Home » » Pejuang Sondang dan Pejuang Rahmad Darmawan

Pejuang Sondang dan Pejuang Rahmad Darmawan

Jakarta (Indonesia Mandiri) - Mungkin Anda bingung, melihat judulnya, apa hubungannya? Hubungannya adalah, mereka adalah benar-benar manusia Indonesia asli.

Hal ini dikarena bahwa, Sondang dan Rahmad Darmawan melaksanakan nilai-nilai asli Nusantara, yakni; KMK (Kompromi, Melawan - mbalelo, dan Keluar - Bedol Desa).

Sondang memang masih muda, tetapi Naluri Politik-nya tumbuh begitu jernih, sesuai nilai-nilai budaya Nenek Moyang - KMK. Tembok besar yang dijaga oleh para Politisi Politikus yang sudah terkontaminasi oleh pengaruh budaya Duo AS. Membuat dirinya melakukan Perlawanan Terakhir-nya.

Prilaku Sondang dengan ketulusannya Berjuang untuk Bangsa kita, mengingatkan kita tentang patriotisme. Begitu pula yang dilakukan oleh Rahmad Darmawan, guna melindungi dan memperjuangkan anak didiknya, dirinya harus melakukan Bedol Desa. Cerminan Nasionalisme dari Rahmad Darmawan, terlihat dari caranya menyaring para pemain bola U23,  agar dapat berlaga secara maksimal pada Sea Games 2011. Sondang dan Rahmad Darmawan selalu berfikir untuk Bangsa ini, dan bukan untuk dirinya atau golongannya.

Saya yakin, bagi penghianat nilai-nilai dasar Bangsa, mereka pasti mencibirkan tindakan kedua Pejuang di atas. Mengapa demikian?

Ya kalau kita baca dan ikuti laporan-laporan Pemilu dari waktu ke waktu, ternyata pergerakan Golongan Putih semakin menjadi favorit pilihan bagi masyarakat yang sadar, tentang ada tidaknya informasi yang benar yang mereka terima saat kampanye.

Ayo pertebal nilai-nilai dasar Nenek Moyang. Karena sampai sekarang, masih belum ada lagi Politisi Negarawan yang lahir kembali di bumi kita, setelah Bapak Bangsa kita "Bung Karno"

Sondang dan Rahmad Darmawan adalah dua sosok yang meski perjuangannya tidak bisa dibandingkan antara yang satu dengan yang lainnya, tetapi mereka sama-sama  mengingatkan kita semua, bahwa sudah waktunya memulai, untuk kembali ke Nilai-nilai Bangsa yang Luhur.

Mari Bung untuk berjuang sendiri-sendiri, dalam satu nilai dan tujuan yang sama. Apapun bentuknya, selama dalam jalur nilai-nilai Luhur Bangsa ini, dan bukan nilai-nilai Duo AS. Kita pasti bisa bangkit kembali, seperti Bangsa Atlantis - Nenek Moyang Kita.

Karena Perjuangan Bangsa Besar, bukanlah perjuangan yang dipimpin oleh Pemimpinnya, tetapi Perjuangan Yang Dipimpin oleh Nilai-nilai akar Budaya Bangsa itu sendiri.

Sebelum masuknya pengaruh asing, baik Amerika Serikat maupun Arab Saudi (Duo AS), kita adalah Bangsa yang Berbudi Luhur.

Sapto Satrio Mulyo, 14/12/2011

Thanks for reading & sharing Indonesia Mandiri

Previous
« Prev Post

Menuju Indonesia Mandiri

Populer