Nikmati Sensasi "Nomadic Tourism" di Glamping De’Loano Purworejo

Konsep Glamping kian banyak sedot wisatawan

Purworejo/Jateng (IndonesiaMandiri) -Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan sekaligus mengundang wisatawan menikmati sensasi "nomadic tourism" di Glamping atau Glamorous Camping) De’Loano dan Pasar Digital di Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah (14/2).

Glamping De Loano dilengkapi dengan amenitas nomadic berupa glamp camp, home pod, dan caravan kemudian menjadi salah satu wujud program strategis Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang sedang membangun 10 destinasi pariwisata prioritas.

"Ini sebagai tahap awal dan akan menjadi proyek percontohan nomadic tourism yang sedang terus dikembangkan di empat destinasi prioritas; Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, dan Borobudur. Glamping De’Loano ini bagian dari pendukung Borobudur," kata Arief.

Menpar Arief Yahya resmikan Glamping De’Loano
Menpar Arief Yahya puji pengembangan Glamping De’Loano sebagai sinergi antara Badan Otorita Borobudur (BOB) dengan Perum Perhutani. Pada tahap awal BOB menggunakan lahan seluas 1,3 hektare dari total keseluruhan lahan zona otorita sekitar 308 hektare untuk percontohan (show case) serta dalam rangka mengundang investor.

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita menjelaskan, “Glamping De’Loano adalah show case. Konsepnya kita buat percontohan masyarakat kemudian mengundang investor untuk berinvestasi”. De’Loano siapkan 11 tenda eksklusif terdiri dari satu buah mushola dan 10 tenda inap (1 tenda VIP berkapasitas 4 orang dan 9 tenda berkapasitas 6 orang) total kapasitas inap mencapai 60 orang (pn/ma).

Foto: Dok. Kemenpar
Share:

Arsip