Home » » Alat Pelindung “Rompi” Perlu Lebih Adaptif Hadapi Beragam Pertempuran

Alat Pelindung “Rompi” Perlu Lebih Adaptif Hadapi Beragam Pertempuran

Posted by INDONESIA MANDIRI on Agustus 04, 2018

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Rompi pelindung generasi mendatang sedang dipikirkan agar lebih adaptif dengan model pertempuran yang kian beragam dan penuh tantangan.

Nyawa prajurit sangat berharga sehingga perlu dipikirkan upaya perlindungannya semaksimal mungkin. Salah satu upaya tersebut dengan melengkapi seragam tempur rompi pelindung yang dapat meminimalkan risiko dari proyektil senapan serbu ataupun pecahan proyektil artileri serta pecahan kecil granat tangan.

Dalam upaya menciptakan rompi pelindung yang handal, pihak industri tidak saja memperhitungkan bobot yang ringan agar mobilitas personil menjadi maksimal, namun selain dapat memberikan perlindungan maksimal juga dapat berintegrasi dengan sistem pendukung operasi seperti K4ISTAR (Komando dan Kendali, Komunikasi, Komputer, Intelijen, Surveillance, Target Acquisition dan Reconnaisance) guna meningkatkan kewaspadaan pasukan.

Sehubungan dengan ide penggabungan sistem proteksi dan perangkat pendukung seperti perangkat komunikasi tempur perorangan, dikembangkanlah model integrasi antara sarana pelindung dalam hal ini rompi pelindung dengan komponen elektronik pendukung operasi tempur seperti K4ISTAR diatas.  

Hal tersebut diperhitungkan dengan tingginya dinamika yang terjadi di wilayah pertempuran, prajurit harus dilengkapi dengan sarana pelindung yang maksimal dan dapat terhubung secara interaksi dengan pusat-pusat komandonya.
Pengembangan rompi pelindung selain pada ketahanan rompi dan penggabungan dengan K4ISTAR, juga perlindungan terhadap pendeteksian sinyal, karena sarana komunikasi dan elektronik yang digabungkan.

SEA selaku industri terus menunjang Kementrian Pertahanan Inggris dalam berbagai konsep Visi Serdadu Masa Depan (Future Soldier Vision) dan termasuk koloborasi yang sedang berjalan dengan Defence Science and Technology Laboratory (DSTL) yang saat ini tengah dalam pengembangan rompi pelindung solusi Synthetic Biology yang saat ini tengah mencapai Technology Readiness Level (TRL) 3.

Menurut salah satu tenaga ahli yang terlibat dalam program ini, Professor Petra Oyston (dari Molecular Microbiology and Synthetic, Biology Chemical, Biological and Radiological Division di DSTL), organisasi ini tengah sibuk berkreasi membuat seri demonstrator teknologi pelat pelindung bahu.

Upaya ini berkisar di sekitar perancangan sisipan pelat keramik silikon karbit yang diolah dari sampah agrikultur silikon berat.  Biayanya dianggap lebih murah dan hasilnya dianggap lebih menjanjikan.
Transparent armour bergantung pada proses pabrikasi lapisannya (layer) yang memungkinkan satu lapisan pelat keramik untuk menahan hantaman proyektil secara beruntun di satu titik.

Liquid armour
Konsep inovasi lainnya yang sedang dikembangkan di Kanada termasuk eksplorasi teknologi liquid armour yang sedang dinegosiasikan antara BAE Systems dari Inggris dengan perusahaan Kanada Helios Global Technologies menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) yang di tanda tangani pada 1 Juni 2017.

Menurut pernyataan bersama yang di publikasikan oleh perusahaan tersebut, liquid armour terdiri dari ‘custard-like substance’ yang telah di demonstrasikan kapasitasnya untuk menahan proyektil secara lebih efektif dengan perkerasan pada titik benturan, terutama saat dikombinasi dengan Kevlar.

Menurut pihak BAE Systems; “Liquid armour akan memberikan tingkat perlindungan yang lebih tinggi bagi prajurit dengan perangkat yang lebih ringan, sehingga kemampuan geraknya lebih leluasa”.

Pengembangan bersama antara Helios Global Technologies, BAE Systems.
Pernyataan tersebut ingin menggambarkan bahwa teknologi liquid armour mampu meningkatkan perlindungan bagi prajurit dengan mengurangi bobot beban, lingkup perlindungan yang lebih luas, keleluasaan gerakan badan dan kemudahan berintegrasi dengan system yang lainnya, termasuk berkurangnya sekitar 45 persen ketebalan pelat saat di kombinasi dengan Kevlar.

Dinyatakan bahwa saat proyektil menghantam material dengan kecepatannya, itu akan dengan sangat cepat memperkeras dan menyerap enerji benturan. Saat di kombinasi dengan Kevlar, pengurangan aliran cairan pada liquid armour menghambat gerakan dari jalinan serat Kevlar. Kelenturan akan menyebar sehingga tidak menyerap pada satu titik saja.

Selain Inggris dan Kanada, di India juga sedang dikembangkan perangkat rompi pelindung personel yang hampir sejenis tetapi dengan material berbeda. Perusahaan India MKU Custom dan Integrated Body Armour (CIBA), berupaya untuk mendapatkan teknologi baru untuk rompi pelindung yang juga dapat berintegrasi dengan perangkat komunikasi dan elektronik, mereka menyebutnya sebagai network centric warfare technology.  

Rompi pelindung digabungkan dengan sarana komunikasi dan elektronik untuk memberikan masukan data situasi ke pusat komando dan kendali dari daerah lapangan secara seketika (real-time) serta status dari setiap prajurit tempur di daerah operasi. Sistem yang dimaksud termasuk perangkat kendali dan komunikasi termasuk GPRS, perangkat display dan navigasi, alat komunikasi inter- dan intra- pleton (Tonset).

MKU dan CIBA telah merancang sarana koneksi yang akan melengkapi prajurit, dalam system rompi pelindung tersebut bukan hanya pelapis lunak dan keramik pelindung balistik, tetapi juga system pengkabelan didalam rompi. Termasuk kantong bahu untuk perangkat tambahan pengguna (end user devices/EUDs) seperti tablet; battery; dan atau alat integrasi komunikasi lainnya seperti headsets dan tactical radio; GPS dan alat sensor lainnya.

Pihak MKU sangat menyadari bahwa perangkat personel terintegrasi memiliki kompleksitas yang cukup tinggi, oleh karenanya mereka berupaya untuk merancang sebuah system yang lebih sederhana dan mampu memudahkan prajurit dalam mengoperasikan perangkat komando dan kendali serta member perlindungan yang tinggi. Sebab utamanya prajurit sebagian konsentrasinya akan tercurah pada persenjataan yang dibawanya.

Perkembangan teknologi militer terus melaju, bukan saja di bidang persenjataan (lethal technology), tetapi juga di bidang material dan sarana pendukung operasi non-lethal.  Ini barulah sebagian kecil saja dari pengembangan yang ada. Masih banyak lagi teknologi material seperti material helmet yang dikembangkan di Australia, dan negara lainnya (mah/ma).

Foto: Istimewa

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala