Home » » Peluang Industri MICE Di Masa Pandemi

Peluang Industri MICE Di Masa Pandemi

Posted by INDONESIA MANDIRI on September 02, 2020

Kemenparekraf gairahkan bisnis MICE di masa adaptasi kebiasaan baru
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung penyelenggaraan kegiatan Indonesia Corporate Travel and Mice (ICTM) 2020, sebagai salah satu upaya gairahkan kembali kegiatan Meeting, Incentive, Comvention, Exhibition (MICE) domestik di era adaptasi kebiasaan baru.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani, saat “Press Conference dan Sosialisasi ICTM”, di Jakarta (1/9) mengatakan sesuai arahan Presiden Jokowi sektor pariwisata harus membangun kegiatan berkualitas. Maka dari itu, salah satu bentuk implementasinya adalah kegiatan MICE yang diharapkan dapat mampu menyumbang devisa bagi negara.

Kemenparekraf bekerjasama dengan PT. Biztrips Teknologi Multimedia Solusi dan PT. Global Mediacom Tbk menginisiasi kegiatan Indonesia Corporate Travel and Mice 2020 untuk para buyers dan sellers di Indonesia.

“Kegiatan ini bertujuan agar dapat memberikan motivasi positif kepada industri MICE Indonesia untuk terus berkarya di tengah keterbatasan yang ada,” ujar Rizki.

“Sehingga, sektor MICE kembali bangkit serta menjadikan Indonesia sebagai destinasi MICE yang aman, nyaman dan memiliki _value proposition_ yang dapat menjangkau persaingan di dunia internasional,” kata Rizki Handayani.

ICTM akan digelar di 5 kota, yaitu Jakarta, Bogor, Bali, Yogyakarta, dan Malang, mulai pertengahan September sampai dengan akhir Desember 2020. Terdapat lima program utama, terdiri talkshow, seller workshop, buyers meet sellers_, buyers exchange forum, gala dinner dan post tour.

Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran, Masruroh menyebut, saati ini ada dua hal yang membuat buyer ragu melakukan perjalanan. Pertama karena terdampak pandemi sampai dengan permasalahan ekonomi, sehingga tidak bisa melakukan perjalanan. Kedua karena fear to travel takut untuk melakukan perjalanan.

“Dua hal ini yang sedang kita hadapi di sektor pariwisata. Untuk itu melalui kegiatan ini, kami juga terus melakukan sosialisasi destinasi-destinasi yang bisa dikunjungi dan aman sesuai dengan standar protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Healthy, Safety and Environmental Sustainability (CHSE),” urai Masruroh (vh/dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala