Home » » Jaga Kualitas Produk Pertanian, Kementan Luncurkan Aplikasi Barcode Berbasis Smartphone

Jaga Kualitas Produk Pertanian, Kementan Luncurkan Aplikasi Barcode Berbasis Smartphone

Posted by INDONESIA MANDIRI on Agustus 29, 2020

Seiring perkembanan teknologi, pantauan produk pertanian pun bisa diakses lewat gadget/HP
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Memasuki era Revolusi Industri 4.0, Kementerian Pertanian/Kementan terus membangun terobosan inovasi pelayanan publik secara prima menuju pertanian modern berbasis manajemen teknologi informasi digital, terintegrasi dengan jaringan internet. Petani penerima bantuan benih di seluruh Indonesia sudah merasakan manfaatnya memperoleh jaminan benih bermutu yang beredar melalui “Aplikasi Barcode/QR Code”, dapat diakses melalui HP android/Smarthphone.


Direktur Perbenihan Kementan, Takdir Mulyadi menyatakan pihaknya melalui Direktorat Perbenihan, Ditjen Tanaman Pangan luncurkan “aplikasi Barcode/QR Code” berbasis smartphone, dapat diakses masyarakat untuk memberikan informasi peredaran benih secara cepat dan tepat. Yakni tentang informasi jumlah, mutu, varietas, waktu, tempat serta status benih terkini yang beredar di Indonesia.
“Aplikasi ini sangat diperlukan dan menguntungkan, karena dapat mengatasi permasalahan pemalsuan benih yang luar biasa marak. Karena jika benih dipalsukan dan benih tidak tumbuh, yang jelek adalah produsen benihnya. Hal ini untuk melindungi produsen dan petani pengguna benih," jelas Takdir di Jakarta (28/8).
Menurut Takdir, terbangunnya sistem ini, selain meningkatkan kualitas layanan publik, efektif, efisien, transparan, juga beri kepastian jaminan mutu benih, stok dan sebaran benih yang diproduksi dan beredar di dalam negeri. Untuk itu, seluruh produsen benih yang tersertifikasi mandiri/belum, harus mengakses seluruh produksi benih dan stok benih melalui aplikasi Barcode/QR Code, agar seluruh produksi dan stok yang beredar dapat tercatat dan terpantau di masyarakat, Dan, ketika benih disalurkan, stok akan berkurang secara otomatis.
“Hal ini sangat penting dan bermanfaat untuk pemerintah dalam mengambil langkah kebijakan tentang ketersediaan benih bermutu dalam negeri," tambahnya. Sementara Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyebut, hadirnya aplikasi barcode berbasis smartphone ini merupakan implementasi dari kebijakan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Kementan harus terus fokus meningkatkan pelayanan publik yang prima sebagai wujud kepedulian Kementan untuk merespon cepat permasalahan pemalsuan benih yang sering terjadi dan beredar di masyarakat, sehingga ketersediaan benih bermutu terjaga. "Aplikasi ini masih tahap uji coba di lapangan dan tahap penyempurnaan serta melengkapi sarana prasarana yang mendukung penerapan aplikasi Barcode/QR Code," terang Suwandi.
Secara terpisah, Dodi, dari perusahaan benih jagung hibrida PT. BISI mengaku sangat mendukung sistem aplikasi ini. “Sangat mempermudah bagi kami dalam mengontrol peredaran benih, utamanya dalam mengetahui benih yang akan kadaluarasa dan jumlah stok benih yang beredar. Sistem ini mengingatkan masa berlaku benih perusahaan kami, dan sangat membantu perusahaan menjaga dan meningkatkan mutu benih," pujinya.
Hal yang sama dikatakan Agustin dari PT. Syngenta. Menurutnya, sistem ini akan meningkatkan kepercayaan dan keberlanjutan usaha perbenihan karena informasi benih yang dibutuhkan tersedia lengkap dengan identitasnya. “Sistem ini menjadikan transparansi informasi yang dapat dimanfaatkan baik oleh produsen maupun petani," tegas Agustin (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala