Home » » Kemenko Marves Kawal Percepatan Pembangunan Kawasan Ekonomi Jawa Tengah

Kemenko Marves Kawal Percepatan Pembangunan Kawasan Ekonomi Jawa Tengah

Posted by Indonesia Mandiri on September 22, 2020

Foto: Dok. Kemenparekeraf
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Guna memperkuat dan mewujudkan implementasi Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019, bertempat di Semarang (18/9), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi/Kemenko Marves, gelar rapat koordinasi mengenai proyek prioritas strategis pengamanan pesisir di lima kota Pantai Utara/Pantura Jawa.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Ayodhia GL Kalake, saat memimpin rapat menyebut, “manfaat yang diharapkan adalah teratasinya bencana banjir rob di DKI Jakarta, Semarang, Pekalongan, Demak, dan Cirebon. Serta Berkurangnya waktu tempuh Semarang – Demak (1 jam menjadi 25 menit). Penanganan Banjir rob difokuskan pada Pantura Jawa Tengah yaitu Kota Semarang, Kota Pekalongan dan Demak,” ujar Ayodhia (21/9).
Rakor PerPres 79/2019 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Ekonomi di Jawa Tengah meliputi Kawasan Kendal - Semarang - Salatiga - Demak - Grobogan, Kawasan Purworejo - Wonosobo - Magelang - Temanggung dan Kawasan Brebes - Tegal – Pemalang.
“Kehadiran Kemenko Marves saat ini dalam kapasitas melaksanakan fungsi Koordinasi sehingga permasalahan yang sulit dipecahkan tingkat Provinsi diharapkan dapat difasilitasi untuk level yang lebih tinggi,” imbuhnya. Contohnya, penanganan Banjir Rob dengan membangun Tanggul Sungai Loji di Kota Pekalongan (Proyek Prioritas Strategis) dan Harbour Tol Semarang (Perpres 79/2019) selain berfungsi sebagai jalan tol, juga dapat menahan/ meminimalisir banjir rob yang terjadi.
Kemudian. Kawasan Industri Brebes akan tetap dilaksanakan pengembangannya disamping yang sudah dilaksanakan yaitu Kawasan Industri Batang. Kedua Kawasan Industri ini masuk dalam quick wins bersama KSPN Borobudur.
Dari rekomendasi Rakor, antara lain, perkembangan proyek  Anjungan Cerdas Kabupaten Magelang masuk dalam lampiran Perpres 79/ 2019, direncanakan pembangunannya untuk mendukung pengembangan Kawasan Wisata Borobudur, dan masuk dalam Zona 4 Kawasan Wisata Borobudur. Karena hanya berjarak 7.8 Km dari Taman Wisata Borobudur.
Lebih jauh, Area simpang Palpabang akan dikembangkan infrastruktur lain seperti Pembangunan Gerbang, Anjungan Cerdas, Stasiun KA, Pelebaran Jalan Mayor Kusen, Terminal Terpadu, Landscape. Agar pelaksanaan pengembangan berjalan sesuai dengan perencanaan koordinasi antar stakeholder terkait sangat dibutuhkan baik tingkat Provinsi maupun Pusat.
“Tujuan dari pengembangan anjungan cerdas ini yaitu sebagai tempat istirahat (rest area) dalam suatu rangkaian perjalanan, tempat Informasi dan orientasi perjalanan dalam suatu kawasan, pusat Informasi dan pemasaran produk dan potensi sumber daya lokal/ setempat, ruang informasi-edukasi-interpretasi Kawasan Budaya Borobudur dan creative Hub – Culture Creative Space pengembangan ekonomi kreatif di kawasan Borobudur,” papar Ayodhia (ma).

Foto: Dok. Kemenparekeraf

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala