Home » » Geliat Potensi Kopi Lokal Di Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Geliat Potensi Kopi Lokal Di Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Posted by INDONESIA MANDIRI on September 09, 2020

Pelaku usaha kopi sekitar Danau Toba diberi penguatan SDM agar produknya bisa lebih berkualitas 
Danau Toba (IndonesiaMandiri) – “Di Kabupaten Toba ada kekayaan alam berupa kopi, yang merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia dan dianggap potensial untuk dipasarkan di market internasional. Maka, masyarakat Toba dituntut untuk memahami dengan baik dalam memproduksi kopi agar dapat membuat industri kopi yang berdaya saing. Dengan begitu industri ekonomi kreatif di Indonesia secara menyeluruh dapat berkembang,” ucap Robinson Sinaga, Direktur Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kemenparekraf/Baparekraf (4/9).  

Kehadiran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) hadir di destinasi super prioritas Danau Toba, Sumatera Utara, salah satunya untuk penguatan Kekayaan Intelektual (KI) para pelaku usaha kopi lokal. Intinya, kata Robinson, untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di subsektor kuliner kopi terutama di daerah-daerah potensial di bidang kopi seperti Toba.
Selain itu, secara nasional, program ini mendukung pengembangan pariwisata dalam upaya pengembangan destinasi super prioritas, yaitu  Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. “tujuan dari kegiatan ini juga untuk meningkatkan pemahaman indikasi geografis. Indikasi geografis sendiri merupakan suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia. Atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang atau produk yang dihasilkan," terang Robinson.
Kegiatan penguatan KI pada 26-30 Agustus 2020, berlangsung di Labersa Toba Hotel & Convention Centre, Balige, Kabupaten Toba, diikuti oleh 60 peserta. Turut hadir, Tenaga Ahli Bidang SDM Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Dedy Sulaiman Siregar, Koordinator Fasilitasi Kekayaan Intelektual II, Muhammad Fauzy; Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi, Ahmad Rekotomo; Asisten Ekonomi Pembangunan Kabupaten Toba, Sahat Manulang, Ketua Pembina Masyarakat Kopi Indonesia, Edy Panggabean; serta Direktur Masyarakat Kopi Indonesia, Hiburan Marthin Lase.
Dedy Sulaiman menambahkan, kegiatan Penguatan Kekayaan Intelektual (KI) “diharapkan dapat memunculkan entrepreneur muda. Di sisi lain kita bisa lebih mengenal lebih dekat kopi khas Toba” (vh/ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala