Berita Indonesia Mandiri

Lantamal IV Temukan Beberapa Jenazah DI Pantai&Perairan Kepri

Tanjungpinang (IndonesiaMandiri) Pangkalan Utama Angkatan Laut/Lantamal IV Tanjungpinang beberapa hari lalu menemukan jenazah yang terdampar di pantai dan peraiaran sekitar wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

KRI Lemadang-632, salah satu unsur kapal perang di jajaran Komando Armada RI KawasAan Barat/Koarmabar, pada Kamis lalu (26/1) telah menemukan sosok mayat laki-laki mengapung perairan utara  Teluk Sumpat, Pulau Bintan, Kepri.

Keesokannya (27/1), Pos Angkatan Laut (Posal) Lagoi - salah satu Posal jajaran Lantamal IV Tanjungpinag - juga telah mengevakuasi dua jenazah yang terdampar di pantai Lagoi setelah menerima informasi dari masyarakat pada pukul 08.30 WIB. Lokasi penemuan pertama di pantai Banyan Treee Lagoi, Kepri.

Selanjutnya lokasi kedua di pantai Banyu Biru Nirwana Gardens, ditemukan satu jenazah. Temuan warga setempat ini kemudian dimasukan ke dalam kantung mayat oleh petugas Polsek bersama Personel Pos Angkatan Laut Lagoi.

Masih di hari yang sama juga, Pos Angkatan Laut Berakit menerima laporan masyarakat tentang penemuan mayat oleh nelayan Desa Pengudang di Tanjung Batu junjung Desa Pengudang. Mayat yang ditemukan semuanya berjenis kelamin laki-laki.

Komandan Lantamal IV Laksma TNI S. Irawan, S.E. saat menjawab pertanyaan wartawan apakah penemuan jenazah tersebut mempunyai keterkaitan dengan peristiwa kecelakaan tenggelamnya speed boat membawa TKI beberapa hari lalu di perairan Malaysia, menyebutkan  hal ini belum bisa dipastikan. Yang jelas saat ini arus laut bergerak dari utara menuju selatan sehingga segala kemungkinan hal itu dapat terjadi jenazah terbawa arus laut sampai ke perairan Berakit dan Lagoi itu masih perkiraan ujar Irawan.

Danlantamal IV Laksma TNI S. Irawan telah mengintruksikan tim WFQR Lantamal IV dan jajaran Pos Angkatan Laut akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini pemerintah dan Kepolisian untuk menyelidiki perihal banyaknya penemuan jenazah yang akhir-akhir ini sering terjadi di wilayah Kepri (firman).
Foto: Dispen Koarmabar

Share:

Pomal Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Pusat Polisi Militer Angkatan Laut/Pusponal, adakan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada generasi muda bekerja sama dengan BNK Jakarta Utara. Kegiatan dalam rangka mencegah peredaran narkoba khususnya di lingkungan sekolah dihadiri oleh Danpuspomal yang di wakili oleh   Wadanpuspomal Kolonel Laut (PM) Zulkifli Mahmmud dan dr BNK Sunaryo S.Sos.MM sebagai Kasi P2M BNK, Kepala Sekolah SMK Hang Tuah 2 Jakarta, bertempat di gedung SMK Hang Tuah 2 (26/1/2017).

Penyuluhan dikuti oleh siswa dari SMK Hang Tuah 2 dan SMK Pelayaran Hang Tuang. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari  HUT Pomal  ke 71 yang puncaknya di laksanakan pada 20 Pebruari 2017.

"Minggu ini,kami adakan penyuluhan di sekolah SLTA yang berada di seputaran Kodamar Jakarta Utara. Kami memberikan materi tentang dampak negatif penyalahgunaan narkoba dan aspek hukumnya. Harapan kami,ini dapat menekan dan mencegah bahaya narkoba khususnya di kalangan anak muda. Mereka biar tahu dan sadar bahaya jika bermain main dengan barang haram tersebut, " ujar Wadan Puspomal.

Wadanpuspomal menyatakan generasi muda adalah generasi penerus bangsa, untuk itu mereka tidak boleh terjebak dengan narkoba. "Tugas kita bersama untuk melindungi mereka. Mari kita selamatkan penerus kita ini dengan kepedulian kita," ajakan Wadanpuspomal.

Selanjutnya, Wadanpupomal juga menekankan bahwa "Penyalahgunaan narkoba sudah menjadi extra ordinary crime, sehingga Pomal juga gencar berperan aktif memberantas  dan menyatakan perang terhadap narkoba., dan perintah dari pimpinan TNI khusus nya TNI AL tidak ada toleransi terhadap prajurit yang terlibat dengan penyalah gunaan narkoba. Dalam pelaksanaannya kami juga bekerja sama dengan  Pom Angkatan, BNN dan Polri (lantip).
foto: dokpomal

Share:

Lantamal II Padang Gelar Simulasi Penyelamatan Sandera

Padang (IndonesiaMandiri) - Western Fleet Quick Response (WFQR)-2 Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) II Padang menggelar simulasi penyelamatan sandera ABK Kapal Junayai Maru II yang bermuatan 200 ton minyak mentah sawit (CPO) di perairan Pulau Nyamuk Padang Sumatera Barat (20/1).

Kegiatan ini merupakan simulasi penyelamatan delapan orang anak buah kapal (ABK) yang disandera oleh tiga orang pembajak bersenjatakan satu buah laras pendek dan dua buah senjata tajam di atas Kapal Junayai Maru II.

Jadi, dalam simulasi ini, mulanya Pusat Komando dan Pengendali (Puskodal) Lantamal II Padang menerima informasi dari pemilik kapal, dan diteruskan kepada Komandan Lantamal II Padang. Setelah itu, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) WFQR-2 mengambil tindakan dilanjutkan dengan mengirimkan unsur tugas intelijen untuk mengumpulkan informasi kapal yang tengah dibajak.

Setelah kapal ditemukan, sebuah tim dikirim guna melaksanakan negosiasi dengan para pembajak. Namun negosiasi menemui jalan buntu sehingga dilanjutkan dengan tindakan penyergapan yang dilakukan Tim WFQR mengirimkan dua tim dari Satgas WFQR dengan menggunakan satu unit searider dan satu unit sekoci karet, masing-masing tim mendekati lambung kapal yang dibajak sebelah kiri dan kanan.

Dengan bergerak cepat tim bersenjata senapan serbu (SS1) yang sudah berada di atas kapal yang di bajak  berhasil melumpuhkan satu perompak di geladak kapal, selanjutnya penyergapan menuju anjungan di mana nahkoda kapal tersebut disandera oleh dua perompak.

Usai melumpuhkan dua perompak yang berada di anjungan yang awalnya memberikan perlawanan dengan senjata tajam, tim bergerak menuju ruang tidur ABK tempat tujuh orang lainnya disandera. Setelah dilakukan penyisiran seluruh bagian kapal dan dinyatakan aman, tim selanjutnya mengamankan kapal dan mengevakuasi sandera menuju Posko WFQR-2 Lantamal II Padang (bekti).

Foto: Dispen Koarmabar

Share:

Kepala Museum Kebangkitan Nasional, R. Tjahjopurnomo

Usung Konsep Senantiasa Dekat Dengan Rakyat
Jakarta (Indonesiamandiri) - Masih banyak masyarakat Jakarta yang belum mengetahui bahwa di Jalan Abdul Rahman Saleh No 26, Jakarta Pusat, terdapat Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas). Museum yang letaknya berdekatan dengan Rumah Sakit TNI AD (RSPAD) ini, merupakan bangunan kuno buatan Belanda yang bangunannya didirikan pada 1899. Mulanya gedung ini diberi nama STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Arsten), yang merupakan sekolah kedokteran bagi pelajar pribumi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Gedung bersejarah ini, di masa penjajahan Jepang, pernah digunakan sebagai tempat tahanan bagi tentara Belanda yang tertangkap. Lalu di masa Presiden Soeharto, gedung ini dijadikan cagar budaya dan Muskitnas.

Yang menarik adalah, di gedung ini lahir para pemuda pribumi yang berjuang untuk Indonesia merdeka. Benih nasionalisme sangat kental berada di gedung ini. Organisasi Boedi Oetomo di bawah pimpinan Soetomo misalnya, cikal bakalnya berdiri di sini (20 Mei 1908).

Bagi para pengunjung Muskitnas, bisa melihat rekam jejak pergerakan pemuda pribumi di masa lalu ini. Ruang STOVIA mulai dari kelas untuk mengajar, ruang tidur, ruang dosen, ruang praktek kedokteran, semua ada di sini yang dikemas menjadi sarana pendidikan bagi siapapun yang berkunjung.

Ruang asrama Stovia dan Ruang Memorial Boedi Oetomo memiliki arti yang sangat penting bagi sejarah bangsa Indonesia. Karena di ruang-ruang itulah, berkembangnya kesadaran berbangsa para pemuda pribumi, yang kemudian menyebar ke seluruh pelosok nusantara.

Kini, Muskitnas kiann ramai dikunjungi masyarakat. “Kita memang menjadikan Muskitnas ini sebagai ruang publik,” kata R. Tjahjopurnomo, Kepala Muskitnas. Salah satu sudut ruangannya, dimanfaatkan juga untuk sarana pendidikan anak-anak Taman Kanak-Kanak yang berada di lingkungan sekitarnya (program pendidikan anak-anak usia dini/PAUD).

Setiap hari sabtu, juga diselenggarakan latihanatau krsus  seni dan budaya lokal, seperti menari, bermain angklung dan latihan gamelan. “Kita kerjasama untuk latihan seni itu dengan Yayasan Belantara Budaya Indonesia” sambung Tjahjopurnomo, yang menjabat Ketua Museum sejak 2012. Latihan atau kursus itu sendiri gratis, dan sudah berlangsung tiga tahun di Muskitnas (abri).

Foto: abri

Share:

Koarmabar Gelar Rapat Staf Dan Komando Tahun 2017

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) laksanakan Rapat Staf dan Komando/Rasko Tahun 2017 yang dibuka Panglima Koarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., di Gedung O.B.Syaaf Markas Komando Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No 67 Jakarta Pusat, (23/1).

Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan forum penyampaian pokok-pokok kebijakan pimpinan yang berkaitan dengan implementasi rencana pembinaan kekuatan dan kesiapan operasional Koarmabar sepanjang 2017. Dikatakan pula bahwa, Pokok-Pokok Kebijakan Panglima TNI pada Rapat Pimpinan (Rapim) TNI tahun 2017 yang berkaitan dengan Koarmabar pada bidang kebijakan strategis dan perencanaan umum, bidang intelijen, bidang operasi dan latihan, kebijakan di bidang personel, kebijakan di bidang logistik, bidang komunikasi dan elektronika, bidang teritorial dan bidang pengawasan.

Beberapa penekanan Panglima TNI diantaranya, agar menghadapi perkembangan lingkungan strategis saat ini dan ancaman proxy war dengan memaksimalkan penyelenggaraan fungsi, kegiatan operasi intelijen dan siber, dalam menyikapi perkembangan dinamika situasi nasional serta era keterbukaan informasi publik maka bangun sistem kendali operasi opini publik untuk menjaga citra TNI di masyarakat. Pembangunan satuan-satuan TNI kedepan harus memperhatikan nilai strategis lokasi satuan yang akan dibangun, tingkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit secara perorangan maupun satuan. Jadikan TNI sebagai perekat kemajemukan bangsa, pertahankan netralitas TNI dari tingkat atas sampai satuan paling bawah dalam Pilkada  2017 dapat berjalan dengan aman dan lancar, perangi penggunaan narkoba di lingkungan TNI, tindak tegas secara hukum bagi TNI yang melakukan pengguna, pengedar dan backing, laksanakan proses perencanaan, pengadaan barang dan jasa dengan prinsip transparan dan akuntabel serta tingkatkan tertib administrasi.

Ini semua dilakukan agar dapat tercapai penilaian wajar tanpa pengecualian  dan hindari terhadap tindakan yang mengarah pada korupsi, tingkatkan peran pengendali program mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap pelaksanaan sehingga efektifitas dan efisiensi anggaran dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran dan akuntabel serta pelihara dan tingkatkan harmonisasi dengan rakyat agar bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional dan siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat.

Lebih lanjut dalam kesempatan tersebut, Pangarmabar menyampaikan  Pokok-Pokok Kebijakan Kepala Sataf Angkatan Laut (Kasal) tahun 2017 yang disampaikan pada Rapim TNI Angkatan Laut meliputi kebijakan bidang perencanaan dan anggaran, kebijakan bidang intelijen, kebijakan bidang operasi dan latihan, kebijakan bidang personel, kebijakan bidang logistik, kebijakan bidang pembinaan potensi maritim serta kebijakan bidang pengawasan.

Sementara itu, beberapa penekanan Kasal diantaranya, tingkatkan deteksi dini pada wilayah perairan yang memiliki kerawanan tinggi, tingkatkan efektivitas pelaksanaan operasi laut untuk menanggulangi berbagai ancaman dengan menghadirkan satuan operasi di perairan yang rawan, pelihara dan tingkatkan profesionalisme dan kompetensi personel TNI Angkatan Laut, laksanakan fungsi pembinaan personel secara menyeluruh untuk meningkatkan kesiapan operasional terutama pengawakan alutsista dan organisasi baru. Juga, terapkan sistem pola karier secara ketat, pemberian reward dan punishment, penempatan jabatan sesuai kompetensi, cegah penyalahgunaan jabatan dan wewenang yang berkaitan dengan bidang personel, laksanakan pembinaan kesiapan operasional alutsista secara menyeluruh dengan mensinkronkan semua perencanaan aspek material dan non material, selaraskan usulan program dan kegiatan dengan kebijakan pemerintah, rencana strategis TNI Angkatan Laut dan kebijakan Kasal agar implementasinya lebih terarah pada peningkatan kemampuan yang dibutuhkan, laksanakan pengawasan secara ketat terhadap setiap program dan anggaran dengan mengoptimalkan aparat pengawas internal TNI Angkatan Laut serta laksanakan langkah-langkah untuk mewujudkan opini BPK wajar tanpa pengecualian.

Pangarmabar menegaskan, agar pokok-pokok kebijakan dan penekanan Panglima TNI dan Kasal, harus menjadi acuan dalam mengimplementasikan program dan kegiatan Koarmabar tahun 2017. Dengan tema Rasko “Kita Tingkatkan Pembinaan Personel, Materiel Dan Gelar Operasi Untuk Melaksanakan Tugas Pokok Koarmabar”,  maka kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berkoordinasi dan membangun komitmen bersama dalam mewujudkan berbagai kebijakan pemimpin yang telah digariskan.

Adapun sasaran dari pelaksanaan Rasko tahun 2017 ini antara lain, tersampaikannya kebijakan Panglima TNI dan Kasal tahun anggaran 2017 dan penekanan Pangarmabar tentang arah kebijakan program pembangunan sesuai Program Kerja Koarmabar tahun 2017, terwujudnya kesamaan persepsi dan pemahaman dalam melaksanakan tugas-tugas Koarmabar tahun 2017, terlaksananya evaluasi secara umum program tahun 2016 dan terakomodirnya berbagai permasalahan dan masukan dari seluruh peserta Rasko  yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas serta kendala yang dihadapi sekaligus mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi.

Turut hadir mengikuti Rasko tersebut, Kasarmabar Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., Danguspurlaarmabar Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, Danguskamlaarmabar Laksamana Pertama TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Roberth Wolter Tappangan, S.H., Danlantamal II Padang Laksamana Pertama TNI Rudwin Thalib, S.E., Danlantamal III Jakarta Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana S.H., Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S. Irawan, S.E., Danlantamal XII Pontianak Brigjen TNI (Mar) M. Hari serta seluruh Danlanal jajaran Koarmabar dari Sabang sampai Cirebon.

Foto: Dispen Koarmabar

Share:

Yayasan Budha Tzu Chi Bagikan Paket Sembako Kepada Masyarakat di Mako Lantamal III Jakarta

Jakarta (Indonesiamandiri) - Yayasan Budha Tzu Chi membagikan sekitar 5.000 Paket Cinta Kasih berupa Sembako kepada masyarakat Pademangan Barat bertempat di Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut/Mako Lantamal III, di  Jalan Gunung Sahari No. 2 Jakarta Utara (22/01).

Kegiatan bakti sosial (baksos) ini dihadiri oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana WK dan Danlantamal III Jakarta Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana S.H., diselenggarakan dalam rangka Perayaan Tahun Baru Imlek sekaligus memperingati Hari Dharma Samudera Tahun 2017.

Pangdam Jaya maupun Danlantamal III dalam sambutannya mengatakan hal yang senada bahwa Kodam Jaya maupun Lantamal III Jakarta sudah lama menjalin kerjasama dengan Yayasan Budha Tzu Chi dalam melaksanakan kegiatan sosial untuk berbagi kasih dan kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu, serta sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan tersebut.

Total sembako yang dibagikan berjumlah 15.000 buah, yang setiap paketnya terdiri dari 10 kg beras dan dua liter minyak goreng. Pembagian dilakukan serentak pada  21 dan 22 Januari 2017 di delapan Kelurahan di DKI Jakarta yakni Pademangan Barat, Tegal Alur, Cengkareng Timur, Jelambar, Teluk Gong, Kapuk Muara, Penjaringan dan Muara Angke.

Pembagian sembako di Mako Lantamal III berjalan dengan tertib dan teratur, sehingga masyarakat Pademangan yang datang tidak kesulitan untuk menukarkan kupon dengan paket sembako yang ada. Mereka bahkan dilayani dengan ramah oleh para relawan Yayasan Budha Tzu Chi yang dibantu oleh anggota Lantamal III (bri).

foto: dispenlantamal III

Share:

Danlanal Banten Pimpin Sertijab Komandan Unit Intelijen

Cilegon (Indonesiamandiri) - Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal)  Banten Kolonel Laut (P) Dadang Somantri pimpin upacara serah terima jabatan Komandan Unit Intelijen Lanal Banten dari Kapten Laut (E) Mujiono kepada Lettu Laut (S) Anggoro Yogo Sujono di Lapangan Apel Mako Lanal Banten,Jalan Yos Sudarso No.1 Merak, Cilegon, Banten (19/1).

Dalam amanatnya, Danlanal Banten mengatakan, serah terima jabatan dalam suatu organisasi merupakan hal yang wajar serta sebagai wujud dari dinamisasi organisasi dan sebagai bagian dari proses pembinaan personel.

Diaamping itu, pergantian pejabat adalah dalam rangka memberikan pengalaman kepada pejabat yang bersangkutan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki dalam berbagai tugas.

Danlanal Banten juga menyampaikan beberapa arahan dan penekanan untuk dipedomani oleh pejabat baru, antara lain agar menguasai dengan benar tugas-tugas profesional yang menjadi tanggung jawabnya Selain itu, agar mempertajam naluri intelijen dalam upaya meningkatkan kemampuan deteksi dini dan cegah dini serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya terhadap anak buah dengan memelihara komunikasi yang dilandasi semangat kekeluargaan dan kebersamaan tanpa mengabaikan norma-norma dan etika keprajuritan (bekti).

Foto: dispenkoarmabar

Share:

Delegasi Royal Thay Navy Kunjungi Sarang Petarung Korps Marinir

Jakarta (Indonesiamandiri) -  Wakil Komandan Pasukan Marinir-2 (Wadan Pasmar-2) Kolonel Marinir Yuliandar Tuah K.D - mewakili Dankormar Mayjen TNI Mar RM Trusono, S.Mn - menerima kunjungan kehormatan Delegasi Royal Thai Navy (RTN) di Sarang Petarung Korps Marinir Cilandak Jakarta Selatan (19/01/2017).

Dalam kunjungan RTN tersebut, disajikan beberapa kegiatan oleh tuan rumah Korps Marinir TNI AL, seperti Pemutaran Profil Korps Marinir, Jamuan, Foto Bersama, Static Show, Demonstrsi Prajurit Korps Marinir, dan terakhir tukar menukar cinderamata.

Delegasi RTN dipimpin oleh Director Office of Policy And Planing, Naval Operations Departement RADM Paradon Paungkeaw bersama enam Perwira Staf Royal Thai Navy. Dalam kunjungan kali ini  delegasi RTN  didampingi oleh Paban Bintik Ospla Sopsal Mabesal Letkol Laut (P) Sumarji Bimo Aji.

Dalam sambutannya Komandan Korps Marinir yang dibacakan Kolonel Marinir Yuliandar Tuah K.D., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh Delegasi Royal Thai Navy di Bhumi Marinir Cilandak.

Dankormar menyatakan ,Kunjungan Delegasi Royal Thai Navy ini merupakan suatu kehormatan bagi para Kesatria Korps Marinir, dan merupakan salah satu kegiatan dari “Navy To Navy Talk”, (NTNT) untuk membangun kerjasama yang baik antara Angkatan Laut Indonesia, Korps Marinir dengan Angkatan Laut Kerajaan Thailand.

Melalui kegiatan ini, menurut Dankormar, dapat meningkatkan hubungan dan kerjasama yang baik untuk mempertahankan situasi damai tidak hanya di Indonesia dan Thailand tetapi juga di wilayah Asean.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para Asisten Dankormar maupun Asisten Danpasmar-2 dan Dankolak/Satlak di jajaran Pasmar-2 (bri).

foto: dokdispen marinir

Share:

Calon Komandan KRI Laksanakan Uji Skill Di Perairan Teluk Jakarta

Jakarta (Indonesiamandiri) - Sembilan Perwira Menengah (Pamen) dari Komando Utama (Kotama) TNI Angkatan Laut melaksanakan Uji kemampuan (Skill)  sebagai  calon Komandan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dengan melaksanakan kegiatan manuvra taktis menggunakan unsur KRI, di Perairan Teluk Jakarta (18/1). Kesembilan calon Komandan KRI yang mengikuti Uji Skill ini, terdiri dari tiga Perwira Koprs Pelaut berpangkat Letkol dan enam Perwira berpangkat Mayor.

Sebelumnya, kesembilan calon Komandan KRI ini telah mengikuti Uji Kompetensi secara tertulis dan lisan dihadapan Tim Penguji yang dipimpin Kadisminpersal Laksamana Pertama TNI B Ken Tri Basuki, M.Si (Han)., beserta Waasops Kasal Laksamana Pertama TNI Mintoro Yulianto, S.Sos., M.Si., Kadispamal Laksamana Pertama TNI Edy Suwito, Kadismatal Laksamana Pertama TNI Ir. Aziz Ikhsan Bachtiar, M.Tr.(Han)., Kasarmabar Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., Kasarmatim Laksamana Pertama TNI  I Nyoman Gede Ariawan, S.E., M.M.,

Kegiatan Uji Skill ini menggunakan KRI Tjiptadi-381 kapal jenis korvet kelas Parchim, KRI Banjarmasin-592 kapal jenis Landing Platform Dock (LPD), KRI Cakalang-852 kapal jenis Patroli Cepat (PC-43 M) dan KRI Teluk Mentawai-959 kapal jenis Coaster berbentuk cargo,  masing-masing dipimpin oleh Pjs Dansatkorarmabar Kolonel Laut (P) Robertus T. Waskito, S.E., M.M., Asops Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) P. Rahmad Wahyudi, S.E., Dansatbanarmabar Kolonel Laut (P) Robertus T. Waskito, S.E., M.M., Dansatkatarmabar Kolonel Laut (P) Sawa, S.E., M.M., serta Tim Penilai dari Kolat Koarmabar.

Para calon Komandan KRI diuji kemampuannya dalam mengawaki KRI untuk melaksanakan berbagai latihan  peran. Adapun latihan yang dilaksanakan antara lain peran persiapan kapal berlayar dan bertempur, peran orang jatuh di laut, peran  jangkar, melaksanakan manuvra di laut serta peran menyiapkan kapal sandar dan merapat di pangkalan.

Selain itu, dalam Uji Skill tersebut,  juga dilaksanakan pendalaman materi yang telah disiapkan sebagai  persyaratan kemampuan seorang Komandan KRI dalam  melaksanakan berbagai kegiatan seperti,  pengambilan keputusan taktis dan memberikan perintah dalam mengoperasionalkan KRI (bri).

Share:

Lantamal III Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Berlayar di Laut

Jakarta (Indonesiamandiri) - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta lalukan sosialisasi masalah keselamatan dan keamanan berlayar di laut,  di Dermaga 17 Marina Ancol Jakarta Utara (18/01).

Mengambil tema, “Melalui Sosialisasi dan Pelatihan Keselamatan Berlayar Kita Wujudkan Transportasi Laut Dengan Aman di Perairan Teluk Jakarta”, kegiatan ini diikuti 139 orang yang terdiri dari 30 siswa SMKN 36 Jakarta, 100 ABK Penyeberangan Marina Ancol dan 9 Karyawan HSE Marina Tour and Travel.

Kadispotmar Lantamal III Letkol Laut (P) Agus Djatmiko selaku Ketua Panitia mengatakan, bahwa bahwa sosialisasi ini dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan berupa teori di Ruang Counter Travel Marina Ancol  meliputi materi basic safety at sea, medical first and aid, advance fire fighting, survival craft and boat dan dokumen berlayar.

Juga dilaksanakan praktek lapangan di Dermaga 17 Marina Ancol, seperti cara mengatasi kebakaran di kapal, menolong korban di laut dan mengamankan dokumen kapal saat terjadi musibah di laut. Bertindak sebagai intruktur adalah para Perwira Dispotmar Lantamal III dibantu Bintara dan Tamtama nya.

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Asintel Danlantamal III Kolonel Laut (E) Yose Aldino, Kadispotmar Koarmabar Kolonel Marinir Sonny K., Wadan Ramil 04 Kepulauan Seribu Kapten Arh Sujana, Iptu Pol Kusno dari Polres Kepulauan Seribu dan para pejabat Kemenhubla di Kesyahbandaran Marina Ancol (bri).
foto:dispenlantamalII

Share:

66th Dispenad

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Saat memperingati hari jadinya ke 66 tahun pada 13 Januari 2017, Dinas Penerangan TNI AD melakukan berbagai kegiatan sederhana. Disamping ada kegiatan donor darah, ke Taman Makam Pahlawan serta syukuran di internal TNI AD, juga ada silaturahmi dengan Insan pers.

Salam satu pesan singkat dan dialog antara Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen MS Fadhillah dengan Insan pers adalah mengenai maraknya pemberitaan "miring" atau hoax di tengah masyarakat. Intinya, Dispenad secara aktif dan pro aktif mencermati berbagai dinamika Informasi. "Karena Informasi sendiri menjadi bagian penting dari ketahanan nasional," kata Fadhillah.

Itu sebabnya, jajaran Dispenad secara terbuka senantiasa menginformasikan kegiatan TNI AD kepada masyarakat melalui berbagai sarana yang ada, termasuk bekerjasama secara seimbang dengan insan pers.

Keakraban yang selama ini dibina antara Dispenad dan insan pers memang terasa kian baik. Ini tentunya menjadi salah satu tolok ukur langgengnya hubungan tersebut. Bahkan, ruang media centre yang berada di Jalan Abdurahman Saleh I/48, Jakarta Pusat, pun dipersilahkan oleh Dispenad kepada insan pers kapanpun apabila ingin bekerja membuat berita (dilengkapi dengan sarana wifi serta beberapa laptop) atau sekedar istirahat (abri).

Foto: dokdispenad

Share:

Lantamal III Serahkan Flat/Rusunawa TNI AL Sunter Kepada 33 Perwira

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Wadan Lantamal) III Jakarta Kolonel Laut (P) Umar Arief, S.E. mewakili Danlantamal III Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana S.H. menyerahkan Flat/Rusunawa TNI Angkatan Laut Sunter kepada 33 Perwira TNI AL untuk segera dihuni (10/1).

Para perwira yang terpilih untuk menghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Sunter itu berdinas di Kotama TNI AL Wilayah Jakarta antara lain Mabesal, Koarmabar, Kolinlamil dan Lantamal III.

Dalam sambutannya, Wadan Lantamal III mengucapkan selamat bagi mereka yang mendapat kesempatan berharga ini karena telah terpilih dari sekitar 70 nama yang masuk sebagai pemohon. Karena, masih banyak yang antri untuk mendapatkan Rusunawa. Untuk itu, setelah pembagian kamar dan penyerahan kunci diharapkan agar para calon penghuni segera menempati Rusunawa tersebut sesuai batas waktu yang telah ditetapkan.

“Setelah menempati segera dipilih pengurusnya di tiap lantai. Nanti yang ditunjuk atau yang dituakan baik di lantai 1, 2 dan 3 mohon menjadi panutan untuk bisa mengayomi dan memecahkan masalah yang dihadapi warganya seperti kebersihan, keamanan dan sebagainya. Juga bagi yang mutasi dinas keluar Jakarta untuk segera mengembalikannya agar Rusunawa bisa ditempati oleh perwira lain yang membutuhkan tempat tinggal, ” kata Kolonel Laut (P) Umar Arief, S.E.

Acara penyerahan ini berlangsung di Ruang Rapat Markas Komando  Lantamal III, Jalan Gunung Sahari Raya No 02 Ancol Jakarta Utara (bri).
Foto: DispenLantamal III

Share:

Lantamal I Belawan Amankan 90 TKI Ilegal Dari Malaysia

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Pangkalan Utama TNI AL atau Lantamal I, yang berkedudukan di Belawan, Sumatera Utara, telah mengamankan 90 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal yang berasal dari Malaysia di Tanjung Jumpul, Kuala Bagan asahan, Kabupaten Asahan (10/1).

Kejadian ini bermula dari pantauan Tim WFQR-1 (Western Fleet Quick Response) Lantamal I yang mendapatkan informasi bahwa adanya barang narkoba akan masuk dari Malaysia melalui TKI ilegal. Atas laporan itu,  Tim WFQR-1 selanjutnya mendalami informasi  tersebut sekaligus melaksanakan penyekatan dengan menggunakan Kapal Patkamla SSG II-I-47 dari Lanal Tanjung Balai Asahan.

Hasil pantauan Tim WFQR-1, dicurigai adanya tiga sampan langsir sedang membawa penumpang melebihi kapasitas sampan. Kemudian dilaksanakan  proses pengejaran, penangkapan dan penyelidikan (Jarkaplid) dan diketahui ketiga sampan tersebut membawa TKI ilegal dari Malaysia.

Setelah mendapat informasi dari tekong sampan langsir, bahwa TKI tersebut di transfer di laut dari KM Sejati, kemudian Tim WFQR-1 melaksanakan pengejaran terhadap KM. Sejati dan berhasil menangkapnya beserta tiga sampan pelansir TKI ilegal.

Selanjutnya,  KM Sejati beserta sampan di bawa ke Pos Kamla Bagan Asahan untuk pemeriksaan terhadap Nahkoda, ABK, penumpang dan muatan kapal. Setelah diperiksa, di temukan Narkoba jenis sabu-sabu kurang lebih 500 gram yang disimpan di dalam tas salah seorang TKI bernama Muhib Pikiran (21 th) asal Desa Blang, Kabupaten Pidie Aceh.  Guna proses selanjutnya, TKI ilegal dibawa menuju Mako Lanal Tanjung Balai Asahan.

Komandan Lantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Roberth Wolter Tappangan, S.H.,  menyebutkan bahwa KM Sejati yang dinahkodai Rusli Azmi (44 th) dengan ABK Syarifuddin alias Jeben Flores  (43 th) dicurigai membawa TKI ilegal dari titik kumpul pengambilan di Hutan Bukit Jugla Portklang Malaysia dengan tujuan Tanjung Balai Asahan.

Lebih lanjut Komandan Lantamal I Belawan mengatakan, TKI ilegal yang berjumlah 90 orang terdiri dari Laki - laki 68 orang, Wanita 21 orang dan 1 anak perempuan usia 4 setengah tahun diserahkan kepada pihak Imigrasi. Sedangkan Nakhoda, ABK beserta kapalnya akan dilaksanakan penyelidikan dan proses lebih lanjut sesuai dengan hukum  yang berlaku. Sementara untuk pelaku pembawa Narkoba dan barang bukti akan dilaksanakan pengembangan penyelidikan di Mako Lantamal I Belawan.

Lantamal I Belawan ini berada dalam lingkup Komando Pelaksana dukungan dari Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang berkedudukan langsung dibawah Pangarmabar (bri).

Foto: Dok Dispenarmabar

Share:

Pramugari Garuda Indonesia Gendong Ibu Lansia

Cengkareng (IndonesiaMandiri) - Sebuah pemandangan yang tak lazim terlihat dalam penerbangan GA 821siang hari, dengan rute Kuala Lumpur-Jakarta (7/1), ketika mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Setelah penumpang berangsur turun, ternyata masih ada yang duduk, di kursi nomor 41C.


Di kursi itu ternyata diisi seorang ibu lanjut usia (lansia). Si Ibu memang ditemani saudaranya. Tetapi si ibu kesulitan berjalan. Makanya ia membutuhkan bantuan tambahan, yakni kursi roda serta harus didampingi ketika berjalan. Tetapi, tenaga dari bagian darat yang mestinya segera menjemputnya, lama sekali tidak hadir.


Di sinilah muncul kepedulian salah satu awak kabin Garuda Indonesia, Vera, menghampiri sang ibu. Setelah bercakap dan mengetahui bahwa penumpang akan melanjutkan penerbangan lagi sehingga perlu waktu cepat, maka Vera berinisiatif membantunya. Bantuan yang diberikan adalah dengan menggendong sang ibu dipunggungnya agar segera cepat keluar. Syukur ketika sampai di pintu pesawat, petugas darat bersamaan tiba. Sehingga langsung dialihkan ke kursi roda setelah keluar dari pesawat.


Apa yang dilakukan Vera merupakan tindakan terpuji dan mulia. Tindakan Vera dilakukan setelah disetujui oleh pimpinan awak kabin (biasa disebut Purser atau Flight Service Manager) dalam penerbangan tersebut, Ninik Septinawati. Jadi, awak kabin Garuda Indonesia ini sudah melakukan model pelayanan yang sangat batik dan perlu diteladani (abri).


Foto: Istimewa

Share:

Duka Wisata Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu - (Indonesia Mandiri) Duka mendalam masih menyelimuti, para korban yang selamat dalam kejadian terbakarnya, KM Zahro Ekspress, pada Minggu, 1 Januari 2017.
Kapal yang mengangkut sekitar 200an penumpang ini, akan berwisata menuju pulau tidung yang bertolak dari pelabuhan Kali Adem - Muara Angke tadi pagi.
Tetapi menurut Kepala Pengelola Kapal Tradisional Pelabuhan Kali Adem Bayu Setia, tidak jelasnya Manifes kapal tersebut, sehingga data penumpang yang mereka terima masih simpang siur sampai saat ini.
Lanjutnya Bayu Setia menuturkan bahwa, sejak beberapa tahun lalu, pihak pemilik kapal tidak pernah mau diajak untuk dikelola dalam tata kelola resmi pelabuhan kali adem. Terkadang pemilik kapal tesebut sering kali menyatakan bahwa kapal yang mereka miliki, bisa melakukan pelayaran, tanpa harus melalui otoritas pelabuhan kali adem. Seringkali pihak otoritas pelabuhan memberi perinvatan keras kepada pemilik kapal, tetap saja mereka malah menghindari hal tersebut.  Lain halnya menurut Plt Gubernur DKI Jakarta Bapak Sumarsono, bahwa data yang diteriditeriama saat ini, korban meninggal sudah mencapai 23 orang, 30 masih dirawat intensif di RS Atmajaya Pluit.
Menurut beberapa keterangan beberapa korban selamat KM Zahro ini memiliki 2 lantai, Pendingin ruangan dan berbeda jenisnya dengan beberapa kapal wisata lainnya. Tambahnya kapal tersebut terbakar setelah 20 menit bertolak dari Pelabuhan Kali Adem, dan tragedi terjadi pada saat memasuki perairan pulau Bidadari, dan mirisnya mereka sempat terombang ambing dilautan ±20 menit setelah kapal tersebut terbakar & akhirnyq meledak sehingga mengakibatkan kepanikan yang luar biasa dari seluruh penumpang yang menjadi korban atas kejadian tersebut.
Nama korban yang bisa kami rangkum saat ini adalah: Elia, Jakson & Masduki yang belum teridentifikasi untuk usia para korban meninggal tersebut.
Dengan kejadian ini para pihak yang terkait dalam hal ini, untuk lebih meningkatkan tingkat keamanan, keselamatan serta kenyamanan para wisatawan, yang akan berdatangan menuju Kepulauan Seribu.
Semoga keluarga korban meninggal, dapat mengambil hikmah dengan peristiwa ini, bahwa menikmati pariwisata Indonesia, sangat dibutuhkan yang namanya ptofesionalisme para Agen Wisata Perjalanan, yang acapkali menawarkan harga murah dan lain sebagainya, tanpa memperhatikan koridor  keselamatan para calon klien wisatanya. Karena harga murah yang dibayarkan, tidak sepadan dengan keselamatan pada saat melakukan wisata nantinya.
Firman - Indonesia Mandiri
Foto : Istimewa
Share:

Arsip