Home » » Siti Nurbaya Kagumi Kekayaan Mangrove Kalimantan Timur

Siti Nurbaya Kagumi Kekayaan Mangrove Kalimantan Timur

Posted by Indonesia Mandiri on April 06, 2021

Menteri LHK Siti Nurbaya didampingi Gubernur Kaltim Isran Noor melihat lokasi mangrove
Kutai Kartanegara/Kaltim
 (IndonesiaMandiri) – "Terkait mangrove, saya kira Kalimantan Timur(Kaltim) terus ke pantai timur sampai ke utara tutupan mangrovenya banyak sekali. Belum lagi di delta-delta sungai sampai ke dalam, juga yang dekat wilayah IKN (Ibukota Negara) itu semua sedang kita tata," ucap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan/LHK Siti Nurbaya saat mengunjungi Pusat Informasi Mangrove (PIM) Delta Mahakam, di Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim (4/4).

Siti melihat kesiapan PIM yang dicalonkan menjadi lokasi pembangunan Persemaian Modern Mangrove Kaltim. Sehari sebelumnya ketika mengunjungi areal calon IKN, Siti berujar, KLHK bersama-sama Kemenkomarves dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bappenas, serta Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) sedang terus menata persoalan perlindungan dan rehabilitasi mangrove secara nasional, termasuk di Kaltim.

Oleh karena itu, sebagai salah satu langkah percepatan perlindungan dan rehabilitasi mangrove nasional yang menjadi instruksi langsung Presiden Jokowi, maka ketersediaan persemaian mangrove modern dan berkapasitas besar perlu disiapkan.

Persemaian modern mangrove di PIM Delta Mahakam dirancang dengan luas 25 hektare. Kapasitas produksi bibit mangrove mencapai 10 juta bibit per tahun dengan siklus produksi 2-3 kali per tahun. PIM Delta Mahakam terletak kurang lebih 1 jam dari Bandara APT Pranoto Samarinda, cukup potensial jadi lokasi persemaian modern mangrove karena telah ada beberapa infrastruktur terbangun seperti Kantor, mess karyawan, dermaga, aula dan rumah.

Kehadiran Persemaian Modern Mangrove di PIM Delta Mahakam diperkirakan akan mampu menyerap tenaga kerja setara 10.000 Hari Orang Kerja (HOK) per bulan atau 120.000 HOK per tahun. "Kegiatan rehabilitasi mangrove merupakan bentuk tugas dan tanggung jawab pemulihan ekosistem mangrove. Diharapkan kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar ekosistem mangrove dan juga menjadi ekosistem mangrove semakin lestari," papar Siti.

Indonesia sendiri memiliki areal mengrove seluas 3,31 juta. Namun 19 persen diantaranya dalam kondisi rusak dan perlu segera rehabilitasi. Pemerintah targetkan luasan rehabilitasi mangrove 483 ribu ha yang mulai dikerjakan pada 2021 -2024 di sembilan provinsi prioritas, yaitu Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat.

Rehabilitasi mangrove di Provinsi Kaltim ditargetkan seluas 27.244 hektare dengan periode 4 tahun, yaitu 2021-2024. Rincian rehabilitasinya adalah 2021 seluas 6.634 hektare, 2022 naik 6.870 hektare, 2023-2024 mencapai 6.870.

Sebelum mengunjungi PIM Delta Mahakam, Menteri LHK dan rombongan sempat ke Arboretum Sempaja di areal komplek kantor Balai Besar Litbang Ekosistem Hutan Dipterocarpa (B2P2EHD) KLHK di Samarinda. Siti kagum dengan koleksi pohon jenis Dipterocarpa, bahkan meminta agar Arboretum tersebut diperbagus dan diupayakan agar menjadi ikon di kota Samarinda.

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri