KLHK Pakai Teknologi Modifikasi Cuaca Redam Karhutla Riau

Strategi padamkan api dari udara dilakukan di Riau

Pekanbaru (IndonesiaMandiri) -Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK terus aktif padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Riau. Brigade Pengendalian Karhutla KLHK, Manggala Agni bersama pihak yang tergabung Satuan Tugas Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla gencar melakukan pemadaman darat dan udara.

Setelah kejadian kebakaran yang terjadi di Kepulauan Meranti dan Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, dan juga di Dumai beberapa waktu lalu, Satuan Tugas Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla segera melakukan upaya pencegahan, terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi karhutla di Provinsi Riau. Mendukung hal tersebut, KLHK bekerjasama dengan BPPT dan TNI AU dengan Pesawat Hercules dalam pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), guna redam dampak bencana karhutla di Provinsi Riau. 

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) KLHK, Raffles B. Panjaitan, menyampaikan, “KLHK bersama TNI, Polri, masyarakat, dan pihak swasta telah berupaya melakukan pemadaman di lapangan. Namun cuaca yang cukup panas menjadi salah satu pemicu karhutla masih terjadi," tuturnya saat menghadiri peluncuran kegiatan ini di Lanud Roesmin Noerjadin, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau (4/3). Pelaksanaan TMCbdimulai sejak Maret sampai Mei, karena waktu yang tepat untuk pembasahan lahan gambut.

Dalam kesempatan sama, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengungkapkan, Indonesia akan mengalami El Nino lemah yang dimulai pada Juni 2019. "El Nino yang terjadi memang tergolong lemah, namun kejadian ini berlangsung cukup lama sampai dengan September 2019 jadi kita harus bersiap untuk menghadapinya," ujarnya (dh).

Foto: Dok. KLHK


Share:

Arsip