Home » » Destinasi Wisata Super Perioritas Diperkuat Infrastruktur Telekomunikasi

Destinasi Wisata Super Perioritas Diperkuat Infrastruktur Telekomunikasi

Posted by Indonesia Mandiri on Januari 19, 2021

Menparekraf Sandiaga Uno (kiri) diskusi dengan Menkominfo Johnny G. Plate

Jakarta (IndonesiaMandiri) –  “Upaya ini sesuai arahan Presiden Jokowi untuk menyiapkan secara total destinasi super prioritas/DSP. Saat ini kita melihat bahwa telekomunikasi dan informatika bukan lagi sebagai infrastruktur tambahan, melainkan infrastruktur utama. Karena begitu kita mendarat di 5 destinasi super prioritas, kita akan nyalakan smartphone atau handphone kita dan kita akan sangat bergantung kepada coverage signal.”

Hal ini diutarakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno saat dialog bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate (18/1), membahas pengembangan infrastruktur telekomunikasi dan informatika (TIK) di Indonesia, khususnya di 5 DSP, yaitu Danau Toba, Mandalika, Labuan Bojo, Borobudur dan Likupang.

Sandiaga menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi langsung salah satu DSP di Labuan Bajo, yaitu Pasir Panjang di Pulau Rinca. Di destinasi tersebut sinyal belum sepenuhnya baik. Selain itu, di daerah Wonosobo terdapat desa kreatif yang mengekspor tiwul instan ke Timur Tengah namun sayangnya, sarana telekomunikasi di wilayah tersebut masih sangat kurang.

Oleh karena itu, kolaborasi yang dilakukan dengan Kemenkominfo ini sangat diperlukan untuk mendukung infrastruktur TIK, terutama di desa-desa wisata dan mendorong ekraf, khususnya UMKM di seluruh wilayah Indonesia.

“Saya yakin dengan koordinasi dan kolaborasi yang kita bangun akan memberikan manfaat yang baik, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sekarang ini menghidupi sekitar 34 juta masyarakat Indonesia,” jelas Sandiaga.

Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, pihaknya tentu akan membantu mempersiapkan coverage signal 4G yang memadai, baik kecepatannya maupun kualitas sinyalnya di 5 DSP.  

“Sehingga pada 2022 nanti jaringan telekomunikasi atau tersedianya sinyal di seluruh wilayah administratif pemerintah, pemukiman penduduk, dan di 5 DSP itu bisa terlaksana, baik 2G, 3G, dan bahkan 4G. Untuk itu, marilah bersama-sama saling mendukung, memperkuat kerja kolaborasi dan koordinasi untuk mencapai hasil yang maksimal,” papar Johnny (vh/dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri