Home » » KLHK Dampingi Perusahaan Berproper Emas Berdayakan Masyarakat

KLHK Dampingi Perusahaan Berproper Emas Berdayakan Masyarakat

Posted by INDONESIA MANDIRI on Mei 22, 2020

KLHK beri penekanan perusahaan di sekitar lahan gambut berdayakan masyarakat disekitarnya
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Sekitar 79 persen dari 24,6 juta hektar ekosistem gambut di Indonesia berada di areal yang tidak dibebani izin atau non konsesi perusahaan. Kondisi ini menjadi tantangan bagaimana upaya terbaik dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut pada lahan gambut yang tidak dibebani izin. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengembangkan Program Kemandirian Masyarakat untuk menjawab tantangan tersebut.

Pada pelaksanaannya, salah satu cara yang ditempuh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK M.R. Karliansyah, adalah mengajak keterlibatan aktif sektor swasta, terutama sejumlah perusahaan yang beberapa kali meraih peringkat EMAS dalam PROPER (Program Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan), untuk mau membantu masyarakat sekitar kawasan ekosistem gambut untuk diberdayakn secara finansial dan ekonomi.

Ajakan tersebut disampaikan saat pertemuan virtual, “Kemandirian Masyarakat di Ekosistem Gambut: Kurangi Potensi Karhutla dan Kerentanan Pangan.” diselenggarakan di Jakarta (19/5) dan dihadiri enam perusahaan PROPER berperingkat EMAS, yaitu PT Pupuk Kaltim, PT Badak LNG-Bontang, dan beberapa unit Pertamina yaitu PT. Pertamina (Persero) RU II Kilang Sei Pakning, PT. Pertamina Hulu Energi Jambi Merang, PT. Pertamina EP Asset 1 - Field Rantau, PT. Pertamina EP Asset 1 - Field Jambi, serta bagian lingkungan PT Pertamina Kantor Pusat Jakarta.

"Peran aktif masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut menjadi sangat penting. Kegiatan peningkatan peran aktif masyarakat telah dilaksanakan Direktorat Jenderal PPKL KLHK, sejak 2015 – 2019 dengan capaian luasan pemulihan sebesar 9.959 Ha. Peningkatan peran aktif masyarakat di ekosistem gambut ini dilaksanakan melalui kegiatan pembasahan kembali lahan gambut yang kering yang tersebar di wilayah Provinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi, Aceh, Sumatera Utara dan Kalimantan Timur, serta mengembangkan beberapa budidaya pertanian yang dapat digunakan untuk peningkatan perekonomian dan perikehidupan masyarakat setempat," jelas  Karliansyah.

Karliansyah menambahkan, hal ini akan menjadi peluang baik bagi perusahaan dalam mengembangkan Community Development berwawasan lingkungan. Bentuk dan jenis kegiatan yang dikembangkan dapat beragam, sepanjang dapat membuat masyarakat TAHU, MAU, dan MAMPU m berperan aktif melakukan perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut di daerahnya.

Gayung bersambut saat pertemuan daring tersebut. Rudy Hartono, Manager Produksi PT. Pertamina RU II Kilang Sei Packning memaparkan capain berbagai kegiatan community development yang dilaksanakan di lahan gambut sejak 2016 hingga meraih peringkat terbaik EMAS untuk PROPER di 2019.

Program yang dikembangkan oleh PT. Pertamina RU II Kilang Sei Packning meliputi budidaya nanas, serai wangi untuk minyak atsiri, pelatihan pemandaman karhutla, arboretum gambut dan kurikulum sekolah gambut untuk SD. Kegiatan tersebut telah membuat masyarakat yang dibina menjadi mandiri dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala