Home » » Dua Kemenko Kolaborasi Garap Proyek Prioritas Di Jawa Barat

Dua Kemenko Kolaborasi Garap Proyek Prioritas Di Jawa Barat

Posted by Indonesia Mandiri on Mei 29, 2021

Kemenko Marves dan Kemenko Perekonomian mengajak Pemda untuk menata berbagai proyek infrastruktur
Cirebon/Jabar
 (IndonesiaMandiri) – "Tiga hari ini kita melakukan verifikasi semua usulan yang diberikan oleh teman-teman di daerah," ujar Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo saat meninjau lokasi kilang Balongan (28/5).  

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Kemenko Perekonomian memimpin proses verifikasi usulan proyek prioritas infrastruktur kawasan Cirebon-Patimban-Kertajati (Rebana) dan Jawa Barat bagian Selatan (26-28/5). Usulan ini dimasukkan dalam lampiran Rancangan Peraturan Presiden tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Jawa Barat Bagian Selatan.

Selain dua Kementerian Koordinator ini, proses verifikasi lapangan juga diikuti oleh pejabat dari kantor Sekretariat Kabinet, Badan Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat, Pemkab Majalengka, Pemkab Indramayu, Pemkot Cirebon, Pemkab Kuningan, Pemkab Subang serta direksi PT Bandara International Jawa Barat (BJIB).

Dari proyek yang diusulkan, Wahyu berharap ada yang dapat diselesaikan sebelum 2024. Sementara itu, usulan yang sifatnya baru dan membutuhkan upaya percepatan akan segera dikerjakan bersama-sama dengan kementerian terkait.

"Kita harus berkolaborasi, Kemenko Ekon bersama dengan Kemenko Marves, Setkab serta pemerintah daerah secara bersama-sama karena hampir semua kementerian yang terkait dengan kewilayahan ini ada dibawah koordinasi kedua kemenko tersebut," tambahnya. Dalam waktu dekat, proyek infrastruktur Rebana dan Jabar bagian Selatan yang diusulkan akan jadi bagian dari lampiran Perpres.

Sementara Asisten Deputi Bidang infrastruktur Pengembangan Wilayah Kemenko Marves Djoko Hartoyo menyampaikan kesiapan pihaknya dari hasil verifikasi tersebut. "Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi bersama dengan Biro Hukum Kemenko Marves dan Biro Hukum Pemprov Jabar saat ini dalam tahap akhir menyusun batang tubuh rancangan Perpres Percepatan Pembangunan Kawasan Cirebon-Kertajati Patimban dan Jawa Barat bagian Selatan serta akan segera membentuk tim koordinasi pusat setelah rancangan Perpres  ditandatangani oleh presiden," bebernya.

Tim koordinasi pusat yang diketuai oleh Kemenko Marves ini akan melibatkan lintas kementerian dan lembaga terkait. "Tugasnya antara lain adalah untuk melakukan pemantauan terhadap implementasi usulan proyek di kawasan Jawa Barat," tambah Djoko.

Sebelum itu, Kemenko Marves, tambahnya akan memastikan Pemda menuliskan komposisi pembiayaan secara detil untuk masing-masing proyek di dalam lampiran rancangan Perpres. "Saya akan meminta dalam ĺampiran Perpres disebutkan komposisi pembiayaan, misalnya Pemkot/Pemkab berapa persen, Pemprov  berapa persen dan Pemerintah pusat berapa persen," tukas Asdep Djoko.

 

Selain itu, sambungnya,  dalam beberapa kondisi tertentu untuk menghemat APBN, pemerintah pusat juga akan memanfaatkan skema kerja sama pembangunan yang melibatkan pihak swasta atau dikenal dengan Public Private Partnership (PPP) atau Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). "Bila menggunakan skema ini, juga harus disebutkan dalam lampiran rancangan Perpres,” bahas Djoko.

Beberapa usulan program pembangunan infrastruktur Jabar yang dikunjungi rombongan dua kemenko bersama Pemda terkait antara lain tol Cisumdawu, Bandara Internasional Kertajati, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatigede, TPPAS Cirebon Raya, Jalan Lingkar timur Selatan di perbatasan Kabupaten Kuningan dengan Kabupaten Brebes serta Indramayu, Waduk Kuningan, ITB kampus Cirebon, Subang Metropolitan, serta rancangan kawasan industri Petrokimia di Kabupaten Indramayu.

Disamping itu, rancangan Perpres Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Jawa Barat bagian Selatan, pihak pemprov bersama pemkab mengusulkan beberapa proyek, antara lain pembangunan Bandara Cikembar Sukabumi, penataan destinasi geyser Cisolok, pembangunan jalan lingkar di Pelabuhan Ratu serta pengembangan pelabuhan perikanan untuk mengakomodasi 600 nelayan yang terdampak sedimentasi di wilayah pesisir (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

About me

Indonesia Mandiri

Facebook

Cakrawala

About us

NeoMag is a blogging Blogger theme featuring a sleek, stylish and modern design suitable for everyone who loves to share their stuff online.