Home » » Pemerintah Pacu Perkembangan UMKM Parekraf

Pemerintah Pacu Perkembangan UMKM Parekraf

Posted by INDONESIA MANDIRI on September 03, 2020

Pemerintah berdayakan sektor UMKM Parekraf lewat program BIP dan Pertamima
Jakarta (IndonesiaMandiri) – "Di tahun 2020, pemerintah akan menyalurkan Rp24 miliar untuk enam sub-sektor ekonomi kreatif dan sektor pariwisata. Peserta yang bisa mengikuti proses seleksi BIP tahun 2020 diharuskan memilih salah satu dari dua kategori berdasarkan kondisi persyaratan dan kriteria usaha yaitu reguler dan afirmatif," ucap Asisten Deputi Bidang Akses Permodalan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenko Maritim dan Investasi/Marves, Suparman di Jakarta (2/9).

Pemerintah melalui Kemenko Marves bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah berupaya memulihkan sektor pariwisata yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19). Salah satu upaya yang dilakukan, membuka akses bantuan permodalan bagi UMKM sektor parekraf. Suparman, menyebut terdapat sejumlah akses permodalan yang dapat dijangkau pelaku UMKM sektor Parekraf. Misalnya, dana Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) Kemeparekraf dan Ekonomi Kreatif dan dana Program Kemitraan Pertamina.
Suparman menjelaskan, adapun kriteria reguler akan mendapatkan bantuan maksimal Rp200 juta dan jenis afirmatif maksimal Rp100 juta. Sementara itu, pesertanya dibatasi pada enam subsektor ekonomi kreatif yakni, aplikasi game developer, kriya, fesyen, kuliner, film, dan sektor pariwisata (seperti homestay dan usaha pariwisata khusus di lokasi desa wisata). Tujuannya, untuk menambah modal kerja atau investasi dalam rangka meningkatkan kapasitas usaha dan produksi pelaku usaha parekraf.
Program BIP telah dimulai sejak 2017 dan diberikan kepada 34 penerima, 19 di antaranya berasal dari sektor kuliner dan 15 sektor aplikasi digital. Penerima BIP di 2018 meningkat, ke 52 sektor terdiri  14 kuliner dan 12 aplikasi digital dan pengembangan game (AGD), 13 sektor fesyen, 13 sektor kriya. Sementara 2019 diberikan kepada 62 penerima sektor kuliner, AGD, fesyen, kriya, dan film.
Sedangkan tentang Program Kemitraan Pertamina, kata Suparman, ini telah berjalan sejak 1993.  “Hingga kini jumlah mitra yang terlibat sebanyak 62.000 UMKM dan dana yang dikucurkan sebesar Rp3,5 triliun,” urainya. Detilnya, dana program kemitraan ini merupakan pinjaman dana bergulir dengan nilai maksimal Rp200 juta. Sementara itu, pada 2020 pinjaman dana bergulir ini diberikan kepada UMKM mitra binaan di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dengan jumlah total Rp 100 miliar.
Di samping memberikan pinjaman modal usaha, Suparman menambahkan, Pertamina juga akan melakukan bimbingan lanjut terhadap UMKM tersebut agar bisa meningkatkan usahanya sehingga pada akhirnya mampu mengembalikan dana program kemitraan tepat waktu. Jasa administrasi yang dikenakan pada pinjaman tersebut, salah satunya digunakan untuk biaya bimbingan ini (ab).
Foto: abri

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala