14 Negara Partisipasi pada Purwakarta World Festival

Purwakarta (Indonesia Mandiri) - Purwakarta World Festival yang diikuti 14 negara, diselenggarakan pada  Sabtu malam (29/8/2015), adalah acara  puncak peringatan hari jadi Purwakarta ke-184. Dimana, selama hampir dua bulan, Purwakarta telah menyelenggarakan berbagai kegiatan daam rangka memeriahkan ulang tahun Purwakarta tersebut.


Ke 14 negara peserta World Festival tersebut, antara lain; Italia, Meksiko, Turki, Mesir, Afrika Selatan, Korea, India, China, Filipina, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Kamboja. Selain seniman dan budayawan dari 14 negara tersebut, partisipasi seniman dari berbagai daerah pun akan memeriahkan acara tersebut. Adapun peserta dari dalam negeri, yang turut berpartisipasi antara lain; Bali, Madura.


Pada kesempatan di atas, berbagai ragam kesenian akan ditampilkan, diantaranya Bali akan menampilkan sendratari tentang 'Kebangkitan Siliwangi', dedangkan Purwakarta sendiri akan menampilkan tarian yang menggunakan lidi sebagai properti dalam tarian.


Nampaknya "Purwakarta World Festival" akan ditambah dengan karnaval melewati Jalan Sudirman, KK Suingawinata, dan Martadinata. Olehkarenya,  ketiga jalan tersebut akan ditutup, yang biasa digunakan angkutan umum perkotaan. Tetapi, untuk tidak mengecewakan Supir angkot, bupati purwakarta, Dedi Mulyadi memberikan konpensasi kepada para supir berupa paket sembako, sebanyak 850 paket, sesuai data yang diterima dari dinas perhubungan setempat. Data tersebut adalah data jumlah angkot yang melewati ruas jalan yang ditutup. (Taufik) Sumber Foto : purwakartakab.go.id

Share:

Konsorsium Roket Nasional Uji Roket R-Han 122B

Pamengpeuk (Indonesia Mandiri) – Balai Produksi dan Pengujian Roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Pamengpeuk, Garut, Jawa Barat, Kamis lalu (20/8) didatangi Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizrad Ryacudu bersama rombongan. Kunjungan tersebut terkait proyek Konsorsium Roket Nasional yang sedang melaksanakan Uji Dinamik 2 Roket R-Han 122B dari hasil penyempurnaannya.
Roket R-Han 122B merupakan salah satu dari tujuh Program Strategis Nasional untuk memenuhi Kebutuhan Alutsista TNI. Arah pengembangan Roket Nasional adalah memenuhi spesifikasi  teknis pengguna, yakni RX-1220. Karena itu, R-Han 122B yang dikembangkan saat ini adalah dalam kerangka pencapaian sasaran tersebut. Program Roket R-Han 122B dimulai sejak 2014 dengan biaya APBN.
Uji Dinamik 2 merupakan proses perbaikan minor dalam penyempurnaan bidang desain untuk memperbaiki trajectory atau lintasan stabilitas dan jarak capai dari Uji Dinamik 1 yang telah dilaksanakan pada Juni 2015 sebagai implementasi dari Konsorsium 2014. Pada Uji Dinamik ke 2 Roket R-Han 122B  dilakukan sebanyak enam unit roket dengan desain Roket RM 70 Grad Marinir.
Adapun Konsorsium Roket Nasional ini terdiri dari Kemhan,, Kemristek dan Dikti, Kemudian LAPAN, PT. DI, PT. Pindad, PT. Dahana, PT. Krakatau Steel, ITB dan ITS juga telah mengembangkan roket kaliber 122 mm dengan panjang propelan dua meter dengan nama R-Han 122B yang mampu menjangkau sasaran darat ke darat sejauh 23 km.
Selain menjadi salah satu forum pembelajaran dalam mengejar teknologi peroketan di lingkungan Kemhan dan TNI, Uji Dinamik Roket R-Han 122B ini juga digunakan sebagai wadah koordinasi guna mewujudkan sinkronisasi,  serta sebagai sarana evaluasi dan diskusi dalam proses penyelenggaraan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pertahanan antar industri pertahanan.
Program ini dilakukan diantaranya sebagai upaya menggiatkan produk dalam negeri dalam bidang alutsista sehingga kedepannya dapat mengurangi secara bertahap ketergantungan dengan produk luar negeri. “Saya menaruh perhatian yang tinggi terhadap program Roket R-Han 122B ini untuk dapat dituntaskan dan kelak menjadi kekuatan Alutsista TNI”, tegas Menhan.
Ini sejalan pula dengan tujuh Program Strategis Nasional di bidang Alutsista, di mana diantaranya adalah Roket Pertahanan atau disingkat R-Han. Program Roket R-Han 122B ini adalah pelaksanaan dari Program Nasional Strategis yang dinanti-nantikan banyak pihak, karena keberhasilan program ini akan menorehkan sejarah hasil karya anak bangsa (Taruna).
Sumber Foto : Puskom Kemhan
Share:

Konsorsium Roket Nasional Uji Roket R-Han 122B

Pamengpeuk (Indonesia Mandiri) – Balai Produksi dan Pengujian Roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Pamengpeuk, Garut, Jawa Barat, Kamis lalu (20/8) didatangi Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizrad Ryacudu bersama rombongan. Kunjungan tersebut terkait proyek Konsorsium Roket Nasional yang sedang melaksanakan Uji Dinamik 2 Roket R-Han 122B dari hasil penyempurnaannya.
Roket R-Han 122B merupakan salah satu dari tujuh Program Strategis Nasional untuk memenuhi Kebutuhan Alutsista TNI. Arah pengembangan Roket Nasional adalah memenuhi spesifikasi  teknis pengguna, yakni RX-1220. Karena itu, R-Han 122B yang dikembangkan saat ini adalah dalam kerangka pencapaian sasaran tersebut. Program Roket R-Han 122B dimulai sejak 2014 dengan biaya APBN.
Uji Dinamik 2 merupakan proses perbaikan minor dalam penyempurnaan bidang desain untuk memperbaiki trajectory atau lintasan stabilitas dan jarak capai dari Uji Dinamik 1 yang telah dilaksanakan pada Juni 2015 sebagai implementasi dari Konsorsium 2014. Pada Uji Dinamik ke 2 Roket R-Han 122B  dilakukan sebanyak enam unit roket dengan desain Roket RM 70 Grad Marinir.
Adapun Konsorsium Roket Nasional ini terdiri dari Kemhan,, Kemristek dan Dikti, Kemudian LAPAN, PT. DI, PT. Pindad, PT. Dahana, PT. Krakatau Steel, ITB dan ITS juga telah mengembangkan roket kaliber 122 mm dengan panjang propelan dua meter dengan nama R-Han 122B yang mampu menjangkau sasaran darat ke darat sejauh 23 km.
Selain menjadi salah satu forum pembelajaran dalam mengejar teknologi peroketan di lingkungan Kemhan dan TNI, Uji Dinamik Roket R-Han 122B ini juga digunakan sebagai wadah koordinasi guna mewujudkan sinkronisasi,  serta sebagai sarana evaluasi dan diskusi dalam proses penyelenggaraan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pertahanan antar industri pertahanan.
Program ini dilakukan diantaranya sebagai upaya menggiatkan produk dalam negeri dalam bidang alutsista sehingga kedepannya dapat mengurangi secara bertahap ketergantungan dengan produk luar negeri. “Saya menaruh perhatian yang tinggi terhadap program Roket R-Han 122B ini untuk dapat dituntaskan dan kelak menjadi kekuatan Alutsista TNI”, tegas Menhan.
Ini sejalan pula dengan tujuh Program Strategis Nasional di bidang Alutsista, di mana diantaranya adalah Roket Pertahanan atau disingkat R-Han. Program Roket R-Han 122B ini adalah pelaksanaan dari Program Nasional Strategis yang dinanti-nantikan banyak pihak, karena keberhasilan program ini akan menorehkan sejarah hasil karya anak bangsa (Taruna).
Sumber Foto : Puskom Kemhan
Share:

Ceria di Argo Parahiyangan

Jakarta (Indonesia Mandiri) – Bepergian ke Bandung dari Jakarta akan banyak kisah bila kita memilih naik kereta. Nama keretanya Argo Parahiyangan. Memang jarak tempuh yang sekitar tiga jaman, masih kalah sedikit dibanding kalau kita naik kendaraan roda empat via tol Cikampek-Purbalenyi. Tetapi, pemandangan dan suasana selama perjalanan di kereta selama Jakarta-Bandung atau sebaliknya sebenarnya justru sangat mengasikkan.

Kalau dari Jakarta ke Bandung, kira-kira setelah satu setengah jam perjalanan, bila kereta kebagian berhenti di stasiun Purwakarta, maka di sebelah kiri kita akan terlihat tumpukan gerbong-gerbong kereta yang sangat banyak. Sungguh unik. Coba kalau salah satu gerbong itu dibikin restoran di beberapa pojok kota, pasti menarik…

Dari Purwakarta hingga Padalarang, kereta berjalan tidak bisa terlalu cepat. Karena sudah mulai menanjak. Bahkan sesekali seperti nyaris berhenti. Yang menarik adalah pemandangan diluarnya di kiri-kanan kita. Hijaunya alam Pasundan begitu mempesona. Perlahannya kecepatan kereta membuat kita leluasa untuk melihat hijaunya pemandangan diluar.

Jalur kereta yang dibangun pada 1869 oleh Belanda ini, juga melewati banyak jembatan, jalur berliku dan menanjak-menurun, serta satu terowongan yang lumayan panjang. Di beberapa lintasan kita juga bisa menyaksikan kendaraan yang berada di jalur tol Purbalenyi.  Juga ada jembatan yang ketinggian sekitar 80 meter, seperti saat melintas di Cikubang, Cisomang dan Ciganea.

Memang suatu ketika pernah ada petugas di dalam kereta yang memberikan pengumuman melalui pengeras suara tentang pemandangan yang ada di kiri-kanan jalan. Tapi ini tidak rutin dilakukan oleh si petugas. Sebaiknya bisa rutin atau dibuat dalam sistem rekaman saja, sehingga saat kereta melintas di daerah tertentu yang pemandangannya bagus dan memiliki makna penting sejarah, pengumuman itu bisa didengar oleh seluruh penumpang.

Kereta Argo Parahiyangan dengan tarif mulai 75 hingga 120 ribu per penumpang ini, sangat layak dipertahankan keberadaannya. Dan bahkan bisa ditingkatkan kualitas layanannya. Kereta full ac dan ada sajian makan-minum dengan bayar ini, juga bisa menampilkan kuliner khas Sunda dalam menunya. Sehingga aroma kedaerahannya menjadi sangat terasa.

Kereta ini yang setiap hari melayani masyarakat mulai pukul 05.00 pagi hingga 20.00 (sebanyak Sembilan kali dalam sehari pulang-pergi), juga dalam program TV yang ditayangkan di tiap gerbong, dapat pula sekilas diisi  dengan tampilan cerita singkat soal sejarah jaringan kereta Jakarta-Bandung-Jakarta. Hal serupa tentunya juga bisa dilakukan di rute lain, baik di Jawa maupun Sumatera. Sehingga  PT KAI dapat memberikan edukasi singkat kepada penumpang disamping diberi hiburan dengan tayangan musik dan film, juga ada sisipan sejarah perkeretaapian (Abri). Foto : Abriyanto

Share:

Ceria di Argo Parahiyangan

Jakarta (Indonesia Mandiri) – Bepergian ke Bandung dari Jakarta akan banyak kisah bila kita memilih naik kereta. Nama keretanya Argo Parahiyangan. Memang jarak tempuh yang sekitar tiga jaman, masih kalah sedikit dibanding kalau kita naik kendaraan roda empat via tol Cikampek-Purbalenyi. Tetapi, pemandangan dan suasana selama perjalanan di kereta selama Jakarta-Bandung atau sebaliknya sebenarnya justru sangat mengasikkan.

Kalau dari Jakarta ke Bandung, kira-kira setelah satu setengah jam perjalanan, bila kereta kebagian berhenti di stasiun Purwakarta, maka di sebelah kiri kita akan terlihat tumpukan gerbong-gerbong kereta yang sangat banyak. Sungguh unik. Coba kalau salah satu gerbong itu dibikin restoran di beberapa pojok kota, pasti menarik…

Dari Purwakarta hingga Padalarang, kereta berjalan tidak bisa terlalu cepat. Karena sudah mulai menanjak. Bahkan sesekali seperti nyaris berhenti. Yang menarik adalah pemandangan diluarnya di kiri-kanan kita. Hijaunya alam Pasundan begitu mempesona. Perlahannya kecepatan kereta membuat kita leluasa untuk melihat hijaunya pemandangan diluar.

Jalur kereta yang dibangun pada 1869 oleh Belanda ini, juga melewati banyak jembatan, jalur berliku dan menanjak-menurun, serta satu terowongan yang lumayan panjang. Di beberapa lintasan kita juga bisa menyaksikan kendaraan yang berada di jalur tol Purbalenyi.  Juga ada jembatan yang ketinggian sekitar 80 meter, seperti saat melintas di Cikubang, Cisomang dan Ciganea.

Memang suatu ketika pernah ada petugas di dalam kereta yang memberikan pengumuman melalui pengeras suara tentang pemandangan yang ada di kiri-kanan jalan. Tapi ini tidak rutin dilakukan oleh si petugas. Sebaiknya bisa rutin atau dibuat dalam sistem rekaman saja, sehingga saat kereta melintas di daerah tertentu yang pemandangannya bagus dan memiliki makna penting sejarah, pengumuman itu bisa didengar oleh seluruh penumpang.

Kereta Argo Parahiyangan dengan tarif mulai 75 hingga 120 ribu per penumpang ini, sangat layak dipertahankan keberadaannya. Dan bahkan bisa ditingkatkan kualitas layanannya. Kereta full ac dan ada sajian makan-minum dengan bayar ini, juga bisa menampilkan kuliner khas Sunda dalam menunya. Sehingga aroma kedaerahannya menjadi sangat terasa.

Kereta ini yang setiap hari melayani masyarakat mulai pukul 05.00 pagi hingga 20.00 (sebanyak Sembilan kali dalam sehari pulang-pergi), juga dalam program TV yang ditayangkan di tiap gerbong, dapat pula sekilas diisi  dengan tampilan cerita singkat soal sejarah jaringan kereta Jakarta-Bandung-Jakarta. Hal serupa tentunya juga bisa dilakukan di rute lain, baik di Jawa maupun Sumatera. Sehingga  PT KAI dapat memberikan edukasi singkat kepada penumpang disamping diberi hiburan dengan tayangan musik dan film, juga ada sisipan sejarah perkeretaapian (Abri). Foto : Abriyanto

Share:

Konsorsium Roket Nasional Uji Roket R-Han 122B

Pamengpeuk (Indonesia Mandiri) – Balai Produksi dan Pengujian Roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Pamengpeuk, Garut, Jawa Barat, Kamis lalu (20/8) didatangi Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizrad Ryacudu bersama rombongan. Kunjungan tersebut terkait proyek Konsorsium Roket Nasional yang sedang melaksanakan Uji Dinamik 2 Roket R-Han 122B dari hasil penyempurnaannya.

Roket R-Han 122B merupakan salah satu dari tujuh Program Strategis Nasional untuk memenuhi Kebutuhan Alutsista TNI. Arah pengembangan Roket Nasional adalah memenuhi spesifikasi  teknis pengguna, yakni RX-1220. Karena itu, R-Han 122B yang dikembangkan saat ini adalah dalam kerangka pencapaian sasaran tersebut. Program Roket R-Han 122B dimulai sejak 2014 dengan biaya APBN.

Uji Dinamik 2 merupakan proses perbaikan minor dalam penyempurnaan bidang desain untuk memperbaiki trajectory atau lintasan stabilitas dan jarak capai dari Uji Dinamik 1 yang telah dilaksanakan pada Juni 2015 sebagai implementasi dari Konsorsium 2014. Pada Uji Dinamik ke 2 Roket R-Han 122B  dilakukan sebanyak enam unit roket dengan desain Roket RM 70 Grad Marinir.

Adapun Konsorsium Roket Nasional ini terdiri dari Kemhan,, Kemristek dan Dikti, Kemudian LAPAN, PT. DI, PT. Pindad, PT. Dahana, PT. Krakatau Steel, ITB dan ITS juga telah mengembangkan roket kaliber 122 mm dengan panjang propelan dua meter dengan nama R-Han 122B yang mampu menjangkau sasaran darat ke darat sejauh 23 km.

Selain menjadi salah satu forum pembelajaran dalam mengejar teknologi peroketan di lingkungan Kemhan dan TNI, Uji Dinamik Roket R-Han 122B ini juga digunakan sebagai wadah koordinasi guna mewujudkan sinkronisasi,  serta sebagai sarana evaluasi dan diskusi dalam proses penyelenggaraan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pertahanan antar industri pertahanan.

Program ini dilakukan diantaranya sebagai upaya menggiatkan produk dalam negeri dalam bidang alutsista sehingga kedepannya dapat mengurangi secara bertahap ketergantungan dengan produk luar negeri. “Saya menaruh perhatian yang tinggi terhadap program Roket R-Han 122B ini untuk dapat dituntaskan dan kelak menjadi kekuatan Alutsista TNI”, tegas Menhan.

Ini sejalan pula dengan tujuh Program Strategis Nasional di bidang Alutsista, di mana diantaranya adalah Roket Pertahanan atau disingkat R-Han. Program Roket R-Han 122B ini adalah pelaksanaan dari Program Nasional Strategis yang dinanti-nantikan banyak pihak, karena keberhasilan program ini akan menorehkan sejarah hasil karya anak bangsa (Taruna).

Sumber Foto : Puskom Kemhan

Share:

Hubungan Indonesia Jepang

Jakarta (Indonesia Mandiri) - Berawal dari Jepang menjajah Indonesia, tetapi kini kedua negara tersebut telah membina hubungan baik. Hal itu dapat dilihat dari adanya hubungan kerjasama dan pertukaran di berbagai bidang seperti politik, ekonomi, kebudayaan dlsb. Hubungan Bilateral dibuka pada bulan 20 Januari 1958 dengan Penandatanganan Perjanjian Perdamaian antara Jepang dan Republik Indonesia. Pada tahun yang sama, ditandatangani pula Perjanjian Pampasan Perang.
Di Indonesia ada sekitar 11.000 orang Jepang, sementara di Jepang terdapat lebih dari 24.000 orang Indonesia.
Lebih dari 1000 perusahaan Jepang beroperasi di Indonesia, dengan mempekerjakan 300.000 orang Indonesia.
Alamat Kedutaan Jepang di Jakarta
Jalan M.H. Thamrin No. 24, Jakarta Pusat (10350),  Telepon: +62.21.31924308, Faks: +62.21.31925460,

Alamat Konsulat Jenderal Jepang di Jakarta
Jalan M.H. Thamrin No. 24, Jakarta 10350 Indonesia, Telepon: +62.21.31924308, Faks: +62.21.3157156
Wilayah: Kerja:Jakarta, Banten,Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung.

Alamat Konsulat Jenderal Jepang di Medan
Wisma BII, 5th floor, Jalan Pangeran Diponegoro No. 18, Medan, Sumatera Utara Indonesia, Telepon: +62.61.4575193, Faks: +62.61.4574560
Wilayah Kerja: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau.

Alamat Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya
Jalan Sumatera No. 93 Surabaya Indonesia, Telepon: +62.31.5030008, Faks: +62.31.5030037
Wilayah: Kerja: Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan.

Alamat Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar
Jalan Raya Puputan No.170 Renon, Denpasar Bali, Indonesia, Telepon: +62.361.227628, Faks: +62.361.265066
Wilayah Kerja: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Alamat Konsulat Jenderal Jepang di Makassar
Jalan Jenderal Sudirman No.31 Makassar Indonesia, Telepon: +62.411.871030, 872323, Faks: +62.411.853946
Wilayah Kerja: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Selatan, Maluku, Papua (Irian Jaya).

Alamat Kedutaan Besar R.I. di Jepang
5-2-9 Higashi Gotanda, Shinagawa-ku, Tokyo 141-0022, Telp. (03) 3441-4201 ext. 426, 237 Fax. (03) 3447-1697

Konjen R.I. di Osaka
Daiwa, Bank Semba Bldg, 6 th floor 4-21, Miami Semba 4-chome chuo-ku, Osaka 542-0081 Japan Telp (06) 62529823, 62529829, 62529871 Fax(06) 62529872, Telex 5234166-9872
Share:

Hubungan Indonesia Jerman

Berlin (Indonesia Mandiri) - Tahun 1952, adalah tahun dimana hubungan Jerman–Indonesia dijalin secara resmi, dengan kata lain hubungan diplomatik dibentuk. Akan tetapi, hubungan antara Bangsa Jerman dan Bangsa Indonesia sudah ada sejak abad ke-19, saat sejumlah orang berkebangsaan Jerman migrasi ke Indonesia kala itu masih Hindia Belanda.
Hubungan bilateral kedua negara ini sangatlah penting, hal ini disebabkan dimana masing-masing negara memegang pengaruh geopolitik yang signifikan di wilayahnya masing-masing. Jerman yang dikenal sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Uni Eropa, sementara Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar di ASEAN.
Jerman dan Indonesia merupakan anggota dari organisasi G-20, dimana Jerman memiliki Kedutaan Besar Jerman di Jakarta (Jl. Mh. Thamrin 1, Menteng, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310, Telp:(021) 39855000), dan Indonesia memiliki Kedutaan Besar Indonesia di Berlin (Lehrter Str. 16-17, 10557 Berlin, Republik Federal Jerman, Telp.: +49-30-47807-200, Fax   : +49-30-44737-142).
Raden Saleh, pelukis maestro asal Indonesia, menjadi salah satu simbol hubungan antara Indonesia dan Jerman, yang dianggap pionir seni lukis modern Indonesia, yang pernah puluhan tahun tinggal di Jerman pada abad ke-19. Raden Saleh juga dipengaruhi oleh seniman Romantik Jerman di Dresden, Saxonia. Franz-Xavier Augustin (Direktur Goethe Institute) menyakini, kiranya Raden Saleh adalah orang pertama yang benar-benar melakukan pertukaran budaya antara Indonesia dan Jerman. (SSM)
Share:

Kata Bijak 2 Sapto Satrio Mulyo

 "Pakailah Nilai-nilai Leluhur Bangsa Indonesia, bukan Bangsa lain, meskipun mereka mengiming-imingi Surga Sekalipun"
Sapto Satrio Mulyo
Share:

Kata Bijak 1 Sapto Satrio Mulyo

 "Tinggalkan Mereka yang Masih Ingin Menghianati Bangsa mu, Kini Saatnya Kamu Memegang Kendali Arah"
Sapto Satrio Mulyo
Share:

Jenderal Soedirman

Jenderal Besar Raden Soedirman adalah Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia pertama, ia sangat dihormati di Indonesia, terutaama di kalangan Militer. Soedirman mulai menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi semenjak di bangku pendidikan. Setelah Jepang menduduki Hindia Belanda pada 1942, pada tahun 1944, ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang, dan menjabat sebagai komandan batalion di Banyumas. Selama menjabat, Soedirman bersama rekannya sesama prajurit melakukan pemberontakan, namun kemudian diasingkan ke Bogor.

Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Soedirman melarikan diri dari penahanan, kemudian pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Kemudian Soedirman ditugaskan untuk mengawasi proses penyerahan diri tentara Jepang di Banyumas, yang dilakukannya setelah mendirikan divisi lokal Badan Keamanan Rakyat.

Pada 24 Agustus, sesudah dektrit pertama diumumkan, berangkatlah para mahasiswa yang diberi tugas ke daerah-daerah, untuk bersama Pemerintah setempat dan tokoh-tokoh masyarakat membentuk KNI Daerah, dan bersama dengan bekas PETA dan Heiho setempat membentuk BKR, dengan pesan agar merebut senjata dari Jepang. Sementara itu, Moeljo Hartrodipuro dan Soejono Ms ditugaskan untuk menyerahkan pengangkatan Pak Soedirman sebagai Komandan BKR Poerwokerto, juga untuk pengangkatan Residen Iskak dan Bupati Ganda Soebrata, Soeprapto sebagai Ketua Seinendan di Poerwokerto (Hal. 122, hal 120)

Pada 20 Oktober, Soedirman membentuk pasukan, yang kemudian dijadikan bagian dari Divisi V  oleh Panglima sementara Oerip Soemohardjo, sementara Soedirman bertanggung jawab atas divisi tersebut.

Pada 12 November 1945, dalam sebuah pemilihan untuk menentukan panglima besar TKR di Yogyakarta, Soedirman terpilih menjadi panglima besar, sedangkan Oerip, yang telah aktif di militer sebelum Soedirman lahir, menjadi kepala staff.

Sementara menunggu pengangkatan, Soedirman memerintahkan serangan terhadap pasukan Inggris, dan Belanda di Ambarawa. Melalui pertempuran ini, mengakibatkan penarikan diri tentara Inggris, yang berdampat pada semakin kuatnya dukungan rakyat terhadap Soedirman,

Pada 18 Desember, Soedirman diangkat sebagai Panglima Besar.

Selama tiga tahun berikutnya, Soedirman menjadi saksi kegagalan negosiasi dengan tentara kolonial Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia, yang pertama adalah Perjanjian Linggarjati –yang turut disusun oleh Soedirman – dan kemudian Perjanjian Renville –yang menyebabkan Indonesia harus mengembalikan wilayah yang diambilnya dalam Agresi Militer I kepada Belanda dan penarikan 35.000 tentara Indonesia.

Soedirman juga menghadapi pemberontakan dari dalam, termasuk upaya kudeta pada 1948. Dirinya kemudian menyalahkan peristiwa-peristiwa tersebut sebagai penyebab penyakit tuberkulosis-nya; karena infeksi tersebut, paru-paru kanannya dikempeskan pada bulan November 1948.

Pada 19 Desember 1948, beberapa hari setelah Soedirman keluar dari rumah sakit, Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki Yogyakarta. Di saat pemimpin-pemimpin politik berlindung di kraton sultan, Soedirman, beserta sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya, melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya selama tujuh bulan.

Padamulanya pasukan Soedirman diikuti oleh pasukan Belanda, tetapi Soedirman dan pasukannya berhasil lolos, dan mendirikan markas sementara di Sobo, dekat Gunung Lawu. Dari tempat inilah, Soedirman mampu memberikan perintah kegiatan militer di Pulau Jawa, termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta.

Saat Belanda mulai menarik diri, Soedirman dipanggil kembali ke Yogyakarta pada bulan Juli 1949. Walaupun Soedirman tetap ingin terus melanjutkan perlawanan terhadap pasukan Belanda, tetapi ia dilarang oleh Presiden Soekarno. Penyakit TBC-nya kambuh; ia pun pensiun, dan pindah ke Magelang. Soedirman wafat lebih kurang satu bulan setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Bendera setengah tiang dikibarkan dimana-mana, ribuan orang mengiringi prosesi upacara pemakaman.

Perlawanan gerilyanya ditetapkan sebagai sarana pengembangan esprit de corps bagi Tentara Indonesia, dan rute gerilya sepanjang 100-kilometre (62 mil) yang ditempuhnya dahulu, harus diikuti oleh taruna Indonesia sebelum lulus dari Akademi Militer.

Soedirman ditampilkan dalam uang kertas rupiah keluaran 1968, dan namanya diabadikan menjadi nama sejumlah jalan, universitas, museum, dan monumen.

Pada 10 Desember 1964, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Sumber : Buku "Lahirya Satu Bangsa dan Negara - Penerbit Universitas Indonesia", "Mahasiswa '45 Prapatan-10: Pengabdiannya 1 - Penerbit Padma Bandung",  dan berbagai sumber
Share:

Pesona Alor Akan Sihir Wisatawan

Jakarta (Indonesia Mandiri) – Salah satu hajatan wisata tahunan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak boleh diabaikan adalah Festival Adventure Indonesia. Rencananya, kegiatan beragam bentuk wisata ini akan diselenggarakan mulai 15 hingga 20 September 2015, di Kabupaten Alor, NTT.

Bupati Kabupaten Alor, Amon Djobo, sengaja datang ke Kantor Sapta Pesona Kementerian Pariwisata di Jakarta (20/8) untuk bertatap muka dengan wartawan sekaligus menjelaskan festival wisata yang bergengsi ini. Kunjungan Amon juga diterima oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, yang serta merta sangat mendukung festival tersebut.

Alor  yang masih asri dengan berbagai budaya uniknya, memang perlu diperkenalkan sebagai tujuan wisata di daerah Indonesia Timur. Selain budaya yang masih asli, Alor juga memiliki potensi alam begitu  alami untuk penggemar petualangan alam sebagai bagian dari rangkaian cincin api, di mana Gunung Apinya menjadi sabuk Pasifik yang kaya akan geoheritage. Kegiatan lain seperti menyelam, naik gunung dan bersepeda, akan menjadi semakin mengenal gunung, laut dan perairan Alor.

Perairan Alor menjadi lintasan ikan Paus dan terkadang memiliki arus bawah air sedingin -5 derajat celsius yang berasal dari lingkar Kutub Selatan. Sehinga pertemuan arus ini ditandai dengan terapungnya ribuan ikan di laut dangkal. Laut Alor juga terkenal dengan keindahan terumbu karang dan keindahan bawah laut untuk penggemar menyelam. Laut Alor adalah laut terindah sehingga media asing menjuluki bawah laut terindah mirip Kepulauan Karibia.

Semua keunikan Alor tersebut akan tersaji secara apik dalam Festival Bahari Alor (16-18 September) dan Festival Adventure Indonesia (15-20 September).  Puncak acara Festival Bahari akan mengambil lokasi di di Pantai Sebanjar, Desa Alor Besar (18/9) dengan melakukan upacara Pou-Hari dan Gala Soro, dengan diiringi parade 100 kapal perang tradisional.

Dalam festival ini pertama kali ini Pemerintah Daerah Kabupaten Alor akan menyelenggarakan empat  kegiatan bahari:. Pertama, lomba foto bawah laut yang akan diikuti oleh 25 penyelam dari dalam dan luar negeri; Kedua, Pou-Hari, upacara pemberian sesajen kepada roh-roh laut untuk memberikan berkat kepada masyarakat di Desa Alor Kecil berupa banyak ikan-ikan yang bermunculan dipinggir pantai akhibar “Arus Laut Dingin”; Ketiga, Gala Soro sebagai upacara kemenangan perang yang dilakukan dilaut oleh suku-suku di Alor; dan keempat Gala Dinner di Pantai Batu Putih, Alor. Peserta akan mencicipi kuliner makanan laut, dan ikan hasil tangkapan langsung para nelayan di Pantai Batu Putih.

Salah satu acara istimewa di festival ini dengan sebutan "GALA SORO", sebenarnya sudah hampir punah ratusan tahun lalu. Gala Soro adalah pesta kemenangan Masyarakat Baranusa di Pulau Pantar saat kembali dari medan perang yang sarat akan atraksi budaya. Peserta Gala Soro nantinya berasal dari berbagai suku yang tersebar pada 17 Kecamatan di Kabupaten Alor. Ada sekitar 100 kapal dari segala penjuru Kabupaten Alor yang akan membelah birunya laut Alor, menuju ke arah para pengunjung di Pantai Sebanjar, Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut. Ada lebih dari 1000 Peserta yang memenuhi kapal-kapal itu.

Kapal-kapal itu seluruhnya berisikan lebih dari 10 pria atau ksatria berpakaian adat. Setiap kapal yang ditumpangi Raja atau Panglima Perang dikawal oleh Sembilan kapal lainnya. Ada yang membawa tombak, kelewang (pedang), ada juga yang memegang busur dan panah. Sambil menyanyikan lagu adat dan berbalaskan pantun, peserta “Gala Soro” mengarahkan busur panah ke berbagai arah, ada juga yang memamerkan keahlian mereka saat bermain pedang dalam tarian adat Cakalele (tari perang) dengan penuh semangat kegembiraan. Pesta adat Gala Soro pun berakhir dengan sorak gembira kaum wanita dan anak-anak yang sudah lama menunggu, mereka lalu berbaur bersama pasukan perang dan menyatu dalam tarian Lego-lego.

Pada saat bersamaan Pemerintah Kabupaten Alor juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Adventure Indonesia (FAI) yang kedua,  mulai 15 hingga 20 September 2015. FAI pertama pada 2014 mengambil lokasi di Kabupaten Lembata, NTT.

FAI adalah even tahunan yang secara khusus dikemas bagi para petualang dari dalam dan luar negeri yang suka dengan alam-budaya Indonesia serta kehidupan masyarakatnya yang masih asli. Kegiatan para petualang seperti menyelam (diving), bersepeda (cycling), pendakian (trekking/hiking), fotografi, camping, kuliner (culinary), culture tour serta menginap di kampung adat atau rumah penduduk dan berbaur dengan masyarakat lokal.

Adi Gerimu, penggagas acara festival di atas yang juga pegiat wisata NTT melalui lembaganya Way2East, memang berusaha keras untuk secara berkelanjutan melakukan promosi NTT di  dalam dan luar negeri (lihat: Wawancara Adi Gerimu). “NTT sudah siap menerima wisatawan dari mana saja untuk berpetualang di alam kami,” tegas Adi. Ayo kita siap berkemas mengunjungi Festival Bahari Alor dan Festival Adventure Indonesia…(Taruna).

Sumber Foto : Dok Istimewa

Share:

“Orang NTT Terima Tamu Seperti Raja”

Jakarta (Indonesia Mandiri) - Festival Adventure Indonesia (FAI) atau Festival Bahari Alor akan digelar lagi September mendatang di Nusa Tenggara Timur. Kali ini tempat yang dipilih adalah Pulau Alor, yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. FAI pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Lembata, NTT pada 24-28 September 2014.
Alor bisa diartikan juga dengan “Alam Lestari Orangnya Ramah”. Kamis lalu (20/8), sejumlah pejabat Kabupaten Alor mengadakan jumpa pers bersama Menteri Pariwisata di Kemenpar. Intinya adalah, mempromosikan FAI dan mengundang siapapun untuk bisa menikmati festival tahunan yang sangat luar biasa keunikannya.
Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus konseptor festival bergengsi ini, Adi Gerimu, sudah sejak lama mempromosikan NTT ke berbagai penjuru, baik di dalam maupun luar negeri. Adi yang juga memanfaatkan jaringan dunia maya untuk memperkenalkan NTT melalui portal Way 2 East, sangat optimis bahwa festival yang kedua ini akan banyak menyedot banyak pengunjung dari dalam dan luar negeri. Berikut petikan wawancaranya dengan Indonesiamandiri:
(T: Tanya). Apa yang melatarbelakangi festival ini dilaksanakan?
(J: Jawab). Niat saya ingin membangun Pariwisata NTT. Tetapi banyak sekali teman-teman Travel Agent yang bilang NTT mu itu belum siap dijual karena keterbatasan akomodasi, transportasi, sumber daya manusia, dan lain-lainl. Walaupun potensi wisatanya sangatlah luar biasa banyaknya mulai dari Alam, budaya, laut, Gunung, dan lain sebagainya.
Butuh waktu sekitar dua tahun untuk analisa cara dan strategi yang tepat untuk membangun Pariwisata NTT. Berkembang beberapa ide dari teman-teman maka saya menyimpulkan harus membuat Festival yang bertema Petualang karena alam NTT mendukung sekali untuk berpetualang. Maka muncullah nama Festival Adventure Indonesia, karena Festival ini bertemakan Adventure, maka sudah tidak ada masalah lagi bagi Wisatawan dengan kondisi NTT yang sangat terbatas. Soal akomodasi, peserta bisa nginap di rumah penduduk atau Kampung Adat atau Kamping dan makanan lokal. Untuk transportasi darat, peserta bisa menggunakan Truk Kayu, bis yang seadanya, Jeep (panser bahasa di NTT), angkutan antar kota bisa sebagai alat transportasi.
Untuk SDM, bagusnya orang NTT, sangat ramah dengan pendatang atau tamu, mereka akan terima tamu seperti raja, apa yang ada dirumah mereka mereka akan keluarkan yang terbaik untuk tamu mereka. Walaupun mereka tidak dibebali pendidikan cara menerima tamu tapi adat-istiadat inilah yang membuat saya yakin tamu tidak akan kecewa saat menginap di rumah penduduk. Sedangkan konsumsi, peserta Adventure sangat suka makan makanan lokal atau makanan khas daerah2 di NTT. Kesimpulannya, NTT sudah siap menerima wisatawan yang mau berpetualang/beradventure di NTT.
T. Apa tidak terkesan terlalu banyak dalam festival kali ini yang akan dijual ke para tamu?
J. Setiap daerah/Kabupaten yang menjadi tuan rumah Festival Adventure Indonesia memiliki potensi yang berbeda-beda. Seperti di Lembata tahun 2014 lalu kami hanya melakukan tiga kegiatan yaitu: Trekking, Fotografi dan Culture Tour. Nah, di FAI Alor 2015 ini ada lima kegiatan: Diving, Cycling, Trekking, Fotogradi dan Culture. Karena Alor secara infrastruktur sudah lebih siap dari Lembata dan potensi seperti Diving sudah lama terkenal. Jadi kita tidak fokus pada satu kegiatan saja karena kita melihat minat pasar, masing-masing kegiatan diatas memiliki pasar yang berbeda dan semua ada pasarnya.
T. Berwisata ke NTT banyak yang mengatakan mahal biayanya. Bagaimana menurut anda?
J. Memang betul ke NTT masih mahal Transportasinya karena baru beberapa penerbangan saja yang kesana. Apalagi kalau ke daerah-daerah kecil sangat sulit transportasi, sehingga biaya operasional tinggi, harganya ikut tinggi. Mudah-mudahan kedepan dengan terus kita menciptakan Festival-Festival baru di NTT, semakin banyak wisatawan ke NTT, perusahaan penerbangan semakin banyak dan otomatis biaya transportasi menjadi bisa ditekan lagi atau lebih terjangkau. Tetapi kalau dilihat dari kekayaan alam NTT, memang juga harus dijual mahal. Artinya orang akan bayar mahal untuk bisa melihat alam yang masih asli ini.
T. Siapa pengunjung wisata yang dominan ke NTT?
J. Sampai tahun 2015 ini wisatawan nusantara masih dominan di bandingkan dengan wisatawan mancanegara, karena alasan jaraknya lebih dekat dan wisatawan nusantara bisa beberapa kali dalam satu tahun. Sekarang yang dominan dari Jakarta. Daerah tertentu seperi Komodo, Kelimutu yang dominan dari wisatawan mancanegara, seperti Eropa dan Australia paling banyak.
T. Apa target yang mau dicapai dari festival ini?
J. Alor harus di kenal di dalam negeri (Sabang sampai Merauke) dan juga luar negeri Asia, Australi dan Eropa. Sehingga pada tahun berikutnya akan sangat mudah mendatangkan wisatawan ke Alor. Tahun ini banyak sekali media Elektronik, Cetak dan online yang akan hadir di Alor untuk meliput. Media Asing ada 10 dari Asia Tenggara. Pra-event: Alor di promosi di stasiun TV nasional, TV di bandara-bandara (Medan, Bandung, Soekarno Hatta (1 & 2), Makasar, Surabaya dan Kupang). Media online & media cetak di Jakarta. Kalau di cari di google dengan keyword “Festival Adventure Indonesia Alor” atau “Festival Bahari Alor” muncul lima halaman lebih muat tentang Alor (Taruna).
Adi Gerimu, Ketua Pelaksana Festival Adventure Indonesia
Sumber Foto : Dok Istimewa

Share:

Menggiurkannya Pasar Otomotif Indonesia

Dengan jumlah penduduk lebih dari 240 juta jiwa ditambah GDP yang USD 894,8 Milyar (2012) ini lebih tinggi dari Thailand yang GDPnya USD 376,9 Milyar dengan jumlah penduduknya 69,5 juta jiwa belum lagi dari rasio kepemilikan mobil yang baru 32 unit per 1000 penduduk (2012) masih dibawah Thailand yang 123 unit per 1000 penduduk dan Malaysia 300 unit per 1000 penduduk, maka Indonesia memiliki potensi pasar otomotif yang sangat menjanjikan setelah India dan Tiongkok. Bedanya di India dan Tiongkok, Industri Otomotif Nasional mereka turut serta memperebutkan pasar domestiknya dengan brand-brand lokal yang cukup mumpuni mengimbangi brand-brand asing yang menyerbu masuk. Bahkan dapat menciptakan new emerging market tersendiri misalnya dengan menggarap ceruk pasar mobil murah (Low Cost Car).


Grafik Jumlah Penduduk di Negara_Negara ASEAN


Grafik GDP Negara-Negara di ASEAN

 

Industri otomotif di Indonesia seolah mendapat angin segar seiring dengan kenaikan pendapatan Masyarakat Indonesia banyak industri otomotif di Indonesia (yang didominasi merek-merek asing) mengincar pasar lokal karena inflasi yang cukup rendah, pertumbuhan yang relatif tinggi dan suku bunga yang stabil bahkan cenderung menurun. Penjualan mobil di Tanah Air cenderung meningkat setiap tahunnya merupakan bukti indikator diatas sebagai berikut


Grafik Produksi dan Penjualan

 


Grafik Penjualan menurut Merek

Meskipun ada kebijakan dari pemerintah yang mungkin bakal mempengaruhi prospek industri otomotif kedepannya seperti rencana pemerintah membatasi BBM bersubsidi, pembangunan dan peningkatan sarana-sarana transportasi umum serta konversi BBM menjadi gas mau tak mau akan berdampak pada penggunaan mobil sebagai alat tranportasi. Begitu pula dengan kebijakan Bank Indonesia menaikkan tingkat suku bunga atau prosentase uang muka angsuran menjadi 30% untuk mengurangi non performing loan.

 

Namun demikian ada pula kebijakan pemerintah yang berpotensi memberikan dorongan yang cukup kuat pada industri otomotif yakni pemberian insentif pajak pada mobil-mobil Low Cost Green Car (LCGC). Mobil yang masuk dalam kategori ini harga per unit nya berkisar USD 10.000 dengan kapasitas mesin 1.000 cc sampai 1.200 cc. Adapun ceruk pasar mobil murah di Indonesia mencapai 300 ribu – 600 ribu.per tahun.

 

Banyak pelaku industri otomotif global yang bersemangat untuk bersaing memperebutkan pasar otomotif di Indonesia mereka tidak segan untuk saling “membunuh” sesame merek asing bahkan termasuk untuk “menjegal” industri otomotif nasional untuk bisa mempunyai brand lokal yang disebut dengan Mobil Nasional Indonesia, kalau Masyarakat Indonesia ingin punya Mobnas gak usah capek-capek kami bisa buatkan dan anda tinggal beli, industry otomotif Indonesia cukup menjadi ATPM kami. Begitu kira-kira keinginan mereka untuk terus menancapkan dominasinya dipasar otomotif Indonesia yang menggiurkan tersebut. Sudah saatnya Industri Otomotif Nasional Indonesia turut menikmati Pasar Otomotif Indonesia yang menggiurkan tersebut sebagai Produsen dan Pemilik Brand Lokal bukan lagi sebagai ATPM. (Anries)

Sumber – sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Kebangkitan_Nasional_Indonesia
http://www3.ntu.edu.sg/home/sulfikar/technological-nationalism.pdf
https://en.wikipedia.org/wiki/Ford_Model_T
http://mobil.otomotifnet.com/read/2011/09/23/323731/49/6/Test-Drive-Mobnas-Tawon-Cewek-juga-Bisa-Pakai-Cuy

Gambar – gambar :
https://en.wikipedia.org/wiki/Ford_Model_T#/media/File:1910Ford-T.jpg
https://en.wikipedia.org/wiki/File:Porsche_Typ12_Model2_Nuremberg.jpg
http://gambar.otomotifnet.com/Kanal%20MOBIL/ATPM/2012/01.%20Januari/Mobnas-Industri.jpg

Share:

Pertamina Ekspansi ke Luar Negeri

Jakarta (Indonesia Mandiri) - Salah satu yang menjadi fokus PT Pertamina (Persero) saat ini adalah, memfinalisasi akuisisi saham Conono Philips Algerie. Selain itu, juga tengah menjajaki sejumlah lapangan minyak dan gas di luar negeri. Langkah itu diambil demi meningkatkan produksi perseroan.

Sementara di dalam negeri, perusahaan migas pelat merah ini terus fokus mengeksplorasi lapangan migas yang dikelola, atau blok baru yang akan dikelola. PT. Pertamina juga akan galakkan  eksplorasi di Jawa, Sumatera, Kalimantan. Harapannya di beberapa lokasi.

Share:

Kode Etik

Peraturan Dewan Pers

PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER

Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Keberadaan media siber di Indonesia juga merupakan bagian dari kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers.

Media siber memiliki karakter khusus sehingga memerlukan pedoman agar pengelolaannya dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Untuk itu Dewan Pers bersama organisasi pers, pengelola media siber, dan masyarakat menyusun Pedoman Pemberitaan Media Siber sebagai berikut:

  1. Ruang Lingkup
  1. Media Siber adalah segala bentuk media yang menggunakan wahana internet dan melaksanakan kegiatan jurnalistik, serta memenuhi persyaratan Undang-Undang Pers dan Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan Dewan Pers.
  2. Isi Buatan Pengguna (User Generated Content) adalah segala isi yang dibuat dan atau dipublikasikan oleh pengguna media siber, antara lain, artikel, gambar, komentar, suara, video dan berbagai bentuk unggahan yang melekat pada media siber, seperti blog, forum, komentar pembaca atau pemirsa, dan bentuk lain.
  1. Verifikasi dan keberimbangan berita
  1. Pada prinsipnya setiap berita harus melalui verifikasi.
  2. Berita yang dapat merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan.
  3. Ketentuan dalam butir (a) di atas dikecualikan, dengan syarat:
    1. Berita benar-benar mengandung kepentingan publik yang bersifat mendesak;
    2. Sumber berita yang pertama adalah sumber yang jelas disebutkan identitasnya, kredibel dan kompeten;
    3. Subyek berita yang harus dikonfirmasi tidak diketahui keberadaannya dan atau tidak dapat diwawancarai;
    4. Media memberikan penjelasan kepada pembaca bahwa berita tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut yang diupayakan dalam waktu secepatnya. Penjelasan dimuat pada bagian akhir dari berita yang sama, di dalam kurung dan menggunakan huruf miring.
  4. Setelah memuat berita sesuai dengan butir (c), media wajib meneruskan upaya verifikasi, dan setelah verifikasi didapatkan, hasil verifikasi dicantumkan pada berita pemutakhiran (update) dengan tautan pada berita yang belum terverifikasi.
  1. Isi Buatan Pengguna (User Generated Content)
  1. Media siber wajib mencantumkan syarat dan ketentuan mengenai Isi Buatan Pengguna yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, yang ditempatkan secara terang dan jelas.
  2. Media siber mewajibkan setiap pengguna untuk melakukan registrasi keanggotaan dan melakukan proses log-in terlebih dahulu untuk dapat mempublikasikan semua bentuk Isi Buatan Pengguna. Ketentuan mengenai log-in akan diatur lebih lanjut.
  3. Dalam registrasi tersebut, media siber mewajibkan pengguna memberi persetujuan tertulis bahwa Isi Buatan Pengguna yang dipublikasikan:
    1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul;
    2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan;
    3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. Media siber memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus Isi Buatan Pengguna yang bertentangan dengan butir (c).
  5. Media siber wajib menyediakan mekanisme pengaduan Isi Buatan Pengguna yang dinilai melanggar ketentuan pada butir (c). Mekanisme tersebut harus disediakan di tempat yang dengan mudah dapat diakses pengguna.
  6. Media siber wajib menyunting, menghapus, dan melakukan tindakan koreksi setiap Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan dan melanggar ketentuan butir (c), sesegera mungkin secara proporsional selambat-lambatnya 2 x 24 jam setelah pengaduan diterima.
  7. Media siber yang telah memenuhi ketentuan pada butir (a), (b), (c), dan (f) tidak dibebani tanggung jawab atas masalah yang ditimbulkan akibat pemuatan isi yang melanggar ketentuan pada butir (c).
  8. Media siber bertanggung jawab atas Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan bila tidak mengambil tindakan koreksi setelah batas waktu sebagaimana tersebut pada butir (f).
  1. Ralat, Koreksi, dan Hak Jawab
  1. Ralat, koreksi, dan hak jawab mengacu pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Hak Jawab yang ditetapkan Dewan Pers.
  2. Ralat, koreksi dan atau hak jawab wajib ditautkan pada berita yang diralat, dikoreksi atau yang diberi hak jawab.
  3. Di setiap berita ralat, koreksi, dan hak jawab wajib dicantumkan waktu pemuatan ralat, koreksi, dan atau hak jawab tersebut.
  4. Bila suatu berita media siber tertentu disebarluaskan media siber lain, maka:
    1. Tanggung jawab media siber pembuat berita terbatas pada berita yang dipublikasikan di media siber tersebut atau media siber yang berada di bawah otoritas teknisnya;
    2. Koreksi berita yang dilakukan oleh sebuah media siber, juga harus dilakukan oleh media siber lain yang mengutip berita dari media siber yang dikoreksi itu;
    3. Media yang menyebarluaskan berita dari sebuah media siber dan tidak melakukan koreksi atas berita sesuai yang dilakukan oleh media siber pemilik dan atau pembuat berita tersebut, bertanggung jawab penuh atas semua akibat hukum dari berita yang tidak dikoreksinya itu.
  5. Sesuai dengan Undang-Undang Pers, media siber yang tidak melayani hak jawab dapat dijatuhi sanksi hukum pidana denda paling banyak Rp500.000.000 (Lima ratus juta rupiah).
  1. Pencabutan Berita
  1. Berita yang sudah dipublikasikan tidak dapat dicabut karena alasan penyensoran dari pihak luar redaksi, kecuali terkait masalah SARA, kesusilaan, masa depan anak, pengalaman traumatik korban atau berdasarkan pertimbangan khusus lain yang ditetapkan Dewan Pers.
  2. Media siber lain wajib mengikuti pencabutan kutipan berita dari media asal yang telah dicabut.
  3. Pencabutan berita wajib disertai dengan alasan pencabutan dan diumumkan kepada publik.
  1. Iklan
  1. Media siber wajib membedakan dengan tegas antara produk berita dan iklan.
  2. Setiap berita/artikel/isi yang merupakan iklan dan atau isi berbayar wajib mencantumkan keterangan .advertorial., .iklan., .ads., .sponsored., atau kata lain yang menjelaskan bahwa berita/artikel/isi tersebut adalah iklan.
  1. Hak Cipta

Media siber wajib menghormati hak cipta sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  1. Pencantuman Pedoman

Media siber wajib mencantumkan Pedoman Pemberitaan Media Siber ini di medianya secara terang dan jelas.

  1. Sengketa

Penilaian akhir atas sengketa mengenai pelaksanaan Pedoman Pemberitaan Media Siber ini diselesaikan oleh Dewan Pers.

Jakarta, 3 Februari 2012
(Pedoman ini ditandatangani oleh Dewan Pers dan komunitas pers di Jakarta, 3 Februari 2012).

 

Share:

Panser Anoa

Jakarta (Indonesia Mandiri) - Panser Anoa buatan PT Pindad sudah mendapat pengakuan PBB, yang kemudian dibeli oleh beberapa negara lain seperti Malaysia, Brunei dan beberapa negara lainnya, yang diikuti negara-negara Nepal, Irak, Bangladesh, Pakistan, dan beberapa negara lainnya yang tertarik untuk memesannya dikemudian hari.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memesan 14 unit Panser Anoa pada tahun 2015, hal ini adalah untuk pemesanan yang kedua kalinya, dimana sebelumnya PBB telah mengoperasikan 46 unit Kendaraan Taktis (Rantis) buatan PT Pindad (Persero) yang dipesan dengan warna putih dan bertulisan "UN".

Untuk mencapai keberhasilan dunia Internasional, jalan panjang dan berliku telah dilalui PT Pindad. Kendaraan angkut personel ini dikembangkan dengan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), pada tahun 2005. Saat itu, Pindad merancang panser 6x6 yang berbasis truk Perkasa buatan PT Texmaco. Panser 6x6 pertama dengan kode APS1-V1 ini dinamai "Si Jablay".
Dengan desain monokok berlapis baja tahan peluru, Anoa dilengkapi sistem suspensi batang torsi. Panser Anoa memiliki beberapa varian yakni; Anoa RCWS, Anoa Recovery, Anoa APC (Armoured Personnel Carrier atau lebih dikenal dengan Anoa 6 x 6 APC), Anoa Ambulance, Anoa Logistic, Anoa Ampibi, Panser Anoa Canon.
Yang lebih membanggakan lagi, Anoa telah menggunakan hampir 65 persen komponen dalam negeri, seperti suspensi dan body hull, didesain dan diproduksi oleh PT Pindad sendiri. Salah satu vendor untuk mesin Anoa adalah Renault, yakni mesin diesel turbocharged MIDR 062045 yang berkekuatan 320 tenaga kuda dan transmisi Otomatis ZF S6HP502, 6 maju, 1 mundur. (SSM) Foto : Istimewa
Share:

Panser Anoa

Jakarta (Indonesia Mandiri) - Panser Anoa buatan PT Pindad sudah mendapat pengakuan PBB, yang kemudian dibeli oleh beberapa negara lain seperti Malaysia, Brunei dan beberapa negara lainnya, yang diikuti negara-negara Nepal, Irak, Bangladesh, Pakistan, dan beberapa negara lainnya yang tertarik untuk memesannya dikemudian hari.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memesan 14 unit Panser Anoa pada tahun 2015, hal ini adalah untuk pemesanan yang kedua kalinya, dimana sebelumnya PBB telah mengoperasikan 46 unit Kendaraan Taktis (Rantis) buatan PT Pindad (Persero) yang dipesan dengan warna putih dan bertulisan "UN".

Untuk mencapai keberhasilan dunia Internasional, jalan panjang dan berliku telah dilalui PT Pindad. Kendaraan angkut personel ini dikembangkan dengan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), pada tahun 2005. Saat itu, Pindad merancang panser 6x6 yang berbasis truk Perkasa buatan PT Texmaco. Panser 6x6 pertama dengan kode APS1-V1 ini dinamai "Si Jablay".
Dengan desain monokok berlapis baja tahan peluru, Anoa dilengkapi sistem suspensi batang torsi. Panser Anoa memiliki beberapa varian yakni; Anoa RCWS, Anoa Recovery, Anoa APC (Armoured Personnel Carrier atau lebih dikenal dengan Anoa 6 x 6 APC), Anoa Ambulance, Anoa Logistic, Anoa Ampibi, Panser Anoa Canon.
Yang lebih membanggakan lagi, Anoa telah menggunakan hampir 65 persen komponen dalam negeri, seperti suspensi dan body hull, didesain dan diproduksi oleh PT Pindad sendiri. Salah satu vendor untuk mesin Anoa adalah Renault, yakni mesin diesel turbocharged MIDR 062045 yang berkekuatan 320 tenaga kuda dan transmisi Otomatis ZF S6HP502, 6 maju, 1 mundur. (SSM) Foto : Istimewa
Share:

Panser Anoa

Jakarta (Indonesia Mandiri) - Panser Anoa buatan PT Pindad sudah mendapat pengakuan PBB, yang kemudian dibeli oleh beberapa negara lain seperti Malaysia, Brunei dan beberapa negara lainnya, yang diikuti negara-negara Nepal, Irak, Bangladesh, Pakistan, dan beberapa negara lainnya yang tertarik untuk memesannya dikemudian hari.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memesan 14 unit Panser Anoa pada tahun 2015, hal ini adalah untuk pemesanan yang kedua kalinya, dimana sebelumnya PBB telah mengoperasikan 46 unit Kendaraan Taktis (Rantis) buatan PT Pindad (Persero) yang dipesan dengan warna putih dan bertulisan "UN".

Untuk mencapai keberhasilan dunia Internasional, jalan panjang dan berliku telah dilalui PT Pindad. Kendaraan angkut personel ini dikembangkan dengan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), pada tahun 2005. Saat itu, Pindad merancang panser 6x6 yang berbasis truk Perkasa buatan PT Texmaco. Panser 6x6 pertama dengan kode APS1-V1 ini dinamai "Si Jablay".

Dengan desain monokok berlapis baja tahan peluru, Anoa dilengkapi sistem suspensi batang torsi. Panser Anoa memiliki beberapa varian yakni; Anoa RCWS, Anoa Recovery, Anoa APC (Armoured Personnel Carrier atau lebih dikenal dengan Anoa 6 x 6 APC), Anoa Ambulance, Anoa Logistic, Anoa Ampibi, Panser Anoa Canon.

Yang lebih membanggakan lagi, Anoa telah menggunakan hampir 65 persen komponen dalam negeri, seperti suspensi dan body hull, didesain dan diproduksi oleh PT Pindad sendiri. Salah satu vendor untuk mesin Anoa adalah Renault, yakni mesin diesel turbocharged MIDR 062045 yang berkekuatan 320 tenaga kuda dan transmisi Otomatis ZF S6HP502, 6 maju, 1 mundur.

Share:

AASAM: TNI & Pindad Juara

Jakarta (Indonesia Mandiri) - Dalam perlombaan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) yang berakhir pada 23 Mei 2015, tim TNI AD menang telak mengalahkan Australia, Amerika, dan sejumlah negara Eropa.
TNI AD mengantongi 30 medali emas dari 50 medali yang diperebutkan. Kontingen Indonesia berhasil mendapat 30 Medali Emas, 16 Perak, dan 10 Perunggu.
Angkatan Darat Australia, berhasil meraih posisi kedua, dengan 4 Medali Emas, 9 Perak, dan 6 Perunggu. Sedangkan Amerika Serikat berhasil meraih posisi ketiga, dengan 4 Medali Emas, 1 Perak, dan 2 Perunggu.
Dalam lomba kali ini, TNI AD menurunkan 14 prajurit dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan Komando Cadangan Strategis (Kostrad). Dengan ditemani oleh 5 Staf, dan dua Tenaga Ahli dari PT Pindad.
Dengan hasil di atas, secara langsung dapat dikatakan selain SDM-nya, bahwa PT. Pindad berhasil memproduksi senjata yang sangat berkualitas. Dimana senjata yang mewakili kualitas tersebut adalah, Pindad SS2 varian 4 dan Pindad Pistol G2 Elite yang digunakan penembak TNI, dalam lima kategori lomba, yakni; menembak pistol, senapan, senapan otomatis, sniper dan gabungan. (SSM), Foto: Pindad
Share:

AASAM: TNI & Pindad Juara

Jakarta (Indonesia Mandiri) - Dalam perlombaan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) yang berakhir pada 23 Mei 2015, tim TNI AD menang telak mengalahkan Australia, Amerika, dan sejumlah negara Eropa.
TNI AD mengantongi 30 medali emas dari 50 medali yang diperebutkan. Kontingen Indonesia berhasil mendapat 30 Medali Emas, 16 Perak, dan 10 Perunggu.
Angkatan Darat Australia, berhasil meraih posisi kedua, dengan 4 Medali Emas, 9 Perak, dan 6 Perunggu. Sedangkan Amerika Serikat berhasil meraih posisi ketiga, dengan 4 Medali Emas, 1 Perak, dan 2 Perunggu.
Dalam lomba kali ini, TNI AD menurunkan 14 prajurit dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan Komando Cadangan Strategis (Kostrad). Dengan ditemani oleh 5 Staf, dan dua Tenaga Ahli dari PT Pindad.
Dengan hasil di atas, secara langsung dapat dikatakan selain SDM-nya, bahwa PT. Pindad berhasil memproduksi senjata yang sangat berkualitas. Dimana senjata yang mewakili kualitas tersebut adalah, Pindad SS2 varian 4 dan Pindad Pistol G2 Elite yang digunakan penembak TNI, dalam lima kategori lomba, yakni; menembak pistol, senapan, senapan otomatis, sniper dan gabungan. (SSM), Foto: Pindad
Share:

Kinerja Mahkamah Konstitusi 2014-2015

Dalam rangka memperingati Hari Konstitusi yang jatuh pada 18 Agustus 2015, Setara Institute meriset (19 Agustus 2014 s/d 14 Agustus 2015), 135 putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang memiliki kontribusi yang positif, negatif, dan netral, terhadap kemajuan hak azasi manusia.

Dari hasil riset tersebut di atas, hasil putusan MK tersebut memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan Hak Azasi Manusia (HAM), Pluralisme dan Demokrasi ber-Konstitusional.

MK telah mengeluarkan putusan, yang mengembalikan independensi organisasi masyarakat sebagai bagian dari hak kebebasan berserikat, yang diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2011 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Setara Institute menilai Mahkamah Konstitusi (MK) cukup berprestasi dalam setahun terakhir ini. Dari 135 putusan yang dihasilkan MK pada periode 19 Agustus 2014 hingga 15 Agustus 2015 adalah prestasi tertinggi sejak terbentuknya MK. (Taruna) Foto : Abriyanto

Share:

AASAM: TNI & Pindad Juara

Jakarta (Indonesia Mandiri) - Dalam perlombaan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) yang berakhir pada 23 Mei 2015, tim TNI AD menang telak mengalahkan Australia, Amerika, dan sejumlah negara Eropa.

TNI AD mengantongi 30 medali emas dari 50 medali yang diperebutkan. Kontingen Indonesia berhasil mendapat 30 Medali Emas, 16 Perak, dan 10 Perunggu.

Angkatan Darat Australia, berhasil meraih posisi kedua, dengan 4 Medali Emas, 9 Perak, dan 6 Perunggu. Sedangkan Amerika Serikat berhasil meraih posisi ketiga, dengan 4 Medali Emas, 1 Perak, dan 2 Perunggu.

Dalam lomba kali ini, TNI AD menurunkan 14 prajurit dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan Komando Cadangan Strategis (Kostrad). Dengan ditemani oleh 5 Staf, dan dua Tenaga Ahli dari PT Pindad.

Dengan hasil di atas, secara langsung dapat dikatakan selain SDM-nya, bahwa PT. Pindad berhasil memproduksi senjata yang sangat berkualitas. Dimana senjata yang mewakili kualitas tersebut adalah, Pindad SS2 varian 4 dan Pindad Pistol G2 Elite yang digunakan penembak TNI, dalam lima kategori lomba, yakni; menembak pistol, senapan, senapan otomatis, sniper dan gabungan. (Erwin Wildan), Foto: Pindad

Share:

Sejarah Awal UUD'45

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945 adalah badan yang menyusun rancangan UUD 1945. 

Pada masa sidang pertama yang berlangsung dari tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan gagasan tentang "Dasar Negara" yang diberi nama Pancasila. 

Pada tanggal 22 Juni 1945, 38 anggota BPUPKI membentuk Panitia Sembilan yang terdiri dari 9 orang untuk merancang Piagam Jakarta yang akan menjadi naskah Pembukaan UUD 1945. 

Setelah dihilangkannya anak kalimat "dengan kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya" maka naskah Piagam Jakarta menjadi naskah Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). 

Pengesahan UUD 1945 dikukuhkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bersidang pada tanggal 29 Agustus 1945. 

Naskah rancangan UUD 1945 Indonesia disusun pada masa Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI). 

Nama Badan ini tanpa kata "Indonesia" karena hanya diperuntukkan untuk tanah Jawa saja. Di Sumatera ada BPUPKI untuk Sumatera. Masa Sidang Kedua tanggal 10-17 Juli 1945. Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Undang-Undang_Dasar_Negara_Republik_Indonesia_Tahun_1945
Foto : Istimewa
Share:

Sistem Tomografi temuan DR. Warsito

Jakarta (Indonesia Mandiri) - ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. Teknologi ini pada awalnya adalah tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991.
Saat itu, pria yang lahir di Solo 1967 ini, ingin membuat teknologi yang mampu “melihat” secara tembus pandang pada dinding reaktor yang terbuat dari baja, atau pada obyek yang opaque (yang tak tembus cahaya). Riset lalu dilakukan pada Laboratorium of Molecular Transport di bawah bimbingan Profesor Shigeo Uchida.

Hounsfield dan Cormack adalah ilmuwan yang pertama kali mengembangkan teknologi ini, dengan berbasis pada sinar-X. Karena penemuannya, maka tahun 1979, kedua ilmuwan tersebut mendapatkan Hadiah Nobel untuk Bidang Kedokteran. Namun demikian, temuan DR. Warsito jauh lebih canggih dari penemuan kedua ilmuwan tersebut, karena temuan DR. Warsito berbasis padan Gelombang Suara. (EW) Foto : Dok Istimewa
Share:

Napak Tilas Jelang Proklamasi

Jakarta (indonesiamandiri) – Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang terletak di Jalan Imam Bonjol 1, Jakarta, sejak seminggu lalu sudah bersolek. Ini memang hajatan rutin yang sering dilakukan menjelang Hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus. Pada 2015 ini, di saat perayaan 70 tahun RI, acara yang digelar lumayan istimewa.

Acara napak tilas dengan berjalan kaki dari Museum ini menuju Gedung Proklamasi di jalan Proklamasi, itu memang acapkali dilaksanakan dengan mengundang banyak pihak. Namun yang tidak kalah istimewa, pihak Museum mendapat tamu kehormatan. Yakni, datangnya Nishimura Toaji, salah satu anggota dari keluarga besar Laksamana Muda Tadashi Maeda.

Maeda, yang kelahiran Kagoshima, Jepang, 3 Maret 1898, pernah bertugas sebagai Perwira Tinggi Angkatan Laut Jepang di Hindia Belanda (Indonesia). Perannya sangat strategis saat itu, karena juga sebagai perwira penghubung ke Angkatan Darat Jepang saat pendudukan di Indonesia sekitar 1942-1945.

Saat Indonesia mendekati masa proklamasi, Maeda di Jakarta tinggal di rumah dinasnya Jl Imam Bonjol No 1. Jepang ketika itu bertekuk lutut oleh kekuatan Sekutu. Para pemuda Indonesia yang berada di Jakarta, memanfaatkan menyerahnya Jepang untuk segera merebut dan menyatakan kemerdekaan. Momentum singkat ini sempat tercium oleh badan intelijen Jepang. Namun, Maeda, ternyata bersikap kooperatif kepada para pemuda. Ia justru membolehkan rumahnya untuk dijadikan markas guna merumuskan naskah proklamasi Indonesia.

Dengan dijadikannya rumah Maeda sebagai markas pemuda Indonesia untuk merancang kemerdekaan, dengan sendirinya keberadaan Jepang secara defacto mengakui kemerdekaan Indonesia. Dan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) secara marathon pun memanfaatkan peluang emas itu untuk rapat serta memutuskan agar pada 17 Agustus pagi hari, kemerdekaan Indonesia mesti dikumandangkan.

Nah, rangkaian kegiatan tersebut kemudian dikemas dengan apik oleh pihak Museum untuk secara rutin melakukan kegiatan bersejarah seperti napak tilas pada 16 Agustus. Hanya saja pada kali ini, acara tersebut menjadi lebih bermakna karena putra Maeda ikut hadir. Turut pula mendampingi Nishimura adalah dari keluarga Bung Karno, Bung Hatta, serta Ahmad Subardjo.

Acara napak tilas yang dihadiri lebih dari 1000 orang dari berbagai lapisan masyarakat ini (tokoh angkatan 45, Wirawati Catur Panca, Siswa/I SD, SMP, SMA/K, mahasiswa, Komunitas Sejarah, Sahabat Museum, Pramuka, Komunitas Sepeda Onthel, Konvoi Mobil Klasik, dan lain-lain). Acara ini dimulai sejak pagi higga sore hari. Napak tilas berakhir di Gedung Proklamasi dengan menggelar drama kemerdekaan (Taruna). Foto: Abriyanto

Share:

Tolak Amandemen UUD 45

Jakarta (Indonesia Mandir) - Kelompok Muda untuk Indonesia menggugat Amandemen UUD 1945 yang dilakukan oleh MPR sejak tahun 1999 hingga 2002. Dengan melayangkan gugatan hukum ke Pengadilan Jakarta Pusat tanggal 13 Agustus 2015. yang diregister dengan nomor perkara 360/PDT.G/ 2015/PN.JKT.PST, serta dibubuhi tanda tangan Suyatno selaku Panitera Muda Perdata.

Menurut Gigih Guntoro, salah seorang anggota Kelompok Muda untuk Indonesia tersebut, mengatakan bahwa Amandemen tersebut hanya merupakan risalah sidang umum MPR pada 14-21 Oktober 1999, tanpa memberikan penomoran, dan tidak dimasukan sebagai Lembaran Negara.

Dengan demikian, hal ini menurutnya  tidak sah secara hukum tata negara, dan hukum administrasi. Hal ini terjadi mulai Amandemen UUD 1945 ke-1 tahun 1999 hingga Amandemen ke-4 tahun 2002 yang dilakukan MPR RI, yakni empat kali amandemen UUD 1945 itu cacat prosedural. Untuk itu, dengan gugatan ini diharapkan penggunaan UUD 1945 amandemen dihentikan sementara. (EW)

Share:

Piagam Jakarta

dr. Moeljo
Bekasi (Indonesia Mandiri) - Pada tanggal 22 Juli 1945, disahkan Piagam Jakarta yang kelak menjadi naskah Pembukaan UUD 1945. Naskah rancangan konstitusi Indonesia disusun pada waktu Sidang Kedua BPUPKI tanggal 10-17 Juli 1945.
Sebelum pengesahan tanggal 18 Agustus 1945, ada nilai-nilai sejarah yang banyak dihapus dari sejarah itu sendiri, yakni:
Para wakil daerah luar Jawa, terutama karena mereka mewakili golongan Agama di luar Islam (Kristen, Hindu Bali, dan lain-lain), merasa keberatan apabila dalam Preambul itu masih ada kalimat yang berbunyi: "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya." Karena hal itu bisa diartikan bahwa dasar negara Indonesia adalah Islam. Mereka menghendaki agar diubah menjadi: "Ketuhanan Yang Maha Esa" saja. Para utusan juga menghendaki agar beberapa pasal dalam rencana UUD, antara lain yang menyatakan bahwa Presiden harus seorang Islam, supaya diubah sehingga pasal 6 ayat 1 berbunyi "Presiden ialah orang Indonesia Asli."
Menurut mereka tujuan perubahan tersebut supaya kita jangan menjadi terpecah-pecah sebagai bangsa, karena itu perlu dihilangkan kalimat-kalimat yang bisa mengganggu perasaan kaum Kristen atau pemeluk agama lain.
Usul perubahan itu mendapat perhatian serius dari para mahasiswa, dan mereka segera memperoleh persesuaian pendapat, karena masing-masing telah sama-sama menginyafi, dan benar-benar menginginkan adanya persatuandan kesatuan bangsa. Persoalan tersebut oleh mahasiswa segera diberitahukan kepada Bung Hatta melalui telpon. Bung Hatta setuju untuk membicarakan hal itu sore hari itu juga, tanggal 17 Agustus 1945, pukul 17.00. Untuk menjelaskan persoalan ini, tiga orang diutus menghadap Bung Hatta sore itu, menyampaikan alasan perubahan yang dikemukakan wakil-wakil dari Indonesia Timur.
Ketiga Utusan Mahasiswa itu ialah  Moeljo Hartrodipuro, Piet Mamahit, dan Imam Slamet yang berpakaian seragam Angkatan Laut, sehingga orang mengiranya orang Jepang. 
Perubahan-perubahan yang diajukan oleh para utusan ini dapat diterima oleh Bung Hatta dan akan disampaikan kepada Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 esok harinya.
Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.
Pada 24 Agustus, sesudah dektrit pertama diumumkan, berangkatlah para mahasiswa yang diberi tugas ke daerah-daerah, untuk bersama Pemerintah setempat dan tokoh-tokoh masyarakat membentuk KNI Daerah, dan bersama dengan bekas PETA dan Heiho setempat membentuk BKR, dengan pesan agar merebut senjata dari Jepang. Sementara itu, Moeljo Hartrodipuro dan Soejono Ms ditugaskan untuk menyerahkan pengangkatan Pak Soedirman sebagai Komandan BKR Poerwokerto, juga untuk pengangkatan Residen Iskak dan Bupati Ganda Soebrata, Soeprapto sebagai Ketua Seinendan di Poerwokerto (Hal. 122, hal 120)

Periode 1945-1949
Dalam kurun waktu 1945-1949, UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena Indonesia sedang disibukkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Maklumat Wakil Presiden Nomor X pada tanggal 16 Oktober 1945 memutuskan bahwa KNIP diserahi kekuasaan legislatif, karena MPR dan DPR belum terbentuk. Tanggal 14 November 1945 dibentuk Kabinet Parlementer yang pertama, sehingga peristiwa ini merupakan penyimpangan UUD 1945.

Periode 1959-1966
Karena situasi politik pada Sidang Konstituante 1959 dimana banyak saling tarik ulur kepentingan partai politik, sehingga gagal menghasilkan UUD baru, maka pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang salah satu isinya memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai undang-undang dasar, menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 waktu itu.

Pada masa ini, terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945, diantaranya:
  • Presiden mengangkat Ketua dan Wakil Ketua MPR/DPR dan MA serta Wakil Ketua DPA menjadi Menteri Negara
  • MPRS menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup
  • Pemberontakan G 30S
Periode 1966-1998
Pada masa Orde Baru (1966-1998), Pemerintah menyatakan kembali menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen. Namun dalam pelaksanaannya terjadi juga penyelewengan UUD 1945 yang mengakibatkan terlalu besarnya kekuasaan pada Presiden.
  • Pada masa Orde Baru, UUD 1945 juga menjadi konstitusi yang sangat “sakral”, diantara melalui sejumlah peraturan:Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945, tidak berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya
  • Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah UUD 1945, terlebih dahulu harus minta pendapat rakyat melalui referendum.
  • Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum, yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983.
V. Perubahan UUD 1945
Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru, kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat), kekuasaan yang sangat besar pada Presiden, adanya pasal-pasal yang terlalu “luwes” (sehingga dapat menimbulkan mulitafsir), serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi.

Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan negara hukum, serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mempertegas sistem presidensiil.

Dalam kurun waktu 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR:
  • Sidang Umum MPR 1999, tanggal 14-21 Oktober 1999
  • Sidang Tahunan MPR 2000, tanggal 7-18 Agustus 2000
  • Sidang Tahunan MPR 2001, tanggal 1-9 November 2001
  • Sidang Tahunan MPR 2002, tanggal 1-11 Agustus 1999 
(Sapto Satrio Mulyo)
Sumber : Lahirnya Satu Bangsa dan Negara (Penerbit Universitas Indonesia - UI Press - 1997), "Mahasiswa '45 Prapatan-10: Pengabdiannya 1 - Penerbit Padma Bandung",  dan dari berbagai sumber
Share:

Kisah Tragis Wikana sang Penculik Soekarno

Salah Satu Peran Kunci Proklamasi RI 1945
Jakarta (Indonesia Mandiri) - SETIAP gerakan kemerdekaan di sebuah bangsa, tak bisa dilepaskan dari peran para pemudanya. Tak ketinggalan di Indonesia, saat kemerdekaan 17 Agustus 1945, sejumlah pemuda turut memainkan peran penting. Salah satunya adalah pemuda bernama Wikana. Lahir di Sumedang (Jawa Barat), 16 Oktober 1914, Wikana sejak muda sudah sering melakukan kegiatan yang menentang kehadiran kaum penjajah (terutama Jepang atau Belanda).

Dari enam belas bersaudara, ada tiga nama dalam keluarga pasangan Raden Haji Soelaeman-Nonoh ini yang dikenal jaman pergerekan pra kemerdekaan. Pertama, Winanta, kemudian Rukmanda, lalu baru Wikana. Ketiganya dikenal pegiat anti penjajah yang lebih memilih perjuangan bersama Partai Komunis Indonesia.  Kedua kakaknya gugur lebih dulu sebelum kemerdekaan karena prinsip perjuangannya. Wikana sendiri, pun terlibat aktif melalui jaringannya di bawah tanah melawan penjajah.

Setelah PKI dinyatakan organisasi terlarang pada 1927 oleh Belanda, memang sejumlah tokoh pemuda seperti Amir Syarifuddin, Adam Malik, Chairul Saleh, Wikana dan lain-lain, memilih berjuang secara tersembunyi. Karena perjuanganya yang sangat radikal, Wikana pun bisa kenal dekat dengan Soekarno dan Hatta di masa itu.

Saat pendudukan Jepang, ia aktif di beberapa organisasi pemuda. Diantaranya Gerindo (Gerakan Rakyat Indonesia) serta Angkatan Pemuda Indonesia (API). Ia juga sempat ditahan oleh penjajah Belanda sebelum kemerdekaan. Saat Jepang masuk Indonesia, Wikana pun menghirup udara bebas. Ia secara lihai berganti indentitas dan nama menjadi Sunarto serta menjadi “agen” di Angkatan Laut Jepang (Kaigun) bersama Ahmad  Subardjo.

Menjelang Agustus 1945, ketika kondisi Jepang di dunia terjepit  oleh kekuatan Sekutu, pihak Kaigun memberikan sedikit keleluasaan bagi pemuda Indonesia untuk “melek politik”. Dibukalah semacam kursus pergerakan Indonesia Merdeka.  Dan di saat itu, ada tiga nama atau tempat di mana banyak pemuda aktif merangcang untuk proklamasi, seperti  Asrama Menteng 31, Asrama Indonesia Merdeka, dan Asrama Cikini 71. Wikana lebih banyak bergerak di Menteng , yang kini menjadi tempat bersejarah dengan nama Gedung Juang. Wikana di sini ditunjuk sebagai Kepala Sekolahnya.

Bahkan ketika mendengar Jepang sudah menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, Wikana bersama pemuda lainnya memaksakan kepada Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Karena saat itu waktu yang tepat. Tetapi, Soekarno yang didatangi Wikana dan kawan-kawan ternyata belum bersedia. Puncaknya, terjadilah “penculikan” Soekarno-Hatta untuk dibawa ke Rengasdengklok. Pada subuh 16 Agustus. Maksudnya, karena di Jakarta suasana belum aman, maka pengumuman proklamasi bisa dikumandangkan di Rengasdengklok, Jawa Barat.

Soekarno-Hatta memang akhirnya mau memproklamasikan Indonesia. Hanya saja, keinginan Soekarno-Hatta tetap di Jakarta dan atas pengetahuan Jepang. Jadilah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dilanjutkan di rumah Laksamana Maeda, Komandan Kaigun, di Jalan Imam Bonjol 1, Jakarta (sekarang menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi).  Keesokannya, barulah pada 17 Agustus jam 10 Indonesia memproklamirkan kemerdekannya.

Kembali ke sosok Wikana, ia menjadi salah satu tokoh kunci dari sederet pemuda menjelang detik-detik proklamasi. Patungnya masih ada di Menteng 31, tempat ia banyak menghabiskan waktunya menjelang kemerdekaan.

Nasib tragis menimpa dirinya pada pertengahan 1966. Ia diculik oleh sekelompok tentara tanpa identitas dari kediamannya di Jalan Dempo 7A, Jakarta. Setelah penculikan itu, keluarganya tidak tahu lagi nasib Wikana hingga kini Indonesia merdeka pada usia 70tahun. Dimana Wikana? Patutkah seorang pemuda yang mengabdikan segala jerih paya hanya  untuk kemerdekaan Indonesia (pernah menjabat Menteri Negara Pemuda 1947-48, Gubernur Militer Solo 1948) lalu tidak jelas rimbanya? (Taruna).
Share:

Arsip