Patung "Raksasa" Perjuangan Sudirman di Yogya

Yogyakarta (IndonesiaMandiri) - Bila sedang berlibur di kota Yogyakarta, Jawa Tengah, coba sempatkan waktu ke Yogya Galeri yang letaknya berhadapan dengan Alun-Alun Keraton. Di situ dipamerkan berbagai patung perjuangan Jenderal Sudirman dan pejuang lainnya. Yang menarik, sebagian besar patung karya Yusman - seniman kelahiran Padang 12 November 1964 - tak hanya ditampilkan dalam ruang pamer tertutup. Tapi ada beberapa yang ditampilkan di lapangan depan Alun-Alun Keraton Yogyakarta.

Patung "Raksasa" setinggi sekitar empat meter ini menggambarkan perjuangan Jenderal Sudirman dahulu saat dalam keadaan sakit dan sedang dipandu oleh beberapa prajuritnya saat perjuangan dahulu melawan kolonial Belanda. Ini mengingatkan kejadian saat Aksi kolonial Belanda di ujung 1948 yang menahan Presiden Soekarno. Tetapi kemudian Sudirman memutuskan untuk tetap berjuang ke hutan melawan Belanda meski kondisi fisiknya sakit.

Di dalam ruang pamer Yogya Galeri, ada patung enam Presiden RI (dari Soekarno hingga SBY), Burung Garuda, dan sejumlah figur pejuang lintas matra TNI. Sangat menarik goresan seniman Yusman dalam mengartikulasikan patungnya. Dan pameran yang berlangsung sejak 20 Desember hingga 10 Januari 2018 ini sekaligus memberikan penerangan informasi yang baik bagi generasi muda untuk lebih mengenal tokoh sekaligus kejadian sejarah penting di bumi nusantara. Pameran juga diselenggarakan untuk menyambut Hari Juang Kartika TNI AD pada 15 Desember (ab).

Foto: abri
Share:

18 Perwira Paja Perkuat Satkor Armatim

Surabaya (IndonesiaMandiri) - Sebanyak 18 Perwira Remaja/Paja Lulusan Akademi Angkatan Laut Angkatan LXII-62 dari berbagai korp di mana dua diantaranya Perwira Kowal, masuk Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Armatim, di Dermaga Penjelajah barat PT.PAL, Ujung, Surabaya (27/12). Sebelumnya para Paja diterima Pangarmatim Laksda Didik Setiyono.

Seluruh Paja diajak berkeliling lari bersenjata dengan rute dari dermaga Penjelajah Barat PT.PAL, masuk ke Makoarmatim dan mengunjungi KRI Unsur Satkorarmatim diantaranya jenis Korvet diwakili oleh KRI NALA 363, jenis van spiejk clas diwakili KRI Oswald Siahaan 354,dari MRLF clas diwakili oleh KRI Bung Tomo 357, jenis Sigma clas diwakili oleh KRI Sultan Iskandar Muda 367, dan terkhir jenis Sigma 105 clas diwakili oleh KRI Raden Eddy Marthadinata 331 sambil diberikan sedikit pengarahan dan pembekalan. 

Upacara Paja ini diterima oleh Perwira jajaran Satkorarmatim, kemudian satu persatu para Perwira Remaja mencium bendera Satkorarmatim, pemecahan telur dan penyiraman air kendi di kepala salah satu Paja. Pejabat Sementara Komandan Satkor Kolonel Laut (P) Rudhi Aviantara Irvandhani menyampaikan ada kebanggaan tersendiri bisa terima Paja dengan upacara tradisi diantaranya prosesi pecah telor yang berarti simbol keberhasilan. Karena Armatim merupakan Barometer TNI AL dan Satkor sebagai Barometer Armatim.

Perwira Remaja harus mampu mengembangkan inovasi, dedikasi, loyalitas, dan kreatifitas agar mampu menciptakan iklim yang kondusif dalam lingkungan kerja. Berkaitan dengan pengembangan TNI AL kedepan, tentunya harus diiringi dengan pengembangan prajurit yang profesional khususnya para Perwira yang dilandasi dengan etika dan moral yang baik dalam segala bidang (lw).

Foto: Dispenarmatim
Share:

Kolat Koarmabar Uji Simulator Tempur

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Komando Latihan/Kolat Koarmabar melaksanakan uji fungsi Integrated Combat Management System (ICMS) yang disaksikan Irum Itjen TNI Marsekal Pertama Sri Pulung, Irarmabar Kolonel Laut Hargianto, Irut Intel Itjen TNI Kolonel Inf Fauzi serta para Komandan Satuan Jajaran Koarmabar di Puslat Kaprang Gedung Bambang Soesilo Kolat Koarmabar, Jakarta Pusat (28/12).

Yang diperagakan adalah dua simulator yakni Vehicular And Gunnery Trainer berupa simulator rantis yang dilengkapi senjata M240 Kaliber 7,62 mm dan Boat Crew And Gunnery Trainer, simulator combat boat yang dilengkapi empat senjata perorangan masing-masing senjata M2 Kaliber 12,7 mm dan M240 Kaliber 7,62 mm.

Vehicular And Gunnery Trainer merupakan sistem pelatihan yang cukup intensif karena menempatkan para peserta seperti pada kondisi nyata sehingga dapat berlatih efektif dalam berbagai penugasan diantaranya penjinakan bom, penembakan di atas kendaraan yang bergerak dan penembakan tanpa kendaraan. Simulator ini bermanfaat untuk menyiapkan para prajurit baik perorangan maupun tim dalam menghadapi medan tugas tempur yang sesungguhnya, meningkatkan keterampilan dan kemampuan prajurit dalam menembak. 

Boat Crew And Naval Gunnery Trainer merupakan sistem pelatihan, di mana para prajurit yang bertugas di kapal seperti berada pada kondisi yang sebenarnya sehingga dapat berlatih secara efektif dalam menghadapi penugasan dan ancaman yang mungkin dihadapi di laut. Simulator ini berfungsi untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan prajurit penembak dalam kondisi gerak seolah-olah sedang berada di atas boat. Simulator juga dilengkapi radar dan alat komunikasi serta dapat disimulasikan kondisi siang dan malam (rm).

Foto: Dispenarmabar
Share:

Posal Meulaboh Patroli Laut Gabungan

Meulaboh (IndonesiaMandiri) -  Pos TNI AL/Posal Meulaboh, salah satu Posal jajaran Lanal Sabang melaksanakan patroli laut gabungan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat di wilayah perairan Meulaboh dan Bubon,  Aceh Barat (27/12). Pelaksanaan operasi patroli gabungan melibatkan tiga personel Posal Meulaboh dibawah pimpinan Danposal Letda Laut (P) Ramadi, A.Md., 10 personel DKP Aceh pimpinan Kasi pengawasan Irvan dan tiga personel Pol Airud dibawah pimpinan Ipda TN. Samosir. 

Patroli dilaksanakan dalam rangka penertiban surat dokumen kapal dan alat tangkap. Dari hasil pelaksanaan operasi telah diperiksa 10 boat diantaranya sembilan boat dokumennya sudah mati dan satu boat tanpa dokumen dan menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. 

Selanjutnya petugas patroli gabungan melakukan penyitaan terhadap dokumen dan alat tangkap jenis jaring trol serta memberikan peringatan dan penjelasan, agar  nelayan pukat trol dapat menggantikannya dengan alat tangkap yang ramah lingkungan. Sedangkan untuk pengurusan surat-surat dan dokumen tersebut diberi tenggang waktu yang sudah ditentukan (rm).

Foto: Dispenarmabar
Share:

Program Bela Negara di KRI Banjarmasin

Laut Jawa (IndonesiaMandiri) - Dalam rangka Pelayaran Kebangsaan Bela Negara Mahasiswa Indonesia (PKBN MI) 2017 yang melibatkan 24 Perguruan Tinggi se-Indonesia di KRI Banjarmasin-592, banyak hal ditampilkan (21/12). Diantaranya pentas seni dan budaya yang dibawakan oleh para mahasiswa dari daerahnya masing-masing.

Jadi, meski dalam pelayaran sering mengalami terjangan ombak besar, tak menyurutkan mental dan semangat peserta, dalam unjuk kreasi seni dan budaya. Sebanyak 24 peserta dari Universitas Negeri dan Swasta menampilkan kreasi seni dan budaya, seperti tari gemufamire dan yel - yel, serta berbagai atraksi dari daerah  diantaranya, UPN Veteran Jawa Timur, UPN Veteran Jakarta, UPN Veteran Jogjakarta, Umsam Aceh, Umrah Kepri, Unsika Karawang, Unsil Tasik Malaya, Utidar Magelang, Unimor NTT, Isbi Aceh, Isbi Papua, Isbi Bandung, PKN STAN, Politeknik negeri Batam, Indramayu, Cilacap, Madura,Madiun, Nusa Utara Sulsel, Banyuwangi, Polimarin Semarang, Universitas Musamus Merauke, Universitas Teuku Umar Aceh dan Universitas Borneo.

Pentas seni dan budaya tersebut sekaligus dilombakan. Kadispotmararmatim Kolonel Laut (P) Ferry Supriyady, selaku Ketua pelaksana PKBN MI mengatakan kegiatan pelayaran kebangsaan bela negara berjalan lancar dan penuh semangat. Dari penilaian juri yang berhasil meraih Juara I dari tim Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Juara II dari Politeknik Negeri Cilacap dan Juara III dari UPN Veteran Jakarta. Sedangkan lomba Gemufamire yang diikuti 10 peserta perwakilan dari kompi mahasiswa/i berbagai, akhirnya terpilih sebagai peserta terbaik adalah kompi  pleton 1 putri dengan total nilai 227 (fm).

Foto: Dispenarmatim
Share:

Kodam XVI/Pattimura&Brimobda Gelar Pasar Murah

Ambon (IndonesiaMandiri) - Menyambut Hari Natal 25 Desember 2017 dan Tahun Baru 1 Januari 2018 Komando Daerah MiliterXVI/Pattimura bersama Brimob Polda Maluku menggelar pasar murah dengan tema “Sinergitas TNI – Polri” untuk masyarakat. Adapun yang terlihat dalam aks sosial ini dari satuan Brimob Polda Maluku, Batalyon Raider 733/Masariku, Detasemen Zeni Tempur – 5/CMG, Detasemen Kavaleri – 5/BLC, dan satuan jajaran Kodam XVI/Pattimura di Kelurahan Kudamati Jln. Dr Haulussy Kec. Nusaniwe Kota Ambon (22/12).

Kegiatan yang melibatkan kurang lebih 100 orang Prajurit TNI-Polri, dan 150 orang Warga, sekaligus menyemarakkan Hut Brimob-Polri dan Hari Juang Kartika TNI AD.

Dalam kegiatan pasar murah kali ini juga diberikan bingkisan Natal kepada masyarakat setempat, sehingga masyarakat sangat senang menyambut acara tersebut dan merasa bangga dan bersyukur atas kepedulian TNI – Polri kepada masyarakat (fm).

Foto: Pendam16
Share:

Lanal Dumai Sosialisasi Penindakan Hukum di Laut

Riau (IndonesiaMandiri) - Pangkalan TNI AL/Lanal Dumai, Provinsi Riau, beserta jajarannya meliputi para Danposal dan Kaposmat Wilayah kerja Lanal Dumai dan personil Badan Karatina Pertanian mengikuti sosialisasi mengenai penindakan hukum di laut yang digelar oleh TNI Angkatan Laut di pangkalannya (22/12).

Kegiatan Sosialisasi ini diselenggarakan TNI AL dengan Badan Karatina Pertanian dalam rangka pelaksanaan SKB (Surat Keputusan Bersama) dan PKS (Perjanjian Kerjasama) yang mengacu pada surat Asops Kasal Nomor 1049/Kpts/HK.230/K/06/2017 dan Nomor R/380/VI/2017 tentang SOP Dukungan Operasional Perkarantinaan Hewan dan Tumbuhan serta Pengawasan Keamanan Hayati di wilayah perairan RI.

Tim dari Sopsal Mabesal memaparkan materi kewenangan penuh kepada TNI AL untuk penindakan hukum di laut mengenai segala kegiatan ilegal yang terjadi di laut, serta Prosedur pemeriksaan kapal dan barang muatan dan proses hukumnya jika ditemukan pelanggaran. Sedangkan dari Pihak Badan Karantina Pertanian menerangkan tentang sembilan agenda prioritas pembangunan 2014-2019 (Nawa Cita), Membantu suksesnya program Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia tahun 2045 secara bertahap dengan mentargetkan swasembada Komoditas pangan sejak 2016, Arti penting karantina sebagai economic tools, bagian dari sistem perlindungan kesehatan dan bagian dari sistem pengawasan keamanan pangan serta pakan.

Pejabat mewakili tim Sopsal adalah Letkol Laut (P) Jani Sujani, Pabandya Binkuatmarlan Ban VI Sopsal, Letkol Laut (KH) Weddy Novizar, Pabandya Dukkumla Ban VI Sopsal, Mabesal. Sementara dari Badan Karantina Pertanian adalah Drs. Guntur, Sp., M.M., dari Badan Karantina Pertanian Jakarta dan Imam Djajadi, Sp., M.M., dari Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru (bp).

Foto: Dispenarmabar
Share:

Peringatan Hari Ibu, Natal&Tahun Baru di Koarmatim

Surabaya (IndonesiaMandiri) - Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur/Pangarmatim Laksda Didik Setiyono memimpin jalannya upacara militer dalam memperingati Hari Ibu ke-89 di Dermaga Ujung, Surabaua di mana Komandan Upacara adalah Letkol Laut Santi (22/12).

Dalam sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ibu Yohana Yembesie, yang dibacakan Pangarmatim dikatakan, Peringatan Hari Ibu setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah berjuang bersama-sama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan dan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tenteram, damai adil dan makmur, sebagaimana di deklarasikan pertama kali dalam kongres perempuan Indonesia pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta”, ungkapnya.

Pada saat bersamaan, Pangarmatim langsung mengambil apel khusus, terkait Hari Natal dan Tahun Baru 2018. Laksda Didik Setiyono menyampaikan di penghujung Desember 2017 ini. Bagi umat Kristiani yang merayakan Hari Raya Natal, secara pribadi dan selaku pemimpin Koarmatim Laksda Didik mengucapkan Selamat merayakan Natal Tahun 2017 di lingkungan Koarmatim. Dan terkait Hari Libur Bersama, ditekankan kepada seluruh prajurit dan ASN (Aparatur Sipil Negara) Koarmatim yang akan melaksanakan perjalanan libur, untuk memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan personel maupun materiil. Bagi personel yang sedang melaksanakan tugas, agar tetap waspada, meningkatkan Purba Jaga baik penjagaan di KRI maupun di Pendirat. Disamping itu, memasuki tahun politik di 2018, seluruh prajurit agar menjaga netralitas TNI dan tidak masuk ke dalam kancah politik praktis. Kewajiban prajurit TNI AL adalah menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif bagi pelaksanaan proses demokrasi nasional (bp).

Foto: Dispenarmatim
Share:

Pangarmabar Kunjungi Komandan UNIFIL

Lebanon (IndonesiaMandiri) - Pangarmabar Laksda Aan Kurnia melaksanakan kunjungan kehormatan kepada UNIFIL Head Of Mission and Force Commander Major General Michael Beary di Al Naqoura Lebanon (18/12).

Kunjungan kehormatan Pangarmabar dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Admiral Inspection UNIFIL (United Nation Interim Force In Lebanon) selama berada di Markas United Nations (UN) Ras Al Naqoura Lebanon.

Pangarmabar mendapat penjelasan singkat tentang Organisasi dan tugas-tugas UNIFIL serta kegiatan yang telah terlaksana. Selanjutnya, Major General Michael Beary mengucapkan terima kasih kepada Angkatan Laut Indonesia atas kontribusinya dalam menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan perairan Lebanon, khususnya dengan kehadiran KRI Usman Harun-359 yang tergabung dalam Satgas MTF XXVIII-J/UNIFIL bersama ke-14 negara lainnya yang berkontribusi positif dalam melaksanakan tugas di UNIFIL Maritime Task Force (MTF).

Kegiatan kunjungan tersebut diakhiri dengan pengisian Buku Tamu Kehormatan oleh Pangarmabar. Dalam kunjungannya tersebut, Pangarmabar didampingi oleh Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) Laksamana Pertama TNI Ir. Aziz Ikhsan (ab).

Foto: Dispenarmabar
Share:

Lantamal I Belawan Gelar Baksos

Belawan (IndinesiaMandiri) - Aspers Danlantamal I Belawan Letkol Laut (P) Dores Afrianto Ardi, mewakili Danlantamal membuka Pelaksanaan Bhakti Sosial Pelayanan Kesehatan Dalam Rangka Hari Dharma Samudera di kantor Kelurahan Belawan 1 Kecamatan Medan Belawan Sumatera Utara (21/12). Kegiatan Bakti Sosial Pelayanan Kesehatan ini merupakan salah satu bentuk keperdulian TNI AL terhadap kesehatan masyarakat. Dalam hal iniLantamal I Belawan bekerjasama dengan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih SCTV dan Indosiar.

Ratusan warga dari berbagai daerah mendapatkan pelayanan kesehatan baik Poli Umum maupun Poli Gigi dari Dinas Kesehatan (Diskes) Lantamal I Belawan dan Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) dr. Komang Makes Belawan.

Kegiatan Bakti Sosial dihadiri juga Putri dan menantu Presiden RI Joko Widodo yakni Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, Direktur Indosiar Komjen (Purn) Drs. Imam Sudjarwo, Karumkital dr. Komang Makes Letkol Laut (K/W) drg. Yetty Triatni, Sp.Ort., Kadiskes Lantamal I Belawan Mayor Laut (K) Kasrin Meha Amk, Kapoldasu, Kapolres Belawan, Camat Medan Belawan, Lurah Belawan 1, Tokoh Ormas dan ratusan masyarakat Kelurahan Belawan 1 (bp).

Foto: Dispenarmabar
Share:

Aksi Taifib Didepan Mahasiswa

Surabaya (IndonesiaMandiri) - Aksi Prajurit Intai Amfibi (Taifib)-1 Marinir yang seolah sedang membebaskan sandera di depan mahasiswa peserta Pelayaran Kebangsaan Bela Negara Mahasiswa Indonesia/PKBMMI di atas KRI Banjarmasin-592 mengundang rasa kagum (20/12). Karena disimulasikan kapal dibajak kelompok teroris, dan Prajurit Taifib segera diterjunkan.

Kegiatan simulasi yang dilakukan di sekitar Alur Pelayaran Barat Surabaya dalam wilayah Koarmatim ini, memang sedang membawa lebih dari 600 mahasiswa yang menuju Jakarta guna menyemarakkan peringatan Hari Bela Negara pada 19 Desember.

Para Prajurit Taifib akhirnya berhasil menyelamatkan. kapal dengan melumpuhkan para teroris serta membebaskan sandera. Demonstrasi pembebasan sandera ini membuat seluruh peserta PKBN kagum dan bangga dengan pasukan khusus yang dimiliki TNI AL, diakhir acara seluruh peserta PKBN dengan Prajurit Taifib (bp).


Foto: Dispenarmatim
Share:

Warga Padati Hari Armada di Koarmatim

Surabaya (IndonesiaMandiri) – Peringatan Hari Armada di lingkungan Komando Armada RI Kawasan Timur/Koarmatim berlangsung semarak dan dipadati masyarakat dari berbagai kota yang turut hadir. Acara yang sering disebut juga dengan Naval Base Open Day ini, dibuka oleh Asisten Perencanaan dan Anggaran Kasal Laksda Arusukmono Indra Sucahyo, didampingi Pangarmatim Laksda Didik Setiyono, di Dermaga Ujung, Surabaya (17/12).

Kegiatan tahunan yang dibuka untuk masyarakat ini merupakan puncak acara peringatan Hari Armada RI bertema, “Armada RI Ksatria Pengawal Samudera dan Perekat Nusantara”. Berbagai acara berupa perlombaan dan kegiatan sosial telah dilaksanakan Koarmatim dalam rangka menyemarakkan Hari Armada RI yang sejarahnya terbentuk sejak 5 Desember 1959.

Pangarmatim kepada media mengatakan bahwa kegiatan memeriahkan Hari Armada yang digelar setiap tahun ini adalah sarana berkomunikasi antara prajurit Koarmatim dengan masyarakat dengan saling bersilaturahmi. “Kedepan saya berharap sesuai yang dicanangkan TNI Angkatan Laut sebagai World Class Navy, Alutsista yang kita bangun harus didukung pengembangan organisasi maupun sumber daya manusianya sesuai program Minimum Esential Force (MEF), karena kapal-kapal perang kita perlu regenerasi. Mari kita bekerja bersama, bahu membahu khususnya TNI Angkatan Laut terbesar di Surabaya ini kita perlu dukungan dari masyarakat untuk membangun negara yang kita cinta bersama,” tegas Pangarmatim.

Pada acara ini, masyarakat bias melihat Markas Komando Koarmatim serta mengunjungi ke patung Monjaya atau ke kapal-kapal perang terbaru seperti KRI Bung Tomo-357, KRI Jhon Lie-358, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 atau Kapal Layar Latih KRI Bima Suci yang baru saja tiba dari Spanyol. Disamping itu, masyarakat dapat menyaksikan pameran Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang dimiliki TNI AL lainnya dengan kemeriahan panggung hiburan yang diselingi penampilan musik dari artis-artis lokal, band Keroncong Opo Onone, dance dari SMA Indo Baruna, Free Style BMX, serta aksi terjun payung dari delapan personel Kopaska Koarmatim (ab).

Foto: Dispenarmatim
Share:

Korem 152/Babullah Latih Masyarakat Berdayakan Perikanan

Ternate (IndonesiaMandiri) - Korem 152/Babullah menggelar pelatihan Emas Biru (pemberdayaan sektor Kelautan dan Perikanan) kepada para kelompok nelayan dan Babinsa se-Maluku Utara di Gazebo Nuku Makorem, Jl. A.M. Kamaruddin No. 1 Kel. Sangaji, Kota Ternate, Provinsi  Maluku Utara (16/12).

Materi pelatihan disampaikan oleh Jefri Slamta, seorang Aparatur Sipil Negara yang sehari - harinya berdinas di Kodam XVI/Pattimura dan telah bergelut dengan Program Emas Biru tentang  budidaya keramba apung di Teluk Ambon sejak 2009.

Ia mengelolah Emas Biru dengan modal seadanya bahkan pernah menggunakan jaring dan botol bekas sebagai pelampung, namun perjuangan panjangnya telah membuahkan hasil, bahkan hasilnya sangat menguntungkan. Sejak usaha yang ditekuninya serta didukung oleh Kodam XVI/Pattimura, kemajuan usahanya semakin meningkat,  serta mampu menghasilkan keuntungan sekitar 30 hingga 60 juta rupiah dalam satu kali panen.

Jefri saat ini telah menjadi koordinator Emas Biru bahkan kerap kali memberikan pembekalan kepada masyarakat yang ingin menekuni hal serupa. Dalam pelatiahan ini, Ia menjelaskan tentang cara mengelolah dan mengembangkan Keramba Jaring Tancap (KJT) dan Keramba Jaring Apung (KJA), sehingga masyarakat nelayan setempat memahami cara membudidayakan ikan agar tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan saja (rm).

Foto: Penrem 152
Share:

Laksamana Malahayati di Hari Juang Kartika 2017

Banda Aceh (IndonesiaMandiri) – Untuk masyarakat umum, nama Laksamana Malahayati mungkin masih asing. Berbeda untuk masyarakat Aceh. Ia merupakan seorang wanita pemberani  di Aceh yang hidup di akhir abad ke- 15. Sebagaimana dikisahkan bahwa sepeninggalan suami tercintanya, ia berjanji akan menuntut balas dan bertekad meneruskan perjuangan meskipun seorang diri. Untuk memenuhi tujuannya Laksamana Keumalahayati memohon kepada Sultan Al-Mukammil membentuk Armada Aceh di mana semua prajuritnya terdiri dari para kaum wanita janda karena ditinggalkan suaminya yang syahid dalam pertempuran.

“Pasukan janda” atau dalam bahasa lokal Aceh di kenal sebagai pasukan Inong, dihadirkan dalam rangka  peringatan puncak Hari Juang Kartika TNI AD di lapangan Blang Padang Banda Aceh dalam sebuah tarian yang dibawakan oleh Korps Wanita Angkatan Darat jajaran Kodam Iskandar Muda/IM (15/12). Para penarinya adalah anggota Kowad Kodam IM, dipersiapkan dengan dalam wadah Sanggar Gajah Putih di bawah asuhan Ibu Santi Fahruddin dan koordinator Pakor Kowad Kodam IM, Mayor Ckm Kowad Dokter Hasnita.

Banyak warga yang menonton acara ini kagum dengan para  Kowad  yang pintar menari dan nampak cantik jika dibalut dalam kostum warna-warni. Sebagaimana diketahui bahwa di dalam organisasi Angkatan Darat, keberadaan Kowad menjadi bagian penting dan tak terpisahkan mengingat adanya amanat undang-undang tentang persamaan hak dan kesetaraan dalam berprofesi dan pengabdian. Korps Wanita Angkatan Darat Kodam IM melalui tarian Keumahalayati membuktikan bahwa mereka juga memiliki talenta untuk menyajikan persembahan yang tak kalah semaraknya dengan peneari-penari professional (ab).

Foto: PendamIM
Share:

Pahlawan Daerah Layak Diperhatikan

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Sebuah perbincangan santai tetapi berbobot dalam bentuk talk show digelar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK dengan mengambil tema "Creating Value Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat untuk Kelestarian Lingkungan Hidup" (15/12).

Acara rutin tahun ini merupakan Program Penilaian Kinerja Perusahaan (Proper) KLHK dibawah Dirjen PPKL (Pengendalian Pencemaran dan Lingkungan Hidup) yang melakukan pembinaan terhadap imdustri dengan tujuan mendorong ketaatan terhadap peraturan lingkungan hidup, melalui penyebaran informasi kinerja kepada masyarakat. Peringkat Proper dibagi bervariasi sesuai prestasinya yang sangat peduli lingkungan, mulai dari warna Emas (terbaik), Hijau, Biru, Merah dan Hitam (terburuk).

Talkshow yang dipandu Rosiana Silalahi ini, disamping menampilkan perwakilan perusahaan pelat merah yang memiliki reputasi baik dalam mengelola lingkungan sekitarnya seperti PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), Pertamina, Antam, dan lain-lain, juga memperkenalkan masyarakat biasa yang memiliki tindakan luar biasa karena memelihara lingkungannya dengan baik hingga menciptakan lapangan kerja serta memberdayakan perekonomian setempat.

Sebut saja ada Abdul Nasir, warga Probolinggo, Jawa Timur, yang sejak 2008 melakukan terobosan buat Pertanian Organik dari lembaganya Tri Karya Jadi. Juga ada Ocang dari Kampung Ciguhaesia yang menggugah masyarakat setempat agar beralih profesi tidak menambang ilegal. Lalu ada Ibu Suraidah yang melakukan pembinaan Sekolah Tapal Batas di garis terdepan Sebatik, Kalimantan Utara, berbatasan dengan Malaysia.

Pahlawan Daerah Layak DiperhatikanContoh dari tiga sosok manusia yang layak disebut "pahlawan daerah atau lokal" ini patut diteladani. Mereka mampu meski dengan segala keterbatasan, mulanya bergerak secara mandiri. Kemudian seiring perjalanan, barulah pihak Pemda atau perusahaan Pemerintah turut mendukungnya. "Banyak pihak seperti perusahaan-perusahaan besar ingin membantu kita. Tapi semua kan ada pamrihnya. Makanya kita seleksi betul kalau ada yang ingin membantu harus sesuai dengan kebutuhan apa yang kita inginkan," tegas Abdul Nasir (ab).

Foto: Istimewa/abri
Share:

Lantamal I Hadiri Rembug Nelayan

Serdang Bedagai (IndonesiaMandiri) - Komandan Lantamal I Belawan Laksamana Pertama Ali Triswanto turut hadir dalam acara Forum Rembug Nelayan di Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yang dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pusjiastuti (14/12). Turut hadir Gubernur Sumatera Utara Tengku Eri Nuradi, Bupati Serdang Bedagai Sukirman dan sejumlah pejabat lainnya serta ribuan warga masyarakat setempat.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pujiastuti menjelaskan tentang peraturan pelarangan pengoperasian kapal pukat trawl, karena penggunaannya akan merusak ekosistem laut. Laut merupakan sumber bagi nelayan mencari nafkah, untuk itu pemerintah daerah harus melarang pengoperasian kapal pukat trawl.

Peraturan zonasi kapal bertujuan untuk mencegah konflik nelayan. Kapal besar tidak boleh mencari ikan di zona 4 mil dari garis pantai karena itu adalah zona nelayan menengah dan nelayan tradisional hal itu bisa diatur Perda masing masing (rm).
Foto: Dispenarmabar
Share:

Korem 151/Binaya Gelar Mitigasi Bencana

Masohi (IndonesiaMandiri) - Komando Resor Militer/Korem 151/Binaiya gelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam atau mitigasi di lapangan Komando Distrik Militer/Kodim 1502/Masohi (14/12). Latihan ini dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri 731/Kabaresi Mayor Inf Indra Hirawanto beserta prajurit Kodim 1502/Masohi dan Batalyon 731/Kabaresi.


Latihan ini dinilai sangat penting karena menjadi modal dasar bagi unsur atau komponen yang terkait dengan Satgas Penanggulangan Bencana Alam (PBA) sesuai dengan tuntutan tugasnya dalam menanggulangi dan mengantisipasi setiap kemungkinan bencana alam yang timbul sewaktu-waktu di wilayah Maluku Tengah. "Diharapkan setiap individu mampu melaksanakan tugasnya dengan profesional dan proporsional, sungguh-sungguh dan ikhlas, dan tidak bersikap apatis, agar tidak terjadi adanya keterlambatan dalam penanganan setiap adanya bencana alam yang terjadi di daerah," tegas Mayor Indra.


Pola latihan meliputi pengenalan teori drill teknis dan taktis (drilnistis) di ruangan Aula Makodim 1502/Masohi yang disampaikan oleh Pasi Komsos Korem 151/Binaiya Mayor Inf La Muhamad tentang gambaran bencana di wilayah Maluku Tengah, kemudian dilanjutkan dengan praktek di lapangan tentang evakuasi korban oleh Pasi Ops Korem 151/Binaiya Mayor Inf Wahyu Yunus (rm).


Foto: Pemrem 151

Share:

Phinisi Bulukumba Diakui Dunia

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kado istimewa di penghujung 2017, berdekatan dengan Hari Nusantara, yaitu diakuinya produksi kapal layar/Perahu Phinisi oleh dunia melalui UNESCO (7/12). Ini merupakan tonggak penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sekaligus negara bahari, di mana anak bangsa mampu membangun sebuah perahu yang terkenal hingga ke seantero dunia.

Ya Perahu Phinisi, sudah mentradisi cukup panjang dalam perjalanan sejarah masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya di Bulukumba. Sejak abad ke-14, masyarakat Bulukumba sudah membuat perahu dengan sebutan Padewakang. Mereka kemudian merantau dengan perahu tersebut hingga ke belahan dunia lain.

Phinisi Bulukumba Diakui Dunia
Seiring perkembangan waktu, proses pembuatan perahu atau kapal ini mengalami kemajuan. Dan di era modern, nama perahu berubah menjadi Phinisi. Bahkan, dunia mencatat, pada 1986, kapal Phinisi Nusantara menembus Samudera Pasifik hingga ke Benua Amerika. Dalam sebuah pameran internasional bergengsi, di Kanada saat itu, Phinisi Nusantara merebut perhatian masyatakat dunia. Dan nama Indonesia pun menjadi harum sebagai negara bahari.

Di November 2016, para Awak kapal Phinisi Nusantara yang dipimpin Captain Gita Arjakusumah (purnawirawan TNI AL), melakukan reuni 30 tahun Perjalanan yang melegenda ke Kanada itu. Acara sederhana yang dilakukan di Bulukumba , uniknya, diprakarsai oleh generasi muda setempat.  "Kita ingin semangat Phinisi Nusantara tetap hidup dan menjadi pemicu semangat generasi kini dan mendatang di Tanahberu, Bulukumba agar melestarikan budaya bahari," kata Muhammad Saedi Jalil, pemuda Bulukumba yang terlibat sebagai panitia reuni 30th Phinisi Nusantara.

Kini, di Dresember 2017, saat acara Sidang ke-12 Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Pulau Jeju, Korea Selatan, Phinisi: Seni Pembuatan Perahu di Sulawesi Selatan (Art of boatbuilding in South Sulawesi) akhirnya resmi ditetapkan ke dalam Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Selamat untuk masyatakat Bulukumba, selamat untuk Indonesia sebagai negara bahari (ab).

Foto: abri/istimewa
Share:

Kedelai Bakal Jadi Primadona

Yogyakarta (IndonesiaMandiri) - Siapa bilang kedelai hanya bisa dinikmati hanya dalam bentuk tempe. Masih banyak cara yant dapat diolah agar hasil kedela bisa lebih optimal lagunya dijual dan dinikmati oleh masyarakat.

“Saatnya kita angkat kedelai lokal, pendekatannya adalah kita jualan brand. Elit, terbatas dan ini semakin akan dicari orang. Yang harus dilakukan adalah diolah secara higenis, dikemas yang menarik dan kemudian di branding. Jadi berbicara peningkatan pendapatan maka kita harus jualan brand. Kedelai lokal ini yang akan kita branding," ucap Gatot Irianto, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, saat menghadiri Festival Produk Olahan Kedelai Nasional di Yogya Expo Centre (10/12).

Kedelai nasional non Genetically Modified Organism (GMO) yang dibudidaya oleh petani lokal memiliki potensi untuk diolah dan dikembangkan menjadi primadona melalui branding, sehingga akan memberikan keuntungan ekonomi baik kepada petani maupun pelaku usaha agribisnis.

Paradigma lama pola pikir tentang kedelai yang hanya diolah jadi tempe dan dijual dipasar maupun warung kecil, diubah dengan membranding tempe hingga dijual di kafe dan memiliki gengsi tersendiri, tentunya dengan proses pengolahan yang higenis dan packaging yang menarik.

"Nilai tambah produk hasil olahan hanya memberikan peningkatan lima persen pendapatan. Untuk meningkatkannya ,maka pendekatannya adalah komoditas dibranding karena jauh memberikan keuntungan lebih besar. “Analoginya, jika beli kopi sekilo harga 50.000 maka kita ke kafe secangkir kopi dipatok 50 ribu. Artinya, yang kita beli adalah brand. Nah yang saya inginkan demikian juga, untuk tempe dari kedelai lokal dinaikan statusnya diolah, packaging dan dibranding, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi,” sambung Gatot.

Sementara itu mewakili Gubernur DIY, Asisten Bidang Keistimewaan , Didiek Purwadi menyebutkan bahwa kedelai lokal mempunyai peluang besar karena ada perubahan pola makan masyarakat dari hewani ke nabati, ini peluang bagi dunia usaha dibidang pangan olahan.

Pemerintah saat ini menargetkan tanam kedelai seluas 500.000 hektar dengan anggaran APBNP 2017 yang dipusatkan di 20 propinsi mulai dari Sumatera seluas 153.000 hektar, Jawa 130.000 hektar, Kalimantan 27.000 hektar, Sulawesi 110.000 hektar dan NTT dan NTB masing masing 40.000 hektar (hy/ab).

Foto: Istimewa
Share:

Satkopaska Koarmabar Sabet Prestasi Olahraga

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Tim Satuan Komando Pasukan Katak/Satkopaska Koarmabar dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan prestasinya yang baik di sejumlah cabang olahraga. Misalnya dalam Lomba Menembak Marinir Cup yang lalu (Hut Marinir), berhasil keluar sebagai Juara I Pistol Presisi jarak 25 M beregu TNI/Polri. Para prajurit Satkopaska yang terlibat di sini adalah Serda Heri, Serda Nanang dan Kopda Sondang. Sedangkan pada Kelas Pistol Eksekutif beregu 20 meter, Tim Satkopaska Koarmabar yang terdiri dari Serda Nanang, Serda Rohman dan Kopda Sondang berhasil meraih Juara III.


Kemudian dalam even lainnya, prajurit Kopaska juga menyabet peringkat ketiga di Pariaman International Triathlon yakni lomba renang 750 M – sepeda 20 Km – Lari 5 Km di Kota Pariaman, Sumatera Barat baru-baru ini. Prajurit Kopaska yang menjuarai di sini bernama Adapun prajurit Kopaska yang juara bernama Klk Hari Rohman.
Event Pariaman International Triathlon yang digelar oleh pemerintah kota Pariaman, Sumatera Barat selama dua hari (2-3/12), diikuti sebanyak 137 orang peserta dari tujuh negara. Pariaman International Triathlon ada beberapa kategori diantaranya, triathlon standar dan triathlon sprint, kemudian duathlon pelajar dan duathlon open atau umum.


Berikutnya dalam Kejuaraan Menembak Jabar Open 2017 yang berlangsung di Lapangan Tembak KONI Jabar, Cisangkan, Cimahi, Bandung, Jawa Barat (9-10/12). Di sini Tim Satkopaska Koarmabar berhasil meraih Juara I masing-masing pada materi menembak pistol eksekutif open jarak 25 M Beregu atas nama Serda Hery, Serda Nanang, Kopda Sondang dan materi menembak pistol eksekutif standard Pindad jarak 25 m perorangan atas nama Serda Nanang (bp).
Foto: Dispenarmabar

Share:

100an Kowal Donor Darah

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Sekitar 100an prajurit Korps Wanita Angkatan Laut/Kowal di wilayah Jakarta melakukan kegiatan donor darah sekaligus dalam rangka peringati Hut Kowwl ke-55 (12/12).


Kegiatan dibuka langsung oleh Kasubdis Sahguna Disminpersal Kolonel Laut Ririn Susilowati, dilaksanakan di Selasar Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur. “Diharapkan kedepan Kowal yang mendonorkan darahnya lebih banyak dari tahun ini, sehingga kita bisa membantu Palang Merah Indonesia untuk mendapatkan lebih banyak stok darah,” ucap Kolonel Ririn.


Dikatakqn juga, aksi donor darah adalah wujud kepedulian Kowal dalam membantu menyelamatkan nyawa orang lain yang sedang dalam kondisi kritis dan memerlukan transfusi darah, selain itu juga mendorong gaya hidup sehat karena mendonorkan darah secara teratur itu penting dan membuat orang menjadi lebih sehat (bp).


Foto: Dispenal

Share:

Sekilas Tentang Pusat Senjata Artileri TNI AD

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Dalam jajaran TNI Angkatan Darat/TNI AD, kekuatan kesenjataan artileri digolongkan dalam dua kelompok utama yaitu Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dan Artileri Medan (Armed). Armed memiliki tugas pokok dan fungsi untuk menghancurkan sasaran di darat, sedangkan Arhanud memilikitugas pokok dan fungsi menghancurkan sasaran di udara.

Arhanud didukung dengan sistem persenjataan anti pesawat udara dari mulai meriam hingga peluncur peluru kendali anti pesawat udara. Armed di persenjatai dengan meriam, howitzer, mortar berat dan peluncur roket.

Kesenjataan Artileri dalam TNI AD sudah ada sejak 14 Desember 1945. Kelompok satuan terdiri dari berbagai tingkatan, mulai setingkat baterai, detasemen, batalyon hingga resimen. Setelah validasi organisasi terakhir di lingkungan TNI AD, pasukan Artileri di organisir menjadi Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (PUSSENARHANUD) dan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (PUSSENARMED) yang keduanya merupakan Badan Pelaksana (Balak) dari Komando Pendidikandan Latihan TNI AD (KODIKLAT TNI AD). Ini berkedudukan langsung dibawah Dankodiklat TNI AD dan sifatnya sebagai staf khusus KASAD di bidang pembinaan kesenjataan Artileri Pertahanan Udara dan Artileri Medan.

PUSSENARMED Kodiklat TNI AD memiliki tugas pokok menyelenggarakan pembinaan bidang kesenjataan Artileri Medan, meliputi pembinaan kesenjataan, pendidikan, latihan, penelitian dan pengembangan bidang Armed, dalam rangka pembinaan kemampuan serta kekuatan kesenjataan Artikeri Medan. Sedangkan PUSSENARHANUD Kodiklat TNI AD memiliki tugas pokok yang sama, tetapi untuk kesenjataan Artileri Pertahanan Udara. Markas Komando PUSSENARHANUD berada di Jalan Seiwijaya Raya, Kota Cimahi, Jawa Barat.

PUSSENARMED memiliki peran, tugas dan fungsi membina satuan-satuan Armed yang memiliki tugas pokok untuk memberikan bantuan tembakan kepada satuan manuver. Sedangkan PUSSENARHANUD melaksanakan peran, tugas dan fungsinya membina satuan-satuanArhanud yang memiliki tugas pokok untuk memberikan perlindungan udara terhadap obyek vital maupun titik rawan Markas Komando PUSSENARMED berada di Jalan Baros C-6, kota Cimahi, Jawa Barat.

PUSSENARHANUD dibentuk setelah dilakukan pemisaha antara DIRBINSEN ARHANUD dan DIRBINSEN ARMED dalam wadah PUSSENART sesuai Surat Keputusan KASAD Nomor Skek/5/V/2000 pada 26 Mei 2000 tentang Organisasidan Tugas (Orgas) PUSSENART. Pada 2004, hal ini kemudian diikuti oleh pemisahan Dirbindiklat dan Dirbinlitbang menjadi dua kecabangan sesuai Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep/49/IX/2004 pada 14 September 2004 tentang organisasi dan tugas Pussenart Kodiklat TNI AD. Di masa kepemimpinan Brigjen Sabar Yudho sebagai Danpussenart pada 2004, ide pemisahan Pussenart menjadi Pussenarmed dan Pussenarhanud kembali timbul. Ide ini diprakarsai oleh Kolonel Art Leo JP. Siegers yang saat itu menjabat sebagai Wadanpussenart. Namun tulisan yang disusun tentang pemisahan itu tidak ditindaklanjuti oleh pimpinan TNI AD. Kemudian pada 2006, ide pemisahan Pussenart menjadi Pussenarmed dan Pussenarhanud akhirnya dijadikan salah satu Program Kerja dan anggaran TNI Angkatan Darat.

Berdasarkan program kerja, dibentuk kelompok kerja yang bertugas menyusun kajian akademik tentang pemisahan Pussenart. Kelompok kerja ini diketuai oleh Brigjen M. Sulchan selaku Danpusenart, dengan anggota Kolonel Art Sudharmanto, Kolonel Art Bambang Sungesti, Kolonel Art Fakhrudin, Mayor Art Jamaah, Mayor Art Miftahudin, Mayor Art Yudhi Murfi, Kapten Art Guntur Eko S, Kapten Art Harvin Kidingallo, Kapten Art Dedik Ermanto dan Kapten Art M. Haidir. Sebagai realisasinya, pada 15 Januari 2007 berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor: Kep/43/XI/2006 tanggal 27 Nopember 2006, Pussenart Kodiklat TNI AD secara resmi kembali terpisah menjadi Pussenarmed dan Pussenarhanud.

Sejarah
Pada masa revolusi fisik, Kesenjataan Artileri lahir dalam bentuk suatu bagian dari Jawatan Persenjataan (4/12/45). Berkat kepemimpinan Mayor R.M. Pratikno Kusumo Soerjo Soemarno pada 4 Desember 1945, dibentuk dan disahkan Markas Artikeri yang berkedudukan di Yogyakarta oleh Kepala Staf Umum Markas Besar Tentara Letnan Jenderal Urip Soemohardjo, bertepatan dengan hari jadi Artileri Internasional. Pada 1 Juni 1946 disahkan pembentukan Inspektorat Artileri Angkatan Darat dengan Inspektur pertama R.M. Pratikno Kusumo Soerjo Soemarno dengan pangkat Letnan Kolonel.

Selama Letnan Kolonel R.M. Pratikno Kusumo menjabat sebagai pimpinan, kecabangan Artileri mengalami kemajuan yang sangat pesat, sehingga Artileri di seluruh Indonesia dapat dipersatukan tanpa ada kesulitan. Namun sangat disesalkan bahwa dalam Clash II dia dibunuh oleh gerombolan yang tak bertanggung jawab di desa Djarowo (Boyolali) pada 1 Januari 1949. Sepeninggal dia Artileri mengalami masa suram, sehingga Inspektorat Artileri diperkecil menjadi Markas Besar Komando Djawa (MBKD) bagian Artileri yang berkedudukan di Kota Baru Yogyakarta.

Pada 23 Februari 1950 Staf MBKD bagian Artileri diperintahkan untuk pindah ke Jakarta dengan Komandan Kapten Abdul Kadir Prawiraatmadja. Staf MBKD bagian Artileri diganti menjadi Komando Artileri Angkatan Darat yang berkedudukan di Kebon Sirih No. 46 Jakarta. Tugas pimpinan Artileri pada saat itu adalah mengkoordinir satuan-satuan yang berada di Jawa, Sumatera dan daerah-daerah lain. Setelah tercapainya pengakuan kedaulatan atas Indonesia dari Belanda dan untuk menambah personel dilakukan dengan cara memanggil kembali prajurit-prajurit Artileri yang masih memenuhi syarat dan menerima dari anggota kesenjataan Infanteri diantaranya Brigif 17/TP. Guna memperoleh kade prajurit Artileri yang dapat melanjutkan pada tingkat kesenjataan modern dan lebih maju maka diperlukan suatu pendidikan Artileri.

Sekilas Tentang Pusat Senjata Artileri TNI AD
Kini kekuatan artileri medan maupun artileri pertahanan udara sudah mulai dilengkapi dengan berbagai persenjataan baik yang konvensional maupun modern seperti masuknya armada M-109 Paladin hingga kontrak sista rudal yang baru ditanda tangani pada Oktober 2017 berupa NASAMS 2.

Semoga Satuan Kesenjataan Artielri TNI AD semakin Berjaya dalam melindungi NKRI (ah/ab).

Foto: abri/istimewa
Share:

PT Sarinah Tuan Rumah Hari Pakai Produk Indonesia

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Sarinah akan menjadi tuan rumah acara Pencanangan Hari Pakai Produk Indonesia, yang diadakan di Plaza Sarinah Thamrin, Jakarta (10/12). Hari Pakai Produk Indonesia adalah gerakan yang mendorong peningkatan penjualan dan penggunaan produk-produk hasil karya anak bangsa di pasar domestik Indonesia.


Acara ini akan menggelar berbagai kegiatan. Antara lain: peresmian Hari Pakai Produk Indonesia, talkshow, pertunjukan musik, fashion show, serta senam zumba bersama.

Hari Pakai Produk Indonesia akan dicanangkan dengan pembacaan deklarasi oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Ir. Tjahya Widayanti, MSc.

Acara ini direncanakan dihadiri oleh Direktur Utama PT Sarinah (Persero) G.N.P. Sugiarta Yasa dan Direktur Utama PT Mustika Ratu Putri Kuswisnu. Juga dijadwalkan hadir, Kabid Perancangan dan Kerjasama Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Widodo.

Selain itu, acara ini akan dimeriahkan oleh kehadiran Kevin Liliana, Putri Indonesia Lingkungan sekaligus Miss International 2017. Akan tampil juga sederet penyanyi nasional, seperti: Kikan, Ita Purnamasari, Melanie Subono, Delia Septianti serta Calvin Jeremi.

Sarinah adalah BUMN yang mengkhususkan pada penjualan ritel produk-produk khas dalam negeri. Maka, Sarinah melihat keberhasilan gerakan ini kelak akan menjadi salah satu tonggak berkembangnya rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat Indonesia, hususnya terhadap produk-produk nasional (sa/ab).

Foto: Istimewa

Share:

Kolonel Suwandi Jabat Danlanmar Jakarta

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Dankormar Mayjen Bambang Suswantono secara resmi memimpin serah terima jabatan Komandan Pangkalan Marinir Jakarta/Danlarmar dari Kolonel Marinir Teguh Widodo kepada Kolonel Marinir Suwandi di Lapangan Apel Mako Lanmar Jakarta, JL. Kwini 2 Jakarta Pusat (8/12).


"Didalam struktur Organisasi Korps Marinir, Lanmar Jakarta adalah salah satu Komando Pelaksana Korps Marinir yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kegiatan meliputi dukungan logistik dan pembekalan awal serta pemeliharaan fasilitas dan material kepada satuan jajaran Kormar yang melaksanakan kegiatan di wilayah barat. Untuk menjalankan tugas tersebut Komandan Lanmar Jakarta berkewajiban untuk melaksanakan pembinaan dan latihan kepada seluruh jajaran dibawahnya sekaligus memelihara kesiapsiagaan dan kemampuan Prajurit Lanmar Jakarta," pesan Dankormar.


Hadir dalam acara ini, Kepala Staf Korps Marinir Brigjen Hasanudin, Danpasmar-2 Brigjen Nur Alamsyah, segenap Pejabat Utama Mako Kormar, Mako Pasmar-2, Dankolak/Satlak Lanmar Jakarta, Ketua Gabungan Jalasenastri korps Marinir Alike Bambang Suswantono, Wakil Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Ny. Wiwin Hasanudin, Ketua Korcab Pasmar-2 Nur Alamsyah, beserta jajaran Jalasenastri PG Kormar (bp).


Foto: Dispenkormar

Share:

Pesawat Pembom Rusia Tinggalkan Biak

Biak (IndonesiaMandiri) - Setelah melakukan kunjungan persahabatan selama hampir sepekan, empat pesawat Angkatan Udara Rusia (dua IL-76 dan dua TU-95MS), Jam 09.00 waktu Indonesia Timur meninggalkan Bandara Frans Kasiepo, Biak (9/12).


“Ini Momen unik dalam kerjasama militer Rusia-Indonesia. Baru sekarang pembom strategis Rusia Tu-95M mendarat di pulau Biak dengan tujuan kunjungan yang bersahabat. Berkaitan dengan ini, Letnan Jenderal Sergey Kobylash, Komandan penerbangan jarak jauh, berkunjung ke Indonesia,” demikian keterangan dari Atase Pers Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia.


Komandan Lanud Manuhua Kolonel Pnb Fajar Adriyanto, beserta Komandan satuan TNI AU dan beberapa pejabat TNI AU yang ada di Biak, diantaranya Pangkosekhanudnas IV, Komandan Batalyon 468 Paskhas Sarotama, Asops Kosekhanudnas IV, Asintel Kosekhanudnas IV, Komandan Satrad 242 Tj. Warari, dan Seluruh Perwira Lanud Manuhua hadir menyambut langsung kedatangan pesawat Angkatan Udara Rusia beserta crew (ab).


Foto: istimewa

Share:

Lanal Babel Raih Predikat Teladan

Surabaya (IndonesiaMandiri) - Pangkalan TNI Angkatan Laut/Lanal Bangka Belitung yang berada dibawah Jajaran Koarmabar berhasil meraih predikat pertama sebagai Lanal teladan pada Hari Armada RI 2017 di dermaga ujung Koarmatim Surabaya (5/12). Penghargaan tersebut langsung di serahkan oleh Kasal Laksamana Ade Supandi.
Lanal jajaran Koarmabar yang memperoleh penghargaan sebagai Lanal Teladan adalah Lanal Bangka Belitung sebagai juara pertama dan Lanal Tanjung Balai Asahan sebagai juara ketiga. Sedangkan juara kedua dari Lanal Cilacap yang merupakan Lanal dibawah jajaran Koarmatim.

Sementara itu pada penghargaan predikat KRI teladan, salah satu unsur Koarmabar yaitu KRI Pulau Rusa-726 berhasil meraih juara ketiga predikat KRI Teladan. Sedangkan juara pertama KRI Sultan Hasanudin-366 dari jajaran Koarmatim dan Juara Kedua KRI Banjarmasin-592 dari jajaran Kolinlamil.

Untuk penilaian predikat Lanal Teladan, tim penilai dari Mabesal melaksanakan penilaian dari beberapa aspek meliputi bidang logistik dan material, personel, operasi dan latihan, administrasi serta aspek kebersihan lingkungan kerja. Sedangkan untuk KRI Teladan penilaian meliputi tiga aspek yaitu aspek operasi, aspek material dan aspek personel (fm).

Foto: Dispenarmabar
Share:

Bakti Sosial TNI Layani Ribuan Warga Ternate

Ternate (IndonesiaMandiri) - Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Suko Pranoto bersama Gubernur Maluku Utara diwakili Sekprov Muabdin Rajab, Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS., Kapuskes AU, Rombongan dari Mabes TNI, Forkopimda Malut dan Kota Tern membuka Kegiatan Bhakti Sosial TNI 2017 bertempat di Dhuafa Center Jl. Sultan M. Djabir Sjah, Kota Ternate (7/12).

Ribuan warga Ternate sangat antusias mengikuti bakti sosial TNI kesehatan gratis yang meliputi layanan Pengobatan Umum, Operasi Bibir Sumbing, Khitanan Massal, Operasi Katarak, Pengobatan Gigi, serta Penyerahan Kacamata Baca, Alat Bantu Dengar dan Kursi Roda. Pangdam menekankan bila target pasien melebihi 6000 orang, maka TNI pasti akan mewadahi kembali dalam kegiatan Bhakti Sosial Kesehatan berikutnya yang akan digelar pada minggu ke empat Januari 2018

"Saya bersyukur saya pe anak yang dua ini so selesai di operasi, tinggal si kecil yang selanjutnya mau di operasi. selain itu juga saya ucapkan terimakasih banyak-banyak kepada TNI semoga kebaikan ini dibalas Allah SWT", aku Ibu Ani yang memiliki anak kembar dan sekaligus keduanya ikut khitanan.

Ws. Kapenrem 152/Babullah Kapten Inf Heru Darujito mengatakan, kegiatan Bhakti Sosial ini diselenggarakan atas kerjasama Mabes TNI, Dinas Kesehatan Angkatan, Asosiasi Dokter Spesialis Mata Indonesia, Smile Train, Kodam XVI/Pattimura, serta Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate (ab).

Foto: Penrem 152
Share:

Dewaruci Sambut Bimasuci

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Hut Armada 2017 dimeriahkan dengan telah hadirnya kapal layar latih tiang tinggi (tall ship) yang baru dipesan dari Spanyol. Kehadiran kapal milik TNI AL ini memang sudah lama ditunggu-tunggu karena sang pendahulu, KRI Dewaruci, konon kabarnya akan dimuseumkan.

Para sesepuh TNI AL lima tahun terakhir ini memang mulai mengkritisi soal kelanjutan KRI Dewaruci yang sangat legendaris ini (beroperasi di Indonesia sejak 1 Oktober 1953). Artinya, Dewaruci dinilai masih layak berlayar hingga usia 100 tahun. "Karena diluar negeri kapal layar tiang tinggi banyak yang masih dipakai dan usianya jauh lebih tua dari Dewaruci," kisah Kapten (Purn) Gita Arjakusuma, alumni AAL 1968 dan pernah menjadi instruktur di Dewaruci.


Saat KRI Bimasuci memasuki perairan Jakarta setelah mengarungi perjalanan panjang dari pabriknya di Spanyol, para sesepuh TNI AL yang pernah digodok di Dewaruci, menyambutnya dengan cara unik. Dan ini mungkin baru pertama dalam sejarah pelayaran di mana sebuah kapal layar tiang tinggi yang diisi beberapa purnawirawan Laksamana.

Pada 15 November, KRI Dewaruci yang berpangkalan di Surabaya, tiba di Tanjung Priok. Kedatangannya memang sudah direncanakan oleh para sesepuh TNI AL yang ingin menyambut Bimasuci di perairan sekitar Kepulauan Seribu. Sebagian sesepuh TNI AL rela menginap satu malam di Dewaruci karena esoknya jam 06.00 akan berlayar untuk menyambut Bimasuci. Tercatat misalnya ada Laksdya (Purn) Djoko Sumaryono, Laksda (Purn) Sugeng Rahayu, Laksda (Purn) Surya Wiranto, Laksda (Purn) Warsono HP), Laksda (Purn) Sumindiharso, Laksda (Purn) Johny Awuy, Laksda (Purn) Dadik Surarto, Laksma (Purn) Joko Sutopo, Kapten (Purn) Gita Arjakusuma dan masih banyak lagi yang totalnya sekitar 25 orang (ada dari Pordasi, wartawan).

Asisten Personil Lantamal III Jakarta, Kolonel Binsar Mangaratua Sirait yang turut mengawal proses penjemputan dengan ikut serta di KRI Dewaruci merasa sangat gembira dan terharu melihat semangat para sesepuh TNI AL ini. Kedua kapal saling beriringan, membunyikan tanda isyarat, saling melambaikan tangan, ketika bertemu di perairan sebelah utara Jakarta. Semua sesepuh TNI AL lengkap dengan baret hitam dan jaket Dewaruci berada di dek Dewaruci memberikan hormat dan lambaian tangan. Sedangkan di Bimasuci pun menyambut dengan hal serupa sambil menyanyikan berbagai lagu. Suasana mengharukan ini meski hanya kurang dari satu jam, tetapi begitu berkesan.

Kedua kapal kemudian merapat ke Dermaga Jakarta International Terminal Container II, Tanjung Priok, di mana sudah ada penyambutan khusus yang dihadiri oleh Menhan Ryamizard Ryacudu, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Kasal Laksamana Ade Supandi, dan pejabat negara lainnya. Keberadaan kapal layar tiang tinggi memang sangat diperlukan bagi negara bahari sebesar Indonesia ini sebagai wujud pendidikan karakter bangsa bagi generasi muda, baik di lingkungan TNI maupun umum. "Bela negara tak hanya ditempa di darat. Tapi juga Di laut dengan ikut berlayar juga menjadi latihan untuk mencintai tanah air," kata Kasal Laksamana Ade Supandi ab).

Foto: abri
Share:

Geliat Bumi (Bengkulu) Raflesia

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Provinsi Bengkulu sudah "mencuri perhatian" dengan menebar pesona wisatanya di 2018 sejak dini. "Kerjanya jauh lebih cepat dibanding daerah lain," komentar Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menghadiri acara Malam Pesona Bengkulu dan Launching Calender of Event Bengkulu 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (7/12).


Tetapi Arief juga mengkritisi kalender even wisata Bengkulu yang kurang banyak. Hanya 14 even yang ditawarkan sepanjang 2018. Beberapa daerah ada yang setiap minggu memiliki even wisata, seperti Solo, Banyuwangi, Bali, dan lain-lain. Dari even yang ditawarkan di 2018, yang bakal memiliki keunggulan tinggi ada tiga: Festival Tabot, Festival Pesisir Pasir Panjang dan Festival Bumi Raflesia. Sedangkan yang masuk kategori even wisata nasional atau premier event adalah Festival Tabot. Ini merupakan atraksi budaya dan religi Islam yang sudah berjalan cukup lama di Bengkulu.


Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sangat optimis bahwa even wisata yang ditawarkan itu akan mengundang banyak wisatawan nusantara dan mancanegara datang. "Berbagai usaha promosi terus kita lakukan baik di tingkat nasional dan internasional," papar Rohidin. Dan dalam acara peluncuran Pesona Bengkulu ini, juga disiarkan secara live melalui streaming secara internasional. Berbagai atraksi kebudayaan lokal ditampilkan di sini, seperti atraksi musik Dol Bengkulu (ab).


Foto: abri

Share:

Misil Anti Tank MMP Pengganti Milan

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Angkatan Bersenjata Perancis baru saja menerima penyerahan pertama sistem senjata misil anti-tank jarak menengah. MMP atau Missile Moyenne Portee (medium range missile), yang terdiri dari 50 misil dan 20 pos penembakan. MMP merupakan misil anti-tank generasi kelima untuk menggantikan misil Milan.

Pemerintah Perancis menandatangani kontrak pembelian MMP dengan pihak MBDA pada 2013, setelah mengalahkan dua kandidat lainnya yaitu; Javelin (Lockheed Martin dan Raytheon), serta Spike dari Rafael.


MMP merupakan man portable missile yang beroperasi dengan sistem fire-and-forget dan man-in-the-loop. Untuk skenario penembakan tidak langsung, sistem jaringan MMP juga dapat menerima target yang sedang dibidik oleh pihak ketiga dan disalurkan kepadanya.

Data:
Bobot (termasuk tabung peluncur): 15 kg
Panjang (dalam kartrid taktis): 1,3 meter
Diameter: 140 mm
Jarak tembak efektif: 4.000 meter

(ah/ab).
Share:

KAPAL INDUK KEDUA ANGKATAN LAUT CINA

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Cina merupakan salah satu kekutan laut yang kuat di kawasan Asia. Kini semakin kuat dengan diterimanya Kapal Induk kedua pada 23 April yang lalu. Ini merupakan kapal induk yang pertama dibuat di galangan kapal lokal.

Sistem operasional kapal kedua ini hampir sama dengan kapal induk pertama Liaoning, dengan dek pesawat miring dan ski jump for short takeoff but arrested recovery, atau STOBAR. Perbedaan mendasar dari Liaoning adalah pada rekonfigurasi panel radar phased array, dengan sisi ajungan diagonal depan dan belakang yang lebih menonjol keluar.

Ruang hanggar pada kapal induk baru diperkirakan di konfigurasi ulang sehingga lebih efisien dan berada dibawah dek parkir pesawat. Tetapi hal ini masih belum jelas benar, karena prakiraan hanya berdasarkan gambar saja. Diperkirakan kapal induk ini dapat mengakomodasi 28 sampai 36 pesawat yang terdiri dari pesawat tempur J-15 Shenyang dan pesawat helikopter, yang kurang lebihnya sama dengan pada Liaoning.

Liaoning yang dibeli oleh pemerintah Cina akhir 1990an dari Uni Soviet (Rusia) merupakan kapal induk kelas Kuznetsov. Kapal ini di refurbish dan diperbaiki ulang pada 2012. Menurut para analis, kini Cina sedang mempersiapkan pembuatan kapal induk yang ketiga dengan mock-up yang terlihat di fasilitas penelitian dan pengujian Angkatan Laut di Wuhan, Povinsi Hubei. Pada mock-up terlihat ski-jump untuk tinggal landas pesawat dihilangkan. Diperkirakan ruang untuk tinggal landas pesawat akan diganti dengan sistem ketepel, serta fasilitas penempatan radar yang baru (ah/ab).

Foto udara kapal induk ke dua Cina di dry dock pada bulanDesember 2016 (Defence News)
Share:

Kodim Aceh Utara Bantu Korban Banjir

Lhoksukon (IndonesiaMandiri) - Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0103/Aceh Utara, Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto didampingi Perwira Staf mengantar langsung bantuan berupa sembako kepada korban banjir di beberapa tempat pengungsian sekitar Lhoksukon, Aceh Utara (05/12).


Rombongan Dandim menggunakan satu unit perahu menuju lokasi pengungsian sambil membagikan Sembako berupa 18 Sak beras, 90 dos mie instan dan 12 Kotak Roti di Desa Mencat, desa Rauyek, Rawa, Tuha dan desa Tengoh (KM 1 Jl Cot Girek).


Sekitar 400 Prajurit TNI yang di tempatkan di setiap Koramil dan dua Unit LCR yang berada di Koramil Pirak Timu dikerahkan untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu bencana alam banjir semakin meluas.


“Kami sangat senang dan berterima kasih menerima bantuan ini”, ucap Abdul Malik, 53 tahun, warga setempat. Terlihat hingga kini ratusan warga korban banjir sudah mengungsi ke Meunasah desa masing masing dan mencari dataran lebih tinggi agar terhindar dari bencana banjir, meski sebagian ada juga yang memilih tetap tinggal (lw).


Foto: PendamIM

Share:

Rebut FIR (Riau) Dari Singapura

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Suasana di ruang seminar sekaligus peluncuran buku "Menegakkan Kedaulatan Negara di Udara: Pelajaran Berharga Dari Langit Kepulauan Riau", yang berlangsung di Klub Persada, Halim, Jakarta, berlangsung sangat seru (30/11). Hampir semua pesertanya sekitar 100an lebih setuju bahwa sudah saatnya Pemerintah Indonesia mengambil kembali penguasaan kedaulatan udara di atas Kepulauan Riau dari Singapura.


"Rebut sekarang atau tidak sama sekali," ucap Marsda Bonar H. Hutagaol, Asisten Komunikasi dan Elektronika Panglima TNI saat memberikan pendapatnya dalam seminar tersebut. Mengapa sampai segenting itu dikatakan oleh Marsekal bintang dua ini? Karena yang terjadi sudah sejak 1946 hingga kini (71 tahun), penguasaan Flight Information Region/FIR di langit Kepulauan Riau diatur oleh negara tetangga Singapura.

FIR merupakan ruang udara yang di dalamnya terkait pelayanan informasi dan navigasi penerbangan. Artinya, siapapun yang berada di wilayah tersebut, atas mendapat restu dari negara yang berada di bawahnya. Uniknya. FIR sekitar Riau itu justru diatur oleh negara asing. Jadi, saat pesawat milik Indonesia ingin melewati ruang udara di sana, mesti beritahu atau izin ke Singapura dahulu.

Ini yang menjadi bahasan penting dalam acara seminar yang menampilkan sejumlah pembicara seperti Mantan Kasau Marsekal (Purn) Chappy Hakim, Marsda (Purn) Koesnadi Kardi, Prof. Dr Ida Bagus Rahmadi Supancana, Marsma (Purn) Juwono Koelbioun, pejabat Kementerian Perhubungan, Air Navigasi, mahasiswa dan lain-lain.

Meski acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Air Power Centre of Indonesia/APCI ini didominasi pesertanya dari prajurit TNI AU, tetapi masalah ini adalah tugas dan tanggungjawab bersama lintas lembaga/departemen Pemerintah serta instansi terkait lainnya. Apalagi, sejak 18 September 2015 Presiden Joko Widodo sudah memberikan instruksi agar tiga-empat tahun kedepan FIR tersebut diambil alih lagi dari Singapura. Tragisnya, para elit negara yang terkait masalah kedaulatan udara tak serta merta menindaklanjuti pesan politik dari Presiden.

Momentum kepercayaan dunia penerbangan melalui lembaga ICAO (International Civil Aviation Organization) yang memberikan peringkat tinggi kepada penerbangan sipil Indonesia atau sekitar 81,5 persen adalah titik tolak kebangkitan. Ini berarti, di lingkup ASEAN, posisi kita nomor dua setelah Singapura terkait keamanan keselamatan di bidang penerbangan. Dan momentum ini bisa dipakai untuk merebut kembali penguasaan FIR di wilayah Riau.

Dengan penguasaan FIR, sangat terkait dengan penguasaan C4ISR (command, control, communication, computer, intelligence, surveillance, reconnaissance), di main ujungnya adalah ke masalah keamanan dan kepentingan nasional. Sayangnya, seminar strategis ini tak dihadiri oleh salah satu pembicara yang harusnya sangat kompeten memberikan tanggapan, yakni Kementerian Luar Negeri (ab).

Foto: abri
Share:

Langit Silangit Kian Ramai

Siborong-Borong (IndonesiaMandiri) - Satu perusahaan penerbangan lagi, Batik Air, menyinggahi Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, mulai 1 Desember dari Bandara Soekarno Hatta, Cengjareng-Banten.


Masuknya maskapai dari Lion Grup ini, membuat aktifitas di Bandara Silangit yang sejak 28 Oktober 2017 (dikelola oleh Angkasa Pura II) telah naik kelas statusnya sebagai bandara internasional, menjadi kian padat.


Setiap hari rata-rata ada  14 pergerakan pesawat baik penerbangan domestik dan internasional, dengan durasi operasional delapan jam mulai dari Pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Sampai dengan Kuartal III/2017 jumlah pergerakan pesawat di bandara ini sebanyak 2912 pergerakan  atau meningkat signifikan 29 persen dibandingkan dengan waktu sama pada tahun lalu. Tipe pesawat yang mendarat di Silangit adalah jenis pesawat A320, CRJ1000, ATR72, dan B737-500.


Untuk jumlah penumpang di rute domestik maupun internasional saat ini sudah lebih dari 200.000 penumpang dan ditargetkan hingga akhir 2017 dapat mencapai 250.000 penumpang atau naik 60 persen dari 2016.


"Sejak dicanangkan Presiden Joko Widodo dari bandara perintis menjadi bandara komersial 2016 lalu, perkembangan Bandara Silangit memang sangat pesat. Jumlah penumpang yang mulanya hanya ribuan orang sekarang lebih dari 200 ribu orang. Dan pergerakan pesawat juga menibgkat 29 persen,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso.


Langit Silangit Kian Ramai


Menurut Agus, peningkatan lalu lintas pesawat dan penumpang tersebut tentunya juga harus dibarengi dengan peningkatan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan.  Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan selaku regulator penerbangan Indonesia  sudah menyatakan kesiapannya untuk melakukan pengawasan sehingga tiga hal tersebut dapat dilaksanakan dan ditingkatkan dengan baik.


Adalah pesona Danau Toba yang menjadi daya tarik terbesar kedatangan masyarakat dari dalam dan luar negeri singgah di Silangit. Dan sektor pariwisata lah yang akan bannyak bermain sebagai penggerak utama kekuatan yang akan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat setempat nantinya.


Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata juga sudah menugaskan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba yang dipegang oleh Arie Prasetyo untuk melakukan berbagai kegiatan bersama Pemda dan instansi terkait guna memajukan kawasan yang sudah dikenal luas hingga mancanegara ini (ab).


Foto: Istimewa/abri

Share:

Radio Pecinta Samudera Nusantara

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Coba sesekali dengarkan radio di jalur FM 107,7 MHz atau AM 1170 KHz. Disamping kita bisa mendengarkan alunan aneka lagu yang enak tanpa ada jeda iklan, juga informasi yang disajikan banyak tentang dunia kebaharian. Ya itulah Radio Komunitas Jalasveva Jayamahe Suara Samudera atau dikenal dengan JJM milik TNI AL.

Sepintas tak ada yang berbeda dengan radio swasta FM umumnya. Tetapi yang bikin berbeda dan boleh jadi tak didengar atau jumpai di radio lainnya, adalah bunyi pluit khas di setiap awal acara atau programnya. Pluit khas tersebut hanya bisa didengar ketika kita berada di lingkungan TNI AL, seperti kantornya serta pangkalan milik TNI AL.

Sejumlah program menarik yang disajikan sejak jam 07.00 pagi hingga 21.00 malam bervariasi. Ada yang namanya "Sunrise News, "Happy Popeye", "Anjungan Samudera dan Nusantara", "Generasi Maritim", dan masih banyak lagi. Selepas Jam 21.00, musik terus dan kadang live dengan berbagai jenis musik.

Radio Pecinta Samudera Nusantara
Radio JJM bermarkas di Mabes TNI AL, Gedung B4 Lantai I, Cilangkap, Jakarta Timur. Pimpinannya Mayor H. Azhari dengan anak buah empat orang (Kapten Dewi Risnowati, Rico Juniardi, Sudargo Hartono dan Rindu Leonsino). Kelima pengurus Radio JJM bekerja serba bisa. Artinya, dalam keseharian, mereka adalah prajurit TNI AL dan Aparatur Sipil Negara. Dalam keadaan tertentu, mesti memenuhi panggilan dinas ke medan pertempuran. Tetapi yang bikin mereka "serba bisa", profesinya merangkap kadang sebagai pembawa acara, reporter ke lapangan, music director, dan lain-lain.

"Kami siaran 24 jam dalam tujuh hari setiap minggu," tegas Mayor Azhari yang juga pernah berdinas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon/UNIFIL. Radio ini sudah mengudara sejak akhir 2006. Kemudian oleh Kepala Staf Angkatan Laut/Kasal diseriuskan lagi soal kegunaannya, sehingga resmi berdiri pada 17 April 2007. Mulanya menempati ruang agak sempit di lantai II Gedung yang sama.

Fungsi utama radio ini memang untuk kepentingan TNI AL dalam memberitakan berbagai kegiatannya. Tetapi memang sejak awal didesain juga untuk kepentingan umum atau masyarakat luas. Artinya, kegiatan yang sifatnya bukan rahasia negara, akan disebarluaskan melalui radio ini untuk umum. Itulah sebabnya ada sebutan Radio Komunitas, utamanya yang menggemari dunia kebaharian.

"Kalau pimpinan mau memberikan pengumuman secara luas melalui surat itu akan memakan waktu. Tetapi melalui radio, sangat cepat dan akurat. Belum lagi informasi perekrutan prajurit misalnya, akan cepat sampai ke masyarakat luas, papar Azhari yang juga pernah ditempatkan sebagai prajurit di Pangkalan Utama TNI AL di Merauke, Papua.

Yang sangat dinanti juga oleh pendengar radio ini, adalah bagi keluarga TNI AL yang ayah, ibu atau anaknya sedang berdinas di luar negeri atau pulau terluar. ""Radio ini menjadi obat rindu dan kangen bagi mereka yang sedang dinas jauh dari keluarga. Mereka bisa saling kasih informasi, dan lain sebagainya," sambung Azhari.

Radio JJM yang sudah mendapat Izin Penyelenggaraan Penyiaran/IPP dari Kominfo pada 18 Mei 2016 ini, sejak beberapa tahun lalu juga disiarkan melalui streaming memanfaatkan jaringan internet atau masuk ke website www.tnial.mil.id juga "klik" Radio TNI AL melalui Playstore. Di media sosial, radionya ini juga memiliki jaringan melalui WhatsApp, Facebook dan Instagram.

Tak heran, kini penggemar Radio JJM meningkat terus. "Bisa dikatakan seimbang pendengarnya dari kalangan militer dan non-militer. Beberapa kali kita sudah mengadakan jumpa fans dan mereka sangat antusias yang dari masyarakat umum," ucap Azhari. Radio yang didengar di semua Pangkalan TNI AL dari Sabang hingga Merauke ini, terus berbenah dan kedepan akan memperluas jaringan barunya dengan akan mendirikan menara pemancar di salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Saat ini juga sudah memiliki satu unit mobile radio dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Intinya memang, radio ini menyuarakan kepentingan nasional yang mengedepankan informasi tentang kebaharian nusantara beserta potensi dan dinamika yang ada. Kita diajak untuk mengetahui nama-nama pulau, aneka kearifan lokal nusantara, dan masih banyak lagi.

Radio yang berada dalam naungan Dinas Penerangan TNI AL/Dispenal, SubDinas Penerangan Umum ini, juga sudah mendapat restu lagi dari Komimfo dengan mendapat saluran tambahan di FM 100,1 MHz. Kadispenal Laksamana Pertama Gig Jonias Mozes Sipasulta sangat memberikan dukungan penuh untuk pengembangan Radio JJM.

Dan soal peralatan siaran yang dimiliki Radio JJM sudah sama dengan radio umum lainnya yang ada (ab).

Foto: abri/istimewa
Share:

T-50: Pesawat Tempur Multi Peran

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Dunia kedirgantaraan bakal digegerkan dengan kemunculan pesawat tempur canggih dari negeri Rusia. Ini hasil pengembangan untuk jenis pesawat tempur multi-peran generasi kelima di akhir 1990an melalui program Perspective Aviation Complex of Frontline Aviation (atau disingkat dalam abservasi Rusia sebagai PAK FA). Tujuan pengembangan pesawat tempur baru tersebut antara lain untuk mengganti armada pesawat yang ada, antara lain Sukhoi Su-27 dan Mikoyan MiG-31 Interceptor.


Pengembangan pesawat tempur yang baru ini tak lepas juga dari berbagai kajian perkembangan kedirgantaraan militer di berbagai belahan dunia lainnya, yang mau tidak mau juga harus di imbangi. Pengambangan T-50 dilakukan oleh Sukhoi Design Bureau, yang diawali dengan program I-21 pesawat tempur generasi baru, setelah memenangi tender di 2002. Sementara pembuatan percontohannya dilakukan oleh Gagarin Aviation Enterprise yang berkedudukan di Komsomolsk-on-Amur.

Pada 2009 dibuat dua prototype untuk ground test yaitu T-50- KPO dan T-50-KNS. Setahun berikutnya T-50 pertama mengudara di langit Komsomolsk-on-Amur, yang di terbangkan oleh pilot uji Sukhoi Design Bureau, Sergei Bogdan. Lalu T-50 ditinjau langsung oleh Vladimir Putin pada 17 Juni 2010.

Setelah diterbangkannya pesawat kedua pada 3 Maret 2011, pesawat generasi kelima ini dipertontonkan ke publik pada 17 Agustus 2011 dalam pameran kedirgantaraan MASK-2011 di Zhukovsky, diluar kota Moscow. Dan dalam event kedirgantaraan yang sama (2013), diterbangkan pesawat produksi yang ketiga. Dan 2015, mockup T-50 dipajang di stand United Aircraft Corporation pada pameran kedirgantaraan Le Bourget di Perancis. Selanjutnya antara 2017-2019 T-50 memasuki tahap produksi.

Keistimewaan

Sebagaimana diperlihatkan pada pesawat tempur Sukhoi generasi sebelumnya, dimana kelincahan manuver dengan dukungan rancang bangun aerodinamik dan kemampuan mesinnya. T-50 memiliki kemampuan manuver yang lebih sempurna dari generasi sebelumnya. Dan dikatakan bahwa pesawat ini sulit di deteksi karena penandaan pada radar yang sangat rendah maupun pendeteksian atas panas. Hal tersebut tidak lepas dari hasil pengembangan teknologi stealth yang sangat berhasil, baik mengurangi emisi panas mesin maupun pengurangan tingkat kebisingan mesin.

Menurut pihak Sukhoi Design Bureau, Radar Cross-Section (RCS) T-50 diperkirakan pada sekitar 0,3 - 0,4 m2, sementara, menurut beberapa analis Barat diperkirakan hanya sekitar 0,1 m2. Namun data sebenarnya masih dirahasiakan. Sebagai perbandingan, RCS Sukhoi Su-27 adalah lebih dari 10 m2. Kerangka badan (fuselage) pesawat sekitar 70 persen menggunakan bahan komposit yang kuat. Diantaranya carbon fiber reinforced polymer.

T-50 dilengkapi dengan sistem radar baru dengan active phased antenna array yang lebih canggih dari versi sebelumnya. Sehinga pendeteksian target dapat lebih jauh lagi, dan dapat mendeteksi satu terget, grup target atau beberapa terget secara simultan (di klaim dapat mendeteksi lebih dari 60 target dan menjejaki 16 target), dengan jarak deteksi target lebih dari 400 km. Selain itu dilengkapi juga dengan perangkat komunikasi dan electronic countermeasures.

Pesawat ini dirancang dengan jangkauan bidang sasaran yang lebih luas, baik untuk sasaran di laut, darat maupun udara. Mampu melesat diudara dengan kecepatan supersonic tanpa menggunakan afterburner. Pendukung kerja pilot dilengkapi dengan sistem komputer yang canggih yang disebut sebagai electronic second pilot.

T-50 dirancang untuk diawaki oleh seorang pilot dengan bobot antara 45-110 kg. Pilot akan menggunakan G-suit dari generasi terbaru, sesuai dengan karakteristik penampilan yang tinggi dari T-50.

Persenjataan
Masih belum diungkap apa saja senjata andalan yang dapat dibawa oleh T-50, namun beberapa pengamat pesawat tempur mengatakan bahwa T-50 dapat dipersenjatai dengan 7 hingga 14 jenis misil, dan kanon 30mm type 9-A1-4071K yang dalam sekali tetbang membawa 150 butir amunisi. Atau kanon NNPU-50 yang mampu menghancurkan target lapis baja moderen. Diperkirakan juga akan dilengkapi misil udara-ke-udara jarak pensek R-73/RVV-MD yang dapat memukul target pada jarak antara 0,02-20 km.

Rudal udara-ke-udara jarak menengah K-77-1/RVV-AE/SD dengan jarak efektif 0,02-25 km. atau rudal udara-ke-udara jarak jauh K-37M/RVV-BD. Untuk target permukaan antara lain rudal udara-ke-permukaan Kh-35UE, Kh-38ME, bom kendali KAB-500S. T-50 mampu membawa persenjataan seberat 10.000 kg.

Data:
Luas permukaan sayap: 82 m2
Panjang keseluruhan: 19,7 meter
Lebar keseluruhan dengan bentang sayap penuh: 14 meter
Tinggi keseluruhan: 5 meter
Kecepatan jelajah maksimum: 2.100 km/jam
Kecepatan terbang maksimum: 2.600 km/jam
Kevepatan menanjak: 330 m/detik
Bobot tinggal landas maksimum: 33.480 kg
Batas ketinggian operasional: 20 km
Jam operasi (endurance): 5,8 jam
Jarak tempuh terbang maksimum: 5.500 km
Tinggak landas dan mendarat: pada landasan 300-400 meter (ah/ab).

Foto: istimewa

Share:

Kasrem 012/TU Tutup Gladi Posko II

Rantau Payang/Aceh (IndonesiaMandiri) - Bertempat di Lapangan Desa Rantau Payang Kecamatan Meurboh, Kepala Staf Korem/Kasrem Letkol Inf Yudiono, menutup dan mengevaluasi latihan Gladi Posko II Yonif 116/GS (29/11).


Kasrem 012/TU menyampaikan bahwa latihan Gladi Posko II merupakan pembekalan kepada prajurit untuk dapat berbuat dan berfungsi sebagai suatu Batalyon yang siap melaksanakan tugas operasi. Hal ini merupakan pengalaman dan nilai tambah sehingga dalam pelaksanaan tugas sebenarnya dapat mengerti bagaimana mekanisme prosedur hubungan Komandan dan Staf serta bagaimana Unsur Pelayan Markas melaksanakan fungsinya dalam suatu tugas operasi.


Selain itu Kasrem juga menyampaikan bahwa realisme latihan yang ditimbulkan merupakan hubungan timbal balik antara Pengendali dan Pelaku. Pengawas dan Penilai yang menempel kepada Pelaku harus mengerti skenario latihan yang diinginkan sehingga dalam pelaksanaan latihan dapat mencatat hal-hal yang menjadi koreksi dan masukan bagi Komandan Latihan (rm).


Foto: Penrem012

Share:

Prajurit Yonif 731/Kabaresi Demo Yang Moodo

Ambon (IndonesiaMandiri) – Tim Demo olahraga bela diro Yong Moodo dari Batalyon Infanteri (Yonif) 731/ Kabaresi disambut tepuk tangan meriah oleh penonton saat memecahkan 20 susun Batako Balok dalam Lomba Demo Bela Diri Militer/BDM Yong Moodo Tingkat Kompi TNI Angkatan Darat di Lapangan Merdeka Jln. Slamet Riyadi Kec. Sirimau Kota Ambon (27/11).


Atraksi yang melibatkan 55 prajurit Kompi B Yonif 731 dipimin langsung oleh komandannya Mayor Inf Indra Hirawsnto bertema “Melalui Lomba Demo BDM Yong Moodo Tingkat Kompi TNI AD 2017, Kita Jadikan Yong Moodo sebagai Keterampilan Perorangan Prajurit TNI AD yang Profesional Guna Mendukung Pelaksanaan Tugas Pokok”.

Demo memperagakan berbagai gerakan diantaranya Pemanasan, Rangkaian teknik pernapasan (Yong hobok), Teknik Pukulan, Tangkisan, Tendangan, Jatuhan, Moli Nakbok ( Loncatan Harimau ), Kuncian, Pemecahan material mengunakan doubel stick, Pemecahan kikir dragon dan batang besi dengan tekhnik tenaga dalam, dan pemecahan balok es dan batako balok yang terdiri dari 5 susun hingga 20 susun.

Sekitar 1000 orang warga kota Ambon memenuhi lapangan Merdeka menyaksikan beladiri Yong Moodo yang diperagakan Batalyon yang dijuluki Hantu Seram tersebut. Tidak hanya Masyarkat, TNI dan polri juga turut berparitisi sebagai supporter dalam event tersebut.

Tepuk tangan diserta rasa kagum para penonton semakin menggelegar pada saat diperagakan tehnik pemecahan material dengan menggunakan double stick, dan pemecahan kikir dragon dan batang besi dengan tenaga dalam serta pemecahan balik Es dan batako balok yang disusun 5 sampai 20 tumpukan balok (rm).

Foto: Pendam16
Share:

Menambah Kekuatan TNI AL

Surabaya (IndonesiaMandiri) - Pada 13 Oktober 2017 bertempat di Dermaga Ujung, Surabaya, TNI AL secara resmi menerima dua unit pesawat helikopter anti-kapal selam AS 565 MBe Phanter, dan sebuah pesawat utility Beechcraft King Air 350i produk Amerika Serikat. Menurut berita, pesawat King Air 350i (U 6401) akan dioperasikan oleh Skadron 600, Wing Udara 1 sebagai pesawat transport VVIP dan latih lanjut. Pesawat diserahkan oleh Direktur Utama PT. Anten Asri Perkasa kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut.


Helikopter AS 565 diberi nomor HS-4203 dan HS-4204 produk Airbus dari konsorsium beberapa negara Eropa Barat, akan berada dibawah Skadron 400 Wing Udara 1. Pesawat helikopter yang dapat mendarat dan tinggal landas dari kapal perang ini dapat dipersenjatai dengan senjata torpedo anti kapal selam. Dan beberapa sudah dimiliki oleh TNI Angkatan Laut (ah/ab).

Foto: istimewa
Share:

KRI Imam Bonjol-383 Evakuasi Kapal Offshore

Lhokseumawe (IndonesiaMandiri) - KRI Imam Bonjol/IBL-383 Koarmabar yang sedang melaksanakan Operasi Walya Udhaya-17 BKO Gugus Keamanan Laut Komando Armada RI Kawasan Barat, berhasil membantu proses evakuasi penyelamatan terhadap kru Kapal MV 8 Langsa AP ONE jenis Floating Production Storage Offshore (FPSO) yang tertimpa musibah kebocoran di lambung kapal pada Posisi 05 18'56" U - 098 02'48" T tepatnya di Perairan Lhoksemawe Aceh Utara, Jumat (01/12).


Saat kejadian, kecepatan angin antara 40-50 knot dan tinngi gelombang mencapai tujuh meter. Hal ini menyebabkan jangkar haluan dan buritan MV 8 Langsa putus, ditambah dengan kebocoran dibagian lambung kapal. Menyikapi situasi darurat tersebut, maka pihak kru kapal segera melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas aparat setempat Lantamal I Belawan dalam hal ini Lanal Lhoksemawe. Selanjutnya Lanal Lhoksemawe melaksanakan koordinasi dengan Koarmabar dengan diteruskan kepada Guskamlabar. Dengan cepat Guskamlabar segera mengirimkan KRI IBL-383 dari Sabang pada Kamis malam


Seluruh personil Kapal MB 8 AP One yang berjumlah 23 orang berhasil dievakuasi dengan aman dan dibawa menuju ke daerah Idi Rayeuk. Selanjutnya setelah TB Cempala berhasil mengevakuasi, maka KRI IBL-383 menuju ke Pelabuhan Krueng Geukeuh Lhoksemawe untuk melaksanakan konsolidasi. Selanjutnya 20 personel yang berhasil dievakuasi dibawa ke Posal Idi Rayeuk Lanal Lhoksemawe untuk diberikan perawatan dan pengecekan kesehatan (fm).


Foto: Dispenarmabar

Share:

Arsip