Home » » Luhut Ajak Pengusaha Optimis Hadapi Tantangan Pandemi

Luhut Ajak Pengusaha Optimis Hadapi Tantangan Pandemi

Posted by INDONESIA MANDIRI on Agustus 14, 2020

Jakarta (IndonesiaMandiri) –  Di tengah resesi yang melanda berbagai negara di seantero dunia akibat dampak pandemi Covid-19, dihadapan para pengusaha yang tergabung Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) saat Raker dan Konsultasi Nasional secara virtual (13/8), Menko Maritim dan Investasi/Marves Luhut B. Pandjaitan menyatakan, jangan terlalu risau.


“Kemungkinan resesi tetap ada dan dapat menerpa negara manapun. Tapi kita wajib tetap optimis dan kerja keras. Kemudian jangan ragu untuk berinvestasi di Indonesia, nanti apabila ada masalah akan kami bantu,” ujarnya.
Luhut memaparkan tentang peluang besar yang sedang dibangun Pemerintah untuk industri farmasi di tengah pandemi. Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, ditargetkan industri farmasi Indonesia akan bangkit. “Fokus penanganan Covid-19 dinilai sudah berjalan dengan baik. Sekarang kita juga sudah bisa ekspor APD, kita juga sedang membuat vaksin hasil kerja sama dari RSPAD dan juga Bio Farma. Diharapkan para pengusaha sektor industri farmasi kita bisa lebih maju lagi. Produksi saja dan pemerintah akan memberikan proteksi dan dukungan penuh, yang penting kita kerjakan dengan team work yang solid,” jelas Luhut.
Menurut Luhut, mengenai perkembangan uji coba vaksin, saat ini telah mencapai tahap 3. Disebutkan, Indonesia juga segera membuka RS Internasional, yang para dokternya terdiri dari para dokter dengan kompetensi terbaik dunia, bekerja bersama dengan dokter Indonesia. “Jadi para dokter kelas 1 bisa praktek, sekaligus juga transfer teknologi dengan dokter-dokter kita. Diharapkan masyarakat juga tidak menghabiskan banyak biaya untuk pengobatan ke luar negeri,” tambahnya.
Perihal pembukaan pariwisata bagi turis asing, Luhut menekankan, "saat ini fokus pemerintah untuk mengoptimalkan wisatawan domestik terlebih dahulu, karena pemerintah ingin peningkatan wisatawan domestik ini sampai dengan 70 persen. 
Terkait program prioritas untuk UMKM dan masyarakat produktif, sedang disusun pemerintah. Di antaranya, Bansos Produktif dengan bantuan Rp 2.4 juta per pelaku usaha mikro dengan total anggaran Rp 28,8 triliun dan Penyaluran Kredit UMKM untuk membantu usaha rumah tangga dan masyarakat yang terkena PHK dengan pemberian kredit modal kerja produktif, pemberian pinjaman sebesar Rp. 2 juta, tenor 12 bulan, dengan total anggaran Rp 20 triliun, dan Subsidi Bunga UMKM untuk 15 juta nasabah UMKM, dengan total anggaran Rp 35,28 triliun.
“Yang paling penting, bagaimana bantuan pemerintah bisa sampai kepada pihak yang benar dan tepat waktu. Pemerintah akan terus mengevaluasi situasi perekonomian akibat dampak Covid ini dari waktu ke waktu dan melakukan penyesuaian jika diperlukan, untuk memastikan ekonomi Indonesia tidak jatuh terpuruk akibat pandemi,” tegas Luhut (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala