Home » » Warga Distrik Beoga Sangat Berduka Gugurnya Sang Guru Sekolah

Warga Distrik Beoga Sangat Berduka Gugurnya Sang Guru Sekolah

Posted by Indonesia Mandiri on April 14, 2021

Jenasah kedua Guru saat dievakuasi warga bersama aparat keamanan 
Puncak/Papua (IndonesiaMandiri) – “Murid-murid ditempat Oktavianus mengajar sangat merasa kehilangan. Mereka sangat dekat dengan Oktavianus bahkan sambil menangis mereka ikut mendoakan sang guru tersebut,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Aksi Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) yang membunuh dua orang tenaga pendidik (guru) Oktavianus Rayo (42) dan Yonathan Renden (28) serta membakar Komplek Guru dan Sekolah di Kampung Julugoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua mendapat kecaman dari berbagai kalangan masyarakat. Termasuk dari Bupati Kabupaten Puncak Wilem Wandik.

“Guru dan tenaga medis adalah pejuang kemanuasiaan mereka sepatutnya mendapat perlindungan,” jelas Wandik, beberapa waktu lalu. Berbagai kalangan masyarakat mengutuk tindakan biadab KSB ini. Wandik mengatakan, penembakan terhadap guru ini merupakan kasus pertama sejak dirinya menjabat sebagai Bupati.

Bupati berharap, kedepan tak ada lagi kasus serupa mengingat keberadaan guru sangat dibutuhkan untuk meningkatkan SDM di Kabupaten Puncak. Lebih miris lagi, salah seorang guru yang dibunuh KSB, Yonathan Renden, diketahui meninggalkan seorang anak berumur 2 tahun 6 bulan. Hingga akhir hayatnya, Yonathan belum pernah menemuinya sejak sang anak lahir.

Yonathan selama ini bertugas sebagai guru honorer di SMPN 1 Beoga, di Tongkonan Ra'be, Lembang Batulimbong, Kecamatan Bangke-Lekila. Jenazahnya dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Istri Yonathan tak kuasa menahan tangisnya ketika melihat peti jenazah sang suami. Ia bahkan terlihat ambruk sehingga harus dipapah oleh kerabatnya (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala