Home » » Antisipasi Musim Hujan, Kapushidrosal Hadiri Apel Kesiapasiagaan

Antisipasi Musim Hujan, Kapushidrosal Hadiri Apel Kesiapasiagaan

Posted by Indonesia Mandiri on November 05, 2020

Pemrprov DKI Jakarta ajak semua pihak ikut antipasi hadapi musim penghujan dan cuaca ekstrim

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Masuki musim hujan sekaligus tantangan perubahan iklim karena dampak La Nina, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta gelar apel kesiapsiagaan mengundang semua pihak yang terkait. Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Agung Prasetiawan, turut hadir Apel kesiapsiagaan tingkat DKI Jakarta,  dipimpin langsung Gubernur DKI Anies Baswedan di Lapangan Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) II, Tanjung Priok, Jakarta Utara (4/11).

Kegiatan ini  didasari di masa Pandemi saat ini,  tantangan yang dihadapi kian besar, ketika tingkat curah hujan tinggi periode Oktober hingga Desember masuk ke kawasan Indonesia, terutama di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta segera antisipasi dengan sinergitas/kolaborasi antara unsur TNI-POLRI, unsur pemerintah serta perangkat daerah untuk menggalang seluruh kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana banjir akibat musim hujan.

Personel yang terlibat dalam acara ini berjumlah sekitar 955 orang, terdiri dari perangkat daerah  yakni, BPBD DKI, PMI, SAR DKI , Polri, TNI, hingga Satpol PP DKI. Didukung pula kendaraan berat, ambulan, kendaraan operasional, mobil dapur umum, perahu karet, dan rainbow.

Tampak dalam apel ini, Wagub DKI Ahmad Riza Patria,  Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Wakabasarnas Mayjen TNI Bambang Suryo Aji, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, Panglima Kolinlamil Laksda TNI Irwan Achmadi,  Danpuspomal Laksda TNI Nazali Lempo, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko, dan Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Sudjarwoko.

Gubernur DKI mengatakan, memasuki musim hujan diperlukan tingkat kewaspadaan lebih tinggi. Ada tiga kata kunci hadapi musim hujan di Ibu Kota, pertama siaga, artinya mengingatkan seluruh potensi untuk bisa menghadapi semua kemungkinan yang terjadi. Kedua tanggap, dengan memantau perkembangan cuaca, sehingga bisa merespon dengan cepat apapun kondisinya. Ketiga,   galang yang artinya, menghadapi bencana harus memiliki kemampuan untuk menggalang seluruh kekuatan, kemampuan memanggul bersama beban yang dirasakan bersama.

Anies menambahkan, ke depannya  yang perlu diwaspadai adalah bencana La Nina. Dikatakannya,  Kota Jakarta memiliki kapasitas maksimal mampu menampung 100 milimeter kubik/jam sehari.  Jika volume air yg masuk melebihi dari 100 milimeter kubik/jam maka akan terjadi banjir.

“Diharapkan tanggung jawab kita dalam hal ini memastikan seluruh masyarakat yang terkena bencana tersebut dipastikan selamat, jangan ada yang menjadi korban. Genangan banjir di Jakarta ini biasanya mengering dalam waktu kurang dari 6 jam,” jelas Gubernur.

Tantangan di DKI Jakarta yang menjadi penyebab banjir ada 3 penjuru, antara lain pertama hujan lokal secara terus menerus. Kedua terjadi hujan lebat di daerah pegunungan atau dataran tinggi,  maka kena imbas atau tumpahan. Ketiga akibat permukaan air laut yang meninggi di kawasan dataran rendah yaitu banjir rob. Sehingga, penanganan banjir bukan saja air dari pegunungan, dan hujan lokal tetapi juga dari kawasan pesisir pantai.

“Kita mendapat kehormatan untuk menjaga nama baik ibukota DKI Jakarta ini. Dalam masa pandemi diharapkan perhatikan seluruh protokol kesehatan dalam semua kegiatan kita. Sebagai manusia kita tetap berikhtiar kepada Tuhan Yang Maha Esa, InshaAllah Jakarta terbebas dari bencana banjir” harapnya (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala