BPN Jember Bantu Berdayakan Masyarakat Miskin

Jember (IndonesiaMandiri) – Langkah nyata yang ditempuh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jember untuk pro aktif membantu Pemerintah Kabupaten Jember dalam memerangi kemiskinan layak ditiru. Pasalnya, Sabtu lalu (28/5), melalui programnya yang diberi nama “Reforma Agraria”, BPN mengajak Pemkab Jember dan Bank Jatim untuk bersama “memerangi” kemiskinan secara terpadu, terencana, dan terukur hasilnya.

“Yang kita lakukan adalah memutus mata rantai kemiskinan strukural bagi masyarakat Jember,” papar Joko Susanto, SH, MH, Kepala Kantor BPN Jember, selaku penggagas. Caranya? Dalam kesepakatan yang sudah dituangkan dengan tiga lembaga ini, ada tiga hal penting. Yakni, pengurusan sertifikat tanah secara gratis bagi masyarakat miskin, pemberian fasilitas perbankan secara mudah bagi masyarakat miskin untuk membangun usaha kecil menengah. serta pendampingan masyarakat miskin dalam pengurusan berkas sampai dengan kegiatan usahanya.

Soal sertifikat gratis, itu bagiannya BPN. Sementara pemberian fasilitas pinjaman dana untuk usaha, adalah perannya Bank Jatim. Sedangkan yang turut mengawasi sekaligus mempetakan masyarakat mana saja yang berhak memperoleh fasilitas ini, adalah tugasnya Pemkab Jember.

“Kita mau  mengajak masyarakat yang kurang beruntung untuk berkembang dan semangat berusaha. Asetnya yang ada, dibantu urus sertifikat secara gratis, lalu bisadijaminkan ke perbankan,” sambung Joko. Dana yang diperoleh itu, kemudian bisa digunakan untuk usaha apapun guna menopang kehidupan sehari-harinya.

Intinya, Joko memang tidak mau langsung berbangga hati bahwa program “Reforma Agraria” yang diperkenalkannya ini bisa serta merta langsung menghapus angka kemiskinan di Jember. Tapi, ini merupakan sasaran antara saja, atau program jangka pendek. Dengan roda perekonomian masyarakat yang kurang beruntung bisa berputar, dampaknya bisa menggairahkan kehidupannya, seperti biaya hidup, pendidikan anaknya, dan lain sebagainya.

Satu hal yang menarik juga dicatat dalam program ini adalah, tidak ada penggunaan dana talangan dari APBN atau APBD. Jadi nuansa sosial sangat kuat. Itu sebabnya, saat nota kesepakatan diteken oleh Bupati Jember dr. Faida, Kepala BPN Kabupaten Jember Djoko Susanto dan Pemimpin Bank Jatim Cabang Jember M. Islah Noer, turut hadir dan menyaksikan  adalah  Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (abri).

Share:

Operasi Bersama Bakamla Dengan ABF

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Badan Keamanan Laut (Bakamla) Indonesia baru-baru ini melakukan latihan bersama di Laut Timor dengan Australia Border Force (ABF). Kegiatan yang dilakukan secara rutin dan insidensial ini, “merupakan bagian dari operasi maritim bersama, guna menanggulangi ancaman keamanan melalui laut berupa illegal fishing, illegal traficking (illegal migrant), penyelundupan barang, dan dalam rangka memperkuat kerjasama maritim antar kedua negara, ungkap Laksamana Pertama TNI Andi Achdar yang baru saja dilantik menjadi Deputi Operasi dan Latihan Bakamla oleh Kepala Badan Keamanan Laut Laksdya TNI Ari Soedewo, SE,. MH.

Operasi antara Bakamla – ABF atau Shearwater, melibatkan unsur Kamla Zona Maritim Timur Bakamla di Ambon yaitu KN Ular Laut 4805 yang tugasnya menjaga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI 3)  dan unsur laut ABF Cape Wessel dan unsur udara ABF, yaitu Dash 8 Air Craft.

Apri lalu, Kantor Kamla Zona Maritim Timur juga dikunjungi oleh Anggota DPR RI dari Komisi I yang membidangi soal pertahanan-keamanan. Dari  diskusi antara pihak Bakamla Zona Maritim Timur ini dengan Komisi I diantaranya disebutkan bahwa peran strategis Bakamla.  Untuk Kamla di Ambon saja, dengan petugas sebanyak 54 personel dan melakukan patroli keamanan dan keselamatan laut seluas 200.000 km2seluas laut Nusa Tenggara Timur, 466.717 km2 untuk luas laut Papua, dan 776.500 km2 untuk luas laut Maluku, sangat dirasakan beberapa kekurangannya.

Kapal patrol yang tersedia hanya ukuran 48 meter dua buah, dua kapal lain ukuran 12 meter, serta beberapa radar dalam kondisi rusak, seperti di Ambon, Kupang, Tual, Merauke dan Jayapura. Oleh karenanya, dari kunjungan tersebut anggota Komisi I akan mengikuti terus perkembangan Bakamla, termasuk di kantor perwakilannya yang berada di Barat (Batam), Tengah (Manado) dan Timur (Ambon). Terkait soal kesulitan anggaran pun, pihak Komisi I ingin membantu memperjuangkan agar alokasi anggaran Bakamla bisa lebih ditingkatkan sesuai dengan tugas dan fungsinya (taruna).

Foto: Dok Bakamla

Share:

TNI AD Gagallkan Penyelundupan Pupuk di Perbatasan RI- Malaysia

Kubu Raya, Kalimantan Barat (Indonesiamandiri) – Untuk kesekian kalinya, Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Kalimantan Barat berhasil mencegah dan menangkap upanya penyelundupan barang tertentu. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura  Kolonel  Inf Tri Rana Subekti, S.Sos, bahwa peristiwa tersebut baru saja terjadi di Desa Jelemuk, Kecamatan Ketunggau Hulu, Kalbar (27/05/2016).

Kapendam XII/Tpr juga menjelaskan, upaya pencegahan tersebut dilakukan berawal dari kecurigaan pada Kamis malam (26/5) malam, terhadap kendaraan yang membawa muatan berupa karung yang sangat mencolok di salah satu kendaraan yang paling depan tanpa adanya nomor polisi, sehingga kendaraan tersebut diberhentikan oleh Satgas Pamtas Yonif 312/Kala Hitam. Selanjutnya, diadakan pemeriksaan dipimpin langsung oleh Komandan Pos Sertu Bambang Sucipto beserta dua anggota pos untuk melakukan pemeriksaan.

Pada pemeriksaan tersebut membuahkan hasil, di mana dari keseluruhan baik kendaraan maupun muatan tidak dilengkapi surat-surat yang sah. Dan kendaraan yang dibelakang dengan bernopol QKY 3750 yang diduga nomor kendaraan mobil Malaysia, juga diperiksa, sama membawa muatan berupa pupuk serta makanan ayam yang tidak dilengkapi dengan surat-surat. Sehingga dua kendaraan tersebut ditahan oleh pihak TNI AD penjaga pos perbatasan.

Jumlah hasil tangkapan sebanyak 30 karung pupuk jenis Jembatan Jerman yang satu karungnya berisi seberat 50 kg dengan menggunakan kendaraan Toyota Hilux tanpa nomor kendaraan dan dua karung makanan ayam dengan menggunakan kendaraan bernopol QKY 3750 yang dikemudikan berinisial KK (44) warga Desa Jelemuk, Kecamatan Ketungau Hulu, Kalbar. Kedua mobil yang digunakan tidak memiliki surat resmi kepemilikan kendaraan, ujarnya.

“Untuk Barang Bukti (BB) sudah diserahkan kepihak yang berwenang yaitu Bea dan Cukai, untuk pemeriksaan lebih lanjut”, tukas Kapendam XII/Tpr Kolonel Inf Tri Rana Subekti (taruna).
Foto: Dok Dispen Kodam XII/Tpr

Share:

KPID Jawa Barat Sudah Memulai

KPID Jawa Barat sudah memulai hal-hal untuk kepentingan edukasi masyarakat. Pertanyaannya, kapan KPID di wilayah lain, sehingga masyarakat kita akan lebih santun, dan berbudi pekerti yang berkearifan lokal.

Sebanyak 24 lagu dilarang mengudara di Bandung, Jawa Barat, yang terbagi menjadi dua katagori, lagu yang dilarang diputar, dan lagu yang dibatasi.

Adapun lagu yang dilarang diputar, dikarenakan memiliki lirik pornografi, vulgar. Sedangkan lagu yang dibatas, mengarah pada eksploitasi tubuh wanita.

Inilah daftar lagu yang dilarang diputar oleh KPID Jabar:

  • Julia Perez (Paling Suka 69)
  • -Mirnawati (Wanita Lubang Buaya)
  • -Zilvana (Simpanan)
  • -Ade Farlan (Hamil Sama Setan)
  • -Asep Rumpi feat Lia MJ (Mobil Bergoyang)
  • -Della Puspita (Apa Aja Boleh)
  • -Tuty Wibowo (Hamil Duluan)
  • -Rimba Mustika (Mucikari Cinta)
  • -Zaskia Gotik (Satu Jam Saja)
  • -Moza Kirana (Melanggar Hukum)
  • -Geby Go (Cowok Oplosan)
  • -Ellicya (Merem-merem Melek)
  • -Lolita (Gak Jaman Punya Pacar Satu)

Inilah lagu yang dibatasi diputar oleh KPID Jabar :

  • Julia Perez (Belah Duren)
  • -Melinda (Cinta Satu Malam)
  • -Melinda (AW AW)
  • -Linda Mey Mey (Gadis Bukan Perawan)
  • -Siti Badriah (Berondong Tua)
  • -Varra Sahara (Janda Rasa Perawan)
  • -Ayu Ting Ting (Geboy Mujaer)
  • -Cita Citata (Perawan atau Janda)
  • -Desi Ning Nong (Merem Melek)
  • -Diora Anandita (Aku Pengen Dipacarin)
  • -Titi Kamal (Jablay)

Foto : Istimewa

Share: