Home » » Tak Perlu Risau Menyusui Saat Pandemi COVID-19

Tak Perlu Risau Menyusui Saat Pandemi COVID-19

Posted by Indonesia Mandiri on Agustus 30, 2020

Air susu Ibu sangat penting bagi perkembangan bayi, meski dalam masa pandemi sekarang ini 
Depok (IndonesiaMandiri) – Sambut Pekan ASI pada Agustus, Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) kembali bikin seminar Bicara Sehat ke-24 secadara virtual berjudul “Menyusui Selama Pandemi Covid-19, melalui aplikasi zoom dan live youtube (25/8), dengan pembicara dr. Yoga Deveara, Sp.A(K) dan Dr. dr. Rima Irwinda, Sp.OG(K) serta dr. Wahyu Ika Wardhani, M.Gizi, Sp.GK sebagai moderator.

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, pemberian ASI eksklusif pada bayi merupakan salah satu fokus pemerintah dalam kesehatan Ibu dan Anak. Di tengah pandemi Covid-19, tentu muncul pertanyaan bagi para ibu/calon ibu tentang bagaimana caranya mengASIhi tetap optimal dan aman untuk tumbuh kembang bayi.  Selain itu juga pertanyaan terkait persiapan ASI selama kehamilan yang sangat dibutuhkan informasinya oleh para calon ibu. Oleh karena itu, RSUI mengangkat kedua topik yaitu Aspek Imunitas dan Keamanan Menyusui selama Pandemi COVID-19 dan Persiapan Menyusui selama di dalam Kandungan.
Yoga Deveara, Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik RSUI, menyampaikan, ASI memiliki kandungan Oligosakarida bersifat melindungi lapisan saluran cerna bayi. ASI memiliki kemampuan untuk melawan kuman, bakteri dan virus, karena ada antibodi terkandung di dalamnya. Keajaiban kandungan ASI lainnya adalah komposisi ASI dinamis dan sesuai dengan kebutuhan bayi sesuai dengan kondisi bayi serta berbeda-beda dalam setiap saatnya.
“Bahkan, ASI juga mengandung kuman baik saluran cerna, sehingga dapat menyeimbangkan flora usus, Adanya sel hidup dalam ASI tidak mungkin disamai oleh susu formula. ASI masih menjadi pilihan terbaik dengan berbagai kandungan di dalamnya jika dibandingkan dengan susu formula.”  ujar dokter spesialis Anak yang banyak pasiennya tersebut.
Di saat pandemi, ada 8 penelitian yang dilakukan dengan melihat pemeriksaan terhadap ASI dari 24 ibu penderita Covid-19, tidak menemukan virus dalam ASI. Hanya ada 1 penelitian (laporan kasus) yang melaporkan ASI dari dua orang penderita mengandung virus. Namun saat pengambilan sampel terdapat risiko kontaminasi lingkungan. “Jadi belum ada pembuktian secara pasti dan belum ada penelitian yang membiakan virus dari ASI. Informasi baik lainnya adalah ASI dari Ibu yang terkena Covid-19 terdeteksi mengandung antibodi terhadap Covid-19, walaupun tidak bisa dikatakan sebagai obat Covid untuk pengidap.” ungkap Yoga.
Yoga menambahkan, pemberian ASI pada Ibu yang positif Covid-19, kalau tidak memungkinkan untuk menyusui secara langsung dapat dilakukan dengan cara susu perah. WHO menyatakan pemberian ASI eksklusif adalah pilihan yang terbaik untuk bayi. Caranya, sambung Yoga, bila ibu memungkinkan memberikan ASI, maka protokol kesehatan pencegahan penularan Covid dari lingkungan perlu dilakukan seperti penggunaan alat pelindung diri, selalu mencuci tangan, tidak memegang mukosa selama pemberian ASI, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Sementara Rima Irwinda, spesialis kebidanan dan kandungan konsultan Fetomaternal, memaparkan, “selain anak, ibu juga mendapat manfaat dari menyusui, Menyusui perlu dilakukan karena dapat membantu menurunkan berat badan pasca bersalin Ibu secara cepat, mengurangi kejadian perdarahan pasca melahirkan, sebagai KB alami dan mengurangi beberapa risiko penyakit bagi Ibu seperti kanker payudara, osteoporosis, kanker ovarium, hipertensi dan penyakit jantung.”
Ada beberapa persiapan yang harus diperhatikan untuk mendunkung produksi ASI. Salah satu pemeriksaan prenatal yang harus dilakukan adalah pemeriksaan payudara Ibu dan adanya beberapa perubahan payudara menjelang melahirkan. Pemberian informasi terkait cara menyusui dan posisi bayi saat pemberian ASI yang benar, juga dapat dilakukan sebelum Ibu melahirkan. Rima juga menekankan, kandungan ASI yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh nutrisi (gizi seimbang dan suplementasi) yang dikonsumsi Ibu selama masa kehamilan.
RSUI yang memiliki Program Rumah Sakit Sayang Ibu sangat mendukung kegiatan ibu menyusui dengan mengadakan inisiasi menyusui dini, kontak kulit dengan kulit pada saat bayi lahir di RSUI, tidak memberikan makanan lain selain ASI, dan rawat gabung. “Bila terdapat kondisi kontak kulit dengan kulit yang tidak memungkinkan, kontak akan dilakukan dengan ayah bayi,” terag Rima.
Kesimpulannya, di era pandemi, sangat penting memberikan ASI eksklusif karena memiliki manfaat imunitas. Ibu penderita Covi-19 tak perlu cemas, pemberian ASI dapat tetap dilakukan, namun perlu disesuaikan dengan kondisi Ibu. Keberhasilan pemberian ASI sangat dipengaruhi oleh Ibu dan dukungan keluarga (ma).
Foto: abri

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala