Pengelola RPTRA Ikuti Pelatihan Ilmu Jurnalistik Bela Negara

Fosil Pers ajak masyarakat peduli bela negara dari ilmu jurnalistik

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Organisasi kewartawanan, Forum Silaturahmi Pers/Fosil Pers Jurnalis Bela Negara gelar pelatihan belajar menulis dan memahami etika berkomunikasi bagi pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak/RPTRA di wilayah Jakarta Utara, bekerjasama dengan Suku Dinas Perpustakaan dan Arsip Jakarta Utara (27/2). Acara yang dilaksanakan di Aula Sudin Perpustakaan dan Arsip Jakarta Utara, Semprer inj, dihadiri sekitar 70an pengurus RPTRA dan
dikemas dalam bentuk Workshop bertema “Literasi Jurnalistik Bela Negara”.

“Kegiatan ini sangat positif, sehingga masyarakat juga bisa belajar memahami mana informasi yang benar atau hoax. Karena saat ini kita semua bisa mendapat informasi dari mana saja melalui hp,” pesan Jeje Nurzaman, Kasubdin Perpustakaan dan Arsip Negara Jakarta Utara, saat membuka acara.

Sejumlah pembicara dari Pengurus Fosil Pers yang sekaligus wartawan seperti Rico Aprilia Mardiansyah, Joko Sriyono dan M. Abriyanto serta wartawan senior lainnya, Hendro Herisuharyono berbagi ilmu dan pengalaman kepada peserta workshop mulai dari bagaimana menulis yang baik, hingga aturan yang mesti ditaati terkait sebaran informasi yang sering kali bernuansa hoax.

Workshop yang dipandu Johan Sopaheluwakan berjalan setengah hari, intinya mengajak peran serta masyarakat untuk gemar membaca, sekaligus berlatih menulis yang benar dan bijak. Mengapa demikian? Karena ini terkait dengan misi “bela negara” seperti tercantum dalam tema pelatihan. “Memaknai bela negara bisa dalam artian luas, misalnya berdisiplin dalam kehidupan sehari-hari, seperti taat dalam lalu lintas, bila bekerja tepat waktu, mendidik anak-anak dengan aturan yang baik, menjaga lingkungan bersih dari sampah, dan lain sebagainya. Ini bagian dari rasa cinta tanah air yang dimulai dari lingkungan terkecil,” ujar Abriyanto, salah satu pembicara yang juga Wasekjen Fosil Pers (rm).

Foto: Karomi
Share:

Arsip