Home » » Pariwisata Banyuwangi Sebentar Lagi Tandingi Bali

Pariwisata Banyuwangi Sebentar Lagi Tandingi Bali

Posted by Indonesia Mandiri on Februari 12, 2021

Kawasan Ijen sedang diajukan untuk menjadi Global Geopark UNESCO
Banyuwangi
 (IndonesiaMandiri) –  Di awal 2021, Pemerintah berusaha membangkitkan pariwisata nasional lewat berbagai cara. Salah satunya adalah program Bangga Berwisata Di Indonesia. Program ini, di tengah fenomena pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia, bermaksud menggairahkan sektor pariwisata dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, utamanya bagi wisatawan nusantara (wisnus).

"Gerakan bangga berwisata di Indonesia ini perlu kita lakukan untuk memulihkan sektor wisata di Indonesia. Selama pandemi kita ketahui terjadi penurunan jumlah wisawatan domestik ke berbagai destinasi wisata di Indonesia. Selain untuk memulihkan perekonomian nasional, dengan kita bangga berwisata di Indonesia maka akan tumbuh rasa bangga dan kepemilikan atas berbagai potensi wisata di dalam negeri," ucap Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B. Panjaitan saat diskusi vrtual di acara Forum Komunikasi Marves di Banyuwangi (10/2).

Dan, kata Luhut, salah satu daerah yang kini terus didorong dikembangkan sektor pariwisatanya ialah Kabupaten Banyuwangi, paling ujung di Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, daerah ini punya banyak potensi dan kini sudah dikenal dunia lewat berbagai pesonai wisata, alam, dan kearifan lokalnya. Bahkan pada 2021, Banyuwangi bersiap menjadi tuan rumah event olahraga liga selancar dunia.

"Selain itu pemerintah pusat juga mengusulkan Geopark Ijen , masuk ke dalam jaringan Geopark dunia UNESCO.  Di samping itu, salah satu upaya pemerintah memajukan sektor pariwisata nasional adalah dengan mengintegrasikan unsur teknologi informasi, yakni layanan digital terintegrasi dan pembayaran digital," jelas Luhut.  Oleh karenanya, berbagai sarana dan prasarana di Banyuwangi terus dikembangkan. Luhut juga berpesan agar di samping berwisata, faktor prokes tetap menjadi prioritas utama.

Sementara itu, Sekretaris Kemenko (Sesmenko) Marves Agung Kuswandono mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai wujud keinginan Biro Komunikasi Kemenko Marves untuk dapat bekerja sama dengan teman-teman warganet guna menyampaikan informasi serta kegiatan dari Kemenko Marves, serta berkoordinasi dan bersinergi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Mengangkat tema “Pembangunan Pariwisata Berbasis Lingkungan di Tengah Pandemi Covid-19” kegiatan ini diharapkan mampu menunjukkan berbagai usaha dan pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah kepada masyarakat, dan dapat diteruskan oleh rekan-rekan mitra warganet sekalian melalui kanal media sosial sehingga informasi ini dapat tersampaikan secara luas.

Diskusi virtual ini juga dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Mohamad Bramuda. Azwar menyampaikan terima kasih kepada Luhut yang telah memilih Banyuwangi sebagai tempat kegiatan Forum Komunikasi Marves kali ini. Ia juga mengakui punya ikatan khusus dengan Kemenko Marves karena selama ini telah memperhatikan dan membantu memajukan Banyuwangi di bawah koordinasinya.

"Kemenko Marves ini punya perhatian yang khusus dengan Banyuwangi, ini sangat berarti," pujinya.  Azwar mengakui, mulanya Banyuwangi adalah daerah yang tidak terlalu menarik, jauh dari pusat pertumbuhan kota, tidak punya bandara, hingga memiliki image tidak terlalu bagus di mata daerah lainnya di Indonesia. Potret inilah yang ada pada Banyuwangi beberapa tahun sebelumnya dan secara perlahan berubah menjadi lebih baik.

"Di sinilah kami melihat, karena tidak ada opsi mengeluh. Opsi adalah bagaimana menyelesaikan masalah. Maka kebun yang luas, hutan yang luas diapit tiga taman nasional menjadi peluang. Maka kami putuskan triangle diamond menjadi strategi pengembangan wisata. Jadi daerah untuk maju perlu punya rencana strategis untuk pengembangan wisata," paparrnya.

Menurutnya, ketika mengembangkan pariwisata tidak semua orang setuju, karena pariwisata dianggap pencitraan, dianggap membuang-buang uang. Maka untuk mendorong ini semua kami harus menyelam sambil minum, tidak punya banyak waktu. Sekarang banyak daerah kabupaten membuat pariwisata tetapi tidak terintegrasi. Terlalu banyak belajar, tidak langsung menyelam akhirnya perlu waktu lama (berkembang)," tambahnya.

Di masa pandemi, Banyuwangi mampu menunjukkan pariwisata yang ramah prokes
Kini, pesona wisata di Banyuwangi bisa dikatakan langkap. Bandaranya sudah berkelas internasional, dan beberapa kali sebelum pandemi telah ada penerbangan langsung dari negara tetangga ke Banyuwangi. Bicara pantai, daerah ini memiliki banyak lokasinya, dan bahkan ombaknya sangat dikagumi para peselancar dunia. Belum lagi daya tarik seni dan budayanya yang juga cukup kuat, sehingga berbagai event sudah banyak digelar.

Bisa dikatakan, pesona Banyuwangi perlahan bisa menyaingi Bali. Hanya berjarak sekitar satu jam dengan kapal Ferry Bali, maka Banyuwangi ini bisa menjadi alternatif terdekat ketika para wisatawan ingin menjelajah suasana baru.   

Dinda Maulina, traveller yang sekaligus celebgram, mengakui keindahan pesona wisata Banyuwangi. “Protokol kesehatan di destinasi wisata Banyuwangi  sudah sangat baik. Di setiap tempat selalu disediakan wastafel untuk pengunjung bisa cuci tangan. Dan banyak sekali peringatan agar pengunjung tetap mematuhi protokol 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” ungkap Dinda, mahasiswa yang kini tinggal di Bandung (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala