Home » » Pekerja Imgiran Ilegal Di Perairan Tanjung Sauh Diamankan Bakamla RI

Pekerja Imgiran Ilegal Di Perairan Tanjung Sauh Diamankan Bakamla RI

Posted by Indonesia Mandiri on Mei 10, 2020

Pekerja migran ilegal asal Indonesia dikarantina, setelah diamankan Bakamla RI
Batam/Kepri  (IndonesiaMandiri) – Dini hari, Bakamla RI kembali berhasil mengamankan mobilisasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang pulang kembali ke Indonesia melalui pelabuhan tak resmi di wilayah Batam (9/5/). Menurut Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Bakamla RI Laksma Bakamla Eko Murwanto, “Berkat kerja sama dengan semua pihak, dalam hal ini Agensi Penguatkuasaan Malaysia/APMM Malaysia dan kesiapsiagaan unsur, Bakamla RI berhasil mengamankan PMI ilegal dari Malaysia yang mencoba pulang melalui jalur pelabuhan ilegal,” jelasnya.

Sejumlah 19 orang terdiri dari 17 pria dan 2 wanita, termasuk di dalamnya seorang anak laki-laki berusia 2 tahun berhasil diamankan Satgas Operasi Lintas Batas Bakamla RI di daerah hutan bakau Tanjung Sauh. Pengamanan PMI ilegal ini berawal dari informasi diberikan APMM Kolonel Mohd Zul Fadeli bin Nayan (8/5).  Dari pantauan radar, diinformasikan adanya boat dari Indonesia sekitar perbatasan, diduga ada gerakan PMI ilegal.

Dari info tersebut, Satgas segera antisipasi penyekatan di sejumlah titik masuk. Tengah malam (9/5) sekitar pukul 01.00 WIB, Satgas memantau siluet boat dari arah Malaysia sesuai dengan informasi dari APMM. Saat didatangi Satgas, boat langsung melarikan diri dan dilakukan pengejaran. Tekong/nahkoda boat diasumsikan orang setempat karena  sangat memahami jalur tikus di perairan Batam.
Memanfaatkan sikon pandemi Covid-19, upaya ilegal ini dicoba dilakukan berbagai pihak
Sesaat Satgas sempat kehilangan jejak,  namun target terperangkap di daerah hutan bakau Tanjung Sauh yang memang merupakan daerah tumbuhnya karang dan perairannya dangkal. Akhirnya PMI ilegal berhasil ditemukan di hutan bakau Tanjung Sauh tersebut. Saat boat diamankan, nahkoda tidak ditemukan dan telah melarikan diri. Satgas membawa PMI ke pangkalan dan menghubungi Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Dari hasil rapid test yang dilakukan Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan, tidak ditemukan PMI reaktif. Selanjutnya PMI diserahkan oleh Dansatgas Garda Lintas Batas Bakamla RI ke Satgas Covid-19 Pemko Batam untuk dilakukan karantina di Rusunawa Tanjung Uncang yang diterima dr. Ratna Irawato.

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia apresiasi kerja sama dengan APMM dan juga kinerja satuannya dalam menjalankan tugas operasiI. “Sampai saat ini TNI, Polri, dan Bakamla RI telah berhasil mengamankan 427 orang PMI ilegal yang mencoba memasuki Indonesia melalui pelabuhan tikus. Kerja sama yang solid dengan semua pihak termasuk partner APMM merupakan salah satu key success faktor penting dari operasi pengamanan kepulangan PMI dari Malaysia”, tegasnya (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala