Home » , » Dilengkapi DAM Parit, Petani Gunungkidul Berharap Bisa Panen Tiga Kali

Dilengkapi DAM Parit, Petani Gunungkidul Berharap Bisa Panen Tiga Kali

Posted by Indonesia Mandiri on April 23, 2020

Pembangunan DAM bagi petani dibantu Kementan sesuai aturan guna membantu proses produksi pertanian
Gunungkidul/DIY (IndonesiaMandiri) – Keinginan kelompok tani Ngudi Subur agar bisa menanam hingga tiga kali bakal terwujud. Pasalnyq, petani yang berada di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta/DIY ini, sebentar lagi dapat memanfaatkan DAM parit.Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pembangunan embung atau DAM parit untuk cegah kemungkinan adanya El-Nino atau musim kering. Pembangunan itu diharapkan bisa menampung air hujan, mengairi sawah, sehingga mampu meminimalisir kerugian petani.

"Pembangunan embung itu merupakan program strategis untuk penampungan air hujan atau sumber sumber mata air di tempat lain. Luas layanan minimal 25 Ha (tanaman pangan), 5 Ha (hortikultura, perkebunan, dan peternakan)," ujar SYL.
Menurutnya, pembuatan embung untuk meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan pertanian yang lebih baik. Proyek konservasi lahan juga diharapkan menyelamatkan lahan kritis dengan menanamkan tanaman konservasi produktif. “Masyarakat dan para petani diharapkan bisa menjaga dan merawat apa yang telah dibangun oleh pemerintah," jelasnya.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menjelaskan, pembangunan infrastruktur ini dicanangkan 400 Unit di 30 Provinsi dan lebih dari 226 Kabupaten/Kota. Kegiatan dapat berupa Embung, Dam Parit, dan Longstorage. Luas layanan minimal 25 Ha (tanaman pangan), 5 Ha (hortikultura, perkebunan, dan peternakan).

"RJIT (rehabilitasi jaringan irigasi tersier) sesuai dengan kebutuhan petani. Sebagian besar dananya disalurkan melalui sistem swakelola petani. Dengan swakelola oleh petani, jaringan irigasi tersier yang direhabilitasi umumnya akan lebih bagus dan petani merasa lebih memiliki. Kita membangun secara bertahap berdasarkan kebutuhan masyarakat petani," ujar Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menambahkan, rumus RJIT adalah jaringan sudah rusak, di sekitarnya ada sawah yang diairi, ada sumber air, dan ada petaninya. Menurutnya, dengan diserahkannya RJIT kepada kelompok tani, maka pembangunan jaringan irigasinya akan dilakukan secara gotong royong atau swakelola. Dijelaskannya, bagi masyarakat petani yang membutuhkan bantuan RJIT atau pembangunan embung, bisa mengajukan ke Dinas Pertanian kabupaten atau kota masing-masing.

Ketua Kelompok Tani Ngudi Subur, Slamet Raharjo menyebut, adanya DAM parit, “mudah-mudahan kelak mampu panen 3 kali dalam setahun karena ketersediaan air di sawah tercukupi.” DAM parit di wilayah ini akan memiliki lebar 2 meter. Estimasinya, DAM parit dapat mengairi lahan kurang lebih 30 Hektar sepanjang tahun. Selain sebagai pemanen air, bangunan DAM juga bisa berfungsi sebagai cross way yang dapat dilalui traktor (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala