Home » » Kapal Selam “Hantu Laut” Collins Class Dari Australia

Kapal Selam “Hantu Laut” Collins Class Dari Australia

Posted by INDONESIA MANDIRI on Rabu, 11 Juli 2018

Australia (IndonesiaMandiri) - Dalam pengamanan perairannya, negeri Kangguru ini tak lepas dari kehadiran enam kapal selam kelas Collins yang dapat dikatakan sebagai kapal selam moderen di kawasan Samudera Hindia. Kapal selam berbobot 3.407 ton ini mulai beroperasi pada 1996.  Kini sudah mengalami program modernisasi dan diperhitungkan akan dipensiunkan pada 2042 yang akan datang.

Menjelang akhir 2017, kapal selam kelas Collins sudah tidak menjadi pemikiran kritis lagi bagi Kementrian Pertahanan Australia, karena program modernisasi kapal selam tersebut telah terpecahkan.

Seperti dikatakan oleh Commodore Tim Brown, Director General of Submarines RAN (Royal Australian Navy) kepada media; Collins dirancang untuk kebutuhan yang unik, dan hingga kini masih memberikan keunggulan kemampuan tersebut bagi RAN.

Kehadiran kapal selam ini menggantikan enam unit kapal selam kelas Oberon. Saat Collins dioperasikan, kehadirannya menjadi kapal selam tercanggih dikawasan Asia Pasifik.  Saat itu kapal selam tersebut dilengkapi dengan combat management sistem dari Rockwell International, Singer Librascope dan Thomson CSF.

Kapal selam yang dibuat oleh Australian Submarine Corporation (saat itu sebagian sahamnya milik Kockums - industri kapal selam asal Swedia) menjadi kapal selam bermesin disel-elektrik (SSK) yang cukup diperhitungkan dan paling moderen.

Kini satu demi satu kapal selam kelas Collins telah mengalami peremajaan pada Combat system dengan pemasangan AN/BYG-1 yang dimulai dengan HMAS Waller pada 2008 hingga HMAS Collins pada 2017.  Dan atas dasar proyek kooperatif pertahanan dengan Amerika Serikat 2003 yang di perbaharui pada 2009 - Collins juga kini dilengkapi dengan sistem Torpedo kelas berat Mk 48 Mod 7 CBASS (common Broadband Advanced Sonar System).

Kenyamanan untuk awak kapal juga sangat diperhatikan dalam program peremajaan, mengingat sekali berlayar kapal selam ini bisa hingga 70 hari atau lebih - berbeda dengan rancangan kapal selam Swedia yang secara umum diperuntukan untuk waktu berlayar sekitar satu bulan.

Kapal selam yang sudah dimodernisasi di coba di area latihan kapal selam di Australia Barat, selain menguji kapal selam itu sendiri, juga melatih para awak dan calon awak kapal.  Ketersediaan awak kapal selam menjadi salah hal yang dianggap sangat penting untuk diperhatikan, hal ini guna ketersediaan awak kapal tugas yang selalu siaga. Misalkan kesiagaan dari 46 menjadi 58 awak kapal per kapal, sehingga pertukaran awak kapal tugas dapat berjalan dengan baik.  Di akhir 2017, RAN berhasil menghasilkan 90 personil pertahun lulusan untuk awak kapal selam.

Modernisasi pada kapal selam kelas Collins ini juga meliputi pembaharuan ruang dan sistem radio komunikasi, baik sistem ship-to-ship maupun sistem ship-to-shore. Sistem teknologi Informasi dan komunikasi hingga sistem komunikasi satelit, termasuk super-high frequency communication untuk mendukung kebutuhan pertukaran informasi dan kebutuhan komunikasi serta informasi operasional dengan advance extremely-high frequency. Yang juga tidak kalah pentingnya adalah peremajaan sonar dibawah Project Sea 1439 Phase 6.

Dengan peremajaan kapal selam kelas Collins ini RAN yakin bahwa keberadaan enam kapal selam tersebut dapat menjadi tulang punggung kekuatan silumannya (mah/ab).

Foto: Istimewa 

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala