Berita Indonesia Mandiri

Dankormar : Pengawasan Internal Marinir Dituntut Akurat, Tajam dan Cermat

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Mekanisme pengelolaan anggaran negara semakin lama semakin terbuka. Demikian pula mekanisme pengadaan barang di lingkungan TNI dituntut untuk semakin baik, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Oleh karena itu pengawasan internal di jajaran organisasi Korps Marinir dituntut untuk semakin akurat, tajam dan semakin cermat dalam mengawal setiap bentuk penggunaan anggaran yang dikelola oleh jajaran Korps Marinir.

Demikian dikatakan Komandan Korps Marinir/Dankormar Mayjen TNI (Mar) R.M. Trusono, S.Mn. dalam amanat tertulisnya ketika memimpin serah terima jabatan Inspektur Korps Marinir dari pejabat lama Kolonel Marinir Bambang Priambodo kepada pejabat baru Kolonel Marinir Bambang Hullianto di ruang prajurit Yonif-6 Brigif-2 Marinir Cilandak, Jakarta Selatan (28/2).

Lebih lanjut Dankormar mengatakan, dengan tuntutan tugas tersebut maka menunjukkan bahwa tugas Irkormar tidaklah ringan, karena sifatnya kompleks serta menentukan. "Keberhasilan penatakelolaan dan manajemen organisasi Korps Marinir sangat ditentukan oleh kepiawaian pejabat Irkormar dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai auditor sekaligus mencarikan solusi dari setiap permasalahan manajerial yang terjadi di lingkungan Korps Marinir” kata Dankormar.

Pada bagian lain, orang nomor satu di jajaran Korps Marinir tersebut menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kolonel Marinir Bambang Priambodo atas upaya, kerja keras serta sumbangan pikirannya sehingga pelaksanaan tugas pengawasan dan pemeriksaan terhadap program dan kegiatan serta manajemen organisasi telah berjalan dengan baik.

Kepada pejabat baru, Dankormar berharap mampu melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pembinaan kemampuan Korps Marinir berdasarkan kebijakan, rencana kerja, program kerja, norma dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sehingga berhasil guna dan berdaya guna. “ Pahami mekanisme keuangan negara agar dalam penggunaan anggaran negara yang dialokasikan untuk Korps Marinir senantiasa dapat dipertanggungjawabkan” tegas Dankormar.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Staf Korps Marinir Brigjen TNI (Mar) Hasanudin, Komandan Pasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Widodo, D.P. dan para pejabat utama Markas Komando Korp Marinir (teguh).

Share:

Kontingen Koarmabar Juara Umum 2 Asia Open Karate Championship 2017

Jakarta (IndonesiaMandiri) -  Kontingen Karate Komando Armada RI Kawasan Barat berhasil meraih juara umum  ke-2 pada kejuaraan Asia Open Karate Championship “Soesilo Bambang Yudhoyono Cup XIV” Tahun 2017 di Gedung Olah Raga  Mahaka Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., memberikan apresiasi dan penghargaan tinggi atas prestasi yang telah dicapai oleh Kontingen Karate Koarmabar pada event Championship “Soesilo Bambang Yudhoyono Cup XIV” Tahun 2017.

Pada turnamen tersebut Kontingen Koarmabar dipimpin Kolonel Marinir Drs. Sony Kunila yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Dinas Potensi Maritim Koarmabar (Kadispotmararmabar). kontingem ini meraih 14 medali emas, 6 medali perak dan 6 medali perunggu. Adapun rincian medali yang diperoleh antara lain pada kategori Intern Tournament Kelas Senior berhasil merebut 4 Emas, 2 Perak  dan 1 Perunggu. Pada Kategori Intern Indonesia Tournament Kelas Junior berhasil merebut 8 Emas, 2 Perak  dan 5 Perunggu. Sedangkan pada kategori Open Tournament Kelas Senior berhasil merebut 1 Emas serta pada Kelas Junior berhasil merebut 1 Emas dan 2 Perak.

Turnamen karate tersebut diikuti kurang lebih 1200 peserta baik dari dalam negeri maupun luar negeri diantaranya dari Jepang, India, Malaysia, Filiphina dan Brunei Darussalam. Pelaksanaan turnamen berlansung selama dua hari  yaitu tanggal 25 dan 26 Februari 2017 (firman).

Foto: dispenkoarmabar

Share:

Geliat Wisata Halal di Sumbar

Padang (IndonesiaMandiri) – Potensi perkembangan pasar wisata halal dunia, menunjukkan fenomena yang menarik. Dan ini berdampak sangat besar bagi Indonesia, yang memiliki populasi masyarakat Islam terbesar di dunia.  Dalam ajang World Halal Tourism Award (WHTA) di 2015 dan 2016, Indonesia terbukti terpilih masuk dalam nominasi dalam beberapa kategori yang sangat diminati bagi para wisatawawan mancanegara.
Di 2015, Lombok menyabet dua kategori: The World Best Halal Honeymoon Destination dan The World Best Halal Tourism Destination. Sedangkan lainnya, hotel di Jakarta, Hotel Sofyan Betawi, terpilih menjadi The World Best Family Friendly Hotel. Tahun berikutnya, dalam ajang WHTA yang diselenggarakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab di akhir 2016, tak tanggung-tanggung raihan yang dicapai oleh Indonesia. Ada 12 kategori yang dimenangkan oleh Indonesia.
“Padahal kita hanya mentarget lima kategori yang akan dimenangkan di 2016, tetapi yang diperoleh hingga 12. Ini luar biasa,” papar  Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kementerian Pariwisata, Drs Lokot Ahmad Enda, MM, di depan peserta Bimbingan Teknis/Bimtek “Percepatan Pengembangan Destinasi Wisata Halal” di Hotel Kyriad Bumiminang, di Kota Padang (22/2).
Kementerian Pariwisata sejak dua tahun terakhir ini memang serius menggarap pasar wisata halal untuk menggenjot kedatangan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara di sejumlah daerah tujuan wisata yang dikembangkan untuk wisata halal. Provinsi Aceh, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Lombok, Barat, telah ditetapkan sebagai destinasi wisata unggulan. Sedangkan  Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan juga diarahkan untuk mengikuti jejak lima unggulan yang sudah berkembang tadi.
Sedangkan Sumatera Barat sendiri, di WHTA 2016, telah mengantongi tiga kategori terbaik untuk: destinasi wisata, kulinernya dan biro perjalanan wisata. Semuanya dalam kontes wisata halal. Dengan hasil itu, Kementerian Pariwisata bekerja ekstra cepat. Sejak 2015 Kemenpar sudah membentuk Tim Percepatan dan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H), yang dipimpin oleh Riyanto Sofyan, pengusaha sekaligus pemilik PT Sofyan Hotles, Tbk.
Riyanto Sofyan, Kepala Tim Percepatan dan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H), turut hadir dalam Bimtek di kota Padang bersama anggotanya, yaitu Tazbir, Wisnu Rahtomo dan Hafizuddin Ahmad. Kehadiran TP3H di sini untuk memperkuat citra wisata halal kepada pelaku pariwisata di sejumlah kota seperti dijelaskan di atas.  Untuk 2017 ini, mereka juga akan keliling ke sejumlah kota yang sudah ditetapkan untuk pengembangan wisata halal. Langkah awalnya berada di kota Padang. Berikutnya ke Lombok, Aceh, dan lain-lain. “Karena di 2016 kita sudah terus sosialisasi, maka di 2017 mulai jualan,” tegas Riyanto penuh optimis.
Kegiatan Bimtek di Padang ini begitu antusiasi dihadiri para pelaku pariwisata, mulai dari unsur Pemda (tingkat Pemprov dan beberapa Pemkab), swasta (agen perjalanan, pengelola hotel, rumah makan, spa), juga perusahaan penerbangan (Garuda Indonesia) dan pengelola bandara (Angkasa Pura 2).
Gubernur Sumatera Barat dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisatanya, Oni Yulvian, mengatakan bahwa pada 2017 ini akan menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah Pariwisata Halal di Sumatera Barat. Raperda ini menjadi penting, sehingga sosialisasi dan aktualisasi kegiatan pariwisata halal di daerahnya bisa dipahami secara baik dan benar oleh kalangan industri pariwisatanya setempat.
“Kami sangat senang dengan Padang menjadi destinasi halal dan siap mendukungnya melalui fasilitas dan layanan hotel yang ada di kami,” kata Soedjoko, General Manager Hotel Pangeran (Bintang 4), yang juga mengikuti Bimtek. Suparlan, General Manager Bandara Internasional Minangkabau, pun berkomentar sama. “Intinya kita dan siap, dan terus berinovasi dalam penataan beberapa ruang di bandara, seperti sarana toilet, tempat ibadah, dan layanan lainnya sebagai pintu gerbang di Sumatera Barat,” papar Suparlan. Bahkan, dalam rencananya, Bandara Internasional Minangkabau di Oktober 2017 sudah terkoneksi dengan jaringan rel kereta hingga ke kota. Model ini mirip dengan Bandara Kualanamu di Medan, sehingga para wisatawan yang datang ke Sumatera Barat nantinya, dapat dengan mudah menggunakan sarana transportasi kereta menuju kota Padang.
Geliat wisata halal memang sedang mendunia. Dan Indonesia, pun sudah bersiap mengantisipasinya. Definisi sederhana dari wisata halal itu sendiri, bertitik tolak pada kegiatan wisata yang didukung fasilitas serta layanan yang dibolehkan dalam ajaran Islam, sehingga memenuhi kebutuhan wisatawan muslim dan disediakan oleh dunia usaha, masyarakat setempat dan pemerintah (pusat dan daerah).
Tentunya akan diikuti dengan penberian label atau tanda yang menyatakan sertifikasi “halal”,  dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia atau Perda yang berlaku. Baik itu untuk sarana hotelnya (misalnya toilet dilengkapi air untuk bersuci, kloset memiliki hand shower), rumah makannya (pilihan makan dan minumannya), agen perjalanannya (paket perjalanannya yang sesuai), dan suasanya lain yang menunjukkan lingkungan hidup yang nyaman menurut kaidah ajaran Islam. Dan wisata halal ini memang masih memerlukan proses panjang dalam sosialisasinya ke masyarakat. “Di sinilah perlunya kita terus-menerus melakukan pertemuan seperti Bimtek ini,” sambung Lokot. Yang pasti, “wisata halal ini sifatnya tidak eksklusif hanya untuk wisatawan muslim. Kita justru inklusif, terbuka untuk siapa saja. Karena wisata halal ini sehat,” tegas Riyanto (abri). 
Share:

Perwira Angkatan Laut Jepang Kunjungi Lantamal III Jakarta dan Ziarah Ke Kalibata

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Perwira Angkatan Laut Jepang yang dipimpin Commander Of Escort Division Thirteen Of Japan Maritime Self Defense Force (JMSDF) Captain Masahiko Kawakubo melaksanakan Courtesy Call  ke Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Lantamal III Jakarta (23/02).


Captain Masahiko Kawakubo didampingi  Atase Pertahanan Kedutaan Jepang Captain Hiroshi Komiya, Komandan Kapal JS Makinami Commander Hiroki Okishige, Komandan JS Asayuki Commander Teruhisa  Oshima dan Komandan JS Shimayuki Commander Mitsuhiro Imawaka. Mereka diterima oleh Wakil Komandan Lantamal III Kolonel Laut (P) Umar Arief, S.E,  mewakili  Komandan Lantamal III Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Ketut Suardana S.H.


Wadan Lantamal III secara singkat menjelaskan tugas pokok dan wilayah kerjanya, serta berharap kunjungan ini dapat mempererat hubungan dan kerjasama yang baik bagi TNI Angkatan Laut dan  Angkatan Laut Jepang. Acara diakhiri dengan saling tukar-menukar cenderamata.


Turut hadir mendampingi Wadan Lantamal III  yakni Asintel Danlantamal III Kolonel Laut (E) Jose Aldino, Aspers Danlantamal III  Kolonel Laut (P) Untung  S.M,  M.A.P, Kakuwil Lantamal III Kolonel Laut (S) Rachmat Kurniawan Putra, SE, serta Perwira Staf Operasi Letkol Laut (P) Antonius dan Mayor Laut (P) Yustus.


Rombongan dari AL Jepang ini juga melaksanakan Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata. Asrena Danlantamal III Kolonel Laut (S) Heri Setiyo N, SE, MAP bertindak sebagai perwira pendamping dalam ziarah tersebut.


Kunjungan Kapal Angkatan Laut Jepang ke Jakarta ini rencananya hingga 25 Februari mendatang (bekti).


foto: dispenLantamal III

Share:

Abdul Kholik : Ketidaksengajaan Pembawa Berkah

Yogyakarta (IndonesiaMandiri) - Yang hobi berkaos dengan corak tulisan bermakna, boleh coba memilih produksinya Mbelinger, yang berpusat di Jalan Kebun Raya 43, Yogyakarta. Pesan yang disampaikan dalam kaos produksi Mbelinger, utamanya adalah kata-kata bijak Jawa. Disamping itu, ada juga yang bernuansa sindiran atau candaan.

Abdul Kholik, salah satu pendiri sekaligus pemilik Mblinger, mengatakan bahwa usahanya ini memang berusaha menampilkan pesan-pesan moral yang hidup dalam tradisi budaya Jawa. Tetapi ia juga mengakui, bahwa tak menutup kemungkinan dalam perkembangannya kedepan, bisa juga budaya lain di Indonesia dapat dijadikan model juga dalam produksi kaos atau merchandise. Untuk melihat lebih lengkap produknya, bisa klik di mbelinger.com

Di bawah ini wawancara singkat InddonesiaMandiri bersama Abdul Kholik, yang juga alumni Filsafat dari Universitas Islam Negei Sunan Kalijaga, Yogyakarta:

IndonsiaMandiri (IM). Apa latar belakang berdirinya Mbelinger Jogja?

Abdul Kholik (AK). Usaha kaos ini bermula dari ketidaksengajaan (melampaui ekspektasi) karena hanya sekadar aktivitas kreatif berbahan ungkapan dalam tradisi tutur masyarakat Jawa, baik yang bijak, lucu, ringan, dan ataupun berat. Seiring berjalanya waktu, dari sosial media banyak permintaan untuk diimplementasikan dalam desain produk kaos dan atau merchandise lainnya.

IM. Alasan memilih materi pesan berbahasa Jawa?

AK. Kami bermukim dan melakukan aktivitas kreatif di Yogyakarta. Anda tentu tahu bahwa Yogyakarta sebagai daerah eks-pusat pemerintahan kerajaan di masa lampau, ternyata hingga sekarang masih memiliki pengaruh yang kuat dalam kapasitasnya sebagai barometer pelestarian dan pengembangan kebudayaan Jawa.  Realitas itu mempengaruhi  kami. Kami tidak bermaksud mengabaikan kebudayaan etnis lain di Indonesia. Hanya inginkan fokus mengeksplorasi apa-apa yang berada dekat dalam jangkauan pengamatan kami lebih dulu.

IM. Target yang hendak dicapai?

AK. Kami ingin Mbelinger Jogja pada saatnya nanti berhasil menjadi salah satu destinasi wisata wajib di Yogyakarta oleh karena keutuhan konsepnya.

IM. Kiat dalam rangka berkompetisi dengan brand lain?

AK. Terus membangun keunikan, mempromosikan, meyakinkan orang-orang mengenai kebenaran promosi kami, sehingga mereka berkenan membuktikan sendiri. Sederhananya, ini lebih dari perkara sensasi.

IM. Tentang kemungkinan membuka cabang?

AK. Sampai hari ini belum ada rencana membuka outlet baru di Yogya maupun di kota lain. Kami ingin mengoptimalkan gerak usaha di satu tempat yang sudah dikenal ini hingga sempurna sesuai idealisme kami, dan tentu juga melalui proses dialektika dengan kehendak konsumen (abri).

Foto: abri&dok mblinger

Share:

Kapal Perang Korea Selatan Berkunjung Ke Jakarta

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kapal Perang Angkatan Laut  Korea Selatan Roks Munmu The Great (DDH – 976) berkunjung ke Jakarta selama tiga hari dan merapat di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (16/02).

Kapal perang kelas Destroyer dari negeri Ginseng ini disambut dengan upacara militer dipimpin Kadiskes Lantamal III Kolonel Laut (K) Dr. Iswanto beserta Kadisyahal Lantamal III, PLH Asops Lantamal III, Danyonmarhan Lantamal III, prajurit Lantamal III dan staf Kedutaan Besar Korea Selatan.

Komandan Kapal Perang Angkatan Laut Korea Selatan Roks Munmu The Great (DDH – 976) Captain Kim Ki Hwan bersama dua ratus pengawak dengan 18 perwira tersebut merupakan kapal perang yang memiliki panjang 154,4 meter, lebar 16,9 meter dan draft 4,3 meter, dengan kecepatan 29 knots, jarak jelajah 4000 Nm pada kecepatan 18 knots, memiliki bobot 6100 tons, jenis/Kelas KDX-2/DDGHM dan dijadwalkan berada di Jakarta hingga 18 Februari 2017.

Kunjungan kehormatan Komandan kapal perang Korea Selatan untuk lebih mempererat hubungan persahabatan antara TNI AL dengan Angkatan Laut Korea Selatan. Selama berada di Indonesia, crew kapal ini selain mengadakan kunjungan kehormatan ke Pangarmabar dan Kapushidrosal,  juga akan wisata keliling kota Jakarta (lantip).

Share:

DANKORMAR BUKA RAKO DAN AKS KORMAR 2017

Jakarta (IndonesiaMandiri) -  Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) R.M. Trusono, S.Mn., secara resmi membuka Rapat Komando dan Apel Komandan Satuan Korps Marinir Tahun 2017 yang dilaksanakan di Brigade Infanteri-2 Marinir, Cilandak, Jakarta (09/02).

Dalam amanatnya Dankormar menyampaikan, bahwa Rako dan AKS Korps Marinir merupakan momentum untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi permasalah-permasalahan selama 2016 sekaligus sebagai sarana penyampaian kebijakan-kebijakan komando guna menyongsong tugas di 2017.

“Secara umum program kerja Kormar Tahun Anggaran 2016 dapat dilaksanakan sesuai rencana tanpa hambatan yang berarti, dan telah banyak kemajuan yang telah kita capai, oleh karena itu Komandan Korps Marinir menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tulus atas dedikasi dan kerja keras saudara-saudara sekalian dalam membesarkan nama baik Korps Marinir,” ucap Dankormar.

Lebih lanjut, Dankormar menjelaskan bahwa dalam melaksanakan pembangunan Korps Marinir tahun 2017 yang mengusung Tema “Melalui Rako dan AKS Korps Marinir Kita Wujudkan Prajurit yang Profesional, Berkarakter dan dicintai Rakyat”, mempunyai makna bahwa setiap prajurit Korps Marinir harus memiliki kemampuan dan keterampilan sesuai standar yang dipersyaratkan serta mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik dan benar.

Mayjen TNI (Mar) R.M. Trusono, S.Mn., memerintahkan kepada para peserta Rako dan AKS untuk berperan aktif dalam diskusi-diskusi membahas tentang organisasi, alutsista dan pembentukan karakter prajurit Korps Marinir.

Hadir dalam acara tersebut Kaskormar Brigjen TNI (Mar) Hasanudin, Danpasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Lukman, S.T, M.Si (Han), Danpasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto, Irkormar Kolonel Marinir Bambang Priambodo, para pejabat utama Korps Marinir, Dankolak serta Dansatlak Kormar (bekti).

foto: Dispenkormar

Share:

Lima Kapal Ikan Vietnam Ditangkap Koarmabar

Natuna (IndonesiaMandiri) - Komando Armada RI Kawasan Barat kembali menangkap lima Kapal Ikan Asing berbendera Vietnam di Perairan Laut Natuna Utara, baru-baru ini. Kapal tersebut ditangkap KRI Oswald Siahaan-354 yang sedang melaksanakan operasi di bawah kendali Gugus Tempur Laut Koarmabar (Guspurla Koarmabar).

Kelima kapal tersebut yaitu BV 4771 TS berbobot 50 GT dinakhodai Nguyen Van Nham dengan sembilan orang Anak Buah Kapal (ABK) ditangkap pada posisi 06° 40’ 30” LU- 106° 50’ 30” BT,  BV 0926 TS berbobot 50 GT dinakhodai Phandung dengan 10 orang ABK dan BV 4768 TS berbobot 35 GT dinakhodai Phan Lai dengan tiga orang ABK ditangkap pada posisi  06 45° 20’ 00” LU-106° 46’ 42” BT,  BV 92527 TS berbobot 50 GT dinakhodai Nguyen Van Hop dengan sembilan orang ABK dan muatan ikan campuran sebanyak 350 Kg dan  BV 92394 TS berbobot 35 GT dinakhodai Nguyen Van Tu dengan tiga orang ABK ditangkap pada posisi 06° 43’ 52” LU-106° 44’ 52” BT.

Penagkapan ini terjadi karena terdeteksi adanya objek yang bergerak di radar KRI Oswald Siahaan-354. Setelah diamati secara visual dengan menggunakan teropong ternyata objek itu adalah kapal ikan. Berdasarkan pantauan tersebut tim VBSS yang berada di Oswald Siahaan-354 segera diturunkan dengan menggunakan combat boat selanjutnya melakukan pengejaran, penangkapan dan penyelidikan (Jarkaplid).

Dari hasil pemeriksaan, kelima kapal berbendera Vietnam tersebut tidak memiliki dokumen yang sah sehingga diduga kuat melakukan pelanggaran di wilayah zona ekonomi eksklusif Indonesia (Firman).

Foto: DispenKoarmabar

Share:

Peran Strategis Posal&Posmat TNI AL

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Peran dan keberadaan Pos TNI AL (Posal) dan Pos Pemgamat (Posmat) menjadi suatu bagian penting bagi TNI AL. Hal ini tampak ditegaskan kembali oleh Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut III Jakarta Kolonel Laut (P) Umar Arief, S.E, saat memberi pengarahan kepada Danposal dan Danposmat di Mako Lantamal III Jakarta Jl. Jalan Gunung Sahari No. 2 Jakarta Utara(09/02).

Menurut Wakil Komandan Lantamal III, tujuan dilaksanakan pembekalan ini  untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang peran, tugas dan fungsi serta meningkatkan kemampuan Posal/Posmat sebagai pengindera dini dan pengumpul data Intelijen Maritim, sehingga kedepannya diharapkan dapat memberikan informasi dengan lebih cepat dan tepat lagi. Selain  melaksanakan kegiatan Patroli Keamanan Laut Terbatas, Posal dan Posmat merupakan implementasi dari tugas pokok peran dan fungsi sebagai elemen terkecil dalam strata gelar Pangkalan TNI Angkatan Laut. 

Posal mempunyai tugas pokok mengumpulkan informasi dan selanjutnya disampaikan ke satuan atas untuk dikaji dan dievaluasi sebagai data masukan untuk pengambilan keputusan, baik dalam tingkat taktis operasi maupun strategis. 

Oleh karenanya, fungsi Posal dan Posmat juga untuk antisipasi kerawanan adanya tindak kejahatan seperti penyelundupan Narkoba lewat laut, perdagangan manusia (human Trafficking) dan tindak kejahatan lainnya dengan tidak melupakan keselamatan dalam berlayar dan berpatroli di laut (randy).

foto: dispenlantamal III

Share:

Pangarmabar Dampingi Menko Maritim RI Ke Pulau Nipah

Kepulauan Riau (IndonsiaMaritim) - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman  Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan, dalam rangka kunjungan kerja ke Pulau Nipah, Batam, Kepulauan Riau (2/2).

Pulau Nipah, merupakan salah satu pulau terdepan RI yang berbatasan langsung dengan negara Singapura. Menko Maritim RI sempat menerima paparan tentang Latar belakang reklamasi Pulau Nipah dan Rencana pengembangan Pulau Nipah oleh Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Pulau Nipah.

Lebih lanjut Menko Maritim RI Luhut Binsar Pandjaitan beserta rombongan melakukan peninjauan mengelilingi Pulau Nipah untuk mengetahui secara langsung sarana dan prasarana yang ada di Pulau Nipah diantaranya Pos Pantau Posal dan mercusuar Pulau Nipah.

Turut mendampingi Menko Maritim RI Luhut Binsar Pandjaitan dalam kunjungan Gubernur Kepri Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si., Kapolda Kepri Inspektur Jenderal Polisi Drs. Sam Budi Gusdian, M.H., Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S. Irawan, S.E., Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Fachri, Danguskamlaarmabar Laksamana Pertama TNI Muhammad Ali, S.E., M.M.,  Kepala Kantor Zone Maritim Barat Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Fredy Rudolf Dicky Egam, Laksamana Pertama TNI Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., Asops Pangarmabar, Danlanal Batam, Asintel Lantamal IV, Dandim 0316 Batam serta para staf Menko Maritim RI.

Selepas itu, di hari yang sama, Pangarmabar juga menyempatkan untuk mengunjungi Pangkalan Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun, di  Kepulauan Riau. Rombongan Pangarmabar disambut langsung oleh Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Totok Irianto beserta Wakil Bupati Karimun H. Anwar Hasyim, M.Si., para perwira staf dan para prajurit Lanal Tanjung Balai Karimun serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Karimun.

Pangarmabar memberikan beberapa penekanan antara lain agar prajurit tidak melakukan pelanggaran dan kecelakaan Alutsista, meningkatkan kinerja dan prestasi di berbagai bidang, mengembangkan budaya maritim melalui Bintal Juang Remaja Bahari dan olah raga perairan, membina hubungan yang baik dengan masyarakat dan jangan pernah melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pelaku usaha.

Lebih lanjut Pangarmabar menegaskan untuk meningkatkan pembinaan terhadap nelayan dan masyarakat pesisir, melaksanakan kegiatan pembinaan desa pesisir (Bindesir) dengan fokus sehingga apabila ada kegiatan Binpotmar desa tujuan dan sasarannya sudah jelas, menyiapkan personel yang akan melaksanakan pendidikan dan UKP (kesehatan, samapta, akademik dll) sertameberikan dukungan penuh terhadap Unsur-unsur Operasi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang melaksanakan bekal ulang (Bekti).
Foto: Dispen Koarmabar

Share:

Menikmati "Paris" Bersama Jogja Flying Club

Parangtritis (IndonesiaMandiri) - Bila kita ingin menikmati pesona pantai selatan Yogya dari udara, seperti di sekitar Pantai Depok dan Parangtritis, silahkan saat akhir pekan - terutama Sabtu dan Minggu - bergabung dengan para pegiat olahraga dirgantara Yogya Flying Club.
Tepatnya di Pantai Depok, Yogya Flying Club mengajak masyarakat umum untuk terbang selama 15 menit dengan menggunakan pesawat ultralinght atau Trike dan Fixed wing. Per orang dikenakan biaya mulai dari Rp. 400.000 - 1,5 juta.
Bedanya bila menggunakan Trike, kita benar-benar menyatu dengan alam. Karena ruang Kabinnya terbuka, seperti kita sedang menggunakan layang-layang bermesin. Kita bisa langsung bermanjaan dengan angin segar sambil melihat panorama indah di bawah, yaitu laut dan Pantai Paris. Ya, sebagian orang Yogya kalau sebut Parangtritis dengan Paris.
Menurut salah satu pengurus Yogya Flying Club, bahwa tujuan kegiatan ini hanya untuk menambah dan memperluas jaringan anggota. "Namun akan sangat susah sekali jika ingin mengajak orang bergabung kedalam komunitas kami tanpa adanya sesi Joyflight, yaitu mengajak orang untuk turut terbang bersama kami. Dengan begini hobi dan komunitas kami akan mudah tersebarluaskan dengan adanya media sosial," sambung Faslan yang juga mahir mengemudikan Trike.
Jogja Flying Club sendiri sudah dibentuk sejak 3 maret 2003, beberapa senior-senior pendirinya antara lain, Hery Rudiyanto, Arief Effendi, Rosyid Ridho, Agus Tjandra. Saat libur pergantian tahun, sudah dua tahun tahun terakhir, memang menjadi momen sendiri untuk promosi. Di luar itu, biasanya kegiatan dipusatkan saat akhir pekan.
Pusat hanggar mereka berada di Bandara Adisucipto. Sedangkan destinasi favorit yang digunakan ada di landasan pacu Depok, Bantul sepanjang satu kilometer. Yogya Flying Club juga bagian dari Federasi Aero&Sport Indonesia untuk wilayah Yogyakarta. Mereka juga dibina oleh TNI AU (abri).
Foto: abri
Share:

Persatuan Purnawirawan TNI AL Kunjungi Lantamal III

Jakarta (IndonsiaMandiri) - Persatuan Purnawirawan TNI AL atau PPAL melakukan kunjungan ke Lantamal III (31/1). Kunjungan yang penuh keakraban dan kekeluargaan ini disambut langsung oleh Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana S.H., di ruang kerja Mako Lantamal III  Jalan Gunung Sahari Raya No 02 Ancol Jakarta Utara.

Dalam menerima kunjungan tersebut Danlantamal III didampingi  Wadan Lantamal III Kolonel Laut (P) Umar Arief , S.E. Asrena Danlantamal III Kolonel Laut (S) Hery Setyo Nugroho, SE, M.A.P.,Asintel Danlantamal III Kolonel Laut (E) Yose Aldino, Aspers Danlantamal III Kolonel Laut (P) Untung  S.M.,  Aslog Danlantamal III Kolonel Laut (T) Deddy Coredikris  dan Kadiskum Lantamal III  Letkol Laut (KH) Ali Ridlo, S.H, M.H.

Sedangkan para purnawirawan yang hadir yakni Laksda TNI (Purn) Sugiono, Laksda TNI  (Purn) Djuana dan Laksma TNI (Purn) Teddy Brata. Tidak lama berselang, hadir pula pada acara tersebut Laksda TNI (Purn) Johnny E. Awuy.

Kunjungan ini bertujuan untuk lebih mempererat hubungan silahturahmi dengan saling berbagi informasi yang berkembang dan tukar pengalaman supaya ke depannya TNI Angkatan Laut menjadi jauh lebih baik (Bekti).
Foto: Dispen Lantamal III

Share:

Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand Kunjungi Koarmabar

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand (Chief of Defence Force of the Royal Thai Armed Forces), Jenderal Surapong Suwana-adth melaksanakan kunjungan kehormatan ke Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Jalan Gunung Sahari Raya No.67, Jakarta Pusat (1/2).


Kunjungan orang nomor satu di jajaran Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand tersebut disambut Panglima Koarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., Kepala Staf Koarmabar Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., dan Asisten Intelijen
Kolonel Laut (E) Angkasa Dipua, S.E.


Jenderal Surapong Suwana-adth pada kunjungan tersebut didampingi Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand Jenderal Tarnchaiyan Srisuwan, Kepala Kantor Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand Jenderal Bundit Boonyapan, Direktur Intelijen Direktorat Intelijen Gabungan dan para pejabat Mabes TNI yakni Pati Sahli TK III Bidang Hubungan Internasional Panglima TNI Mayjen TNI Imam Edi Mulyono, M.Sc., M.Ss., Wakapuspen TNI Laksma TNI Rasyid Kacong, Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Wicaksono, S.E., M.Tr (Han), Perwira Sahli TK II Kawasan Afrika dan Timur Tengah Laksma TNI Atok Dushanto.


Dalam kunjungan tersebut, Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand beserta rombongan menerima penjelasan tentang tugas pokok Koarmabar dan pemutaran video profil Koarmabar di ruang VVIP Gedung Yos Sudarso Mako Koarmabar. Acara kunjungan kehormatan tersebut diakhiri dengan tukar menukar cinderamata antara kedua pejabat serta sesi foto bersama yang dilaksanakan di depan Gedung Yos Sudarso Mako Koarmabar (Firman).
Foto: DokDispenkoarmabar

Share:

Tanding Nyali di Goa Tanding

Gunung Kidul (IndonesiaMandiri) - Kabupaten Gunung Kidul memiliki banyak pesona wisata alam yang menarik dikunjungi. Salah satunya adalah kekayaan alam di dalam goa dan dialiri air sungai. Goa tersebut berada di dalam perbukitan dan sudah terbentuk secara alami ratusan tahun yang lampau.
Goa yang layak dikunjungi salah satunya adalah Goa Tanding (dari sekitar 30an yang ada). Di sini, kita akan menikmati pemandangan eksotik berupa keindahan ornamen Goa stalaktit dan stalakmit yang masih aktif dengan kristal yang berkilauan terkena lampu sorot para pemandu.
"Kedalaman airnya antara dua hingga empat meter dengan lebar sungai sekitar satu hingga delapan meter," kata pemandu wisata di Goa Tanding. Bila kita memasuki Goa ini, memang wajib dengan perahu karet yang berkapasitas maksimal enam orang.
Memasuki perut bumi ini, mata kita akan dimanja dengan pemandangan menakjubkan di kiri kanan dan atas Goa yang ketinggiannya hingga 11 meter. Jarak tempuh dengan perahu sekitar 800an meter pulang menguras waktu hampir dua jam. "Kalau ada tamu yang mau berenang, ya kita persilahkan. Asal berani ya. Kita kan juga sudah melengkapi semua pengunjung disini dengan pelampung, sepatu karet dan helm," sambung Pemandunya.
Berjarak sekitar satu setengah jam dari kota Yogyakarta, setiap orang yang ingin berpetualang di Goa Tanding mesti bayar 150 ribu rupiah. Itu sudah termasuk perlengkapan keselamatan selama di perahu, bebas biaya parkir dan penggunaan kamar mandi serta gratis makan bakso (abri).
Foto: 1. Di depan Goa Tanding (abri)
          2&3. Indahnya di dalam Goa Tanding (istimewa)
Share:

Lanal IV Tanjungpinang Tangkap Kapal Bawa Barang Selundupan

Tanjungpinang (IndonesiaMandiri) - Komando Armada RI Kawasan Barat/Koarmabar melaui Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 yang berkedudukan di Pangkalan Utama Angkatan Laut Lantamal IV Tanjungpinang menangkap Kapal Layar Motor (KLM) Bima Sakti dengan memuatan tidak sesuai dengan manifest kapal, di perairan Tanjungpinang, Kepulauan Riau Kepri pada posisi 00° 54’ 325’’ LU - 104° 26’ 050’’ BT (28/1).

Menurut Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan, S.E., KLM Bima Sakti GT 112 berbendera Indonesia yang nahkodai oleh “ZA” (46) dengan enam orang ABK: “EM” (40), “J” (38), “S” (52), “AA” (36), “SY” (56) dan “M” (42) berlayar dari Macobar Batam dengan tujuan Tanjung Pinang. Sementara pemilik kapal adalah PT. “DSB” Batam dan merupakan salah satu target operasi Tim WFQR-4 karena diduga kapal ini sudah berulangkali melakukan pelanggaran serupa.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen kapal serta muatan kapal, ditemukan beberapa pelangaran, seperti ABK tidak ada BST, tidak memiliki sertifikat garis muat, tanda pendaftaran kapal tidak terpasang, Surat Pas Besar kapal dua tahun tidak di endorse, muatan tidak sesuai dengan daftar manifest,” ungkap Danlantamal IV.

Muatan yang tidak tercatat dalam manifest kapal diantaranya berupa 87 buah kasur spring bed, 30 set sofa, 35 set kursi makan, 12 koli tas, 75 buah jok mobil, dua truk barang pecah belah dan perlengkapan rumah tangga dan 70 koli (2 truk) selimut dan minuman kelas merk Chivas Regal sebanyak 452 botol.

Pemeriksaan muatan secara teliti juga dilaksanakan guna mewaspadai adanya muatan kapal berupa Narkoba. Diterjunkan dua ekor anjing pelacak dari unit K9 Pomal Lantamal IV untuk mendeteksi keberadaan muatan berupa Narkoba. Tidak hanya sampai disitu, nahkoda beserta ABK juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes urine untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kemungkinan adanya penyalahgunaan Narkoba oleh ABK.

Modus yang biasa digunakan oleh pelaku, barang-barang yang diduga kuat berasal dari luar negeri (Singapura dan Malaysia) dibawa menggunakan kapal besar selanjutnya di tengah laut dilakukan pemindahan barang muatan ke kapal-kapal  berukuran kecil untuk dibawa masuk ke Batam. Setelah barang terkumpul dalam jumlah banyak, dengan menggunakan kapal-kapal bertonase besar barang selundupan dibawa menuju ke Tanjung Pinang. Hal ini mereka lakukan untuk mengelabuhi petugas perihal asal usul barang yang seolah-olah berasal dari Batam bukan dari luar negeri.

“Tim WFQR-4 telah menduga sebelumnya bahwa suasana libur tahun baru Imlek akan dimanfaatkan oleh para penyelundup untuk melakukan aksinya dengan harapan dapat mengelabuhi dan menghindari pantauan petugas. Namun hal itu telah kita antisipasi dengan menyiagakan tim WFQR dititik-titik rawan yang telah kita petakan dan terbukti tim WFQR berhasil menggagalkan upaya penyelundup melalui KLM Bima Sakti,” tegas Danlantamal IV.

Lebih lanjut Danlantamal IV menegaskan bahwa di wilayahnya sangat serius dalam memberantas tindak kejahatan penyelundupan baik berupa Narkoba maupun barang ilegal lainnya. Kejahatan tersebut secara nyata dan jelas merugikan negara. Dan, tindakan Lantamal IV sudah tepat dengan semangat pemberantasan penyelundupan serta sejalan dengan penekanan Presiden Joko Widodo yang disampaikan saat Rapim TNI Tahun 2017 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sebelumnya (25/1), Lantamal IV juga melaksanakan bantuan search and rescue (SAR) dengan melakukan evakuasi terhadap anak buah kapal (ABK) KM. Berkah Utama GT 22 yang mengalami kecelakaan laut dan karam di perairan Pulau Sebayur Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Dalam pelaksanan evakuasi tersebut, Koarmabar yang mengirimkan Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV dengan menggunakan Kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Kuala Cenaku berhasil mengevakuasi nahkoda beserta lima orang ABK KM. Berkah Utama dan mengamankan muatan kapal.

Menurut Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S. Irawan S.E., KM. Berkah Utama berlayar dari pulau Nipah Panjang tujuan Tanjungpinang dengan muatan + 29 ton hasil kebun berupa Pisang, Kelapa, Jengkol dan Jagung. Namun ditengah perjalanan tepatnya di sekitar perairan  Tanjung Buku di terjang angin ribut sehingga memaksa nahkoda kapal untuk menjalankan kapal dengan kecepatan rendah dan akhirnya karam (bekti).
Foto: DispenKoarmabar

Share:

Keluarga Besar Lantamal III Jakarta Olahraga Bersama di Ancol

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Keluarga Besar Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut atau Lantamal III Jakarta melaksanakan Olahraga Bersama di Ecopark Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara (27/01).

Komandan Lantamal III Jakarta Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana S.H. turut hadir, yang didampingi juga Ketua Koordinator Cabang (Korcab) III Daerah Jalasenastri Armada Barat (DJAB) Ny. I Ketut Suardana beserta ibu-ibu pengurus Korcab III DJAB, Wadan Lantamal III Jakarta Kolonel Laut (P) Umar Arief, S.E, para Asisten Danlantamal III, Kafasharkan Jakarta, Danpomal Lantamal III, Kakuwil Lantamal III, para Komandan Lanal di jajaran Lantamal III, para Kadis/Kasatker Lantamal III, serta segenap anggota militer dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lantamal III.

Dalam kesempatan tersebut Danlantamal III mengatakan bahwa kegiatan olahraga bersama ini diselenggarakan sebagai sarana untuk bersilaturahmi dan bertatap muka bagi seluruh Keluarga Besar Lantamal III. Selain itu sebagai ungkapan rasa syukur atas terlaksananya seluruh kegiatan yang menjadi tugas dan tanggung jawab Lantamal III selama ini, yang telah berjalan dengan baik, lancar dan tertib.

“Terima kasih untuk seluruh anggota yang telah berpartisipasi mendukung semua kegiatan Lantamal III,” kata Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana S.H.

Pelaksanaan olahraga bersama ini dimulai dengan apel pagi, senam Gemu Famire, sambutan Danlantamal III, jalan  keliling areal Ecopark Ancol, dilanjutkan acara ramah tamah yang dimeriahkan dengan pengumuman sekaligus pemberian hadiah bagi pemenang Lomba Taman Terbaik di Lingkungan Lantamal III yang diraih Primkopal, Disang dan Disminpers. Kemudian pengundian ratusan doorprize dan juga grandprize berupa dua buah sepeda motor serta panggung hiburan (teguh).
foto: dispen lantamal III

Share:

Koarmabar Amankan TKI Ilegal Dan Narkoba Jenis Shabu Dari Malaysia

Belawan (IndonesiaMandiri) - Komando Armada RI Kawasan Barat  melalui Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-1 Pangkalan Angkatan Laut Tanjung Balai Asahan kembali berhasil mengamankan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang membawa Narkoba jenis shabu seberat 520 gram (27/1). TKI tersebut merupakan salah satu dari 58 orang penumpang KM Berkah GT.10 No. 278/Phb yang diamankan di Perairan Tanjung Siapi Api, Kepulauan Riau.

Penangkapan terhadap KM. Berkah tersebut bermula dari Lanal Tanjung Balai Asahan, salah satu Lanal jajaran Lantamal I Belawan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan masuk TKI ilegal dari Malaysia dengan tujuan Tanjung Balai Asahan.

Dari informasi itu, Lantamal I Belawan segera mengirimkan Tim WFQR-1 dengan menggunakan kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) SSG II-1-47 untuk melaksanakan pengejaran, penangkapan dan penyelidikan (Jarkaplid). Dalam pelaksanaan Jarkaplid, Tim WFQR-1 menemukan adanya sebuah kapal kayu yang mencurigakan sedang lego jangkar pada posisi 02° 55’ 145’’ LU - 100° 08’ 390’’ BT di perairan Tanjung Siapi Api Asahan. Setelah didekati, kapal kayu tersebut bernama KM. Berkah yang bermuatan puluhan orang diduga TKI ilegal.

Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan Letkol Laut(P) Bagus Badari Amrullah menjelaskan setelah dilaksanakan pemeriksaan seluruh penumpang kapal, diketahui sebagai TKI ilegal dari Malaysia tujuan Tanjung Balai Asahan dengan jumlah 58 orang terdiri dari 46 laki-laki termasuk 1 balita umur 8 bulan dan wanita 12 orang. Untuk mengelabuhi petugas, menurut pengakuan penumpang Nakhoda, KKM dan ABK KM. Berkah telah meninggalkan kapal dengan alasan mencari BBM karena habis. Namun setelah kembali diadakan pemeriksaan, diketahui bahwa Nakhoda,  KKM dan ABK tidak turun melainkan masih ada di kapal. Adapun Nakhoda atas nama Asmaul Husnah alias Ismail beralamat di Desa Bagan Asahan, sedangkan  KKM atas nama Dedy Rifai dan ABK atas nama Ahmad Sayuti.

Selanjutnya kapal ditarik menuju TPI Asahan Mati Kabupaten Asahan, kemudian para TKI ilegal tersebut dibawa ke Markas Komando Lanal Tanjung Balai Asahan untuk dilakukan pemeriksaan barang bawaan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan Narkoba jenis shabu seberat 520 gram dari salah seorang TKI berinisial Alh (32) asal Bireuen yang disimpan di sebuah tas dan di celana dalamnya. Setelah dilaksanakan test urine, tersangka pembawa shabu positif ampetamin jenis shabu.

Kapal, ABK dan penumpang sampai saat ini masih terus dilaksanakan pemeriksaan dan pengawasan petugas serta berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Tanjung Balai Asahan (randy).
foto: dispenkoarmabar

Share:

Arsip