Home » » Menteri Pariwisata Ajak Media Pro Aktif Sebarkan Selat Sunda Aman

Menteri Pariwisata Ajak Media Pro Aktif Sebarkan Selat Sunda Aman

Posted by Indonesia Mandiri on April 02, 2019

Menpar Arief Yahya ke Banten yakinkan media bahwa Selat Sunda aman
Banten (IndonesiaMandiri) - Status daerah sekitar Selat Sunda purna bencana seperti Tanjung Lesung, Pandeglang/Banten, yang terdampak tsunami akhir 2018 lalu, memiliki pengaruh besar terhadap kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara/wisman. Dalam hal ini, peran media diharapkan bisa ikut sebarluaskan kabar bahwa Tanjung Lesung dan Selat Sunda sudah aman dikunjungi.


"Sebagai contoh, bencana meletusnya Gunung Agung di Bali. Bali bisa recover sektor pariwisatanya, setelah status bahaya dicabut. Saat status bahaya masih ada, Tiongkok mengeluarkan travel warning, akhirnya wisman tidak ada yg datang ke Bali," ujar Menpar saat pelaksanaan Jumpa Pers Jurnalisme Ramah Pariwisata, di KEK Tanjung Lesung, Banten (1/4).



Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung siap meggeliat di tepi Selat Sunda
"Kalau status bahaya ditetapkan di Banten, apakah mungkin wisatawan khususnya wisman datang ke sini? tentu tidak ada wisatawan yang akan datang. Di Selat Sunda, status sekarang waspada tapi hanya radius 2 km dari Krakatau. Daerah lainnya aman dikunjungi. Saya minta, Banten jangan menetapkan status bahaya. Peran media juga sangat penting dan diperlukan untuk menyampaikan informasi Selat Sunda aman," ujarnya.


Menpar menjelaskan sejak bencana tsunami Selat Sunda, okupansi hotel di Banten termasuk Anyer yang tidak terkena dampak menjadi rendah. Rata-rata okupansi Hotel di Banten, termasuk Tanjung Lesung, hanya mencapai 10-30%. Smentara Kawasan Ekonomi Khusus/KEK Tanjung Lesung ditargetkan mampu menarik 1 juta wisman atau setara dengan US$ 1 milyar. "Dari awal sudah dideklarasikan 1 juta wisman atau US$ 1 milyar. Saya janjikan kepada Presiden kalau Tol Panimbang dibangun maka akan mendatangkan lebih banyak devisa dibandingkan nilai investasi yang dikeluarkan," aku Menpar optimis.


Tanjung Lesung sebagai KEK seluas 1500 hektar mulai beroperasi pada Februari 2015 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung. Kawasan ini dikelola oleh PT Jababeka Group Tbk melalui anak usahanya PT Banten West Java (BWJ). Untuk memikat wisatawan, KEK Tanjung Lesung sudah menyiapkan berbagai program menarik. "Dari Tanjung Lesung kita sedang mengembangkan program selain wisata pantai juga wisata desa. Kita juga mempersiapkan berbagai amenitas seperti beach club Lalassa," ujar Presiden Direktur PT Banten West Java (BWJ), Purnomo Siswoprasetijo selaku pihak pengelola KEK Tanjung Lesung (ma/pn).



Foto: Dok. Kemenpar

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

About me

Indonesia Mandiri

Facebook

Cakrawala

About us

NeoMag is a blogging Blogger theme featuring a sleek, stylish and modern design suitable for everyone who loves to share their stuff online.