Home » » Ceria di Argo Parahiyangan

Ceria di Argo Parahiyangan

Posted by INDONESIA MANDIRI on Jumat, 28 Agustus 2015

Jakarta (Indonesia Mandiri) – Bepergian ke Bandung dari Jakarta akan banyak kisah bila kita memilih naik kereta. Nama keretanya Argo Parahiyangan. Memang jarak tempuh yang sekitar tiga jaman, masih kalah sedikit dibanding kalau kita naik kendaraan roda empat via tol Cikampek-Purbalenyi. Tetapi, pemandangan dan suasana selama perjalanan di kereta selama Jakarta-Bandung atau sebaliknya sebenarnya justru sangat mengasikkan.

Kalau dari Jakarta ke Bandung, kira-kira setelah satu setengah jam perjalanan, bila kereta kebagian berhenti di stasiun Purwakarta, maka di sebelah kiri kita akan terlihat tumpukan gerbong-gerbong kereta yang sangat banyak. Sungguh unik. Coba kalau salah satu gerbong itu dibikin restoran di beberapa pojok kota, pasti menarik…

Dari Purwakarta hingga Padalarang, kereta berjalan tidak bisa terlalu cepat. Karena sudah mulai menanjak. Bahkan sesekali seperti nyaris berhenti. Yang menarik adalah pemandangan diluarnya di kiri-kanan kita. Hijaunya alam Pasundan begitu mempesona. Perlahannya kecepatan kereta membuat kita leluasa untuk melihat hijaunya pemandangan diluar.

Jalur kereta yang dibangun pada 1869 oleh Belanda ini, juga melewati banyak jembatan, jalur berliku dan menanjak-menurun, serta satu terowongan yang lumayan panjang. Di beberapa lintasan kita juga bisa menyaksikan kendaraan yang berada di jalur tol Purbalenyi.  Juga ada jembatan yang ketinggian sekitar 80 meter, seperti saat melintas di Cikubang, Cisomang dan Ciganea.

Memang suatu ketika pernah ada petugas di dalam kereta yang memberikan pengumuman melalui pengeras suara tentang pemandangan yang ada di kiri-kanan jalan. Tapi ini tidak rutin dilakukan oleh si petugas. Sebaiknya bisa rutin atau dibuat dalam sistem rekaman saja, sehingga saat kereta melintas di daerah tertentu yang pemandangannya bagus dan memiliki makna penting sejarah, pengumuman itu bisa didengar oleh seluruh penumpang.

Kereta Argo Parahiyangan dengan tarif mulai 75 hingga 120 ribu per penumpang ini, sangat layak dipertahankan keberadaannya. Dan bahkan bisa ditingkatkan kualitas layanannya. Kereta full ac dan ada sajian makan-minum dengan bayar ini, juga bisa menampilkan kuliner khas Sunda dalam menunya. Sehingga aroma kedaerahannya menjadi sangat terasa.

Kereta ini yang setiap hari melayani masyarakat mulai pukul 05.00 pagi hingga 20.00 (sebanyak Sembilan kali dalam sehari pulang-pergi), juga dalam program TV yang ditayangkan di tiap gerbong, dapat pula sekilas diisi  dengan tampilan cerita singkat soal sejarah jaringan kereta Jakarta-Bandung-Jakarta. Hal serupa tentunya juga bisa dilakukan di rute lain, baik di Jawa maupun Sumatera. Sehingga  PT KAI dapat memberikan edukasi singkat kepada penumpang disamping diberi hiburan dengan tayangan musik dan film, juga ada sisipan sejarah perkeretaapian (Abri). Foto : Abriyanto

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala