Home » » Sinergi Kemenparekraf-Kemendes PDTT Kembangkan Desa Wisata di Ende

Sinergi Kemenparekraf-Kemendes PDTT Kembangkan Desa Wisata di Ende

Posted by Indonesia Mandiri on September 25, 2020

Sejumlah desa wisata di Nusa Tenggara Timur jadi sasaran pembenahan dan peningkatan SDM
Ende/NTT (IndonesiaMandiri) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) sinergi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas SDM Desa Wisata Pemo di Kabupaten Ende, di Visitor Center Taman Nasional Kelimutu, Ende, Nusa Tenggara Timur/NTT (24/9).

Hadir dalam acara ini, diantaranya, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Moni, Fransiskus Rodja, Kepala Sub Direktorat Pariwisata Kemendes PDTT, Enny Indarti, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ende, Albert Yani, penggiat pariwisata Desa Wisata Pentingsari, Doto Yogantoro serta Penggiat Ekonomi Kreatif Ende, Valentinus Reku.
Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Gunawan menjelaskan, pemerintah ingin agar Desa Wisata Pemo dapat mempersiapkan Sumber Daya Manusia/SDM sebagai salah satu faktor utama kesiapan menjadi desa wisata. Apalagi masing-masing desa memiliki potensi keindahan alam dan budaya sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Ende.
“Kami berkolaborasi dengan Kemendes PDTT untuk mengembangkan desa wisata dan masyarakatnya. Masing-masing desa memiliki daya tarik dan potensi wisata alam yang mengagumkan,” ujarnya.
Koordinator Area I Direktorat Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf, Eddy Susilo, menyebut, guna mensukseskan Desa Pemo sebagai desa wisata, masyarakat harus sepenuh hati serta saling bekerjasama guna dapat mensejahterakan Desa Pemo melalui Pariwisata. “Kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas SDM Desa Wisata Pemo di Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo ini memang tidak dilaksanakan dalam waktu yang lama, namun kami berharap kegiatan kali ini dapat memotivasi masyarakat agar dapat memperoleh hidup sejahtera melalui pariwisata,” jelas Eddy.
“Kami ingin memotivasi masyarakat sebagai pelaku wisata, karena nantinya masyarakat akan menjadi salah satu faktor penting dari desa wisata, maka masyarakat harus siap. Selain itu menerapkan protokol kesehatan di desa wisata menjadi hal yang penting di era kenormalan baru,” tambahnya.
Kepala Desa Pemo, Xaverius Pemo, menyampaikan rasa terima kasih atas terlaksananya bimtek di desanya dan berharap dukungan lain dari pemerintah untuk menunjang perkembangan desa. "Kami juga berharap dapat terus bekerjasama dengan pemerintah baik di kabupaten, provinsi serta pusat dalam mengembangkan desa kami, karena sebelumnya kami sudah berhasil melaksanakan kerjasama dengan Balai Taman Nasional Kelimutu untuk menciptakan atraksi penunjang Kelimutu, diantaranya Taman Edelweiss dan Taman Stroberi," terang Pemo.
Sebelumnya, kegiatan bimtek peningkatan SDM juga digelar di Desa Nduaria dan Desa Woloara. Sama seperti kegiatan yang berlangsung di Desa Nduaria dan Desa Woloara pada 22 dan 23 September kemarin, juga dilaksanakan kegiatan bersih lingkungan sebagai aksi nyata dalam mempersiapkan Desa Pemo sebagai desa wisata.
Dalam kegiatan itu Kemenparekraf/Baparekraf memberi perlengkapan penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) berupa seperangkat alat kebersihan, signage (papan) sapta pesona serta wastafel yang diharapkan dapat menjadi penunjang Desa Pemo sebagai desa wisata (vh/dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala