BPN Jember Tambah “Sakti”

Jember (IndonesiaMandiri) -  Bersamaan dengan Hari Agraria (24 September) dan Tata Ruang (8 November) disingkat Hantaru, KANTOR Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengukir sebuah prestasi untuk masyarakat. Yaitu, dengan meluncurkan program "Layanan SAKTI", Selasa lalu (29/9).

Djoko Susanto SH. MH , Kepala BPN Jember, mengatakan bahwa sistem layanan “Sakti” ini telah dipersiapkan lahirnya sejak dua tahun lalu, melalui tujuh fase, seperti  perencanaan sistem, analisis sistem, perancangan sistem secara umum, evaluasi dan seleksi sistem, perancangan sistem secara detail, pengembangan perangkat lunak dan implementasi sistem serta  pemeliharaan  dan perawatan sistem.

Kata “Sakti” itu sendiri artinya Singkat, Akurat, dan Teliti. Sehingga dalam melayani masyarakat, BPN Jember tidak sekedar menunggu aduan masyarakat. Tapi melalukan aksi jemput bola ke lapangan, berdialog langsung dengan masyarakat.  Segala permasalahan dilakukan dengan singkat, yang artinya bukan sekedar cepat, meskipun pengaruhnya kesana. Singkat dimaksud adalah meringkas tahapan pelaksanaan pelayanan.

Capaian itu bisa dilaksanakan karena  BPN Jember telah menjadikan fungsi-fungsi organisasinya untuk pro aktif melayani masyarakat. Disamping itu juga, perangkat lunak pendukung data digital secara tekstual dan spasial buku tanah sudah ada. Dan yang tidak kalah pentingnya, petugas di lapangan pun diberi kewenangan terkait pemberian legalitas. 

Akurat, artinya dalam pelayananya tetap bersandar pada  sertifikat asli (yang dibawa pemohon), data yang tercantum di Komputerisasi Kantor Pertanahan/ KKP, serta bukti  scan Buku Tanah.  Unsur Teliti, maksudnya adalah dengan menempatkan petugas berkompetensi tinggi di lapangan,  semua didata menggunakan sistem cek list untuk memastikan setiap data telah diinventarisasi dengan benar, dan tetap melibatkan masyarakat dalam alur proses pengolahan data.

Layanan “Sakti” yang diperkenalkan oleh BPN Jember diantaranya adalah, bagi para Manula. Manula akan diberi layanan prioritas mulai dari loket sampai penyerahan sertifikat. Bahkan untuk penyerahan sertifikat akan diantar ke rumah. Lalu ada layanan ganti nama, peningkatan Hak dari HGB ke HM untuk RSS (Rumah Sangat Sederhana), SKPT (Surat Keterangan Pendaftaran Tanah) Lelang, dengan harapan dapat mendukung salah satu sistem yang dimiliki bangsa ini untuk menggerakkan perekonomian, pengecekan sertifikat, sistem Menejemen Akta, untuk menjamin kepastian hukum atas perjanjian yang telah dibuat dan mencegah terbitnya akta palsu, dan Roya (penghapusan hak tanggungan).

Diharapkan langkah BPN Jember ini menjadi suatu contoh kerja nyata untuk senantiasa berkarya dan memberikan keteladanan bagi masyarakat (abri).

Share:

Arsip