Home » » Perlahan Tapi Pasti, Pariwisata Bali Mulai Bangkit

Perlahan Tapi Pasti, Pariwisata Bali Mulai Bangkit

Posted by Indonesia Mandiri on Oktober 21, 2020

Suasana sepi di Nusa Dua

Nusa Dua
  (IndonesiaMandiri) – Tak ada yang mengira hempasan dampak pandemi Covid-19 begitu besar sepanjang 2020. Termasuk sektor pariwisata yang juga sangat terasa imbasnya, sehingga industri yang sangat padat karya menjadi sepi kegiatan, dan akhirnya begitu memukul mata pencaharian para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Saat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama maskapai nasional Garuda Indonesia mengundang wartawan untuk melihat kondisi pariwisata di sektor Bali Selatan selama tiga hari (19-21/10), memang terasa sekali kesunyian Pulau Dewata ini, yang biasanya terlihat dipadati wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus).

Presiden Jokowi beberapa kali sudah memberikan arahan, agar sektor pariwisata segera bangkit, dengan memberi sejumlah stimulus/bantuan bagi pelaku usaha parekraf, serta tetap mengedepankan protokol kesehatan yang baik. “Pesan Presiden juga sudah diteruskan kepada Menparekraf dengan berbagai kegiatan. Salah satunya ya ini, mengundang media, influencer, serta pemenang kuiz untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata, termasuk Bali,” ujar Sandi Septyan, Staf Direktorat Pemasaran pariwisata Regional I Kemenparekraf, saat mendampingi wartawan di Nusa Dua (20/10).

Kemenparekraf sejak awal Oktober hingga awal November ini, memang mengajak para influencer yang memiliki pengikut sangat besar secara nasional, pemenang kuiz yang menceritakan pengalamannya melihat destinasi wisata di daerahnya dengan penerapan protokol kesehatan, serta media, untuk membantu edukasi masyarakat terus disiplin patuhi protokol kesehatan di masa pandemi.

Industri parekraf di Bali sudah siap terapkan CHSE

“Awalnya memang kita memilih Bali. Karena Bali adalah indikator pariwisata nasional. Setelah itu, beyond Bali, seperti Banyuwangi, Borobudur dan sekitarnya, Lombok, Labuan Bajo, dan seterusnya. Kita ingin edukasi masyarakat agar saat bepergian taati protokol kesehatan,” sambung Sandi. Kemenparekraf sendiri sudah menjalani program CSHE (cleanliness, health, safety and environment sustainability), sehingga destinasi wisata yang sudah siap menyambut kedatangan wisnus, mesti memiliki aturan CSHE yang benar dan diberi sertifikasi.

Selama tim media tiga hari di Bali Selatan, tampak sekali suasana masih sepi dikunjungi wisnus. Namun berbagai obyek wisata, mulai dari kuliner, wisata bahari, transportasi, pura, sudah siap dengan protokol kesehatan. Mengapa Garuda Indonesia ikut serta di sini, karena maskapai nasional ini telah menerapkan penggunaan HEPA di dalam pesawat (High Efficiency Particle Filter), sebuah filter atau penyaringan udara di pesawat agar kondisi kabin selalu sehat (ma).

Foto: abri

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala