatakan, bahwa "menjadi Prajurit TNI Angkatan Darat sudah merupakan pilihan hidup, untuk itu, kalian harus bangga, jangan dinodai Institusi TNI AD dengan melakukan pelanggaran. Jadilah seorang prajurit yang senantiasa taaterhadap aturan hukum yang berlaku, pegang  teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan delapan Wajib TNI serta jati diri TNI. 

Mayjen Doni memang sedang memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD Gelombang II Tahap I TA. 2016, bertempat dilapangan upacara Makorindam XVI/Pattimura, Desa Suli Kec.Salahutu Kab. Maluku Tengah(17/4).

Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD ini ditandai dengan penyematan tanda pangkat Prajurit Dua serta penyerahan ijazah kepada Prajurit lulusan terbaik oleh Pangdam. Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD  Gelombang II Tahap I ini diikuti oleh 380 orang calon Tamtama Prajurit Karier.

"Hasil yang kalian raih hari ini tidak datang secara tiba-tiba, namun melalui proses panjang mulai dari tahap seleksi penerimaan sampai dengan pendidikan pertama selama kurang lebih lima bulan untuk ditempa kemampuan fisik, akademik maupun mental untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Darat yang andal," tegas Mayjen Doni.

Oleh karenanya, sambung orang nomor satu di Kodam XVI/Pattimura ini, "saya ingatkan, jangan sekali-kali melanggar sumpah yang telah kalian ucapkan, dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun kalian bertugas dan berada, sebab sumpah tersebut nantinya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Tuhan Yang Maha Esa."

Pangdam juga mengingatkan, bahwa tantangan dan tuntutan tugas TNI Angkatan Darat ke depan, tidaklah semakin ringan, namun semakin berat dan kompleks. Oleh karena itu dibutuhkan prajurit yang profesional dalam bidang tugasnya, berdisiplin, memiliki semangat pengabdian dan jiwa kejuangan yang tinggi. Janganlah kalian cepat berpuas diri dan terlalu berbangga hati dengan keberhasilan setelah menempuh pendidikan ini, karena masih banyak pengetahuan dan keterampilan olah keprajuritan yang harus dipelajari dan kuasai sebagai bekal dalam menghadapi tugas yang akan datang. 

"Laksanakan setiap tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab. Maju terus pantang mundur dan jangan pernah setengah-setengah atau ragu-ragu, sebab pengabdian kalian melalui prajurit TNI AD sudah menjadi pilihan yang terbaik. Tunjukan pengabdian terbaikmu kepada masyarakat, bangsa dan negara ini," pesan Pangdam (ma).

 

Foto: Pendam16

Share:

Pangdam XVI Pattimura: "Menjadi Prajurit TNI AD Pilihan Hidup"


Ambon (IndonesiaMandiri) - Didepan 380 yang baru saja selesai mengikuti Pemdidikan Calon Tamtama Prajurit Karir, Pangdam XVI/Pattimura, Mayor Jenderal TNI Doni Monardo, mengatakan, bahwa "menjadi Prajurit TNI Angkatan Darat sudah merupakan pilihan hidup, untuk itu, kalian harus bangga, jangan dinodai Institusi TNI AD dengan melakukan pelanggaran. Jadilah seorang prajurit yang senantiasa taaterhadap aturan hukum yang berlaku, pegang  teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan delapan Wajib TNI serta jati diri TNI. 

Mayjen Doni memang sedang memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD Gelombang II Tahap I TA. 2016, bertempat dilapangan upacara Makorindam XVI/Pattimura, Desa Suli Kec.Salahutu Kab. Maluku Tengah(17/4).

Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD ini ditandai dengan penyematan tanda pangkat Prajurit Dua serta penyerahan ijazah kepada Prajurit lulusan terbaik oleh Pangdam. Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD  Gelombang II Tahap I ini diikuti oleh 380 orang calon Tamtama Prajurit Karier.

"Hasil yang kalian raih hari ini tidak datang secara tiba-tiba, namun melalui proses panjang mulai dari tahap seleksi penerimaan sampai dengan pendidikan pertama selama kurang lebih lima bulan untuk ditempa kemampuan fisik, akademik maupun mental untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Darat yang andal," tegas Mayjen Doni.

Oleh karenanya, sambung orang nomor satu di Kodam XVI/Pattimura ini, "saya ingatkan, jangan sekali-kali melanggar sumpah yang telah kalian ucapkan, dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun kalian bertugas dan berada, sebab sumpah tersebut nantinya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Tuhan Yang Maha Esa."

Pangdam juga mengingatkan, bahwa tantangan dan tuntutan tugas TNI Angkatan Darat ke depan, tidaklah semakin ringan, namun semakin berat dan kompleks. Oleh karena itu dibutuhkan prajurit yang profesional dalam bidang tugasnya, berdisiplin, memiliki semangat pengabdian dan jiwa kejuangan yang tinggi. Janganlah kalian cepat berpuas diri dan terlalu berbangga hati dengan keberhasilan setelah menempuh pendidikan ini, karena masih banyak pengetahuan dan keterampilan olah keprajuritan yang harus dipelajari dan kuasai sebagai bekal dalam menghadapi tugas yang akan datang. 

"Laksanakan setiap tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab. Maju terus pantang mundur dan jangan pernah setengah-setengah atau ragu-ragu, sebab pengabdian kalian melalui prajurit TNI AD sudah menjadi pilihan yang terbaik. Tunjukan pengabdian terbaikmu kepada masyarakat, bangsa dan negara ini," pesan Pangdam (ma).

 

Foto: Pendam16

Share:

KSAL Kunjungi Koarmabar

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Di saat kota Jakarta sedang "libur" karena sedang melaksanakan Pemilukada putaran kedua, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., mengunjungi Markas Komando Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) di Jalan Gunung Sahari Raya No.67, Jakarta Pusat 19/4).

Kedatangan orang nomor satu di TNI AL ke Koarmabar diterima langsung oleh Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., didampingi Kasarmabar Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., beserta para Pejabat Utama Koarmabar.

Salah satu yang dilihat oleh KSAL adalah melakukan peninjauan Lapangan Arafuru Mako Koarmabar yang telah selesai dipasang rumput sintetis dan melaksanakan peninjauan gedung-gedung lama seperti Gedung Cakra, Gedung Candrasa dan Gedung Nanggala (at).

Foto: dispenarmabar

Share:

Pilkada DKI 2017, Sebuah Kemunduran Kedewasaan Politik

Jakarta (IndonesiaMandiri) Sejak merdeka 17 Agustus 1945, kita punya Pancasila dan UUD'45. Oleh Presiden RI yang ke 2, niat awalnya memang untuk mengenal lebih dalam mengenai Pancasila dan UUD'45 sebagai Dasar Negara kita yang utama. Dengan perjalanan waktu, Presiden RI ke 2 tersebut, justru meredifinisi Demokrasi Pancasila, sehingga seolah masih dalam bingkai Pancasila dan UUD'45, yang pada intinya kita digiring untuk tidak diperbolehkan membantah Penguasa.
Meskiupun ada rekayasa dalam Penataran P4, demi melegitimasi Penguasa, paling tidak akhirnya kita tahu bahwa adanya Pancasila itu hasil dari penggkajian yang lama, terhadap nilai-nilai yang sudah ada sejak dahulu kala, sejak Leluhur kita ada di Dunia ini. Jadi nilai-nilai tersebut adalah hasil daripada penggalian,  bukan nilai-nilai yang diciptakan, lalu didoktrinasi seperti Ideologi di Dunia pada umumnya. 
Beberapa kali Pancasila akan digusur oleh masyarakat Asing, dengan berbagai dalih. Mengapa begitu ? Penggusur-penggusur tersebut tentunya tidak mengerti betul mengenai makna dari nilai-nilai yang digali, dengan nilai-nilai yang diciptakan dan didoktrinasi. Mereka terus mencoba dengan berbagai cara, hingga akhirnya seperti sekarang ini, terjadi pembusukan yang struktural.
Sejak lama, sebelum konon pengaruh Paman Sam dan sekutunya masuk ke Indonesia. ACI (Arab, Cina, dan India) sudah lebih lama bercokol dan mencoba mempengaruhi atau bahkan merubah nilai-nilai tersebut dengan nilai-nilai mereka, baik sengaja maupun tidak secara sengaja, karena mereka memang membawa budayanya secara inheren dalam diri mereka orang-orang keturunan. Sementara mereka (ACI) merasa sebagai tongkat estafet dari kolonial Belanda kepada mereka, yang pada masa kolonial sebagai Masyarakat Kelas Dua, di atas pribumi yang menjadi Masyarakat Kelas Tiga
Di pihak lain, mereka para orang-orang Asing dan Keturunan yang berkolaborasi untuk merancang sebuah perubahan untuk menguasai Indonesia ini. Memulainya dengan mengubah UUD'45. Hasilnya Anda dapat melihat sendiri sekarang ini. Agus Yudhoyono (Pribumi) dikalahkan oleh dua Kandidat Keturunan Arab dan Keturunan Cina. Apakah pernyataan ini rasis?
Rasis itu, kalau kita tidak memberi kesempatan hak hidup orang lain karena hanya pertimbangan ras. Tetapi tidak scara politik. Lihat saja bagaimana tidak rasisnya Donald Trump pada Pemilihan Presiden yang lalu. Itu karena dia ingin menyelamatkan Bangsa Amerika dari infiltran politik bangsa lain. Ternyata hal ini bukan baru dilakukan oleh Donald Trump, tetapi negara-negara maju lainnya sudah melakukan ini sejak lama. Sebut saja Jepang, Jerman, dlsb. Coba Anda tengok petinggi-petinggi di sana.
Coba saya analogikan seperti rumah tangga. Apakah anak tetangga Anda boleh makan seenaknya di rumah Anda, sementara anak Anda sendiri belum makan? Analgi itu pun tidak cukup untuk menggambarkan Pemahaman Politik di Indonesia. Bahkan anak tetangga Anda kini sudah masuk ke kamar Anda dengan seenak-enaknya saja.
Jadi dengan Pilkada DKI, kita diingatkan, bahwa ini merupakan babak baru, kalau kita tidak kembali lagi ke UUD'45. Kita hanya menjadi penumpang di negeri sendiri. Sekarang saja kita sudah dipertontonkan, mereka saling menyerang antara kedua keturunan tersebut, dengan memfitnah satu sama lainnya. Sementara kita memilih menjadi suporter.
Yang juga perlu diingat, setelah mereka berhasil mengubah UUD'45, FPI mencoba mengubah Pancasila, dengan melempar perkataan-perkataan penghinaan, atau ingin mengetahui seberapa besar respon dari penghinaannya kepada Pancasila. Kalau ini kita tidak waspadai, maka menambah lengkaplah langkah mereka untuk menguasai Indonesia, agar dapat segera memeras semua kekayaannya. Dengan benar-benar mengganti Pancasila.
Inilah Proxy War yang sudah lama tumbuh di Indonesia. Kalau dulu masih ibarat Api Dalam Sekam, tapi kini api itu sudah tidak lagi dalam sekam, tapi kita pun secara kasat mata sudah dapat melihat bara api tersebut. Berdewasalah berpolitik dengan ingat anak cucu Bangsa ini. 
Kedewasaan Politik bukan berarti kita tampak bijak dengan Anak Tetangga, sementara anak-anak kita keleleran. (SSM)
Share:

TNI dan Polri Jamin Keamanan Pilkada Putaran Kedua DKI Jakarta

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Pilkada putaran kedua yang berlangsung pada 19 April d DKI Jakarta, dijamin keamanannya secara bersama oleh pimpinan TNi dan Polri.

Hal itu diutarakan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pada Apel Gabungan Pengamanan Pilkada putaran kedua DKI Jakarta, yang diikuti sekitar 24.000 personel TNI dan Polri di Gedung Enconvention Ancol, Jakarta Utara (18/4/2017).

Intinya, kehadiran personil TNI dan Polri harus memberikan rasa aman dan damai kepada masyarakat mulai dari rumah menuju TPS, saat melakukan pencoblosan hingga kembali lagi ke rumah masing-masing.

Panglima TNI menyatakan, tugas yang diemban oleh personel TNI dan Polri pada pengamanan Pilkada putaran kedua DKI Jakarta merupakan tugas mulia, karena bertujuan untuk menjamin warga Jakarta aman, tentram dan damai tanpa tekanan saat melaksanakan pesta demokrasi.

"Laksanakan tugasmu, pelajari betul prosedur dan aturan serta jangan ragu, apapun akibatnya yang terpenting Jakarta aman, tertib dan damai. Saya jamin prajuritku tidak akan duduk di meja hijau sebagai terdakwa, karena saya sebagai Panglima TNI yang bertanggung jawab,” tegasnya.

“Selamat bertugas dan selamat berjuang, saat ini negara memanggil kalian untuk melaksanakan pengabdian yang terbaik kepada NKRI. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan bimbingan, petunjuk, hidayah dan rahmat kepada kita semua,” sambung Jenderal Gatot.

Dihadapan awak media, Panglima TNI menjelaskan bahwa, hak memilih dari warga DKI Jakarta dijamin oleh konstitusi. Oleh karena itu, negara harus hadir dalam memberikan rasa aman dan damai saat pelaksanaan Pilkada putaran kedua DKIJakarta. “Bentuk hadirnya negara yaitu adanya personel TNI dan Polri dimasing-masing TPS untuk menjamin keamanan, ketertiban dan kelancaran jalannya Pilkada putaran kedua DKI Jakarta,” ucapnya

Dalam rangka pengamanan Pilkada putaran kedua DKI Jakarta tanggal 19 April 2017, diterjunkan 62.000 personel dari unsur TNI dan Polri serta Linmas, termasuk di Tempat Pemungutan Suara.

Turut hadir dalam Apel Gabungan Pengamanan Pilkada antara lain, Menkopolhukam RI Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Pangdam Jaya Mayjen TNI Jaswandi, Pangarmabar Laksda TNI Aan Kurnia, Pangkoopsau 1 Marsda TNI Imran Baidirus dan Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi M. Iriawan (frm).

foto: PuspenTNI

Share:

TMMD 98 Ikut Perbaiki Jalan di Latuhalat

Ambon (IndonesiaMandiri) - Salah satu sasaran program TMMD TNI AD adalah perbaikan sarana fisik di berbagai pelosok nusantara. Misalnya seperti yang terjadi di Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Ambon (16/4).

Pembangunan sasaran fisik yang dikerjakan secara gotong-royong oleh personel TNI dan masyarakat adalah membangun jalan lingkungan di Desa Latuhalat sepanjang 291 meter.

Pekerjaan yang hampir rampung dan diharapkan akan selesai sebelum penutupan TMMD ini, sangat diharapkan oleh masyarakat setempat. Itu sebabnya, Lettu Herman selaku Perwira yang mengawasi pelaksanaan kegiatan fisik ini, berharap bisa selesai tepat waktu.

"Saat ini pekerjaan jalan terus dikebut dan material bangunan di tempatkan di beberapa titik agar mudah dijangkau sehingga pekerjaan cepat selesai dan jalan dapat digunakan", ujar Herman.

Masyarakat Desa merasa senang dengan dibangunnya jalan lingkungan dan sangat berterima kasih kepada personel TNI yang telah bekerja keras mengerjakan pembangunan jalan lingkungan di desanya yang juga terkenal karena keindahan pantainya sebagai daerah wisata (rd).

foto: Penrem141/Binaiya

Share:

65 Tahun Kopassus

Korps Baret Merah Rela Korbankan Jiwa dan RagaBanyak Mengukir Prestasi Tugas

Bandung (IndonesiaMandiri) - Siapa yang tak kenal kehebatan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD? Prestasinya tak hanya dikenal di dalam negeri. Tapi juga diperhitungkan oleh para pemerhati/dunia militer kelas internasional. Ya itulah Kopassus, yang pada 16 April lalu usianya memasuki 65 tahun.

"Apabila Sang Merah Putih dan Negara memanggil, maka dipastikan prajurit Korps Baret Merah akan rela mengorbankan jiwa dan raganya,” kata Panglima TNI Gatot Nurmantyo, pada acara syukuran HUT Ke-65 Kopassus Tahun 2017, dengan tema “Tingkatkan Professionalisme Guna Mewujudkan Kopassus Yang Kuat Efektif, Efisien dan Dahsyat Dan Siap Melaksanakan Tugas Pokok,” di Daerah Latihan Komando Situlembang, Bandung, Jawa Barat (17/4).

Jenderal Gatot yang juga "warga Baret Merah", sempat menceritakan bahwa Kopassus merupakan salah satu Pasukan Khusus terbaik di dunia serta banyak mengukir beberapa prestasi dan berhasil dalam melaksanakan berbagai tugas operasi, diantaranya operasi Woyla di Bangkok Thailand, pembebasan sandera di Papua dan KM Sinar Kudus di Somalia serta penugasan lainnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyatakan bahwa, pada setiap diri prajurit Korps Baret Merah mengalir darah Komando yang selalu melekat pada jiwanya, bukti kecintaan prajurit Komando bukan hanya pada raganya saja bahkan sampai hayatnya.

Dalam acara syukuran tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Ibu Nenny Gatot Nurmantyo menyerahkan potongan tumpeng dan memberikan tali asih kepada Prajurit Kopassus yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk NKRI, yaitu Letkol Inf (Anumerta) Atang Sutrisna, Lettu Inf (Anumerta) Ahmad Kirang dan Kopda (Anumerta) Suparlan yang diwakili oleh masing-masing keluarganya, serta kepada Peltu Rabinu, Pelda Karno Oyo, Serma H.D. Hidayat dan Serma Atim.

Sementara itu, Kasad Jenderal TNI Mulyono mengatakan bahwa, keberhasilan Korps Baret Merah secara nyata telah diakui negara lain di dunia, bahkan sudah melatih di beberapa negara Asia dan Afrika. “Lakukan evaluasi kerja agar senantiasa mampu memperbaiki kekurangan dan meningkatkan prestasi yang telah dicapai di masa-masa yang akan datang,” ucap Jenderal Mulyono.

Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni menyampaikan ucapan terimakasih kepada Panglima TNI, Kasad, para Sesepuh Korps Baret Merah dan undangan atas kehadirannya di Daerah Latihan Komando Situlembang, Bandung, Jawa Barat.

Danjen Kopassus mengatakan bahwa acara syukuran tahun ini dilaksanakan di Situlembang yang merupakan daerah latihan bagi Prajurit Komando saat digembleng, dididik dan dilatih serta sekaligus bernostalgia bagi Sesepuh Prajurit Komando. “Dengan kehadiran Panglima TNI, Kasad dan Sesepuh Korps Baret Merah disini, menambah motivasi Prajurit Komando untuk terus menata dan berbenah diri, khususnya dalam menyiapkan generasi penerus yang lebih baik,” harapnya.

Tampak hadir diantaranya Irjen Kemhan Letjen TNI Agus Sutomo, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Dankodiklat TNI AD Letjen TNI Agus Kriswanto, para Asisten Panglima TNI, Pangkotama, para Komandan Satuan, mantan Danjen Kopassus dan Sesepuh Korps Baret Merah (BP).

Foto: PuspenTNI dan abri

Share:

DANKORMAR : "Rawatlah Alutsista dengan Baik"

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Komandan Korps Marinir Mayjen Bambang Susqantono kunjungi tempat alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang berada di Kesatrian Marinir Hartono, di Cilandak, Jakarta Selatan (18/4).

Dalam kunjungannya, orang nomor satu di Korps Baret Ungu ini mengingatkan sekaligus memerintahkan prajuritnya untuk senantiasa merawat kendaraan dan material tempur dengan baik.

Salah satu alutsista yang dilihat adalah kendaraan tempur (Ranpur) BTR-4, produksi dari Ukraina. Dankormar yang didampingi Kepala Staf Korps Marinir Brigjen Hasanudin, memeriksa kesiapan Ranpur dan mengecek kelengkapan maupun persenjataan yang dimiliki oleh BTR-4 guna menghadapi tugas pokok.

BTR-4 dirancang dengan sistem modular, pada adopsi senjata yaitu 30 mm dengan 360 putaran, peluncur granat otomatis 30 mm dengan 150 putaran, senapan mesin 7,62 mm dengan 1.200 putaran dan 4 peluncur rudal anti tank Konkurs dan Baryer. BTR-4 terdiri dari tiga kompartemen yaitu kompartemen depan yang merupakan stasiun pengemudi, kompartemen tengah sebagai 'powerplant' kendaraan, dan kompartemen belakang yang dirancang sebagai area untuk penempatan pasukan.

Dankormar juga menyampaikan supaya seluruh kendaraan-kendaraan tempur Korps Marinir untuk senantiasa dirawat secara baik. Alutsista-alutsista yang ada. agar pada saat digunakan untuk latihan tidak ada kendala (Zero Accidents) sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar (AT).

foto: dispenkormar

Share:

Bela Negara Terbuka Bagi Siapa Saja

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Untuk kesekian kalinya, progrqm "Bela Negara” didengungkan oleh Kementerian Pertahanan kepada publik. Adalah Menhan Ryanizard Ryacudu, yang terus pro aktif dalam berbagai kesempatan mengingatkan akan pentingnya program ini.

Senin (17/4), Ryamizard di depan pers menekankan, “bela Negara bukan saja tugas tentara tetapi wajib bagi siapa saja. Bahkan ia menambahkan, termasuk ormas radikal sakalipun tidak masalah, akan dilatih. Tentu ini dimaksudkan agar tidak terus menjadi radikal. Artinya, kata Jenderal bintang empat ini, agar kita jangan menambah banyak musuh. Menurutnya, jangan karena dianggap ormas radikal, lalu mereka dilarang ikut program bela negara. Sebagai warga negara, mereka harus diajak supaya sama-sama membela negara dan meninggalkan pikiran yang radikal.

Bela Negara disamping sebagai kewajiban dasar, juga menjadi hak dan kehormatan bagi setiap warga negara. Ini tercantum pada Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dimana ditegaskan “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara” dan “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”.

Sementara Pasal 9 UU No.3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, dinyatakan bahwa wujud Bela Negara dapat dilakukan melalui: pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara sukarela atau secara wajib, dan pengabdian sesuai dengan profesi. Sehingga seseorang yang melakukan tugas dan profesinya secara profesional, maka dia sudah melaksanakan hak dan kewajiban dalam Bela Negara.

Bela Negara adalah sikap, perilaku, tindakan, serta kesadaran rela berkorban untuk bangsa dan negaranya. Terkait Program Kesadaran Bela Negara ini, Kemhan telah merumuskan empat kebijakan prioritas, yaitu pertama, konsep strategi Pertahanan Rakyat Semesta. Kedua, peran Bela Negara dalam mengatasi ancaman terorisme dan radikalisme. Ketiga, kepedulian terhadap anak jalanan dan anak terlantar. Keempat, penyiapkan generasi bangsa ke depan dengan konsep Bela Negara. Dengan keempat strategi kebijakan prioritas di atas, diharapkan akan dapat menjadi modal yang sangat kuat untuk menghadapi semua bentuk ancaman apapaun baik yang dari dalam maupun dari luar.

Oleh karenanya, pada 20 April esok, kota Manado dipilih menjadi tempat sosialisasi Program Jaringan Bela Negara. Di sana nanti akan disebarkan kurang lebih 300 keping CD album Bela Negara ciptaan Titik Puspa. Selain itu juga ada parade kerukunan antarumat beragama dan etnik budaya Indonesia, serta parade NKRI yang diikuti oleh pelajar hingga elemen masyarakat (TW).

foto: abri

Share:

Pelajar dan Mahasiswa Diingatkan Tentang Ancaman "Proxy War"

Ternate (IndonesiaMandiri) - Kordinator Daerah Kementrian Pertahanan Provinsi Maluku Utara menggelar pembekalan pemahaman tentang ancaman non militer kepada para pelajar dan Mahasiswa bertempat di Aula Makolanal Ternate Jl. Sultan Babullah Ternate Utara (12/4). Ancaman non militer yang belakangan sering disebut oleh Panglima TNI itu adalah "Proxy War."

Sekitar 100 siswa tingkat SLTA sederajat serta mahasiswa perguruan tinggi di Maluku Utara mendengarkan penuh antusias penjelasan Kakorda Kementerian Pertahanan Provinsi Malut Kolonel Mar Bambang Priambodo, Turut serta dalam acara ini Palaksa Lanal Ternate Letkol Laut (P) Hendro, Perwakilan Kepala BNNP Malut, Sekban Kesbangpol Malut, Perwakilan Kadis Damkar, Para Alumni Bela Negara dan PCTA Malut.

Kakorda Kemhan Malut Kolonel Mar Bambang Priambodo dan Perwakilan dari Dinas Perhubungan Sdr. Stansyah memang membawakan materi Pemahaman Proxy War "Dimensi Ancaman Non Militar" yaitu perang gaya modern yang saat ini dilaksanakan Negara-Negara Super Power untuk menguasai energi maupun sumber daya alam negara lain dengan berbagai bentuk cara yang bersifat soft dan menggunakan Invisible hand dengan berusaha merusak tatanan perekonomian, sosial budaya, aspek kesehatan, pemanfaatan teknologi, penyusupan legislasi, penyusupan ideologi dan politik sehingga segala kepentingan negara luar dapat dengan mudah masuk dan mengeruk seluruh sumber energi, sumber pangan maupun sumber daya lainnya untuk kepentingan dalam negerinya.

Kakorda Kemhan Malut kepada insan pers yang turut meliput acara ini juga menyampaikan bahwa pentingnya pemahaman tentang Proxy War/Ancaman Non Militer dalam bentuk ancaman nir militer karena saat ini di Indonesia ancaman tersebut sudah sangat terasa. Bahkan, nyatanya sudah berjalan sedemikian rupa, seperti contohnya adalah pelemahan para generasi muda dengan berbagai cara seperi narkoba, pergaulan bebas serta melunturkan nilai-nilai jati diri kebangsaan.

Oleh karenanya, menjadi sangat penting untuk membentengi generasi muda dengan pemahaman-pemahaman maupun penanaman kembali nilai-nilai jati diri bangsa sehingga diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat dan berkompeten dalam rangka melanjutkan pembangunan (rdy).

Foto: pendam16

Share:

Kasum TNI: Potensi Laut Belum Optimal Diberdayakan

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Didepan 145 Perwira TNI AL pada dalam Penataran Kemampuan Teritorial (Tarpuanter) TNI AL Tahun Anggaran 2017 tentang Ketahanan Pangan Aspek Kemaritiman, Kepala Staf Umum/Kasum TNI Laksamana Madya Dr. Didit Herdiawan, MPA, MBA, mengatakan, bahwa Indonesia belum optimal memberdayakan potensi lautnya.

Dalam penataran yang berlangsung di Gedung Gading Marina Inkopal, Jl. Boulevard Barat Kelapa Gading, Jakarta (13/4), lanjut Kasum, disebutkan pula bahwa pemanfaatan potensi laut Indonesia masih terkendala karena hanya fokus pada ikan dan pengelolaannya masih tradisional serta minim teknologi, hal ini yang menjadikan pemanfaatan potensi laut belum optimal. Oleh karenanya, sudah saatnya bangsa Indonesia mengelola sumber daya laut untuk kemakmuran rakyat.

Padahal, lanjut Laksdya Didit, Indonesia memiliki potensi laut yang sangat melimpah, dengan 60 persen penduduk tinggal di pesisir, memiliki luas perairan 5,8 juta km2 yang terdiri dari 2,5 juta km2 ZEE, 13,7 juta Ha Perairan Umum dan 4,3 juta Ha Daerah Potensial untuk perikanan. “Kesemuanya itu menjadi potensi yang perlu diberdayakan dan dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa,” sambungnya.


“Indonesia sampai saat ini dikenal sebagai negara agraris dan sebagai negara maritim, yang memiliki sumber pangan relatif berlimpah, namun sampai saat ini masih mengandalkan sumber pangan dari darat, sedangkan potensi laut belum optimal diberdayakan,” tegas Kasum TNI.

Apa yang diutarakan Laksamana Bintang Tiga ini memang beralasan. Karena Indonesia terletak di posisi yang sangat strategis, yaitu berada di tengah salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia, di antara dua samudera dan dua benua. Menurutnya, sebagai negara maritim, Indonesia harus enegaskan dirinya sebagai poros maritim dunia, sebagai kekuatan yang berada di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Posisi sebagai poros maritim dunia membuka peluang bagi Indonesia untuk membangun kerja sama regional dan internasional bagi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat yang akan mendorong perwujudan kedaulatan pangan maritim.

“Jika kita mampu mendayagunakan segenap potensi ekonomi kelautan, maka diyakini bahwa bidang kelautan tidak hanya mampu mengeluarkan bangsa ini dari persoalan kemiskinan dan pengangguran, tetapi juga dapat menghantarkan Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, makmur dan bermartabat,” ujar Laksdya Didit.

Berikutnya, Kasum TNI menggarisbawahi kedepan harus terus mengupayakan peningkatan nilai tambah industri perikanan, melalui ekstensifikasi produk perikanan dengan memperbanyak jumlah sentra produksi perikanan dan kelautan, peningkatan aksesibilitas daerah tangkapan baru, menambah lahan dan sentra produksi budi daya baru serta menambah jenis produk perikanan dan kelautan.

“Kita semua harus optimis dan mampu menghadapi segala tantangan yang ada untuk memperjuangkan peluang besar keberhasilan menuju kedaulatan pangan maritim dan daya saing bangsa untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa pemenang,” ucap Kasum TNI.

Diakhir pembekalannya Kasum TNI menegaskan kepada seluruh peserta untuk mempedomani hal-hal sebagai berikut : Pertama, mampu menjadi pelopor dalam memberikan kontribusi keilmuan terhadap kedaulatan pangan maritim dan daya saing bangsa. Kedua, mengembangkan kerja sama riset dalam mendorong perwujudan kedaulatan pangan maritim dan Ketiga, kualitas sumber daya manusia perlu diimbangi dengan penguatan mental ideologi, cinta tanah air dan nasionalisme untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa pemenang yang berdaya saing tinggi (bri).

foto: PuspenTNI

Share:

Bakamla Resmi Dirikan Pengurus Dharma Wanita

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Badan Keamanan Laut atau Bakamla yang sudah berjalan dua tahunan, kini resmi memiliki organisasi kewanitaan yang mengayominya dengan Nama Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang sejajar dengan instans Pemerintah Pusat lainnya.

Pengukuhan Pengurus DWP Bakamla RI untuk masa bhakti 2014-2019 disampaikan langsung oleh Ketuanya, Nyonya Tati Ari Soedewo di Ruang Serba Guna Kantor Pusat Bakamla RI, Jalan Dr. Sutomo No. 11 Jakarta Pusat (13/4).

“Dengan dilandasi semangat kepedulian akan anggotanya serta keinginan untuk menginduk kepada organisasi kewanitaan yang lebih besar, Perisba RI secara simultan berkoordinasi dengan Dharma Wanita Persatuan Pusat untuk dapatnya dibentuk dan disahkan menjadi organisasi DWP Bakamla RI, sejajar dengan DWP Instansi Pemerintah Pusat lainnya”," ucap Tati.

“Organisasi DWP Bakamla RI pada awalnya bernama “Perisba” atau Persatuan Istri Bakamla RI dengan anggota terdiri dari berbagai instansi pemerintah dan TNI/Polri. Oleh karenanya kami menamakan diri ‘Jala Dharma Garini Adhiaksa Bhayangkari’ yang kami artikan sebagai wanita yang luhur pendamping penjaga lautan," tambahnya.

Disampaikan pula oleh Tati bahwa, "sebagai anggota termuda dalam jajaran Dharma Wanita Instansi Pemerintah Pusat (DWP IPP), DWP Bakamla RI senantiasa membutuhkan bimbingan serta arahan baik dari DWP Pusat maupun DWP IPP, agar dapat terus mengembangkan potensi serta kreatifitas terutama ikut memperkuat jalinan silaturahmi antar organisasi kewanitaan di lingkungan Instansi Pemerintah Pusat."

Ketua DWP Bakamla RI tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan Ny. Wien Ritola Tasmaya beserta jajarannya yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukannya yang padat, serta perkenannya untuk mengukuhkan pengurus DWP Bakamla RI.
Turut menyaksikan pengukuhan pengurus DWP ini Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. selaku penasehat, Sekretaris Utama Bakamla RI Laksda Agus Setiadji, S.AP., Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda TNI Andi Achdar, dan Plt. Deputi Kebijakan dan Strategi Bakamla RI Brigjen Pol. Drs. Arifin, M.H.

Laksdya Ari berpesan kepada pengurus DWP agar, Pertama, mengutamakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari pengurus dan anggotanya, Kedua, memilih kegiatan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, kesempatan organisasi, Ketiga, dalam melaksanakan kegiatan mendahulukan yang penting, sesuai dengan skala prioritas, Keempat, mengutamakan kualitas penanganannya daripada kualitas yang ditangani serta diupayakan secara tuntas, Kelima, menjaga citra yang baik sebagai istri pendamping aparat pemerintah ditengah masyarakat yang dinamis.

“Semoga melalui pengukuhan ini menjadi sebuah momen yang baik guna memberikan dorongan semangat dan motivasi dan kepada ibu-ibu dalam berorganisasi, sehingga tumbuh kreativitas, solidaritas, dan sinergitas, guna turut berperan secara optimal dalam mendukung dan menyukseskan program-program pembangunan nasional”, tutur Kepala Bakamla RI (tgh).

Foto: HumasBakamla

Share:

Arsip