Home » » Pemerintah Simulasi Protokol Mitigasi Bencana Sektor Pariwisata Di Labuan Bajo

Pemerintah Simulasi Protokol Mitigasi Bencana Sektor Pariwisata Di Labuan Bajo

Posted by Indonesia Mandiri on November 12, 2020

Presiden Jokowi ikut memberi arahan tentang simulasi tanggap darurat sektor pariwisata

Labuan Bajo
 (IndonesiaMandiri) –  "Simulasi ini sudah dipersiapkan berbulan-bulan dengan sangat matang dan didukung oleh lintas kementerian dan lembaga. Simulasi ini dipersiapkan untuk bisa menjamin kesehatan, keselamatan, dan keamanan wisatawan untuk hadir kembali ke Labuan Bajo dan destinasi pariwisata lainnya," kata Presiden Jokowi secara virtual, saat memberi sambutan di acara simulasi  protokol 3K (kesehatan, keamanan dan keselamatan) destinasi pariwisata nasional, sebagai rangkaian paling akhir dari langkah penyusunan dan penerapan protokol kesehatan (prokes), di destinasi pariwisara super prioritas, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur/NTT.

Kegiatan ini berlangsung pada 12 November 2020 di Hotel Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo, dengan simulasi tiga skenario penanganan tangga darurat atau mitigasi bencana. Pertama, skenarionya fokus penanganan early warning system pada peristiwa gempa bumi berpotensi tsunami. Kedua, penanganan tanggap darura pada peristiwa kecelakaan wisatawan yang mengalami serangan jantung. Ketiga, pada peristiwa kecelakaan kapal tenggelam.

Keseluruhan skenario penanganan ketanggapdaruratan disimulasikan dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari BMKG, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, BTNK, Kementerian Kesehatan, Tour Guide, Tim Terpadu, masyarakat, dan lainnya, yang totalnya ada sekitar 23 Kementerian/Lembaga, serta diinisasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkeraf/Baparekraf).

Menparekraf/Kepala Baparekraf Wishnutama Kusubandio mengatakan, pandemi Covid-19 membuat dinamika pariwisata akan berbeda. "Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kita sebaiknya melakukan re-strategy terhadap kepariwisataan, agar setelah kita melalui pandemi ini justru pariwisata kita menjadi lebih baik bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya. Kedepan, strategi pariwisata harus lebih komprehensif dan terintegrasi," jelas Wishnutama.

Simulasi tanggap darurat melibatkan 23 kementerian/lembaga

Acara ini juga dihadiri Wakil Menteri Parekraf/Wakil Kepala Baparekraf Angela Tanoesoedibjo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G. Plate, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Kepala Badan Nasional dan Pertolongan/Basarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati, Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira, dan Dirut Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores/BOPLBF Shana Fatina.

Latihan atau simulasi mitigasi bencana ini guna menjamin keseriusan semua pihak terhadap penanganan kesehatan, keamanan, dan keselamatan di destinasi wisata. Protokol ini juga menjadi hal penting untuk mempercepat pemulihan pariwisata dan mewujudkan pariwisata berkualitas. Simulasi Protokol ini adalah yang pertama dilakukan di Indonesia dan akan digelar serupa di daerah wisata nasional lainnya.

"Presiden sudah memberikan arahan supaya semua kegiatan terintegrasi dan perbaikannya pun secara terintegrasi. Tidak ada boleh, orang yang atau instansi juga K/L punya langkah sendiri-sendiri," tegas Menko Marves Luhut B. Panjaitan (vh/ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala