Home » » BPS: Produksi Pangan Dibuat Dalam Satu Data

BPS: Produksi Pangan Dibuat Dalam Satu Data

Posted by Indonesia Mandiri on Mei 03, 2020

Data stok pangan selalu diperbarui dan dalam satu pintu dari Biro Pusat Statistik
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kadarmanto menyatakan, data tunggal untuk produksi pangan nasional telah digunakan berbagai pihak. Data tersebut juga digunakan Kementerian Pertanian (Kementan) mengenai produksi padi, merupakan data sama dengan data yang selama ini digunakan BPS.

"Karena setiap bulan setelah kami amati melalui KSA (Kerangka Sample Area) langsung kami kirim ke Kementan melalui Pusdatin (Pusat data dan Informasi) Kementan. Jadi memang kami sepakat dengan kualitas datanya Pusdatin. "Setiap bulan kami selalu berkoordinasi dengan mereka," ujar Kadarmanto di Jakarta (3/5). Kadarmanto menyebut, data yang sama juga dikirim kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) dan sejumlah lembaga negara lainnya sebagai komitmen Satu Data yang disepakati pada Desember 2019 lalu.

Sementara mengenai pernyataan Presiden yang mengatakan adanya minus produksi di 7 propinsi, Kadarmanto menanggapi, data tersebut merupakan data bulanan BPS, yang juga digunakan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan. “Sebetulnya data yang minus itu ketersediaan. Kami di BPS hanya menyampaikan produksi bulanan. Nah yang ketersediaan itu mungkin digunakan BKP. Tapi kalau data kita selalu disampaikan ke Pusdatin. Jadi persoalan data kami dipakai siapa, ini wewenang Pusdatin Kementan," tambahnya.

Menurut Kadarmanto, perhitungan surplus dan defisit sebagian besar memang dipengaruhi oleh kebutuhan tingkat konsumsi masyarakat. Misalnya, saat bulan puasa dan lebaran cendrung meningkat, sehingga apabila terjadi defisit maka hal itu masih dalam posisi wajar. “Untuk menghitung surplus-defisit memang sangat dipengaruhi beberapa hal, terutama pada kebutuhan atau konsumsinya. BPS sendiri hanya menghitung surplus defisit produksi saja. Yaitu total Produksi dikurangi total konsumsi/kebutuhan," katanya.
Mentan jamin ketersediaan bahan pokok dan jalur distribusi akan diperbaiki
Disisi lain, Kadarmanto mendukung upaya Kementan dalam memperbaiki sistem distribusi yang selama ini dinilai menjadi pemicu defisit pangan. “Jadi kalau saya perhatikan perlu dicek di Delta Stock dan memperbaiki pola distribusi. Sehingga, ini bisa digunakan sebagai acuan ketersediaan. Jadi apabila ditambahkan stok bulog, maka harus dipastikan juga yang di Bulog itu adalah hasil impor sementara Serap Gabah (Serap Gabah), termasuk pengadaan dalam negeri yang sudah termasuk dalam Produksi. Toh secara nasional kita masih surplus produksi," paparnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan saat ini pihaknya terus menjaga ketersediaan pangan khususnya pada 11 komoditas bahan pokok. Di samping itu, Mentan juga sedang mengintensifkan berbagai kerjasama dengan Kementerian, lembaga dan unsur terkait agar ketersediaan dan distribusi pangan tetap terjaga (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala