Home » » Kedai Pac-man: Perpaduan Hidangan Aceh, Makasar dan Nusantara

Kedai Pac-man: Perpaduan Hidangan Aceh, Makasar dan Nusantara

Pac-man Kafe tampilkan hidangan khas nusantara
Bekasi (IndonesiaMandiri) - Begitu banyak kedai atau kafe muncul di sudut kota Indonesia. Perlu ekstra kejelian dalam membaca pasar keinginan pelanggannya. Inilah yang digagas Adhita Rinaldy, yang membuka kafe bernama Pac-man (sebuah ikon permainan asal Jepang yang banyak digandrungi remaja era 80-an).

Meski mengusung nama permainan asal Jepang lengkap dengan logo orang sedang “mangap” atau siap santap, tapi filosofi yang dibawa pemuda kelahiran Mei 1978 ini justru lebih ke sosial. “Dari keuntungan yang diperoleh dari Pac-Man itu ada jatah orang lain juga yang kurang beruntung harus dibagi. Seperti sedekah,” ujar Adhita, yang banyak memperoleh pendidikan rohani dari sang ibu, Dini Thamrin motivator religi dan memiliki Pondok Pesantren di Tanjung Lesung, Banten.


Kopi saring Aceh jadi andalan menu Pac-Man kafe
Pac-Man sendiri adalah singkatan dari P(Padang), Ac (Aceh), Ma (Makasar) dan N (Nusantarq). Padang adalah kota asal ibunya, Aceh dari kota asal isterinya, Makasar kota kelahiran ayahnya dan Nusantara merupakan simbol sebagai warga Indonesia. Hidangan pun dipadu antara sajian khas Aceh, Makasar dan dari Nusantara lainnya. Khusus kopi saring, chefnya langsung orang Aceh.


Kopi saring Aceh, roti cane, Mie Aceh, dan lain-lain, tersedia dengan harga yang relatif terjangkau di Pac-Man Kafe yang terletak di Jalan Caman Raya 45, Jatibening, Bekasi. Kafe yang bisa menampung hingga 30-an orang ini buka setiap hari dari Jam 09.00 hingga 23.00. Dan di hari minggu, dibuka lebih pagi untuk menjemput pelanggan yang sedang olahraga pagi. Penasaran ingin mencoba? (ma).


Foto: abri

Thanks for reading & sharing Indonesia Mandiri

Previous
« Prev Post

Menuju Indonesia Mandiri

Populer